
Chapter 13
.
.
.
.
"Sasuke~, bangun~."
Naruko berbisik di telinga Sasuke. Tak ada tanda-tanda untuk membuka mata. Sasuke hanya merubah posisi tidurnya jadi menyamping memunggungi Naruko yang duduk bersimpuh di lantai dekat ranjangnya.
"Aduh, kau bikin aku susah. Nanti aku tidur dimana?"
Menatap punggung yang begitu lapang, tidak disangka cukup nyaman untuk dipandangi. Melamun memikirkan tentang hari-hari yang Naruko jalani bersama Sasuke yang penuh perdebatan. Biarpun mereka berdua tidak akur, tapi jika tidak ada perdebatan panas merasa ada yang kurang bagi Naruko.
"Ah, ya sudah tidur di lantai sajalah," gumam Naruko lantas tidur di lantai. Dia tidak berpikir untuk menyiapkan alas tidurnya. Berbaring menyamping, melamun kan sesuatu tentang Sasuke yang menjengkelkan.
"Tadi aku menghabiskan camilan mu, loh." Bicara sendiri ia berpikir mungkin ini aneh, tapi ada kesan menyenangkannya. Lantai tidak terasa dingin karena berbahan kayu, kamar di lantai 2 letak kamarnya Naruko.
Kantuk yang mulai tak tertahankan. Mata terpejam perlahan hingga mencapai alam bawah sadarnya Naruko.
10 menit kemudian.
Sasuke bangun dari tidurnya, ia hendak kembali ke kamarnya sendiri. Objek yang begitu indah dan tak bisa dipungkiri kenyataanya Sasuke sedang jatuh cinta sekarang.
"Kau bisa masuk angin kalau begini." Sasuke bergumam, ia mengendong yang ia cinta seperti seorang putri. Membaringkan perlahan ditempat tidur.
"Aku benci Sasuke ...." Sasuke hanya menyunggingkan senyumnya ketika mendengar gumaman Naruko, yang sedang mengigau.
Kaos berwarna abu-abu lengan pendek. Celana jeans oranye yang mencolok, perpaduan yang unik. Sasuke menarik kaos Naruko kebawah ketika Naruko menggeliat menyamakan posisi tidurnya.
"Hn, pusarmu kelihatan," gumam Sasuke, menarik kaos untuk kedua kalinya.
"Wajahmu lebih jelek ketika sedang tidur," kata Sasuke tak jujur dengan apa yang ia rasakan dan lihat.
Sasuke mendekatkan wajahnya ke wajah Naruko. Dengan jarak sedekat itu ia bisa melihat dengan jelas betapa berharganya yang ia cinta ini.
Mungkin ada yang pernah berpikir bahwa Sasuke sedang diguna-guna oleh Naruko. Karena ia sampai jatuh hati separah ini dengan wanita yang biasa saja, tidak cantik tanpa daya tarik. Bukankah ini bentuk yang wajar dan semua pasti mengerti dengan perasaan Sasuke sekarang?
Selama empat tahun bersama, sering berdebat bahkan bertengkar tidak jelas ujungnya pun harus berbaikan lagi. Berulangkali mereka berdua seperti itu sampai pada akhirnya Sasuke lah yang jatuh hati.
Cinta tak selalu mengidamkan seorang wanita yang sempurna dilihat dari sisi manapun. Cinta bisa juga dilihat dari sisi yang paling dalam. Perasaan yang nyaman setiap waktu hanya memikirkan satu orang.
__ADS_1
Sejuta kata tidak bisa menjelaskan seberapa besar cinta itu. Sebuah lukisan tak bisa menggambarkan bentuk nyatanya. Rasa juga tak bisa memperjelas manis, asin, pahit, pedasnya cinta jika memanglah berasa seperti halnya masakan.
(~)
Kecupan di bibir yang saling bersentuhan, menunjukkan kelembutan. Yah ini hanyalah rasa nikmat bukan bentuk cinta yang rumit yang Sasuke alami. Dia butuh penjelasan dan jawaban tentang semuanya. Semakin ia mencoba memberanikan diri untuk lebih lama lagi masih belum ada yang terjawab.
Menyentuh bibirnya yang tertidur pulas saat ini dan menghusapnya dengan ibu jari sambil berkata, 'selamat tidur dan bermimpi lah dengan penuh keindahan.' Sasuke hanya tahu bahwa ia hanya butuh satu orang yang akan ada untuknya sampai akhir dalam cerita hidupnya bersama yang ia cinta.
Mematikan lampu kamar dan perlahan menutup pintu, pergi kembali ke kamarnya sendiri itulah tujuan Sasuke sekarang. Naruko membuka mata, ia merasa ada sesuatu yang aneh. Dia bermimpi sesuatu yang indah sebuah kehangatan yang amat susah untuk dijelaskan.
"Hatiku merasa senang, huamm.., aku bermimpi sesuatu.. Mm," gumamnya dan memutuskan memejamkan mata. Dia ternyata belum sadar jika sudah berada ditempat tidur. Dan Sasuke sudah tidak ada di kamarnya.
.
.
.
.
Kriiing....~
Suara dering jam weker yang disetel pukul 6 pagi. Posisi tidurnya sangat buruk untuk seorang wanita 20 tahun. Kaki di bantal posisi tidur yang terbalik hebat sekali bukan? Dan bagaimana dia bisa melakukanya?
"Su-sudaaah pagi yaa~." Naruko meraih jam weker yang berada di rak meja sebelah tempat tidurnya. Dia bangun dan membuka jendela yang tadinya tertutup rapat.
"BUKANKAH SEMALAM AKU TIDUR DI LANTAI!?"
Tanpa cuci muka dan gosok gigi. Naruko langsung berlari keluar kamar tujuan tak lain adalah kamar Sasuke.
Dak! Dak! Dak!
Bukan mengetuk malah menggedor pintu seperti penagih hutang. Naruko butuh penjelasan kenapa ia bisa tidur di kasur tanpa ia sadari?
Sasuke membuka pintu ia sudah rapi bahkan sudah mandi. Naruko masih acak-acakan dengan rambutnya yang masih berantakan tidak karuan.
"Hn, kotoran matamu masih ada."
Dengan cekatan Naruko membersihkannya. Dia sama sekali tidak malu karena yang ia tanyakan ini lebih penting.
"Sasuke, ka-kau harus jelaskan bagaimana bisa aku tanpa sadar bisa pindah di kasur!"
"Hn?"
Mati kata! Bagaimana cara melanjutkan pertanyaan yang mendapat respon tidak jelas seperti itu? Tarik nafas dalam-dalam yang Naruko lakukan hingga ia merasa tenang. Sasuke hanya tersenyum tipis dengan apa yang ia lihat.
__ADS_1
"Be-begini, aku butuh penjelasan kenapa aku bisa pindah tempat tidur. Pertama aku tidur di lantai karena kau. Terus paginya aku bisa di kasur?"
"Kau bodoh sekali. Sudah jelas siapa saja juga pasti bisa menebak tanpa penjelasan sekalipun,"
Naruko menutup mulutnya dengan kedua tangan karena keajaiban dunia. Sasuke jadi banyak bicara?
"Hn?"
"Tapi, aku butuh penjelasan mu Sasuke."
"Aku memindahkan mu."
"Dengan jurus apa?"
"Cih!"
"Kenapa marah, aku kan tanya?"
"Ku gedong."
"APA?!"
Naruko menganga lebar tak percaya dengan ucapannya, Sasuke yang mustahil. Dia di gendong itu tidak mungkin terjadi jika memang terjadi pasti ia bisa merasakannya bukan?
"Cepatlah mandi kau bau sekali," kata Sasuke, yang melewati Naruko. Sasuke pergi dengan senyum puas mengerjai Naruko.
"Gen-gendong? Yang benar saja kau sudah berani main gendong aku!"
Itachi yang mampir ke rumah untuk sarapan ia terkekeh geli mendengarnya. Sementara Fugaku dan Mikoto hanya tersenyum. Paling tidak ada perkembangan dalam hubungan Sasuke dan Naruko yang terbilang kelewatan lambat.
Naruko kembali ke kamar sambil komat-kamit tidak jelas. Dia menyambar handuk, melangkah menuju kamar mandi.
"Sialan kau Sasuke! Kau sudah berani main gendong! Main peluk saja sudah buat risih asal kau tau!" Naruko berteriak di depan cermin yang ada di kamar mandi.
Kurama menghusap wajahnya sendiri. Dan seharusnya Naruko mengerti kalau kejadian itu sudahlah dianggap wajar karena status Naruko dan Sasuke, sebagai calon suami-istri bukan hanya sekedar teman.
.
.
.
.
**Next Chapter 14.
__ADS_1
Note : hahahaha..... Yang buat ngakak sendiri** !