
Chapter 42
.
.
.
.
4 tahun kemudian...
Jam 3 sore di jalan utama desa Konoha.
Melangkah perlahan sembari menjaga keseimbangan dan merentangkan kedua tangan. Kebiasaan sang ibu menurun kepada anak laki-laki nya bernama Menma Uchiha. "Dari pada tidak ada kerjaan." Menma berhenti di atas tiang listrik sembari melihat sekeliling desa yang tetap sama tak ada perubahan sedikitpun, hanya semakin padat penduduk dengan lalu lalang yang ramai.
"Menma!"
Seorang gadis remaja bersurai merah bernama Sara, melambai ke arah Menma, yang langsung angkat kaki untuk kabur. "Gawat ada dia!" Melomat ke atap rumah disusul oleh Sara yang mengejar karena Menma selalu kabur dari Sara. "Menma, kenapa kau lari!"
"Pergi kau! Jangan ikuti aku kemanapun!"
"Jangan bilang begitu kita kan pacaran!"
"Hah, sejak kapan aku jadi pacarmu, dasar bocah!"
"Aku sudah besar bukan bocah lagi! Menma menyebalkan!"
"Tajuu kage bunshin no Jutsu!"
Menma kabur dan menyebar bersamaan dengan 20 kage bunshin nya. Sara mengejar bunshin Menma karena Sara salah mengira jika bunshin itu adalah Menma. Menuju arah gang untuk kembali ke rumah, Menma terkejut karena ada Shion yang menghadang di depannya. "Ketemu!"
"Ini lagi muncul bocah satunya!"
Shion gadis remaja bersurai pirang pucat itu menghampiri Menma dengan terburu dan mengenggam kerah jaket hitam Menma. "Mau sampai kapan kau kabur dari ku! Ayo kita buat bayi!"
"Hah, siapa yang mau buat bayi denganmu, dasar saraf!" Menma selalu menolak Shion dan Sara yang Menma anggap bocah walaupun mereka seumuran. "Shion, kau curang jangan nyerang Menma duluan!" Sara yang baru datang langsung menghentikan tindakan Shion. Kedua gadis remaja itu berdebat panjang lebar, ketika Menma akan lari, kedua tangannya di pegang oleh Shion dan Sara. "Jangan kabur lagi!"
"Ahkkh! Lepaskan aku!"
Menma tak tahu bagaimana lagi caranya agar kedua gadis remaja itu menyerah karena Menma tak menyukai mereka berdua. Menma lebih suka dengan wanita dewasa seperti ibunya. Menma memiliki perasaan yang aneh terhadap ibunya sendiri. Perasaan seorang laki-laki yang sedang jatuh cinta, tapi terhadap ibu sendiri itu sesuatu yang sangat tak masuk akal namun itulah yang Menma rasakan.
"Menma, kau pilih aku apa Sara!"
__ADS_1
"Hah, kenapa aku harus memilih?"
"Menma, putuskan sekarang siapa yang kau pilih," kata Sara.
"Aku tidak pilih siapa pun!"
"Kenapa tidak memilih diantara kami? Beri aku alasannya!"
"Betul. Beri aku alasannya juga," kata Sara mengikuti perkataan Shion.
"Kenapa aku harus beri kalian alasan ku tidak memilih kalian? Kalian tau sendiri, aku suka wanita dewasa."
Menma meninggalkan Shion dan Sara di gang. Mereka berdua masih belum percaya kalau Menma tidak menyukai salah satu dari mereka. Padahal Shion dan Sara sudah menjadi teman Menma dari usia 12 sampai 16 tahun. Menghembuskan nafas dengan kasar, ia tak mengerti kenapa kedua sahabatnya itu tak mencari laki-laki yang menyukai mereka berdua. "Hah...dasar bocah."
Sesampainya Menma di rumah, ia harus mendengar kegaduhan kedua adiknya yang selalu saling mengejek nama. "Monyet bodoh, jelek! Aku benci kau monyet bodoh!"
"Terserahmu, kau itu aneh. Dasar otak udah."
Nasuke marah-marah karena Saruto tidak mau mengikuti keringanan Nasuke. Nasuke ingin agar Saruto berciuman dengan Inojin anak laki-laki Sai Yamanaka. Menma sama sekali tak mengerti dengan jalan pikiran adik perempuannya yang semakin aneh. Untunglah ke aneh itu selalu tak ditunjukan kepada orangtuanya ketika berada di rumah.
"Kak, ada uang tidak?"
"Buat apa?"
"Haa...kau lama-lama jadi monyet sungguhan baru tahu rasa."
Braaak!
Menma dan Saruto menghela nafas ketika mendengar pintu kamar yang di tutup dengan kasar. Nasuke memilik sifat yang lebih buruk dari ibunya ketika masih muda. Menma menyuruh Saruto untuk ke kamar Nasuke, dan menenangkan Nasuke agar tidak mengacak-acak kamar nya sendiri. Saruto menurut pergi ke kamar Nasuke.
"Otak udang."
"Apa!"
"Aku boleh masuk ya?"
"Enggak!"
Saruto memelas setiap mengetuk pintu agar diizinkan masuk. Ketika Nasuke membuka pintu, ia dalan keadaan habis menangis. "Kau cengeng sekali baru tidak di turutin."
"Biarin. Cepat masuk." Nasuke mempersilahkan Saruto masuk. Saruto langsung duduk dekat meja bundar yang tak jauh dari tempat tidur Nasuke. Mereka berdua hanya diam, Nasuke menunjukkan ekspresi kesalnya dengan cemberut, mengerucutkan bibir.
"Kalau mau bicara sesuatu cepat bicara."
__ADS_1
"Ma-maaf ya?"
"Hmm...aku maafkan."
"Aku keluar kalau sudah di maafkan."
"Tu-tunggu, Nyet."
"Jangan panggil aku Nyet!"
"Ah, kan nama mu Saru? Artinya kan monyet!"
"Tapi kan aku tidak suka dipanggil singkat..harusnya yang lengkap."
"Ooh," Nasuke hanya ber'oh ria.
Menma yang sedang menguping di balik pintu kamar Nasuke. Menma sudah bisa bernafas lega dan pegi menuju kamarnya sendiri. 1 minggu kedepan Naruko dan Sasuke baru pulang ke rumah. Naruko ingin menginap di rumah ibunya dan mengajak Sasuke ikut menginap. Menma bermain game yang ada di Smartphone miliknya, ia berpikir bagaimana caranya agar dirinya tak semakin menyukai ibunya sendiri secara tidak normal. "Ah, kalah!"
Menma benar-benar tak melakukan apapun semenjak semua desa memutuskan untuk berdamai dan tak ada perselisihan lagi. Kemungkinan ujian antar desa pun akan di hentikan lebih baik melakukan latihan untuk penduduk dalam desa saja. "Benar-benar payah misi saja sampai tidak ada." Menma meletakan Smartphone miliknya di rak meja dekat tempat tidur. Menma berbaring menyamankan diri untuk istirahat.
Tanpa ada yang menyadari sebenarnya kelompok Akatasuki yang terlupakan kini sedang menyusun rencana penyerangan desa, desa yang menjadi sasaran pertama adalah Konoha. Konoha adalah desa yang paling kuat namun karena keyakinan semuanya tak akan ada lagi serangan atau perselisihan antar desa, itu akan menjadi titik lemah Konoha.
"Apa kau yakin kita bisa membunuhnya?"
"Bisa saja. Dia punya 3 anak dan 2 masih mudah untuk kita culik."
"Rencana menculik anaknya pasti sangat beresiko."
"Resiko kau bilang? Mereka sudah yakin kalau dunia Shinobi telah aman. Dan mana mungkin akan ada penjagaan ketat seperti dulu."
"Kau benar juga."
Tiga orang anggota Akatsuki sedang menyusun renaca dengan kemungkinan berhasil sempurna. 1 dari 3 anggota Akatsuki itu adalah wanita, wanita itu berencana akan menyelinap masuk ke dalam Konoha untuk mencari selah penyerangan dadakan mereka. Pria yang yang menjadi pimpinan mereka menyetujui saran wanita itu.
.
.
.
.
Next Chapter 43
__ADS_1