
Terimakasih buat Admin Mangtoon, dan yang nyempetin waktu buat ceritaku ini. Jangan lupa baca cerita ( Shinobi ) bakal jadi cerita lumayan panjang, alur Karangan sendiri tanpa inspirasi film mana pun. Semua cerita ku hasil imaji bukan joplak loh!
Chapter 39
.
.
.
.
6 tahun kemudian setelah kejadian di Kingdom.
Alarm di Smartphone berdering-dering membangun wanita bersurai pirang, Naruko Uchiha. Seperti biasa seperti hari sebelum-sebelumnya, Naruko selalu sendirian di kamar tiap pagi. Suaminya bagaikan orang yang selalu muncul jika menginginkan jatahnya.
Tok...tok...
"Bu, bangun!"
Naruko merentangkan kedua tangan, beranjak dari tempat tidur dan lekas menuju pintu keluar kamarnya. Bocah bersurai hitam, wajah mirip sang ibu dan warna rambut mirip sang ayah, bocah itu menatap penuh marah.
"Menma, bangun pagi sekali." Naruko mengacak-ngacak rambutnya yang dipanggil Menma. Menma hanya cemberut ketika ibunya melakukan kebiasaan yang sama. Menma yang masih umur 5 tahun kurang 2 bulan, dia sangat pandai dan tumbuh sangat cepat dibanding anak seumurannya. Cepat dalam hal kepintaran saja namun tubuh masih sama seperti bocah umur 5 tahun.
Menma memeluk kaki Naruko. Bocah ini benar-benar sudah mirip anak kuala yang selalu menempel pada ibunya. Naruko susah dalam berjalan karena kebiasaan Menma yang gelayutan di kaki. Naruko tak habis pikir kenapa anaknya punya hobi memeluk kaki. Naruko jadi ingat ketika mengandung Menma benar-benar sangat aneh ketika ngidam, Naruko jadi punya hobi mencuri pakaian dalam tetangga sebelah. Naruko berpikir mungkin karena suaminya selalu mesum jadi anaknya minta yang mesum pula.
"Bu, aku boleh ambil pakaian dalam tetangga lagi kan?
__ADS_1
"Aduh, Sasuke. Anakmu benar-benar aneh!" teriak Naruko kesal dan memarahi Menma agar tidak bicara seperti itu.
Mungkin karena adanya televisi, Menma sering menonton film-film yang seharusnya tak Menma tonton mengakibatkan mental bocah umur 5 tahun ini jadi tak wajar. Naruko buru-buru masuk kamar mandi dan mengunci pintu. Menma cemberut karena tak diajak mandi oleh Naruko.
"Bu, ikut!"
"Ibu tak mau ajak Menma mandi!"
"Ibu pelit, Menma benci ibu!"
"Haah..." Naruko mendesah pelan ketika masuk, bersandar di bak mandi. Naruko tak habis pikir kenapa Menma bisa bertingkah aneh? Jika di pikir-pikir kelakuan Menma mirip Naruko bagian nakalnya. Tapi bagian genit nya mirip Sasuke. Benar-benar parah memiliki anak yang aneh seperti Menma, bocah umur 5 tahun sudah pintar bermulut manis jika ingin di manja. Dan marah jika diabaikan, suka memarahi orang yang Menma anggap tidak sopan.
Naruko menghela nafas lagi ketika ingat kejadian kemarin waktu ke pasar mengajak Menma. Kejadian paling memalukan dalam sejarah Naruko selama hidupnya karena Menma sembunyi di dalam rok panjang seorang gadis cantik.
Naruko membenamkan dirinya sendiri dalam air bak mandi. Naruko benar-benar gagal total dalam mendidik anaknya sendiri. Baru umur 5 tahun sudah seperti itu, bagaimana kalau besar nanti? Naruko terkejut dalam pikirannya sendiri, jika kelak ketika anaknya mulai remaja akan jadi playboy dan melakukan hal yang aneh-aneh kepada semua anak gadis Konoha.
Naruko mandi dengan terburu. Celingak-celinguk memastikan Menma tak melihatnya. Kalau Naruko sedang memakai handuk seperti sekarang pasti anak kurang ajar nya itu akan menarik-narik handuk Naruko sampai lepas.
Aman dari ancaman anaknya sendiri. Naruko membuka pintu kamar dan menguncinya. Ganti baju santai, kaos polos oranye dan celana panjang hitam. Naruko tak ingin memakai rok karena resiko yang berat akan mengancamnya dari sudut sang suami dan sang anak.
Naruko ambruk ke kasur ingin rasanya bermalas-malasan. Naruko tak habis pikir punya anak akan melelahkan apalagi anaknya punya otak kelewatan parah seperti Menma. Menma yang sedang dipikirkan Naruko, kini sedang asik jalan-jalan keluar tanpa izin lebih dulu.
Bocah surai hitam ini benar-benar memiliki kepintaran diatas rata-rata. Sangking pintarnya ia sudah bisa menilai mana kakak yang cantik dan tidak cantik. Menma yang berniat mengerjai kakak yang cantik bersurai cokelat, Menma diangkat oleh seseorang yang tak asing dan membawa Menma dengan cara memikul di pundak.
"Hn, kau mulai lagi."
"Hehe, Ayah baru pulang?"
__ADS_1
Sasuke tidak menyangka akan memiliki anak yang nakal dan bersifat mesum. Sasuke tak peduli jika Menma mau jahil kepada siapapun kecuali kepada Naruko. Jika itu terjadi maka Sasuke akan menjahili Menma dengan genjutsu.
Sesampainya Sasuke di rumah tak ada sambutan selamat datang karena sang isteri sedang sibuk menonton televisi. Menma berlari menuju sofa untuk minta di pangku ibunya. Sasuke menghela nafas karena lagi-lagi kalah cepat dengan anaknya. "Naru, hari ini aku izin untuk libur."
"Sasuke, libur? Wah, asik kita liburan saja yuk?"
Sasuke duduk disebelah Naruko, dan menyingkirkan Menma yang sedang asik membenamkan wajah di dada ibunya. Menma cemberut ketika ingin memeluk ibunya malah Sasuke memangku Menma yang langsung berekspresi masam.
Sasuke membisikan sesuatu dan tak ingin liburan keluar rumah. Menma mengerucutkan bibir karena ayahnya berbisik ke ibunya. Sasuke mengajak Menma agar menginap di rumah ibunya Sasuke. Menma menolak karena ia ingin bersama Naruko. Sasuke tak peduli dengan penolakan sang anak. Naruko hanya bisa tersenyum garingĀ setiap melihat Sasuke mengendong Menma seperti karung beras.
Sasuke membawa Menma ke rumah orangtuanya. Menma yang awalnya menolak langsung setuju ketika Sasuke bilang kalau di sana ada kak Izumi, istri Itachi Uchiha. Menma sangat akhrab dengan Izumi karena Izumi wanita yang cantik dan baik hati. Menma yang pintar berbicara manis, Menma langsung disambut hangat oleh Izumi yang langsung mengendong Menma. Sasuke tak habis pikir dengan watak Menma yang entah meniru siapa karena hobi bocah kecil itu selalu suka membenamkan wajah di dada wanita.
Sasuke buru-buru pamit pergi dan menitip salam untuk kedua orangnya. Izumi tersenyum dan melambaikan tangan untuk Sasuke. Menma masih sibuk dengan hobi anehnya. Izumi sudah lama menikah dengan Itachi namun sayangnya ia tidak bisa memiliki keturunan. Itachi tak masalah akan hal itu. Itachi tak ada niatan untuk menikah lagi, Itachi masih bisa menganggap anaknya Sasuke sebagai anaknya sendiri.
Naruko yang tadinya senang karena acara televisi kesukaan mulai harus berakhir karena Sasuke tiba-tiba ikut duduk di sofa sembari menggoda Naruko yang langsung gelagapan karena Sasuke mulai dengan kegiatannya yang suka jahil terhadap dirinya. Naruko yang sudah hafal seperti apa sifat Sasuke, Naruko hanya menurut dan mengiyakan kemauan Sasuke. Naruko tak habis pikir karena hampir setiap hari Sasuke seperti itu. Naruko berdoa agar bulanannya cepat datang agar Sasuke bisa puasa untuk kegiatannya yang egois.
.
.
.
.
Next Chapter 40 - Volume 4.
Note : haduhh keluarga yang entah kayak apa ini :v
__ADS_1