ETERNAL

ETERNAL
Chapter 30. Volume 3.


__ADS_3

Chapter 30.


Dungeon lantai pertama.


"Grrrown!"


Pedang menebas leher Monster ras Goblin. Goblin jenis ras kelas rendah seperti sosok anak kecil berbentuk buruk rupa, berwarna hijau. Mereka menyerang berkelompok.


Sasuke tak habis pikir, di dunia ini ternyata ada Monster yang sangat menjijikan, dan melakukan tindakan yang tak bisa dimasukkan dalam akal sehat. Goblin berkembang biak dengan cara memperkosa ras manusia untuk menambah jumlah ras mereka.


Sarang Goblin benar-benar diobrak-abrik oleh Sasuke, yang membantai sampai ratusan Goblin. Abelia yakin dengan begini lantai pertama akan sangat mudah dengan cara Sasuke yang benar-benar menyerang secara langsung sampai-sampai jebakan Goblin, Sasuke ketahui dengan mudah.


[ Sharingan ]


Kedua mata menyala merah  itu benar-benar mengejutkan, Abelia yang berpikir kalau Sasuke, itu bukan manusia biasa. Mungkin campuran ras iblis atau vampir? Abelia banyak memikirkan kemungkinan kalau Sasuke ras manusia jenis campuran seperti itu?


"Tuan Sasuke?"


"Hnn?"


"Di depan sana ada pintu, dan ruangan bos lantai satu. Goblin king, ada di ruangan itu, tuan Sasuke, yakin masih tidak ingin saya bantu?"


"Aku saja sudah cukup."


Abelia benar-benar merasa tak berguna sebagai mantan petualangan rank A. Pintu ruangan bos monster terbuka lebar, Sasuke dan Abelia memasuki ruangan itu cukup tenang.


Brak!


Pintu tertutup tiba-tiba, namun Sasuke tak mempedulikan itu karena ada sosok yang sedang duduk di singgasana yang terbuat dari tulang belulang manusia.


Ukuran tinggi sampai tiga kali lipat dari tingginya Sasuke. Pedang berukuran besar di hentakkan di tanah, menancap di tanah.


"Hah!"


"Hn, ada apa?"


"Itu, Dark knight, kenapa bukan, Goblin king?!" kata Abelia bingung.


"Maksudmu?" Sasuke menarik pedangnya, ia bertanya namun Abelia malah gugup.


Dark knight, ras Undead rank A yang entah mengapa bisa ditempat yang tak seharusnya. Abelia, hanya bisa menebak pasti ini adalah rencana baru Raja iblis Damon, yang ingin membantai petualangan rank F di lantai pertama. Ucapan Raja iblis dulu kepada Abelia, bukan hanya omongkosong.


Abelia mengenggam gagang pedang dan mengenakan tameng di tangan kirinya. Kedua senjata yang tiba-tiba ada di kedua tangan itu sampai membuat Sasuke, takjub karena tiba-tiba muncul.

__ADS_1


"Kau diam saja." Sasuke melesat, menyerang tiba-tiba kearah Dark knight, yang menangkis dengan pedang besar. Abelia tak peduli dengan perintah Sasuke yang egois seperti meremehkan itu.


Abelia Victor, seorang ksatria kerajaan sekaligus mantan petualangan rank A, mana mungkin ia hanya diam menonton dengan tenang sementara dihadapannya adalah Dark knight rank A.


Sasuke dan Abelia menyerang bergantian. Dark knight tak mudah ditumbangkan dengan serangan fisik biasa. Sasuke menyerang dari samping bagian pinggang, Dark knight. Pedang menancap diikuti aliran listrik yang kuat.


"Elemen petir?" gumam Abelia.


"Cih," decih Sasuke, karena serangannya sama sekali tak efektif.


"Tuan Sasuke, titik lemahnya, Dark knight cuma satu! Serang lehernya sampai putus!" kata Abelia, dan tak yakin kalau Sasuke bisa. Karena hanya kelas pahlawan masalalu yang bisa melakukan hal gila itu.


Kedua mata menyala merah yang berbeda. Abelia terkejut karena bentuk mata itu berubah berbeda dari yang sebelumnya.


[ Mangekyou Sharingan ]


Mangekyou Sharingan, aktif karena Sasuke benar-benar ingin cepat menyelesaikan misi ini, dan pulang ke Konoha. "Amaterasu!" Api berwarna hitam membakar tubuh, Dark knight. Sasuke belum puas dengan itu saja, ia dengan cepat menebas leher Dark knight, sekali serang hingga putus.


"Grrrouhggh!" teriak Dark knight.


"Apa-apaan itu ta, tadi?" Abelia sampai lemas melihat kejadian itu. Itu bukan elemen api biasa dengan warna api yang hitam, benar-benar masih berkobar di tubuh, Dark knight yang tergeletak.


Sasuke menatap tajam kearah kanan tepat di balik batu besar ada sosok, Goblin King yang gemetar hebat karena ketakutan.


"Graw, kraa!"


Sasuke tak mengerti bahasa bodoh tak jelas dari Goblin King. Sasuke langsung membakar Goblin King dengan Amaterasu.


Lantai pertama selesai dan portal ke lantai dua, lantai bawah tanah terbuka. Cahaya yang indah membentuk simbol yang unik berbentuk simbol bintang.


"Lebih baik kita kembali ke Guild dulu. Lantai berikutnya kita lanjutkan besok."


"Monster apa di lantai dua?" Sasuke menatap tajam karena misi ini terlalu banyak basa-basi.


"Lizardman," jawab Abelia, ia sedikit takut dengan tatapan mata merah Sasuke.


Sasuke dan Abelia kembali ke Guild, dan menunjukkan bukti kalau misi mereka selesai di lantai pertama. Abelia sempat mengumpulkan telinga kanan Goblin yang ia potongan sebagai buktinya.


Sasuke dan Abelia sebelumnya telah menyewa penginapan di dekat Guild. Penginapan dengan model rumah abad pertengahan yang di lantai bawah digunakan sebagai Bar, tempat para petualang untuk minum-minum dan makan.


Sasuke hanya diam di kamar dan menelpon Naruko yang mengomel sampai Sasuke meringis sangking keras dan nyaringnya suara Naruko.


"Naru, misi kali ini, aku bakal lama menyelesaikannya."

__ADS_1


"Apa! Kau bilang bakal lama! Sasuke, kau payah sekali! Nanti aku menyusul dan menyelesaikan semua misi mu!"


"Kau sedang hamil. Tunggu saja aku pulang."


"Sampai kapan? Sampai anakmu lahir kah?"


"Hnn," balas Sasuke singkat.


"Hnn? Kau kelihatan bingung mau jawab apa, Sasuke'ku yang payah. Misi gampang saja kau lama sekali!"


Tok..tok..


"Tuan Sasuke, apa anda sudah tidur?" Abelia mengetuk pintu sembari bertanya dari balik pintu.


"Sasuke, suara siapa itu! Kau selingkuh ya!"


"Cih, siapa yang selingkuh, kau cerewet sekali!"


Abelia sampai dengar suara Sasuke dan Naruko, berdebat panjang hingga sampai menjadi teriakan saling membalas dengan kata-kata kasar sampai nama jenis berbagai hewan disebut.


Cklek.


Sasuke membuka pintu dan menatap tajam karena merasa terganggu oleh Abelia. Abelia meminta maaf karena tak tahu kalau Sasuke sedang menelepon kekasihnya.


"Ada apa?"


"Saya ingin membicarakan masalah lantai dua. Rencana untuk melawan, Lizardman, mereka cukup cerdas dan bisa bicara bahasa manusia."


"Hnn, lebih baik kau tidur, aku sibuk."


Pintu ditutup.


Abelia berniat menjelaskan, malah hanya disambut diluar pintu dan diabaikan seperti tak berguna. Mungkin karena, ia tadi datang di waktu yang salah malah jadi seperti ini.


"Mungkin besok saja aku jelaskan di perjalanan," gumam Abelia, ia pergi menuju kamarnya.


.


.


.


.

__ADS_1


**Next Chapter 31.


Gimana? Makin ngawur'kan ceritaku? Hahahaha :v**


__ADS_2