
Chapter 34
.
.
.
.
Naruko mengejapkan matanya beberapa kali. Sasuke menyambut Naruko yang baru membuka mata, dengan cara melihat wajah Naruko dari dekat, jarak wajah mereka berdua amat begitu dekat. Kurang beberapa senti saja bibir mereka akan bersentuhan.
"Cepat bangun, terus lekas mandi. Kita akan ke Dungeon lantai 8." Sasuke mempersiapkan kebutuhan untuk misinya.
"I-iya." Naruko menjawab singkat.
Naruko terkejut dengan tindakan Sasuke yang bisa memompa darah Naruko dengan cepat. Naruko heran pada dirinya sendiri masih sangat gugup, padahal mereka sudah menikah.
"Sasuke, ban, bantu aku bangun."
"Ha?"
Sasuke menghampiri Naruko yang hanya mengulurkan ke dua tangannya karena Naruko malas untuk beranjak dari tempat tidur. Naruko yang di bantu untuk bangun dari tempat tidur, Naruko tiba-tiba memeluk, sembari menyembunyikan wajah ke perpotongan leher nya Sasuke.
"Ssh...pagi-pagi sudah wangi," kata Naruko disambut senyum Sasuke.
"Cepatlah mandi, kau bau sekali, Sayang," kata Sasuke.
"Sasuke! Aku tidak bau! Kau niat mau merayuku apa mengejekku! Manggil sayang tapi ada kata bau pula!" celoteh Naruko tak terima.
Sasuke tak ambil pusing, ia langsung mengendong Naruko, menuju kamar mandi. Naruko yang di gendong, ia hanya memalingkan wajahnya, dan menyembunyikan rasa senengnya. Naruko tak menyangka kalau SasukeĀ akan mengendong nya ke kamar mandi, padahal dia bisa jalan sendiri bukan bayi yang butuh bantuan pergi ke kamar mandi.
Tak butuh waktu lama untuk Naruko mandi, setelah mandi, Naruko menuju lemari pakaian. Sasuke hanya diam mengamati apa saja yang Naruko lakukan. tubuh yang hanya terbalut handuk biru itu menjadi objek utama Sasuke. Sasuke tersenyum, dan merangkul pinggul Naruko, dan membimbing agar melihat ke arahnya.
"Sasuke, aku mau pakai baju, lepas."
"Aku bantu," bisik Sasuke.
"Ja-jangan. Aku bisa sendiri, aku sudah besar."
__ADS_1
Sasuke memaksa agar diizinkan untuk membantu Naruko ganti baju. Naruko pasrah dan menurut saja, ia tak mau pagi-pagi akan berdebat. Sasuke sangat telaten membantu Naruko, Naruko tiba-tiba mengecup bibir suaminya.
"Terimakasih, Sayang."
Sasuke balas mengecup dan menjawab, "Sama-sama, Sayang."
Naruko benar-benar gemas dengan sikap Sasuke yang tiba-tiba berubah kelewat ramah. Sasuke entah sudah berapa kali merangkul, memeluk Naruko. Naruko hanya diam diikuti debar-debar di dada nya.
Melingkarkan kedua tangannya ke leher Sasuke.
Naruko mendekatkan jarak wajahnya ke wajah Sasuke. Sasuke hanya tersenyum namun tangannya mulai menggerayangi bawah punggung Naruko.
Tok...tok..tok...
Sasuke dan Naruko terkejut karena suara ketukan pintu. Naruko mengutuk seseorang yang ada di balik pintu. Mengutuk lewat batin yang mengomel tak karuan.
Sasuke membuka pintu, sosok yang di hadapan Sasuke, adalah Abelia Victor yang sudah siap untuk berangkat ke Dungeon. Naruko mengerucutkan bibirnya, perasaannya mulai tak nyaman akibat datangnya peganggu yang tak seharusnya mengganggu kegiatan pagi sepasang suami-istri.
Abelia menjelaskan kemungkinan di lantai 8 akan ada ras Monster yang kuat di ruangan bos. Sasuke mendengarkan penjelasannya Abelia yang sangat serius. Abelia sesekali melirik Naruko yang menunjukkan raut wajah tak suka.
Note : Lantai yang aku maksud ini menurun ke bawah tanah, bukan lantai naik ke atas.
Lantai 1 sampai 7 sudah Sasuke jelajahi dan sangat mudah untuk ke lantai 7 bagi Sasuke yang sudah hafal arah mana yang harus mereka ambil. Naruko dan Abelia hanya disuruh diam tak boleh membantu. Abelia sedari tadi heran terhadap Naruko yang sama sekali tak membawa pedang, dan tak takut setiap ada Monster yang menghadang.
Abelia tak kerepotan dengan anak laba-laba yang hanya berstatus rank D. Amaterasu, api hitam milik Sasuke diserap oleh laba-laba raksasa hitam yang memiliki 8 mata dan taring runcing yang mengerikan. Semburan jaring laba-laba langsung Sasuke tebas ketika menyembur ke arah Sasuke.
Naruko hanya lari memutari laba-laba raksasa itu. Abelia hanya geleng kepala, melihat Naruko dikejar-kejar anak laba-laba. Naruko malah asik dengan kegiatannya. Sasuke tak habis pikir dengan istrinya masih sempat bercanda di keadaan serius seperti sekarang.
"Kage bunshin no jutsu!"
Abelia terkejut dengan kemampuan tak masuk akal Naruko yang menciptakan tiruan wujudnya begitu banyak. Bunshin Naruko sibuk menghajar anak laba-laba, dan membatu Abelia. Naruko membantu Sasuke melawan Laba-laba raksasa yang mulai mengamuk, menyemburkan jaring asam yang mendidih.
Kurama yang ada dalam tubuh Naruko, Kurama langsung bersemangat ketika melihat laba-laba itu kelihatan sangat marah ketika begitu banyak anaknya yang mati.
"RasenShuriken!"
Laba-laba raksasa itu terbelah menjadi dua. Sasuke mengeratkan genggaman tangannya di gagang pedang Kusanagi miliknya. Sasuke harus terima kalau kemampuannya masih jauh jika dibanding oleh Naruko. Naruko sekali menyerang langsung bisa membunuh Laba-laba yang bisa menyerap api hitam milik Sasuke.
Abelia tak menyangka kalau kemampuannya Naruko sebesar itu, malah di luar dari ekspetasi Abelia. Ruangan menuju lantai 9 terbuka, lantai 9 hanya ruangan bos yang di jaga oleh Succubus gadis berambut merah panjang sepinggul, setengah manusia, bertanduk dan bersayap mirip sayap kelelawar.
__ADS_1
"Wah, wah, sudah sampai secepat ini. Hebatnya, hebatnya."
Naruko langsung berekspresi kesal, karena sosok yang ada dihadapannya ada seorang gadis berpakaian hampir terbuka. Naruko menatap tegas ke arah Sasuke yang menatap datar ke arah gadis itu.
'Awas kalau sampai matanya melihat ke arah lain.' Naruko membatin kesal.
Sasuke melangkah maju ke arah depan dengan tenang sampai di hadapan gadis Succubus itu. Naruko bingung kenapa ada gelagat yang aneh.
"Gawat!"
"Gawat?" Naruko menoleh ke arah kiri ketika Abelia berteriak tiba-tiba.
"Maaf, saya lupa bilang kalau Succubus, hanya bisa mengontrol pria agar jadi budak mereka."
"Apa! Budak katamu!"
"Ya ampun, dia benar-benar tipe ku," kata Succubus sembari meraba pipi kiri Sasuke.
"Tak percuma aku berlatih sampai ratusan tahun lamanya," tambah Saccubus.
Naruko mengepalkan tangannya dengan erat. Dia tak percaya kalau Sasuke mudah sekali dikendalikan oleh makhluk yang memiliki wujud setengah manusia itu.
Di mata Sasuke, Succubus itu adalah seorang yang sangat Sasuke cintai, dan harus mengorbankan diri untuk melindunginya. Sasuke menatap Naruko dengan tatapan kosong.
Alasan kenapa Sasuke bisa dikendalikan karena ia tak tahu kalau Succubus sudah mengaktifkan kemampuan uniknya dari pintu masuk ruangan bos.
"Sayang, aku butuh bantuanmu. Tolong bunuh mereka berdua," bisik Succubus.
Sasuke menarik pedang Kusanngi miliknya. Naruko dan Abelia siap untuk menerima serangan Sasuke. Naruko mengambil 2 kunai sebagai senjata. Naruko bingung apa dia bisa melawan Sasuke.
.
.
.
.
Chapter 35.
__ADS_1
Note : Sorry ceritanya makin gaje, hahahahaha.... Maklum klo Sasuke kena ilusi karena kan kemampuan beda. Beda tempat beda cara kata orang :v
Sorry klo ada yang minta 2 chapter sekaligus. Aku baru selesai nulis biar cepet up 1-1 dulu ya, hehe...