ETERNAL

ETERNAL
Chapter 35


__ADS_3

Chapter 35


.


.


.


.


"Sasuke," gumam Naruko.


Sasuke berlari, melesat cepat ke arah Naruko, yang langsung menepis sabetan pedang Kusanagi milik Sasuke dengan Kunai yang Naruko pegang. Abelia melirik ke arah Succubus yang pergi ke arah ruangan kosong menuju lantai bawah tanah. Abelia mengikutinya, dan tak ingin kehilangan jejak Succubus itu.


"Kalau aku bisa membunuhnya, tuan Sasuke pasti akan kembali normal."


Succubus itu menoleh ke belakang dan tersenyum. Abelia mempercepat larinya untuk mengejarnya. Sasuke dan Naruko bertarung sengit walaupun posisi Naruko terdesak karena ia ragu-ragu dalam bertindak. Sasuke menjerat tubuh Naruko dengan tali, yang sekuat kawat.


"Sasuke!"


Sasuke bersiap menebas Naruko yang hanya diam dengan tatapan yang begitu dipenuhi emosi. Naruko menjegal kaki kiri Sasuke, Naruko berusaha melepaskan tali yang melilit tubuhnya dengan sejekap mata Sasuke berhasil menebas tubuh Naruko.


Blum!


"...."


Naruko yang tadinya terkena tebasan pedang, Naruko menjadi kepulan asap. Sasuke melempar kunai ke arah kanan, ia tahu kalau Naruko sedang berdiri di dekat tiang warna putih, penahan ruangan bawah tanah. Naruko menepis kunai yang Sasuke lempar dengan kunai.


"Kenapa aku jadi ragu," gumam Naruko.


Naruko menciptakan Rasengan di tangan kanannya. Sasuke berlari dan berniat untuk menebas Naruko, yang mengelak dengan cepat. Rasengan yang Naruko buat leyap karena perasaan ragu begitu kuat menahan keinginan Naruko untuk menyerang balik Sasuke.


Yang Naruko lawan adalah suaminya sendiri di tambah lagi, Sasuke yang ia lawan sangatlah lemah dan mudah untuk dihindari. Setiap ingin menyerang Sasuke, Naruko selalu ragu, alhasil pipi kirinya sendiri terkena koresan dari pedang Sasuke.


"Sial, padahal aku bisa mudah melawanmu! Sasuke, sadar!"


Gerakan dan serangan Sasuke semakin cepat. Semakin lama mereka bertarung, semakin cepat Sasuke berkembang sampai menyemburkan tehnik api miliknya. Naruko mengalihkan perhatian dengan 10 bunshin yang serempak menyerang Sasuke.

__ADS_1


Naruko ingin melawan dengan kemampuannya sendiri tanpa bantuan chakra milik Kurama. Naruko tak perlu sampai seserius itu, ia cukup memikirkan cara agar Sasuke bisa kembali normal dan lepas dari ilusi Succubus.


Abelia berhenti berlari karena ada jalan bercabang 2. Dia kehilangan jejak Succubus yang mengandalkan sayapnya untuk terbang mempercepat lajunya.


Jalan sebelah kiri Abelia pilih, di dalam ruangan yang cukup gelap, sihir elemen cahaya muncul di telapak tangan kiri Abelia. Sihir tingkat rendah sebagai penerang jalan. 10 sosok tengkorak manusia muncul dari kegelapan. Abelia tanpa ragu menepas satu-persatu sampai tengkorak manusia itu menjadi setumpuk tulang.


"Sial, sepertinya aku salah jalan!" teriak Abelia ketika menemui jalan buntu. Abelia kembali ke jalan sebelumnya dan memilih jalan yang lain. 5 Golem/Monster batu tinggi/besar nya 3 kali lipat dari tubuh Abelia. Golem menghadang Abelia yang tanpa ragu menebas pinggul Golem, mengunakan pedang andalannya.


"Infinite Combo Slash!" Ayunan pedang yang cepat menebas tanpa ada sedikit rasa ragu dalam benaknya Abelia.


2 Golem tumbang dan masih ada 3 berdiri kokoh dan menghantam tubuh Abelia dengan lengan.


"Ahhkh!" Abelia terpental sampai dinding marmer.


Golem rank A benar-benar kuat apalagi Abelia, melawan 5 sekaligus tanpa tambahan anggota party tim pendukung untuk menambah kemampuan fisik menjadi 5 kali lipat.


"Aah, masih belum!" Abelia membuang tamengnya dan menggenggam erat gagang pedang dengan 2 tangan.


"Aku adalah pahlawan, tak mungkin kalah semudah ini!"


[ Wind Slash ]


"Graaak!" raungan Golem terakhir.


Abelia mencari keberadaan Succubus yang entah bersembunyi di mana, lantai bawah tanah kali ini sepertinya baru saja dibuat karena Abelia tak tahu letak yang tepat kemana arah yang benar untuk menemukan Succubus.


.


.


.


.


Naruko dikejutkan oleh serangan mendadak Sasuke yang dengan cepat menghantam perut Naruko dengan tinju. Sasuke yang di kendalikan ilusi, menjadi lebih cepat dan agresif dari sebelumnya.


50 bunshin hampir memenuhi ruangan, berniat menghambat pergerakan Sasuke, namun bunshin Naruko dengan mudah Sasuke lenyapkan dengan sabetan pedang. Naruko mendecih kesal diikuti gelagat panik karena perhitungannya salah setiap ingin menyerang balik Sasuke.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang mode bijuu, dan lengan bijuu menyerang Sasuke yang mengelak cepat membalas dengan semburan api yang amat besar menyerupai bola api. Naruko menahan bola api besar itu dengan telapak tangan chakra Kurama.


"Aah, kenapa jadi begini!"


Naruko terkejut karena mendadak Sasuke sudah ada di sebelahnya Naruko. Naruko sempat menghindar namun terpental menghantam dinding batu marmer, akibat terkena tendangan kaki kanan Sasuke.


Braak!


Benar-benar sulit harus bertarung setengah hati. Dan memperhitungkan agar lawan tak mengalami dampak yang parah ketik Naruko menyerang Sasuke. Tak memperdulikan suara teriakan Kurama yang menyuruh agar Naruko tak ragu jika harus membunuh Sasuke.


Naruko memilik rencana lain, Naruko bangkit dari sandaran nya di dinding. Naruko melemparkan kunai yang khusus  Naruko pakai ketika terdesak.


Sasuke mengerekan kepadanya untuk menghindari Kunai miliki Naruko.


Naruko berpindah tempat dalam sekejap mata tepat di depan Sasuke.


Kedua tangan chakra Kurama menahan pergerakan Sasuke. Sasuke membulatkan mata ketika Naruko membungkam mulut Sasuke, dengan ciuman. Ternyata rencana Naruko berhasil untuk menghilangkan ilusi Succubus, biarpun yang Naruko lakukan itu benar-benar tak masuk akal bagi Kurama yang langsung mengendus kesal.


Naruko senang ternyata rencana tak masuk akalnya berhasil. Jika gagal pasti nya Naruko akan mati di tusuk oleh pedang Kusanangi milik Sasuke. Sasuke hanya diam termenung dan bingung sebenarnya apa yang terjadi pada dirinya.


"Hehe, ternyata mudah tinggal di cium langsung sadar ya," kata Naruko.


Pipi kiri tergores pedang, wajah sudah babak belur namun masih bisa tersenyum. Sasuke tiba-tiba memeluk dan meminta maaf walaupun ia masih belum mengerti dengan semua yang ia lakukan kepada Naruko.


Naruko meringis menahan rasa sakit di tubuhnya. Mengelus punggung dan surai hitam Sasuke, agar Sasuke tenang dan tak banyak bertanya dengan apa yang terjadi.


Sasuke menekan bahu Naruko dengan keningnya. Naruko hanya membelai rambut nya Sasuke, Sasuke menyalakan dirinya sendiri karena membuat Naruko sampai babak belur. Naruko tak menyangka ternyata Sasuke yang selalu bersikap dingin sedang menangis sekarang. Naruko merasa puas paling tidak untuk pertama kalinya bisa melihat Sasuke amat menyesal dan meminta maaf sampai menangis.


.


.


.


.


Next Chapter 36.

__ADS_1


Note : Aduh, duh....malah makin ngawur ceritaku. Hahahahahaha.... :v


__ADS_2