ETERNAL

ETERNAL
Chapter 33


__ADS_3

Chapter 33


[ Nulis sambil denger lagu, klo ada yang bingung, ya maaf ┐( ̄ヮ ̄)┌


Lagu For You/ Naruto SP  ending 12, milik AZU. ]


.


.


.


.


Penginapan Kingdom, jam 11 malam.


Naruko termenung melihat suasana kota dari jendela kamar penginapan yang terbuka, dari lantai 2. Naruko melihat para penduduk sedang menikmati malam mereka, para pedagang menawarkan barang yang mereka jual.


"Aku bingung dengan suasana kota ini, kenapa terlihat terlalu kuno, padahal mereka punya Smartphone canggih," gumam Naruko.


"Sayang, ayo kita tidur," bisik Sasuke sembari memeluk dari belakang.


"Sasuke, aku mau membicarakan sesuatu yang penting," kata Naruko yang disambut oleh kecupan di pipi kiri.


"Mau bicara apa?"


"Tapi, janji jangan marah."


"Hnn," sahut Sasuke membalas.


"Be, begini....aku sebenarnya.."


"Sebenarnya kenapa?"


Naruko menceritakan semuanya bahwa ia telah keguguran karena ulahnya sendiri. Sasuke hanya diam dan berekspresi tegas, Sasuke tidak bicara sepatah kata pun atau marah karena kebodohan Naruko.


"Aku minta maaf," kata Naruko.


"Mm..."


"Sasuke, kau tidak marah?"


"Aku sangat marah, dan membencimu."


Naruko menyatukan kedua telapak tangannya sendiri, sekali tepuk dan meminta maaf sekali lagi. Sasuke tak peduli, ia angkat kaki untuk pergi dari kamarnya.


"Sasuke, kau janji tak akan marah!"


"...."


Naruko bergegas keluar kamar penginapan untuk menyusul Sasuke. Sasuke memanglah hanya diam namun dalam batinya, ia sangat kecewa. Mengabaikan semua orang ada di bar lantai bawah penginapan, Sasuke terus melangkahkan kaki nya menuju keluar penginapan.

__ADS_1


Padahal Sasuke sudah senang akan menjadi seorang ayah. Dia hanya tinggal menunggu waktu sampai anaknya lahir, Sasuke tak tahu harus memaafkan Naruko atau akan memarahi Naruko semalaman.


'Sasuke, pasti marah,' gumam batin Naruko. Naruko mengikuti Sasuke dari belakang, dengan jarak hanya 5 meter namun serasa 5 kilo meter.


"Sasuke!"


Sasuke tak peduli, ia memilih melangkah ke depan tanpa menoleh ke belakang. Berapa kalipun Naruko berteriak, Sasuke tak mau memperdulikannya. Perasaan bersalah semakin kuat, dada terasa sesak dan airmata mengalir tak mau berhenti, Naruko tak tahu bagaimana agar Sasuke memaafkan dirinya.


Sasuke belok menuju gang sepi. Ketika ada 5 bandit yang menghadang dan menodong Sasuke dengan pedang. Sasuke menarik pedang Kusanagi miliknya, lantas menebas leher para bandit itu.


"Cih."


Naruko terkejut dengan apa yang ia lihat, Sasuke tanpa pikir panjang membunuh orang, biarpun mereka seorang bandit sekalipun. Sasuke berbalik tak jauh dari hadapannya, Naruko hanya diam menatap Sasuke yang berekspresi dingin.


"Sasuke, kalau kau marah. Marahlah padaku saja. Kalau ingin membunuh ku sekalipun, kaulakukan saja." Naruko menundukkan kepalanya.


"Biarpun kau mati, dia tak akan kembali."


"Iya juga ya, hehe...," kata Naruko miris.


Sasuke memegang pundak Naruko, agar menyingkir tak menghalangi jalannya Sasuke yang ingin kembali ke penginapan. Naruko akan tetap mengikuti Sasuke, biarpun ia akan dibenci untuk selamanya.


.


.


.


.


Lirikan mata yang tajam namun hanya diam tak mempermasalahkan tindakan Naruko. Naruko semakin mengeratkan pegangannya dan meremas kuat. Sasuke hanya menutup mata tak peduli sama sekali, Sasuke benar-benar tak terima dengan kenyataan yang mendadak ini. Sasuke pikir, Naruko akan lebih pintar dan menurut agar bersabar sampai Sasuke pulang, Sasuke sudah berusaha agar misi nya cepat selesai.


"Sasuke, kau tak akan meninggalkan ku kan?"


"...."


"Sasuke, jangan diam saja! Kau jawab pertanyaan ku!"


"Diam, kau berisik sekali!"


"... Maaf ..."


'Aku harus bagaimana kalau sudah seperti ini?' batin Naruko bertanya pada dirinya sendiri.


Kedua tangan membimbing agar Sasuke menatap wajah Naruko. Tatapan mata itu benar-benar penuh benci, diikuti ekspresi wajah yang datar tak peduli. Untuk pertama kalianya Naruko melihat Sasuke begitu membecinya dengan serius.


"Aku hampir setiap detik memikirkanmu. Sasuke, kau mau kan memaafkan ku?"


Sasuke memaksa memalingkan wajahnya. Sasuke malas melihat wajah Naruko lagi, ditambah airmata yang membuat Sasuke ikut sedih.


Plak!

__ADS_1


Sasuke terkejut ketika Naruko penampar pipinya sendiri. Naruko bingung harus bagaimana lagi untuk meyakinkan Sasuke bahwa Naruko sangat menyesal dengan perbuatannya.


"Sasuke, kau orang pertama yang membuatku bahagia sekaligus sedih. Aku sadar dengan kesalahan ku yang mungkin tidak bisa, Sasuke maafkan. Apa tidak ada kesempatan lagi untukku? Dari kecil sampai remaja sebelum aku mengenalmu, aku tidak pernah sedih."


"Maaf, kau jadi sedih," kata Sasuke ambigu.


Tuck!


Naruko mengetuk kepala Sasuke. Naruko kesal dengan perkataan yang Naruko dengar benar-benar susah untuk dipahami. Naruko menarik nafas dan menghembus perlahan, ia benar-benar bingung harus berkata apalagi agar Sasuke memaafkan nya.


Naruko bersandar di bahu Sasuke. Sasuke hanya melirik, senyum yang tulus ia buat tanpa sadar. Naruko memejamkan mata, dan berkata, "aku aneh sekali....padahal Sasuke hanya diam, tapi dada ku terasa sesak seperti terserang asma saja."


"Aku minta maaf." Sasuke berkata pelan.


"Iyaa.."


'Aku sangat mencintaimu,' kata batin Sasuke dan Naruko yang kebetulan bersamaan.


Note : (」゚ロ゚)」 Sehati kah?


Naruko ingat sesuatu lalu ia beranjak bangun dari sandarnya di bahu Sasuke. Naruko membuka lemari pakaian yang memang sudah tersedia di penginapan. Piyama yang sering mereka pakai berdua kini Naruko tunjukkan.


"Sa, Sasuke, aku bawa piyama kita."


Sasuke tak habis pikir dengan sifat Naruko yang tiba-tiba berubah drastis seakan tak ada masalah apapun tadinya. Sasuke tersenyum, mendekat dan merangkul pinggul Naruko. Naruko hanya menurut mengikuti perlakuan Sasuke yang mendadak berubah.


Naruko tak habis pikir kemana perginya sikap mengerikan Sasuke tadi. Sasuke membisikan sesuatu, Naruko terkejut dan merona merah. Naruko tak percaya karena Sasuke minta jatah nya.


"Sa, Sasuke, ini kan bu, bukan di rumah."


"Sstt...nanti jangan desah keras-keras."


"Eh!"


"Hnn, ayo," kata Sasuke ketika mengendong Naruko yang hanya pasrah dan bingung kenapa jadi begini akhirnya? Padahal Naruko berpikir akan butuh seribu tahun agar Sasuke memaafkan Naruko.


Bugh.


Sasuke merebahkan Naruko ke tempat tidur. Naruko hanya pasrah sembari memegang piyama yang ia ambil tadi. Naruko mencari ide agar Sasuke tidak melakukan itu di penginapan, Naruko langsung pura-pura tidur secara mendadak.


Naruko menutup mata rapat-rapat agar Sasuke percaya kalau ia sedang tidur dadakan. Naruko membuka 1 kelopak matanya untuk mengintip apa yang akan Sasuke lakukan. Sasuke tidur disebelah Naruko, Naruko bisa bernafas lega karena triknya berhasil.


'Kau masih saja bodoh,' kata batin Sasuke.


.


.


.


.

__ADS_1


**Next Charter 34.


Note : (」゚ロ゚)」 sorry klo gaje ya**!


__ADS_2