
Chapter 16
.
.
.
.
Sasuke, aku sangat mencintaimu ...," kata cinta yang terdengar sangat tulus dari Sakura yang masih memendam rasa cinta yang dalam terhadap Sasuke.
Pria yang ia cinta sejak pandangan pertama kini sedang mengikuti seorang wanita lain? Sadar diri akan posisi nya sendiri bukanlah siapa-siapanya. Tapi, hatinya masih tak rela jika cinta pertama memilih seseorang yang bukan dirinya.
Hanya bisa mengamati dari kejauhan betapa beruntungnya Naruko? Sasuke begitu jelas sangat menyukai Naruko. Senyuman tak akan pernah berbohong dan mata yang memperhatikan dengan teliti sangat berkata jujur dalamnya rasa sayang Sasuke ke Naruko.
Sakura bisa tahu dengan cara melihatnya saja. Dia tak perlu bertanya dengan siapapun, ia mengerti betul bagaimana rasanya mencintai seseorang dengan tulus.
Di taman Konoha begitu banyak kelopak bunga sakura, yang berguguran. Tak terasa sudah musim semi datang untuk kelima kalinya semenjak Naruko menjadi calon istrinya Sasuke.
Usia mereka berdua sudah menginjak 21 tahun. Dan belum ada kepastian yang jelas untuk hubungan antara calon suami-istri ini?
Sasuke tidaklah menyalahkan ketidak pastian ini dan alasannya Naruko yang selalu sama sejak usia mereka masih 16 tahun. Tapi, sampai kapankah Sasuke harus menunggu?
Sasuke juga menyalahkan dirinya sendiri yang tak bisa mengatakan kata, 'cinta,' terhadap pujaan hatinya. Mungkin harga diri Uchiha-nya menghalanginya begitu kuat atau harga diri yang ia banggakan yang menghalanginya?
Berputar-putar seakan menari di bawah pohon. Naruko menikmati indahnya guguran kelopak bunga sakura yang jatuh terhembus angin tepat mengarah kepadanya.
'Kau benar-benar terlihat sangat jelek,' kata batin Sasuke berkata sebaliknya.
"Sasuke, lihat aku sedang menari tarian hujan kelopak bunga sakura!"
"Dasar aneh, mana ada tarian yang seperti itu," balas Sasuke dan melangkah untuk mendekati.
Fugaku, Mikoto dan Itachi mengamati dari kejauhan. Fugaku, Mikoto dan Itachi senang jika salah satu dari mereka berdua ada yang menyatakan cinta. Namun alangkah disayangkan karena itu sangatlah mustahil. Fugaku menghela nafasnya diikuti oleh senyum istrinya diiringi menepuk pundak Fugaku.
"Mau bagaimana lagi, mungkin kita harus memakluminya," kata Mikoto.
Piknik bersama keluarga sangatlah menyenangkan bagi Naruko. Sayangnya ayah dan ibunya tidak ikut berpiknik karena alasan sibuk dari sang ayah dan ibunya sibuk mengurus rumah.
Onigiri terasa nikmat karena tak sendirian untuk menikmatinya. Keluarga Uchiha yang tidak pernah absen dalam acara liburan seperti ini sudah menjadi kebiasaan yang diturunkan di keluarga mereka.
"Naru, apakah kau masih perlu waktu untuk menyiapkan diri lagi untuk pernikahanmu nanti?" tanya Itachi sambil menuangkan teh hitam ke cangkir milik Naruko.
"I-iya kurasa masih...," jawab Naruko.
__ADS_1
"Naru, jika kamu tidak ingin melanjutkan hubungan ini katakan saja. Ibu tidak akan marah padamu." Mikoto menghusap-husap surai pirang Naruko.
Fugaku hanya memejamkan mata. Itachi dan Sasuke terkejut dengan perkataan ibunya. Naruko menatap wajah Mikoto yang terlihat cantik dengan senyum yang manis.
"...." tertunduk tak menjawab, mengeraskan genggaman di cangkir itulah yang bisa Naruko lakukan.
Kurama, bingung harus berkata apa? Dia tahu bahwa Naruko sangatlah polos dan jujur saja belum pernah sekalipun Naruko mengumamkan kata, 'cinta,' terhadap Sasuke?
Kurama berpikir begitu lama, ia menemukan jawaban yang mungkin saja benar? Naruko tak memiliki rasa cinta terhadap Sasuke. Lagipula semua ini diawali perjodohan bukan karena mereka saling mencintai?
.
.
.
.
Keesokan harinya. Fugaku menemui Minato untuk membicarakan mengenai perjodohan yang tak ada perkembangan dan dengan berat hati Fugaku tak ingin memaksakan perasaan Naruko harus setuju dengan semua ini karena janji antara dua orang sahabat.
Minato dan Kushina menghela nafasnya. Mereka berdua sangat meminta maaf karena Naruko, selalu mengulur waktu sampai sekarang. Kata Fugaku mungkin saja ada benarnya karena perasaan lah penyebab Naruko mungkin tak pernah menjawab pasti.
Pukul 07.43 malam.
Di kediaman Namikaze, keluar Uchiha berkumpul. Mereka mendiskusikan perjodohan antara Sasuke dan Naruko mungkin tak akan dilanjutkan lagi dan menganggap ini semua karena Sasuke dan Naruko tak berjodoh.
Sasuke menghampirinya dan ikut duduk bersamanya. Naruko menoleh kearah Sasuke yang menyambut dengan senyuman. Jemari Sasuke menyentuh jari Naruko ketika mereka sama-sama melihat bintang di langit malam.
Punggung tangan yang tertindih telapak tangan diikuti remasan pelan. Naruko hanya diam dan merasakan genggaman di tangannya. Rasa gugup menjalar hingga dalam dadanya berdegup kencang. Dia tak tahu apa sebabnya, tapi ini sangat menyenangkan hatinya seakan ingin tersenyum sangat lebar menunjukkan rasa bahagianya.
"Sasuke?"
"Hn?"
"Apakah kau tau cinta itu seperti apa?"
"Aku tau."
"Benarkah?"
"Hn."
"Coba beritahu aku. Aku ingin tau seperti apa itu cinta...," kata Naruko lembut, ia merasa ada yang aneh dan banyak perubahan besar pada dirinya sendiri entah kenapa ingin sekali bersikap begitu lembut terhadap Sasuke?
"Tutup matamu dulu."
__ADS_1
"Eeh, harus tutup mata?"
"Hn." Naruko menutup mata menuruti perintah Sasuke.
(~)
Sasuke mengecup lama bibir Naruko. Naruko yang sadar dengan itu, ia membuka mata terkejut dengan tindakan Sasuke.
Deg....deg.....deg....
Irama degup jantungnya mengebu dan seperti ada aliran listrik yang aneh ditubuhnya juga rasa sensasi merinding? 'perasaan apa ini?'
Dengan polos Naruko diam menyentuh bibirnya sendiri. Dia tak marah karena perasaan aneh yang ia rasakan membuat Naruko lupa seakan hanyut dalam senyuman Sasuke.
"Hn, kau sudah tau kan?"
"Jadi ini cinta itu?"
"Hn, setengah benar," ujar Sasuke.
Keluarga Sasuke dan Naruko memutuskan untuk mengakhiri perjodohan ini. Dengan alasan kemungkinan Sasuke dan Naruko tidak berjodoh jika memang akan ada kesempatan dalam hubungan mereka berdua jika masih sama dengan status sendiri maka perjodohan itu akan menjadi sebuah pernikahan.
Sasuke dan Naruko tak tahu bahwa ikatan mereka selama 5 tahun harus berakhir disini. Entah Naruko sudah mengerti dengan perasaannya sendiri atau belum. Paling tidak secara tidak langsung Sasuke mengucapkan cintanya dari tindakannya.
Mereka berdua kembali melihat bintang. Naruko perlahan menggeser duduknya hingga sangat dekat dengan Sasuke. Rona merah terlihat jelas di pipi Naruko yang menunjukkan bahwa ia sedang malu mengingat ciuman tadi.
Sasuke tersenyum, melirik kearah Naruko yang terlihat sangat gugup. Sasuke senang dalam waktu selama ini akhirnya mereka bisa lebih dekat.
Harapan esok akan menjadi lebih dekat dalam waktu yang lebih cepat agar mereka menjadi suami-istri tentunya. Sekilas harapan indah itu melintas dalam pikirannya Sasuke.
.
.
.
.
Chapter 17
Maaf kalau makin bosenin. Yah mungkin dengan begini ma mereka bisa saling mencintai lebih terbuka palagi khususnya Naruko. Sasuke juga jaga image jangan kebangetan hahahaha......
Pelajaran dalam cerita ini adalah jangan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Jika cinta cepatlah nyatakan sebelum menjadi penyesalan! Pertanyaannya sekarang apakah mereka berdua bakal lebih terbuka?
Makasih udah sempatin waktunya buat baca cerita gaje ku!
__ADS_1
Tunggu lanjutannya ya!