
Chapter 36
.
.
.
.
Mata berwarna merah, rambut berwarna hitam. Sosok yang di panggil Raja iblis itu kini sedang termenung gelisah. Dia tak menyangka yang menyerang wilayah kekuasaan nya bukanlah seorang pahlawan yang diceritakan legenda Raja iblis terdahulu.
Bentuk fisik nya menyerupai manusia, namun yang membedakan hanyalah warna kulit gelap dan tanduk di kedua sisi kepalanya. Kuku runcing jari telunjuknya mengetuk-ngetuk meja, pertarungan Sasuke dan Naruko, bisa Raja iblis lihat dari bola kristal yang diletakan di atas meja.
"Ilusi milik Lan, bisa dipatahkan semudah itu," gumamnya.
"Tuan ku, saya menghadap!" Sosok Succubus yang di panggil Lan Succuba, menghampiri, dan berlutut di hadapan Raja iblis yang sedang menghusap bola kristal dengan jari telunjuknya.
"Apa dia kesini?"
"Iya, dia mengikuti saya."
Ruangan yang lumayan besar tempat Raja iblis menghabis waktu membaca buku tentang sejarah di masa lalu menjadi tempat menyendiri. Raja iblis beranjak dari bangku berbahan kayu yang kokoh, ada ukurisan unik menghiasi bangku nya. Jari telunjuk dan tengah menyekat sedikit debu di meja.
"Ayo kita sambut pahlawan palsu itu."
"Iya, tuan ku."
Abelia berdiri di depan pintu yang begitu lebar dan tinggi. Dia mendorong dengan tangan kanan, membuka pintu itu. Kaki kanan melangkah berpijak di karpet panjang berwarna merah. Tatapan mata melihat lurus ke arah depan, sosok yang tak akan Abelia lupakan kini sedang menyambutnya dengan senyuman yang mengerikan.
"Pahlawanku, selamat datang kembali."
"Aku akan membunuh mu," kata Abelia.
Wess..
Pedang dan perisai muncul bersamaan. Abelia, mengenggam erat gagang pedang, besiap mengayunkan pedang milikinya dengan cepat. Raja iblis, menepis serangan gelombang angin yang diciptakan Abelia, hanya dengan tangan kanan saja sudah cukup menghentikan serangan Abelia.
"Wind Slash!" Abelia mencoba lagi serangan jarak jauhnya. Raja iblis sudah bosan dengan serangan yang sama untuk kedua kali. Lan Succuba, hanya diam melihat pertarungan itu. Succubus tak akan bisa menang melawan Abelia dengan mudah, sebaliknya bisa Lan, yang terbunuh dengan mudah.
"Huaath!"
Defthh!
__ADS_1
Hantaman pedang, Abelia di tahan oleh tangan kiri Raja iblis. Raja iblis berkata, "Abelia Victor, kau tetap saja lemah." Abelia tak memperdulikan perkataan Raja iblis, yang meremehkan nya.
Plang!
Abelia tersenyum karena perisai di tangan kiri, tepat mengenai wajah sang Raja iblis. Raja iblis melangkah mundur beberapa langkah, menatap penuh amarah.
"Kau terlalu banyak bicara," kata Abelia.
Mengangkat tangan kanan ke atas, menciptakan bola api yang cukup besar dan melemparkan ke arah Abelia, yang langsung menahan bola api itu dengan perisai nya sembari Abelia berteriak, "Magic Shield!"
"Kau hanya manusia rendahan yang baru bisa merangka dan masih merapalkan mantra, berani mengejekku."
"Sial!"
Duaar!
Prang!
Abelia sukses menahan bola api yang tiba-tiba meledak, dan mengorbankan perisai nya hancur bersamaan sihir lapisan pelindung perisai nya. Raja iblis yang baru 2 hari yang lalu berhasil mengunakan sihir tanpa rapalan mantra. Raja iblis benar-benar puas dengan hasil usahanya selama 2 hari. Dua tangan memegang erat gagang pedang, berlari dan menebas bertubi-tubi tanpa memberi selah Raja iblis untuk menghindar. Raja iblis masih bisa menepis tiap ayunan pedang Abelia dengan tangan.
"Infinite Slash Combo!"
"Mmm....lumayan."
Raja iblis, lebih besar untuk mendapatkan kesempatan untuk menang. Tapi, Abelia telah bertekad tak akan lari seperti dulu. Julukannya yang ia sandang sebagai pahlawan tak akan mengecewakan kepercayaan penduduk Kingdom. Jika ia bisa membunuh Raja iblis, ada kemungkinan Raja iblis selanjutnya tak akan ada lagi. Raja iblis tak memiliki pewaris untuk singgasananya, dan itu menjadi semangat dan keyakinan lebih untuk Abelia.
"Kau, terlalu memaksa kan dirimu yang lemah."
"Cih, kau banyak bicara!"
.
.
.
.
Sasuke dan Naruko yang hendak menyusul Abelia, Sasuke dan Naruko dihadang oleh sosok naga zombie. Ukuran Naga itu sangat besar dan terlihat sangat menjijikkan, tubuhnya sudah benar-benar membusuk. Naruko sampai ingin muntah setiap melihat ulat yang menggerogoti daging Naga itu.
"Heekh, bau sekali!"
"Tahan sebentar."
__ADS_1
Sasuke sudah mengunakan Amatersu untuk membakar Naga Zombie. Aroma menyegat dapat tercium oleh indra penciuman Sasuke dan Naruko. Kurama sampai ikut menutup hidungnya padahal ia tak mungkin bisa mencium bau busuk itu.
'Benar-benar menjijikkan,' kata batin Kurama.
"Grooouuaaaahh!"
Naga Zombie menyemburkan asam yang mendidih. Naruko, kabur dengan cepat ia tak ingin terkena semburan asam itu apalagi harus dekat dengan asam yang bau, menjijikkan.
"Hoaah-. RasenShuriken!"
RasenShuriken, milik Naruko memotong kaki depan sebelah kanan, Naga Zombie. Tak butuh waktu lama kaki itu tubuh-pulih seperti semula. Sasuke tersenyum karena Naruko marah-marah tidak jelas setiap semua serangan miliknya sia-sia.
"Aah, kenapa harus lawan yang bikin repot! Kurama, ayo pakai cara itu!"
"Kurama?" Sasuke bingung dengan teriakan Naruko, seperti menyebut nama seseorang.
Sosok yang belum pernah Sasuke lihat muncul, Naruko hanya tersenyum puas karena harus mengunakan cara ini untuk melawan Naga Zombie. Naruko pikir mungkin tak akan pernah bisa mengunakan kekuatan penuhnya, Naruko menoleh ke arah Sasuke yang hanya diam tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.
Sosok Rubah berekor sembilan, Naruko berada di dalam tubuh sosok itu. Jumblah Chakra yang mustahil bisa di miliki seorang Shinobi biasa, Sasuke jadi mengetahui alasan kenapa Naruko disebut seorang yang melebihi kekuatan Hokage ke empat.
Duaar!
Naga Zombie langsung terpental menghantam tembok ketika sosok Kurama memukul dengan tangan kanan. Naruko tertawa puas sambil tolak pinggang dengan 2 tangan. Wanita bersurai pirang ini tiba-tiba jadi sombong seketika itu juga, Kurama sampai menghusap wajahnya sendiri karena malu akibat Naruko cepat puas dengan hasil yang belum bisa disebut menang.
Sreeehhhtsss!
RasenShuriken muncul di kedua tangan sosok yang menyerupai wujud Kurama. Mode bijuu yang sudah hampir sempurna ini benar-benar kuat. Naruko melihat sekitar dinding lorong jalan menuju lantai terakhir.
"Kira-kira, kita nanti ketimbun mati konyol apa enggak?" kata Naruko bertanya kepada Kurama dengan ambigu.
"Kalau belum di coba siapa yang tau," balas kata Kurama.
"Grough!" rintih Naga Zombie.
Melempar satu persatu RasenShurike sebanyak empat kali hingga wujud Naga Zombi tak berbentuk lagi. Naruko menyudahi wujud Kurama, dan menghampiri Sasuke yang hanya diam tanpa bicara, tatapan mata Sasuke benar-benar tajam ketika melihat Naruko.
.
.
.
.
__ADS_1
Next Charter 37
Note : Mudahan gak pada bingung yang baca, hahahahaha :v