ETERNAL

ETERNAL
Chapter 23


__ADS_3

Chapter 23


.


.


.


.


Pukul 12 siang akhir musim gugur....


Menoleh kearah jam weker yang menunjukkan bahwa hari ini sudah siang hari. Naruko membulatkan mata terkejut karena ia kesiangan. Sekujur tubuh terasa pegal dan kepala terasa pusing bukan karena ia habis minum-minuman keras tapi kurang tidurlah yang jadi penyebabnya.


"Aduh kepalaku sakit, badan sakit. Att-taa..taaa, selangkanganku jugaaa!"


Rasanya ia ingin sekali marah karena ulah suaminya. Dan kesiangan juga ulahnya ditambah lagi ia selalu bangun sendirian di kamarnya.


"Menyebalkan!"


Naruko beranjak dari tempat tidur. Dia melangkah sedikit memaksa ketika berjalan menuju kamar mandi. Tubuh yang tertutup selimut terganti dengan tertutup handuk biru muda polos tanpa motif.


Baru tiga hari mereka mejalani hidup bersama di rumah baru mereka. Naruko tidak menyangka akan bisa sampai seperti ini. Dia tinggal bersama dengan seorang lelaki dan akan menjadi calon ibu.


Melihat cermin di kamar mandi, rona merah di pipi karena malu. Bekas kemerahan di leher dan dadanya amat memalukan.


"Dia itu kelewat mesum!"


Menutup mata dan menggelengkan kepala. Tak ingin mengingat kejadian semalam begitu sangat memalukan apalagi ia selalu dipaksa mendesah seperti orang ketagihan?


(Note : Astaga Naruko hahaha...)


"Huugh...hueekk.... Aaah, kenapa setiap mau mandi harus mual!!"


Selesainya Naruko mandi. Ia menuju lemari pakaian dan mengenakan pakai yang biasa. Dress berwarna biru tua panjang pertengahan paha. Di belakang bagian punggung pakaiannya ada lambang Uchiha benar-benar tidak cocok dengannya walaupun senang ketika melihat lambang itu.


"Mm... Apa semua klan Uchiha suka warna gelap begini ya? Serba warna biru tua kadang juga hitam?" gumam Naruko. Dia tersenyum miris ketika mengingat permintaan bodoh suaminya yang mengharuskan ia memakai dalaman serba hitam.


Sasuke tipe suami yang pengatur dan yang ia ingin kan harus dituruti namun yang harus dituruti hanya bagian pribadi saja yaitu urusan ranjang. Naruko selalu cemberut dan bergumam kesal setiap mengingat itu.


Naruko menuju ruang tamu dan melangkah ke halaman belakang rumah. Pemandangan yang selalu menyambutnya adalah jemuran pakaian yang ada dihalaman itu. Sasuke tidaklah begitu egois karena ia selalu mencuci pakaian mereka berdua. Sasuke yang selalu bangun lebih dulu bahkan ia menyiapkan sarapan pagi, bagian Naruko selalu ada di dalam kulkas.


"Aaah, roti isi tomat lagi!"


Naruko menikmati roti buatan suaminya yang entah kenapa rasanya begitu nikmat dan sejak kapan pula ia suka roti isi tomat?


Rasanya ingin sekali keluar rumah untuk jalan-jalan, tapi ada resikonya bila Naruko ketahuan keluar rumah.

__ADS_1


Sasuke akan marah.


Sasuke mulai berekspresi masam.


Hukuman malam hari.


Naruko merinding ketika mengingat bagian terakhir begitu menakutkan bisa jadi bahan percobaan lagi nanti malam. Naruko mengambil majalah yang ada di meja, ia duduk tenang sembari membaca. Bulan ini banyak perkembangan di teknologi yang mempromosikan yang bernama smartphone, televisi dan masih banyak lagi yang sulit Naruko mengerti apa kegunaannya.


"Smartphone, kegunaannya bagus sekali. Jadi pengen beli, haah... Sapa yang mau belikan coba?"


Naruko tenggelam dalam bosan. Dia menyampingkan tubuh, tidur di sofa dan menutup mata menuju alam bawah sadarnya. Kurama menyambut Naruko dengan senyuman yang ramah.


Naruko sering menceritakan semua yang ia pikirkan kepada Kurama. Isi pikiran Naruko hanyalah tentang Sasuke, Kurama menghela nafas dan hanya mendengarkan semua cerita Naruko yang panjang lebar tanpa jeda.


.


.


.


.


Hari menjelang sore Sasuke yang baru pulang dari misi. Dia membuka pintu rumah dan berharap istrinya akan menyambutnya dengan senyuman menawannya. Pemandangan ruanga utama rumah yang sepi mengecewakan benak Sasuke menggerutu.


Istrinya benar-benar tidak punya inisiatif untuk melakukan hal romantis semacam itu. Sasuke sering mendengar dari para anggota Anbu bahwa istri mereka selalu menyambut mereka dengan senyuman manis dan menggoda, tapi apa daya Sasuke bahwa kenyataannya istrinya sangatlah tidak begitu feminim, tapi itulah daya tarik yang selalu membuatnya jatuh hati.


"Naru?"


Sasuke mengguncang pelan tubuh Naruko, agar ia bangun dari tidurnya. Naruko membuka mata perlahan dan menatap dengan intens. Di sambut dengan penampakan pria tampan begitu sangat mempompa jantungnya yang berdegup-degup tidak stabil. Apalagi pria tampan itu adalah suaminya sendiri.


"Sa-Sasuke!"


"Hn, kau kenapa tidur disini?"


Naruko merubah posisi jadi duduk di sofa. Dia mengucek mata agar bisa mengurangi rasa kantuknya yang masih tersisa. Sasuke ikut duduk disebelah Naruko, Sasuke membelai surai pirangnya Naruko.


Suami yang perhatian terhadap istrinya sangat menjadi idaman bukan? Biarpun setiap malam harus menerima perlakuan yang berbeda dan begitu membabi buta.


"Aaah, maaf aku ketiduran. Aku lupa masak lagi."


"Hn, kau kan tidak bisa masak Naru?"


"Aku bisa masak! Kemarin aku kan buatkan telur goreng!"


"Hn, tapi sedikit gosong kan?" jeda Sasuke.


"Cuma dikit jugaan!"

__ADS_1


"Hn." Sasuke meraba pipi kiri Naruko, Naruko hanya cemberut dengan perlakuan Sasuke yang sudah Naruko duga akhirnya akan mengarah kemana.


"Jangan mulai. Aku capek tau!"


"Hn, capek? Bukannya kau itu kuat Sayang?"


"Uuh, Sa.. Sayang?"


Naruko terheran dengan kata sayang itu pasti ada maksud yang tersembunyi ia tahu tentang Sasuke lebih dari siapapun. Suami yang mesum dan egois.


"Sasuke, ini masih sore. Cepat mandi sana! Aku mau masak dulu."


"Mandi bisa nanti setelah aku mendapat ciuman selamat datang darimu, Naru."


"Ci-ciuman?"


Sasuke mendekatkan wajahnya ketika hendak mengecup bibir Naruto. Buku majalah yang Naruko ambil menghalangi niatnya.


"Sasuke, aku ingin ini loh. Smartphone, kelihatannya banyak kegunaan kau pasti sudah baca kan?" Naruko bicara di balik buku dan membuat pertanyaan agar suami yang mesum ini berhenti.


"Sudah. Kau mau aku belikan?" tanya Sasuke. Dan menyingkirkan buku majalah yang Naruko pegang.


"Iya aku mau!" balas Naruko antusias walaupun ia sangat malu sekarang.


Naruko mengembukan pipi dan menutup mulut Sasuke, dengan telapak tangan. Naruko benar-benar kesal kenapa Sasuke susah sekali dilarang di bagian ini.


"Sudah Sasuke. Ini belum malam tak baik kalau ciuman!" Sasuke membalas ucapan Naruko dengan tatapan tajam. Naruko berhenti menutup mulut Sasuke.


Cup~ ....


Kecupan manis di bibir Sasuke dapatkan. Dan rasa terkejut dalam diam pun, Sasuke terima. Naruko beranjak dari duduknya ia melangkah menuju dapur.


"Cepat mandi sana. Aku masak dulu," kata Naruko tanpa berbalik untuk melihat Sasuke yang masih diam ditempat.


"Hn, aku mandi dulu," Sasuke pergi ke kamar mandi.


Naruko menutup wajahnya dengan kedua tangan. Dia benar-benar malu karena tindakannya tadi.


Sasuke menutup wajahnya dengan tangan kirinya. Dia tidak menyangka Naruko akan menciumnya lebih dulu.


**Next Chapter 24.


Note : Masih alur santai hehe...


Wah, udah makin canggih aja :v


Astaga pake acara malu-malu :v**

__ADS_1


__ADS_2