
Chapter 28
.
.
.
.
Gerbang ibukota Kingdom dibuka. Abelia Victor dan Marduk, serta pasukan mereka memasuki jalan utama kota. Kota abad pertengahan yang terlihat indah dengan rakyat yang tadinya berlalu lalang kini berjejer-berbaris di setiap sisi jalan.
"Sang pahlawan telah kembali!"
"Nona Abelia, lihat kemari! Ya ampun dia kelihatan sangat cantik seperti biasanya!"
"Sambutan yang heboh seperti biasa ya, Lia?" tanya Marduk yang berada disebelah Abelia, kini melambaikan tangannya sembari menunggangi kuda putih.
"Apa boleh buatkan ini untuk perayaan kemenangan kita," balas Abelia.
Marduk pria berambut cokelat pendek. Ia hanya tersenyum senang dengan balasan santai dari Abelia yang dikenal rendah hati. Abelia selalu di Agung-agungkan sebagai pahlawan tetap rendah diri tak sombong dengan kedudukannya selama ini.
Bayangan sesuatu yang besar, seperti cahaya matahari terhalangi. Semua orang melihat keatas termasuk Abelia, dengan tegas ia menatap sosok kapal terbang yang mengarah ke istana.
"Kita harus bergegas!" ucap Abelia, seketika memerintah.
Sementara yang berada di kapal itu sedang melihat suasana kota yang begitu luas dilihat dari atas. Sasuke, Itachi, Kakashi dan Yamato hanya bisa diam tak mampu berkomentar dengan keadaan kota yang mereka lihat. Benar-benar berbeda dengan tempat mereka tinggal dan sama sekali tidak ada kesamaan.
"Benar-benar terlihat aneh." Yamato bergumam.
"...." Kakashi hanya meresapi apa yang dimaksud Yamato.
Sasuke dan Itachi terlihat biasa saja padahal mereka berdua berpikir hal yang sama seperti Yamato. Sasuke melihat smartphone miliknya dan menghubungi istrinya tentunya. Di kota itu ada menara yang menjulang tinggi. Dan Sasuke pastikan ia bisa menelpon sang pujaan hati.
Clegh.
"Halo Nar-."
"SASUKE KENAPA KAU BARU MENELPONKU! SUAMI BODOH! SUAMI MACAM APA PERGI TANPA MENELPON ISTRINYA UNTUK MEMBERI KABAR! APA SMARTPHONE MU SENGAJA KAU MATIKAN!!"
Sasuke menjauhkan jarak smartphone dari telinganya. Naruko masih saja mengomel tanpa jeda, untuk Sasuke yang akan menjelaskan penyebabnya.
"Naru, sebelumnya tidak ada sinyal. Aku baru sampai di ibukota jadi kau pasti tau maksudku kan?"
"HARUSNYA KAU BILANG! SEJAK AWAL!!"
'Istriku egois dan bodoh ...,' keluh batin Sasuke.
Sasuke memutuskan untuk video call. Naruko cemberut, tapi ia senang dibalik ekspresi wajah yang cemberut itu. Sasuke hanya tersenyum melihatnya dengan senyuman itu pula Naruko, langsung diam tak mampu mengomel lagi.
Itachi hanya memaklumi kejadian memalukan itu. Kakashi dan Yamato juga sama, sementara kru kapal hanya geleng kepala dan ada juga yang terkekeh geli mendengar obrolan Sasuke dengan istrinya.
Naruko dengan berat hati harus menurut dengan Sasuke, yang tiba-tiba meminta agar videocall dilanjutkan nanti malam.
Di belakang istana tempat kapal itu berhenti. Dibelakang istana ada tempat yang luas, lantai batu marmer dan disana kapal itu berhenti tetap mengambang melawan gravitasi. Sasuke dan yanglain melangkah maju melewati jembatan dari kayu yang disediakan kru kapal.
"Hn?"
Begitu banyak penyambutan dari para prajurit istana sampai bangsawan ikut menyambutnya. Seorang pemuda berdiri ditengah ditemani seorang wanita yang cantik. Mereka berdua adalah Raja dan Ratu, Arthur dan Isabel.
Arthur terlihat gagah dengan baju bangsawan rapih berwarna oranye tepatnya keemasan sedangkan sang ratu memakai gaun berwarna putih menunjukan kepribadian yang baik.
Ciri-ciri Arthur memiliki rambut berwarna silver, mata berwarna merah. Dan istrinya memiliki rambut berwarna biru senada dengan warna mata yang ia miliki.
Sasuke berjalan santai hingga di hadapan sang raja. Banyak yang berbisik dengan tingkah Sasuke tidak memberikan rasa hormat berlutut atau semacamnya. Pria yang tidak sopan tak ada tatap krama yang di bisikan mereka.
"Selamat datang di Kingdom. Pasti anda tuan Sasuke?"
"Hn." Sasuke menjawab singkat.
__ADS_1
"Saya Arthur, raja di Kingdom. Saya senang anda menerima permintaan pribadi dari saya."
Itachi melangkah sampai disebelah kiri Sasuke. Itachi dengan ramah berbicara dan meminta maaf jika adiknya tidak sopan karena sifatnya memanglah seperti itu. Dingin namun sebenarnya baik, sang raja memaklumi karena tradisi ditempat Kingdom sangat berbeda jauh dengan Konoha. Arthur sendiri sudah mencari tahu tentang Konoha sebelum ia meminta bantuan.
Sang raja membimbing agar Itachi dan timnya masuk kedalam ruangan utama kerajaan. Didalam kerajaan begitu luas dan banyak lukisan yang indah di setiap lorong menuju ruang utama. Dan bisa juga dilihat keindahan taman dari jendela yang hampir menyusuri lorong.
Sang raja duduk di singgasana dengan elegan, ia tersenyum dan meminta semua untuk berkumpul. Sasuke hanya memperhatikan kegiatan yang terlalu berlebihan dan terlalu mengagungkan sang pemimpin mereka. Tidak seperti di Konoha, seorang pemimpin tidak perlu di hormati berlebihan seperti yang ia lihat sekarang.
Arthur mengamati gerak-gerik Sasuke. Mereka berdua sebaya sama-sama 21 tahun. Dan yang membedakan hanyalah status mereka saja. Pintu besar ruangan itu terbuka terlihat sosok yang tak asing bagi sang raja. Siapa yang tidak mengenal pahlawan walaupun pahlawan itu masih muda namun di Kingdom seorang gadis berumur 16 tahun sudah dianggap sangat dewasa.
"Yang mulia. Saya dan Marduk menghadap! Misi kami sudah selesai," kata tegas Abelia, ketika berlutut. Ia melirik Sasuke yang hanya berdiri saja.
"Sang pahlawan, Abelia Victor. Kau menjalankan tugasmu dengan baik. Baiklah kalau begitu, untuk hari ini kau akan mendapatkan tugas penting namun sebelum itu, aku akhiri pertemuannya," kata Arthur meminta para bangsawan kembali dengan tugas-tugas mereka.
Arthur sang raja meminta Itachi, Sasuke, Kakashi dan Yamato. Ikut menikmati makan siang, perjamuan sangat penting bagi tamu yang datang jauh-jauh ke Kingdom, sekaligus saling berbagi informasi keadaan negara masing-masing.
Meja makan yang cukup panjang ada 12 kursi disetiap sisi meja, total 24 kursi. Sasuke, Itachi, Kakashi, Yamato duduk setelah dipersilahkan oleh sang raja. Sementara Abelia dan Marduk terlihat sangat gugup. Ini baru pertama kalinya mereka alami karena para bangsawan pun belum tentu bisa ikut makan siang dengan sang raja.
Isabel sang ratu hanya tersenyum melihat suaminya yang memberi senyuman untuknya, lalu Isabel mengangguk entah apa maksud dari tingkah Raja dan Ratu.
Para pelayan menyiapkan hidangan steak, daging kalkun dan berbagai macam buah ditambah minuman anggur dan susu.
Sasuke, Itachi, Kakashi, Yamato tidak habis pikir dengan acara makan seperti pesta ini. Mereka tidak pernah membayangkan di suguhkan hidangan yang begitu banyak jenisnya dan apa-apaan pula daging dan ayam besar yang mereka lihat sekarang?
Acara makan yang rumit Itachi dengan pintar tinggal meniru sang Raja. Sasuke mengikuti cara Itachi sementara Kakashi dan Yamato sempat bingung namun mereka mengikuti Sasuke dan Itachi saja, agar tidak terlalu terlihat aneh dan memalukan.
Tidak ada pembicaraan diacara makan siang itu mereka hanya menikmatinya sampai selesai. Dan ketika selesai sang Raja meminta ke ruangan pribadi Raja. Disana pembicaraan penting dimulai dengan begitu rumitnya penjelasan yang tak dimengerti oleh Itachi dan timnya.
.
.
.
.
"Bagaimana menurut anda sekalian?" tanya Arthur kepada Itachi, Sasuke, Kakashi dan Yamato.
"Aturan ya ...," gumam Arthur sembari mengusap dagu, ia berpikir sejenak.
Itachi, Kakashi dan Yamato ditugaskan untuk mengawal pedangan ke kerajaan tetangga dikawal oleh Marduk sebagai pengarah.
Sasuke mendapat tugas bersama Abelia, untuk membunuh sang Raja iblis Damon. Abelia, terkejut karena permintaan sang Raja agar Sasuke mendapatkan izin sebagai petulang dengan rank A sama seperti Abelia.
Sebagai petualang seharusnya dimulai dari rank F untuk sampai ke rank A harus menjalankan misi dari guild sebagai syarat utama. Namun Arthur adalah raja jika meminta hal semacam itu apa mungkin tidak bisa? Tentu saja bisa dan mana mungkin guild master akan marah kepada Rajanya yang agung?
Terima atau tidak, Abelia Victor langsung bergegas meminta id card petualang tersebut. Sasuke ikut dengan Abelia, menuju guild. Guild tempat perkumpulan petualang yang mendapatkan tugas dari permintaan penduduk Kingdom.
Mengumpulkan tanaman obat, melawan bandit, membasmi goblin, dari mahluk rendah sampai tingkat Naga, bahkan sebagai misi para petualang.
Abelia, menemui sang guild master yang menjadi pemimpin guild tersebut. Permintaan yang seharusnya tidak mungkin dapat guild master penuh harus ia penuh karena sang Raja meminta jika tidak maka entah apa yang terjadi dengan guild nanti.
Sementara ada kehebohan di luar ruangan pribadi guild master. Para petualang yang terobsesi dengan Abelia, kini membawa seseorang yang asing ke guild ditambah lagi orang itu yang dikabarkan untuk membantu membunuh sang Raja iblis.
Semua yang ada di guild merasa tidak terima ketika guild master memberitahu bahwa Sasuke, menerima id card rank A. Mereka harus bertahun-tahun untuk mencapai rank B. Rank A untuk seseorang yang tidak jelas darimana dan seperti apa kemampuannya menjadi perdebatan panjang.
Abelia, sendiri merasakan hal yang sama ia dan anggota kruxen, memang sama-sama Rank A tapi mereka harus melakukan misi berbahaya sampai nyawa menjadi taruhan. Abelia mengambil id card lamanya dan menenangkan semuanya.
Mungkin dengan cara menguji pendatang baru akan bisa meyakinkan semua yang tak terima dengan keputusan guild master bahkan sang Raja Arthur.
Semua setuju dengan ucapan Abelia, yang tegas meminta pertandingan di lapangan latihan guild. Sasuke dengan santai menerima tantangan itu. Di lapangan yang menyerupai Colosseum lebar seperti lapangan sepakbola. Tanah kering tanpa ada rumput yang membedakan tempat itu dengan lapangan sepakbola.
"Ayo, Abelia! Buktikan kalau kau yang paling kuat di Kingdom!"
"Buat babak belur pendatang baru!"
"Hahahaha... Pasti bakal mati tu orang!"
Abelia menarik nafas sembari menarik pedang dan membenarkan tali perisai di tangan kirinya. Sasuke hanya diam tanpa menyiapkan kuda-kuda. Dia hanya menatap Abelia, sekaligus memberi sedikit senyum karena Sasuke baru sadar kalau ada sedikit kemiripan yang ia lihat saat ini dengan, Naruko sang istri.
__ADS_1
"Tuan Sasuke, maaf kalau aku akan serius melawanmu."
"Hn, majulah."
Abelia dengan cepat melesa, berlari kearah Sasuke yang masih diam ditempat. Abelia sempat heran dengan Sasuke, tanpa mempersiapkan diri untuk bertahan atau menyerang, tapi ia tidak perlu memperdulikan itu jika Sasuke kalah berarti ia harus melaporkan kekuatan Sasuke sangat jauh darinya.
(~)
"Hah!"
Abelia mengayunkan pedangnya tepat dihadapan Sasuke, yang langsung menghindar dengan mudah. Padahal tebasan pedang Abelia sudah cepat dan sangat sulit untuk dihindari pilihannya hanya satu yaitu menangkisnya, tapi Sasuke mampu untuk melihat gerakan pedang yang begitu cepat.
"Lemah sekali," gumam Sasuke yang kecewa ia belum mengunakan Sharingan, tapi bisa mudah melihat gerakan pedang Abelia. Apa mungkin di Kingdom Abelia sudah terbilang terkuat? Apa lagi yang dibawah Abelia, mungkin Sasuke hanya perlu mengunakan kakinya saja untuk melawan mereka.
"Masih belum! Triple slash combo!"
Sasuke menghindari tiga tebasan beruntun dari Abelia. Dengan cepat Sasuke menarik pedang Kusanagi, miliknya. Abelia menyadari hal itu refleks menahan serangan Sasuke.
TRANG!!
"Akhirnya kau membalas juga!"
"Hn."
"Physical strength technique! Technique to increase physical speed! Triple slash combo!"
Abelia meningkatkan kekuatan fisik dan kecepatannya ditambah tiga tebasan dengan kecepatan hingga tiga kali lipat. Sasuke mulai serius dengan pertarungan ini sekarang karena tehnik yang Abelia gunakan setara dengan Taijutsu Rock Lee.
"Lumayan," kata Sasuke, mengaktifkan Sharingan dengan 3 Tomoe. Abelia terkejut dengan perubahan warna mata dan bentuk mata Sasuke.
Semua serangan Abelia sia-sia karena sangat mudah untuk dihindari. Abelia langsung melempar pedang kearah Sasuke. Abelia mengangkat tangan memanggil Goddess Sword miliknya.
"Goddess Sword!"
( Note pedang yang di pakai Abelia di gambar 'Goddess Sword.' )
"Hn!"
Semua yang ada ditempat itu tidak mampu berkata-kata, mereka fokus melihat pertarungan sengit itu. Semua dapat menilai sejauh mana kemampuan Sasuke, dengan tehnik yang sangat misterius dan baru pertama kali mereka lihat.
Rank A seperti Abelia saja sampai terdesak dan memanggil pedang andalannya ketika melawan sang raja iblis Damon. Guild master dapat menilai kemampuan Sasuke sangatlah jauh jika disamakan dengan Abelia. Rank S mungkin Sasuke bisa dapatkan walaupun Rank S sudah lama hilang bersama para pahlawan sebelumnya.
"Katon Goukakyuu no Jutsu!!"
"Si-sial! Magic Shield!!"
Sasuke mengeluarkan tehnik api yang paling mendasar sebagai kejutan langsung. Abelia, menahan dengan perisai di tangan kirinya ditambah pelindung sihir. Cahaya membentuk perisai melapisi perisai yang Abelia gunakan. Cahaya keemasan yang mulai retak dan pecah ketika api yang menghantam perisainya hilang.
Kekuatan fisik, kecepatan kekuatan fisik yang Abelia gunakan sudah menguras tenaga hingga batasnya. Terengah-engah mengatur nafas yang Abelia lakukan ia mengakui kekalahannya dan tidak menyangka kalau Sasuke penguna sihir elemen api.
"Pemenangnya adalah Sasuke Uchiha. Dan ini sudah menjadi bukti dilanjutkan pun tidak mungkin karena semua dapat lihat sendiri keadaan sang pahlawan tak mampu melanjutkan!!" teriak guild master.
Sasuke hanya tersenyum tipis dibalas tatapan tajam dari Abelia, yang tak percaya ia akan kalah begitu mudahnya. Abelia marah sekaligus sadar perbedaan kekuatan miliknya dan Sasuke sangatlah jauh karena Sasuke masih berdiri tenang tanpa ada bulir keringat yang menetes.
Seorang petualang berambut merah menatap Sasuke, dari kejauhan. Pemuda yang dijuluki sebagai Dragon Slayer itu hampir tak percaya jika penguna pedang bisa mengeluarkan tehnik elemen api tingkat atas seperti itu.
.
.
.
.
**Next Chapter 29.
Note : Hahaaha... Gaje banget kan!? Yups maklumi aja author pemula masih belum bisa buat gerakan ekstrim lain waktu usahain lebih mendetail kalau perlu ada sadisnya pas party :v
Sasuke menang hore!! :v
__ADS_1
Makasih masih ngikutin cerita author ini. Kalau ada yang kepikiran kenapa Itachi, Kakashi dan Yamato gak daftar guild? Mereka misinya beda jugaan ada Marduk yang ngawal sementara Sasuke harus keluar masuk dungeon sarat harus petualang aja yang boleh ke dungeon hehe**...