
SAINT-MALO, PRANCIS
Segelintir orang hanya tahu bahwasanya aiden berperan penting pada usaha nya di bidang penawaran jasa.. pasalnya aiden menata kehidupan nya sendiri di eropa bersama ayah angkat.. jauh sebelum ia dipertemukan kembali dengan lingga buana.. domainic selaku ayah angkat yang cukup berjasa telah mengangkat lebih-lebih merawat nya setulus hati.. hal itu sukses mencuri perhatian warga eropa.. aiden terkenal kejam pada cara kerja nya disana.. domainic sukses menjadikan aiden sebagai ahli waris kekayaan nya lantaran membuat aiden berulang kali memikirkan supaya tidak memegang dua ahli waris dari kedua orang tua nya.. aiden menghormati orang tua angkat nya selayak nya orang tua kandung sendiri.. aiden cukup populer di kalangan masyarakat eropa..
TACENDA BROTHEL
Aiden duduk di atas sofa panjang ditemani rekan setia nya.. daylon.
"Ada niat apa pulang?" Aiden meneguk secangkir alkohol.
"Emang aku gak boleh pulang kalau gak ada perlu?" Menyahuti rekan nya.. pertanyaan tak logis buatnya geleng-geleng.
"Pasti ada sebab-akibat bila kamu pulang!" Daylon paling tahu mengenai aiden.. bisa di bilang kembar meski tak serupa.
"Cuma urusan pribadi! Udah berapa persen?" Daylon mengambil berkas yang di bawa.. menyerahkan nya pada aiden.
"Belakangan ini ada keluhan.. pelanggan kurang puas sama kerja nya para personel dari kalangan artis!" Aiden mengangguk mengerti.
"Morgan.. adakan meeting para management artist yang tercantum di daftar hitam ini!" Morgan membungkuk..
"Baik bos!"
"Mereka udah bosan kerja ya keluar, aku gak butuh yang bertele-tele begini!" Aiden melempar berkas yang diterima nya.. melihat banyak komentar miring dari pelanggan.. membuat nya kecewa.
"Itu, masih bisa di bahas pelan-pelan kan?" Keringat berkucur dari dahi daylon.. beginilah gambaran manusia yang sebentar lagi di penggal bos besar tacenda.. lantaran mengabaikan pekerjaan remeh temeh malah bertaruh nyawa dengan si pemilik.. bahkan daylon sendiri tak bisa mengantisipasi pada kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul nantinya.. cara kerja aiden yang terkenal kejam.. harusnya para management artist bersiap-siap menerima konsekuensi terbesar nya akibat ulah yang merugikan mereka.
__ADS_1
"Aku gak akan sungkan lagi.. " Aiden menyalakan sebatang rokok yang baru di keluarkan dari kotak nya.. tampang nya sudah gak bisa di maklumi lagi.. daylon paham suasana hati bos besar nya memburuk.. tak ada upaya yang bisa mencegah tindakan apa yang di putuskan aiden.. resiko terbesar nya.. harus siap biarpun belum siap.
"Ikut aku malam ini!" Lagi.. daylon harus menyaksikan kebengisan yang akan di laksanakan saudara nya alih-alih atasan.
"Caramu itu diperhalus dikit.. apa gak bisa? Di omongin baik-baik saja!" Aiden menyeringai.. apa yang di harapkan daylon.. dia tahu kan siapa aiden.. itu bukan gayanya.
"Bukan begitu cara main nya! Harus dapat ganjaran di balik kecerobohan kerja mereka.. ketidakpuasan pelanggan adalah yang utama! Reputasi kita di mata mereka udah bagus,, aku cuma mau mempertahankan kepercayaan itu." Keharmonisan antara pelanggan dan pemasok jasa yang melayani mereka.. aiden mengimbangi kedua nya.. betapa bagus keterampilan beserta attitude kerja nya berpengaruh pada penilaian yang di berikan pelanggan.. itu kunci utama yang harus di pegang nya.. lika liku yang telah di lewati nya gak semudah yang di bayangkan.. jujur semua yang di capai nya dari pangkal sampai ke pondasi tertinggi tahta nya.. kalau aiden masih bilang dirinya suci apa ada orang yang percaya?
"Aku mengerti!" Daylon menyerah.. resiko mengemban sebagai salah satu tangan kanan aiden.. itu sudah di putuskan sejak ia datang pada aiden.. semua yang di garap aiden bertolak belakang pada bisnis normal lain nya.. harus terima.. harus terbiasa.. ini bukan paksaan semua atas kehendak daylon sendiri. Daylon menyadari itu.
MALAM HARI
Morgan mengundang segenap management artisment yang menolak kerja sama di antara kedua nya.. malam ini mereka harus buat keputusan.
"Sudah dengar?" Aiden di gelayuti wanita-wanita seksi.. di seberang meja nya.. terdapat tiga orang manager artist.
"Mana artist mu?" Laki-laki itu menarik lengan artistnya.. aiden memberikan aba-aba pada morgan.. morgan menarik nya ke tepi meja.. membiarkan jemari mulus artist nya sedikit teriris.
"Ja-jangan.. " Esther selaku artist yang menolak kerja sama antara aiden dan management nya.. morgan meng-gertaknya.. menahan pergelangan tangan yang mulus itu di atas meja.. di saksikan manager nya.
"Ckck sayang,, kamu mau kehilangan jari cantik itu." Aura mencekam memenuhi seisi ruangan.. para artis lain bergidik ngeri menyaksikan perlakuan kejam itu di depan mata nya.. menyesali segala perbuatan yang telah di lakukan.
Management artis juga tak mampu melawan aiden.. salah satu keluarga berpengaruh di eropa.. siapa yang berani mengacam nya.. aiden bergerak leluasa.. melakukan apa yang di inginkan.. mereka cuma bisa mematuhi kontrak yang telah di sepakati kedua belah pihak. Jangan menyesal! Itu yang kata-kata legendaris yang di lontarkan aiden selepas menanda tangani perjanjian.
"A-a-aku akan.. patuh!" Esther pasrah.. kematian di depan mata nya.. selain mematuhi kontrak.. manager nya pun tak bisa bertindak lebih jauh.. mengingat orang yang tengah duduk sambil menikmati secangkir alkohol itu. Dia si iblis neraka.
__ADS_1
"Menjalin kerja sama yang baik.. apa susah nya? Kalian mendapat keuntungan dariku,, sudah semustinya kalian memberikan jasa padaku! Ada yang kurang berkenan? Maju sekarang!" Sarkas aiden masih menunggu siapa lagi yang berani menentang nya.. semua anak buah nya menurunkan tatapan mata nya.. kecuali morgan dan daylon.
"Ini peringatan terakhir.. aku tak segan lagi.. tak akan ada jalan mundur buat kalian. Paham!"
"Paham bos!" Seru artis nya serempak.. aiden memberi aba-aba pada morgan supaya membubarkan para personel nya.. tim management yang datang juga di giring nya keluar dari ruang meeting.. tersisa aiden dan daylon.
"Hampir saja." Ucap daylon.. menyeka keringat yang tak ada di dahinya.
"Kamu orang yang jauh lebih berpengalaman dari morgan rupanya kegigihan nya dapat melampaui mu.. aku terlalu meremehkan bocah baru itu. Morgan profesional dalam menjalani tugasnya!" Aiden tersenyum.. mengingat keberanian morgan.. dahulu baru-baru aiden merekrutnya agak kurang mempercayai bocah muda itu.. semuanya telah berubah.. semenjak morgan yakin pada kemampuan nya.. ia mengasah tajam ketangkasan nya dalam membidik senapan dan lain sebagainya.
"Hah! Kamu membandingkan aku dengan bocah ingusan itu?" Cerca daylon tak terima di sandingkan dengan anak buah nya aiden yang baru merintis di lapangan selama dua tahun belakangan ini.
"Waspadalah! Morgan bisa melengserkan kedudukan mu!" Daylon menatap tajam pria di sebelahnya rela mengorbankan daylon demi anak baru itu.
DI KORIDOR TACENDA BROTHEL
Managernya membawa esther menepi ke sebuah ruangan karaoke..
"Aiden akan menyudutkan kita,, kamu jangan sekali-sekali mencoba menyinggung nya!" Esther menoleh pada managernya yang belum berhenti menasihati nya sejak keluar dari ruang meeting barusan.
"Iblis itu.. aku harus tahu kelemahan nya!" Esther memicing tiap sudut ruang karaoke terdapat kamera pengawas.
"Kamu dalam masa pengawasan, aiden tak mudah di jatuhkan. Berhati-hatilah! Mereka terus mengintaimu." Esther menghentikan langkah kaki nya.
"Mereka bahkan mengawasi gerak-gerik ku?" Cerca esther.
__ADS_1
"He'em! Sebaiknya aku pergi sekarang, berjaga-jaga ini demi kebaikanmu juga." Managernya menyeludupkan pena hitam di tangan esther tanpa sepengetahuan pengawal.. managernya pergi.. esther menyelipkan pena hitam itu ke balik bra nya.