European Sky King

European Sky King
MARCUS COLCHESTER


__ADS_3

Aiden membawa kekasihnya masuk ke salah satu ruang elite tacenda.. monna melangkah ragu-ragu untuk memasuki ruangan disana lebih jauh.. aiden menoleh mendapati kekasihnya yang berhenti melangkah.. mengetahui keresahan yang menerpanya.


"Gak ada apa-apa.. semua baik-baik saja!" Sekali lagi aiden meyakinkan kekasihnya disana.. merangkul pundak monna yang masih enggan memasuki ruangan lebih jauh ke dalam.


Biarpun pada akhirnya monna tetap memasuki ruangan nya penuh paksaan.. pikiran nya berkecamuk bersamaan mengingat megan yang masih di tahan kekasihnya yang sadis ini.. gak tau bagaimana nasih yang telah menimpah nya sekarang.. terlebih lagi monna belum menemui megan di sepanjang koridor menuju ruangan ini.


RUANG ELITE TACENDA


Di dalam sana.. monna melihat laki-laki paruh baya yang sepertinya telah menanti kedatangan aiden.. kekasihnya mempersilahkan monna duduk di sebelahnya.. monna masih menunggu permainan apa yang telah aiden rencanakan kali ini.. ada apa gerangan dengan keberadaan lelaki tua itu disana.


Marcus Colchester bersimpuh di bawah kaki aiden yang baru saja mendaratkan bokongnya diatas sofa.. monna tertegun menyaksikan perbuatan pria paruh baya itu di bawah kaki aiden.. aiden tampak menikmati nya.. mewakili permohonan ampun dari putrinya pada si iblis di depan nya ini.


"Aku mohon padamu tuan muda, jangan sakiti putriku.. biarkan aku.. aku yang akan menggantikan nya menerima hukuman.. " Monna menduga pria paruh baya yang tengah mencium lantai di bawah kaki kekasihnya itu pasti orang tua kandung megan.. monna masih gak menyangka.. sekeji ini kekasihnya.. memandang rendah orang tua layaknya sampah.. apa aiden sudah kehilangan hati nurani nya.


Aiden mengeluarkan sebatang rokok dari dalam kotak rokok.. disusul pemantik yang di nyalakan nya.. membakar rokok yang sudah bertengger menghiasi bibir tebal kekasih monna itu.. monna udah gak perduli lagi akan apa yang di lakukan aiden.

__ADS_1


"Bangun.. " Marcus berdiri dari tempatnya menyungkum lantai.. mematuhi perintah aiden.. wahh.. monna sungguh terkagum pada kekuasaan kekasihnya di eropa.. sekuat apapun manusia.. bagi monna.. gak ada manusia yang bisa menyembah manusia lain nya.. itu gak layak menurutnya.


"Kamu tahu resiko dari menyinggungku apa?" Aiden masih terus menghisap sebatang rokok di sela bibirnya.. monna gak bisa berkata-kata lagi.. sekarang monna tahu kelakuan aiden di balik topeng nya yang selama ini menutupi jati dirinya.. bukan, ini gak salah.. cuma monna yang terpincut pada pesonanya saja.. apalagi yang di harapkan monna sesudah terjebak di dalam hubungan rumit yang menjeratnya ini.. gak ada jalan mundur.


"A-aku rela menebusnya.. apapun yang kamu mau dariku.. silahkan ambil asal kamu bisa melepaskan putriku."


Aiden terkekeh mendengar penuturan yang di sampaikan laki-laki tua di hadapan nya.


"Kamu, mencoba bernegosiasi dengan ku?" Aiden menjentikkan jarinya.. melemparkan puntung rokok di tangan nya ke arah laki-laki tua yang sukses membuatnya geram pada ulahnya.. marcus gak berhak berkata begitu di hadapan nya.. semua keputusan ada di tangan nya.. marcus mencoba menggertaknya.. kobaran api yang membakar kesabaran nya telah tersulut.. marcus bergidik merinding menghadapi aiden.. sorot matanya yang tajam serasa dapat membunuhnya sekarang juga.


"A-aku.. ampuni aku tuan.. aku bersalah.. tolong, lepaskan putriku!" Marcus Colchester terus membungkukan tubuh nya berulang kali di hadapan aiden.. menghormatinya sekaligus memohon ampunan atas kesalahan ceroboh yang telah di perbuat putrinya biarpun marcus tahu kekayaan nya yang gak seberapa.. sama sekali gak memiliki nilai tinggi di mata aiden.


Aiden mengetuk-ketuk meja di depan nya.. tiap ketukan nya terasa bagai kematian yang sebentar lagi menjemput marcus.. keringat menetes dari keningnya.. serasa berada di dasar lautan.. nafasnya tercekik.. marcus bisa kehabisan asupan oksigen kapanpun.


"Emm.. kamu mau bagaimana memberiku kompensasi atas guncangan psikologis yang dapat melukai wibawaku?"

__ADS_1


Terkadang monna juga berpikir.. apa dirinya yang terlalu egois? Masa lalu telah membelenggu kekasihnya.. apa monna gak bakal kasih aiden kesempatan buat mencoba melepaskan nya.. di sisi lain, memangnya apa yang monna harapkan dari pria dingin di sebelahnya ini.. kebengisan nya dalam menghadapi masalah yang gak ada artinya di mata monna.. justru di jadikan bahan pertimbangan dalam mencari keuntungan yang di dapat.. sama halnya dengan pemerasan secara gak langsung.. rasa manusiawi nya pun terlihat terkubur dari sorot matanya.. hasrat membunuh yang tinggi semakin terlihat dari mata aiden.. andai saja, monna gak disini.. aiden gak mungkin membatasi pergerakan nya, pasti.


Monna sungguh tak tahan akan aksi yang di lancarkan aiden.. namun, monna sendiri tak berdaya mengerahkan kekuatan nya di wilayah kekuasaan si raja langit eropa ini.


"A-aku.. "


"Ck.. gak ada yang menarik dari keluarga colchester.. bagaimana? Aku bisa mati kebosanan menghadapimu." Aiden menegakan punggungnya yang bersandar pada sofa.. memperintahkan marcus supaya mendekat ke arah nya.. pria paruh baya itu menuruti kemauan aiden.. perlahan marcus mencoba mendekati predator di depan nya ini yang bisa memangsanya kapanpun, aiden mau.


"Kalau aku cuma mau putrimu, kamu mau bagaimana?" Marcus Colchester bersujud hingga terdengar kepalanya yang beradu dengan lantai di bawah kaki aiden.. monna gak tahu aiden mengancam pria paruh baya itu dengan muslihat apalagi.. begitu marcus bangkit untuk memohon di depan aiden.. monna mendapati dahi marcus yang sudah berdarah.. monna membuka matanya lebar-lebar.. jejak darahnya berbekas di lantai dimana marcus menyungkum lantai barusan.


"Aiden.. " Monna mengenggam erat lengan kekasihnya yang masih fokus menikmati acara penyiksaan nya pada kepala keluarga colchester ini.. seringainya menghilang mendengar monna mulai membuka suara.. aiden menoleh mendapati tatapan mata monna yang berkaca-kaca.. rupanya hati monna mulai terkoyak hanya dengan melihat darah yang berkucur dari dahi Marcus Colchester.. mana tega mengabaikan kekasihnya yang bergidik ketakutan ini untuk terus menonton aksi bejadnya disini.


"Kenapa.. hmm?" Aiden menghalangi pemandangan di depan mata monna dengan tubuh besarnya.. mengeluarkan sapu tangan dari dalam saku jas yang di kenakan nya.. berniat membantu monna menutupi hidungnya supaya tak terus mengendus bau darah disana.


"Hentikan.. " Monna menerima sapu tangan yang diberikan aiden padanya.. aiden menengadah menatap kedua manik mata kekasihnya.. aiden belum tuntas menyelesaikan perkara hama yang telah mengusiknya ini, biarpun monna gak keberatan tetapi bagi aiden.. ini balasan yang setimpal untuk keluarga colchester.. apakah aiden tetap bersikeras menghakimi keluarga colchester, meskipun monna sudah memeringatinya untuk berhenti lebih awal?

__ADS_1


__ADS_2