European Sky King

European Sky King
KELEMAHAN AIDEN


__ADS_3

Monna menggelengkan kepalanya.. menatap kedua mata kekasihnya yang enggan beranjak dari ruang elite tacenda.. dimana pria paruh baya itu telah mengeluarkan banyak darah dari dahinya.. sebentar lagi marcus akan mengalami pingsan akibat pendarahan yang di deritanya saat ini.. aiden di depan nya bukan lagi, aiden yang monna kenal dahulu? Di balik sikap dingin nya terdapat kebengisan brutal yang bisa mengancam kesejahteraan hidup orang lain.


Monna menutup matanya.. "Kamu rela mengorbankan nyawa seseorang karena kesalahan sepele yang diperbuat megan?" Marcus mendengar gadis yang bersama aiden sedari tadi menemaninya di atas sofa.. menyebut nama putrinya.. ada hubungan apa di antara gadis ini dengan putrinya? Gak sanggup berpikir jernih, marcus berlari menghadap monna dengan dahi bersimbah darah.


"Nona, aku gak tahu hubungan mu apa dengan putriku tetapi aku mohon.. tolong bantu aku! Ini kesalahanku karena telah salah mendidiknya jadi anak yang manja.. nona, biarkan aku yang menggantikan posisi putriku disana.. matipun aku rela.. " Aiden memijat kepalanya yang pusing mendengar omong kosong marcus.. bisa-bisanya mencari peluang dari monna.. morgan menarik marcus colchester menjauh dari monna.. hendak memberikan jarak pada keduanya namun.. monna justru menahan morgan.. memperingatinya supaya melepaskan lelaki tua itu yang bersimpuh di bawah kakinya.. morgan menatap bos besarnya.. aiden manggut-manggut.. memperintahkan morgan agar dapat menuruti perkataan kekasihnya disana.


"Seka darahmu dahulu paman.. " Monna menyodorkan sapu tangan aiden pada marcus.. pria paruh baya itu menurutinya dengan penuh semangat.. berharap marcus mendapatkan simpati dari gadis kesayangan nya aiden ini.. dari gelagat yang terlihat.. dunia pun dapat tahu bilamana aiden mengutamakan segala ucapan yang terlontar dari mulut gadis di sebelahnya ini.. membawa malapetaka baginya.. banyak musuh yang akan mengetahui kelemahan aiden berada pada gadis bangsawan yang sekarang tengah menemaninya disini.. akankah aiden sadar? Jika, marcus telah mengendus kelemahan nya.. yang menjadikan monna sebagai target empuk, demi mengancam aiden.


Dialah orang pertama.. dari keluarga colchester.


"A-aku mohon bantuan mu, nona.. " Monna menarik tangan paman yang masih setia bersimpuh di bawah kakinya.. memintanya supaya lekas berdiri.. marcus mengikuti perintah sesuai instruksi dari monna.


"Aku akan menjamin megan aman bersamaku disini, paman gak perlu khawatir lagi.. " Aiden mengerenyitkan dahinya.. adegan bengis berubah dalam sekejap mata jadi mellow drama begini.. semua karena kekasihnya.. aiden hanya menutup kupingnya rapat-rapat.. apapun yang di inginkan kekasihnya.. aiden gak bisa membantahnya.. aiden sungguh muak menatap wajah munafik marcus colchester yang berusaha menjilat kekasihnya ini.


"Syukurlah.. kamu baik sekali, nona.. aku dapat mempercayakan megan padamu.. terimakasih, nona!" Marcus membungkukkan tubuhnya di hadapan monna.. sungguh mulia hati monna.. aiden masih gak habis pikir.. monna bisa merebut kesempatan emas ini darinya.

__ADS_1


"Pulanglah lalu rawat lukamu.. "


"Tidak bisa!" Aiden bangkit dari atas sofa.. melemparkan tatapan sengit pada marcus yang hendak memutar balikan tubuhnya.. kakinya berhenti melangkah di tempat.. sebelum berhasil meninggalkan ruangan elite tacenda.


"Aiden.. " Monna menyusulnya bangkit dari atas sofa.. kini, aiden tengah berhadapan langsung dengan kekasihnya.. kedua mata monna tampak lebih sadis daripada dirinya.. nyalinya menciut dalam sekejap mendapati tatapan tak senang dari monna.


"Biarkan dia pergi atau aku yang angkat kaki dari sini?"


"Wahh.. " Aiden berdecih.. berkacak pinggang di depan monna.. masih gak menyangka dapat menyelesaikan masalah sesingkat itu.. hama yang harus di basminya.. monna malah memaksanya melepaskan marcus dari cengkraman nya.


Monna maju.. lebih dekat menghampiri kekasihnya yang berani membantah perkataan nya.. aiden sungguh menginginkan monna angkat kaki dari sini.. maka, monna akan membuat semuanya jadi nyata.


"Jangan memaksaku, monna. Gak ada gunanya.. " Aiden berjalan mundur seiring laju langkah kaki kekasihnya yang terus menghimpitnya ke tembok di belakangnya.


Aiden terus memasang seringai yang belum hilang dari raut wajah nya.. sama sekali gak bereaksi kah pada ancaman monna.. kalau begitu.. aiden memaksa monna untuk angkat kaki dari sini.

__ADS_1


"Maka, aku akan pergi.. " Monna memutar balik tubuhnya.. hendak melangkah pergi dari ruangan elite tacenda.. di gemerlap lampu remang-remang yang menghiasinya ini.. aiden mencekal pergelangan tangan monna.. menarik tubuhnya ke dalam pelukannya.. secara paksa aiden mengangkat tubuh yang gak sebanding dengan tenaganya ini.. monna gak bisa melawan nya.


"Aiden.. lepaskan aku!" Monna memukul dada bidang kekasihnya.. aiden sama sekali tak bergeming atau meringis kesakitan akibat tindakan kekasihnya.. monna masih gak menyangka.. selama ini aiden cuma berpura-pura lemah di hadapan nya.. demi mendapatkan perhatian lebih darinya.


"Morgan, kurung marcus." Aiden sukses menangkap hama yang akan terus hinggap di atas sayapnya.. menggerogoti nya sedikit demi sedikit dari bagian tubuhnya.. siasat licik marcus masih bisa terbaca jelas dari matanya.. ahli siasat manapun gak ada yang dapat menaklukkan nya.


"Baik bos!" Morgan menjatuhkan marcus di atas meja.


"Aiden, le-lepaskan putriku dahulu.. " Marcus terus berteriak-teriak membuat keributan di koridor tacenda.. aiden akan membungkam nya sesudah menyelesaikan masalah nya bersama kekasihnya yang nakal ini.. berani-beraninya monna melawan aiden.


RUANG ISTIRAHAT


Aiden melemparkan monna ke atas tempat tidur.. monna beringsuk buru-buru bangun dari atas ranjang.. menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut yang ada di dekatnya.. kali ini cara apalagi yang akan di gunakan aiden untuk mengatasi kekasihnya.


"Kenapa harus selalu tempat tidur sih?" Monna melemparkan selimutnya ke sembarang arah.. aiden terkekeh mendapati aksi menggemaskan kekasihnya.. baru kali ini tampak monna yang teramat gak berdaya.. biasanya monna selalu ambil inisiatif untuk mengerahkan perlawanan balik padanya.. hanya sebatas ini?

__ADS_1


Aiden merangkak naik ke atas tempat tidur.. monna terus berusaha menjauh dari kekasihnya yang memasang tampang ambigu itu.. "Kamu, maunya dimana? Kamar mandi?"


Monna melemparkan bantal yang mendarat di wajah tampan kekasihnya itu.. aiden sungguh menjengkelkan di matanya sekarang.. apa otaknya gak bisa di ajak kerja sama sedikitpun.


__ADS_2