European Sky King

European Sky King
ORANG LUAR YANG LIAR


__ADS_3

"Sudahlah, dengarkan saja aku monna.. " Aiden melepaskan alas kakinya.. naik sepenuhnya ke atas tempat tidur.. duduk dengan tenang di hadapan kekasihnya yang terus waspada padanya.


"Aku cuma gak mau menunjukan kelemahan ku pada musuhku.. mereka dapat mengendalikanku kapanpun begitu tahu, kalau kamu lah kelemahanku.. " Monna mendengarkan lelakinya dengan seksama.. ada alasan di balik tindakan nya barusan.. tetapi tetap saja monna gak bisa menerima sikap keterlaluan aiden padanya.. mustinya bisa menurunkan monna dari gendongan nya perlahan.. tetapi kenapa aiden memutuskan untuk melemparkan nya ke atas ranjang.. terlebih lagi.. sebelum masuk ada daylon yang telah menyaksikan tingkah laku kekasihnya yang sembrono ini.


Aiden memajukan wajah nya.. mendekati raut wajah monna yang terlihat kesal pada perbuatan nya barusan.. aiden sudah menebaknya.


"Maafkan aku.. " Aiden meraih jemari monna yang terus menutupi wajah nya menggunakan selimut yang membalutnya.. monna perlahan menurunkan tangan nya.. aiden mencium punggung tangan monna membuat kekasihnya jadi salah tingkah disana.


"Aku cuma mau kamu tetap aman, monna.. siapapun orangnya, kamu harus tetap waspada disini! Begitu mereka tahu kamu jadi kelemahanku, gak ada seorang pun yang akan membiarkanmu tetap berada di sisiku! Mereka akan merebut segalanya dariku, demi mendapatkan ini semua. Kamulah yang akan dijadikan bahan pertimbangan itu sendiri sebagai taruhan nya.. " Monna akhirnya tahu.. aiden melakukan itu semua karena dirinya.. monna terlalu keras padanya tetapi tak berusaha untuk mencoba mengerti situasi apa yang tengah memaksanya.. monna salah kali ini.. terlalu gegabah itu gak baik untuk orang yang memiliki latar belakang seperti aiden.. semua harus di pikirkan matang-matang.


"Gak usah merasa bersalah.. " Monna tersadar dari lamunan nya.. aiden memasang senyum jahil padanya.. monna kecurian sudah mengangumi lelaki tengik di depan nya ini.. monna berdecih.. aiden masih bisa menyombongkan diri begini.


"Peluk aku!" Aiden berlagak seperti bayi.. merentangkan tangan nya meminta monna supaya memeluknya.. jangan harap.. monna gak mau lagi memenuhi kemauan kekasihnya ini.. sedari tadi berlagak seolah pahlawan sekarang justru bertingkah manja.. monna bersedekap dada.. memalingkan wajah nya ke arah lain.. aiden tahu monna menolaknya.. terpaksa, aiden lah yang melemparkan diri ke dalam pelukan monna.

__ADS_1


"Monna, kamu tahu? Aku bisa mati kapan saja disini.. tiap detiknya selalu berharga buatku termaksud masa-masa indah saat bersamamu.. aku gak mau lewatkan barang sedetik pun.. "


"Aku juga gak akan melepaskan orang yang berisiko dapat menyakitimu atau bahkan membuatmu menderita.. " Monna menatap wajah kekasihnya yang tengah bersandar di dadanya.


"Andai.. ayah angkatmu yang membuatku menderita, apa kamu akan terus melindungiku seperti sekarang?" Aiden membeku di dalam pelukan kekasihnya.. masih gak percaya monna akan mengungkit perihal ayah angkatnya sekarang.. aiden tahu keresahan yang menerpa kekasihnya ini.. jawaban apa yang di harapkan monna? Semalam mendadak melontarkan kalimat pisah sesudah mendengar aiden memihak ayah angkatnya.. sekarang apa monna akan memaksa aiden untuk membangkang pada ayah angkatnya.. walaupun gak ada hubungan darah.. semua yang telah di korbankan ayah angkatnya sejauh ini.. aiden masih merasa gak cukup membalas budi ayah angkatnya.. sampai sisa nafas terakhirnya.. suatu hari nanti.. aiden berjanji.. untuk terus berada di sisinya.


"Aku.. akan!" Terdengar tidak tulus bagi monna.. tetapi dengan janji yang terucap dari bibirnya.. monna berusaha mempercayai kekasihnya ini.. monna tahu, aiden belum sepenuhnya membuka hatinya untuk monna.. hanya ada hasrat untuk terus memiliki monna agar menetap di sisinya.. selepas kehilangan monna, apa aiden bakal merubah jalur pemikiran nya?


Aiden terus memeluk erat tubuh monna.. ada perasaan yang mengganjal di dalam hatinya.. ada apa dengan aiden? Sebetulnya, aiden masih bimbang.. antara monna atau ayah angkatnya.. aiden tahu, ini perasaan cinta pada kekasihnya.. namun, mengapa? Monna terasa tidak bahagia sama sekali mendengar jawaban nya barusan.


"Monna, aku cuma mau kasih tahu kamu ini.. apa menurutmu megan tetap mau melangkah pergi dari tacenda sesudah mengetahui ayahnya terkurung disini demi menggantikan nya.. " Monna terpikir satu hal.. aiden sengaja menjadikan Marcus Colchester sebagai tawanan karena aiden tahu megan juga gak bakal angkat kaki selepas mengetahui keberadaan ayahnya yang terjebak disini demi menyelamatkan putrinya.. monna gak bisa meremehkan aiden.. siasatnya yang gak bisa di tebak.. jauh di luar jangkauan nya.. semuanya telah terperangkap.. masuk ke dalam permainan aiden.


"Jangan sakiti megan.. "

__ADS_1


"Aku, jadi terpikir sesuatu.. sejak kapan kalian jadi sedekat ini? Pasti ada penyebabnya yang gak aku ketahui!" Aiden menelisik pancaran mata kekasihnya.. monna mengalihkan pandangan matanya ke arah lain.. berusaha menutupinya dari aiden.. yang terus menggali informasi dari gelagat kekasihnya.


"Aku cuma kasihan padanya.. lagipula megan perempuan, gak pantas terlalu menyakitinya." Aiden menaikkan sebelah alisnya.. aneh pada bicara nya monna.


"Jadi, kalau aku kasar padamu itu tak masalah atau aku kasar pada gadis-gadis lain yang ada disini.. kamu gak keberatan?" Aiden melemparkan pertanyaan yang terdengar mendesak monna.. menuntut jawaban darinya.


"Itu kan bawahan mu jadi kamu masih wajar untuk mengatur mereka.. gak ada kaitannya sama megan, megan cuma orang luar yang gak sengaja berbuat kesalahan.. dia juga gak tahu udah menyinggung mu."


"Gak tahu? Monna, semua orang tahu konsekuensi dari mengusik ku.. lagipula kamu sadar kan? Kalau mereka cuma orang luar jadi kamu gak perlu repot-repot memohon padaku demi 'orang luar yang liar' itu." Monna terus menarik nafasnya dalam-dalam.. strategi kekasihnya ini selalu gak mudah di kalahkan.. aiden selalu salah memahami maksud dari ucapan nya.. bukan, ini lebih terdengar di sengaja.


"Kalau kamu menganggap aku sebagai kekasihmu dari aiden penguasa eropa yang terhormat ini.. apa kamu tega membuat kekasihmu untuk terus memohon padamu?"


"Maka berhentilah untuk terus memohon padaku.. kamu gak layak untuk itu cantik.. terlebih lagi itu murni kesalahan yang telah diperbuat mereka.. semua kesalahan harus mendapatkan tindak keadilan yang sesuai." Aiden mengayunkan jari telunjuknya menyentuh dagu manis kekasihnya.. monna membeku mendapati sentuhan jemarinya yang mendarat di atas dagunya.. raut wajahnya yang datar terpampang jelas atas ketidaksukaan nya.

__ADS_1


"Tapi balasanmu gak sebanding.. aku ini bukan tipe orang yang pendendam, jadi masalah kecil gak perlu diungkit lagi.. "


"Baiklah.. jadi, kita berhenti sekarang!" Aiden tersenyum.. merangkak turun dari atas tempat tidur.. menghindari serangan pertanyaan yang akan terus berlanjut.. bila aiden terus menghadapi kekasihnya yang cerewet.. di iringi pertikaian yang bisa saja terjadi sesudah perdebatan singkat ini.


__ADS_2