European Sky King

European Sky King
RUMAH RAHASIA


__ADS_3

Monna berganti pakaian.. aiden menantinya di pekarangan villa.. mobil pribadi yang biasa di gunakan nya terparkir disana.


Kekasihnya datang dari ambang pintu utama villa.. aiden hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikan penampilan kekasihnya yang tak ada tandingan nya.. berulang kali di pikirkan tetap saja.. monna hanya gadis lugu dengan penampilan yang berbanding terbalik.


Aiden membuka pintu mobilnya mempersilahkan tuan putri nya masuk terlebih dahulu.. aiden menyusulnya selepas menutup pintu mobil.


Brakk


"Sebenarnya aku masih penasaran.. kita itu mau pergi kemana?" Monna menoleh mendapati pria nya yang masih sibuk membanting setir mobilnya keluar dari pekarangan villa.


"Nanti kamu akan tahu!" Senyum sumringah terpampang di wajah tampan kekasih nya monna ini.. ia berusaha sehening mungkin menanggapi sikap so misterius pria di sebelah nya.


Jalanan malam cukup sepi.. ini arah ke pusat kota.. aiden berencana membawa nya kemana.. pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di dalam otak nya.. biarlah.. monna percayakan itu pada lelaki nya.


Pemandangan kota yang indah.. banyak bintang bertabur di langit malam ini.. monna merasa masa-masa sulitnya dapat terselesaikan dengan adanya bantuan aiden di sisinya.. semua hal rumit jadi mudah.. seulas senyum tergambar.


35 Menit Kemudian..


Aiden memasuki gerbang.. aula rumahnya yang megah.. monna sedikit tercengang mendapati mansion mewah di tengah pusat kota yang tersembunyi.


"Ini.. " Monna masih agak sulit mencerna keadaan yang tengah di hadapi nya.. aiden memarkirkan mobilnya sembarangan.

__ADS_1


"Ini rumahku!"


"Apa termaksud salah satu properti keluarga lingga?" Aiden tersenyum menanggapi nya.. ia keluar dari dalam mobil pribadi nya.. membantu membuka kan pintu untuk monna.


Aiden mengulurkan tangan nya meyakinkan monna tanpa ragu supaya dapat masuk lebih jauh ke dalam rumah pribadi aiden yang tersembunyi di pusat kota ini.. monna menengadah menatap kedua manik mata pria nya yang masih setia menanti nya.. monna mengulurkan tangan nya pada aiden.. menyerahkan dirinya pada sosok pria di depan nya ini.. mereka berdua masuk ke dalam rumah pribadi aiden bersamaan.


Aiden hanya berharap ayah angkat nya tidak sedang berada disini.. masalah nya akan jadi lebih rumit bila monna harus mengetahui fakta sesungguhnya perihal konflik keluarga lingga.. ia masih belum mempersiapkan diri untuk itu.


"Tuan.. anda kembali!" Bibi berly datang menghampiri tuan muda nya yang baru saja kembali ke kediaman.


Aiden menggiring monna ke arah ruang tamu.. membiarkan kekasihnya untuk menunggu sebentar disana.. sementara aiden akan menanyakan ayah angkatnya bersama bibi berly.


"Kamu duduk dulu disini.. bibi berly minta pelayan buatkan secangkir susu untuk monna.. kamu ikut aku ke ruang tengah sebentar!" Aiden melepaskan tangan nya menyentuh pucuk kepala gadisnya yang masih duduk dengan tenang di sofa ruang tamu.. monna menangkap pergerakan tangan aiden yang terus mengacak rambutnya.


"Disini bukan kandang singa! Tenang saja.. kamu akan baik-baik saja disini, orang-orang itu sudah lama bekerja untukku! Kamu butuh apa.. minta mereka bantu kamu saja, oke?" Aiden menaikan sebelah alisnya menanti jawaban kekasihnya yang tampak ling-lung memahami situasi sekarang ini.. aiden berjongkok di depan monna yang masih cemas terhadap lingkungan sekitarnya.. ia dapat merasakan cengkraman tangan monna pada telapak tangan nya.. seolah tak mau aiden meninggalkan nya sendiri di ruang tamu.


"Sayang, jangan hiraukan mereka! Kamu aman disini.. hmm.. " Aiden menatap lekat raut wajah kekasihnya yang tampak risau di atas sofa.. ia memutuskan untuk tetap menemani kekasihnya di ruang tamu.. matanya menoleh menatap bibi berly memberikan isyarat supaya meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.


Sejauh perkiraan nya mustinya ayah angkat nya tak berada disini sekarang.. menurut analisis penyelidikan tingkah laku ayah angkatnya yang di gali aiden selama mengikutinya.. jika hal ini terjadi disini.. harusnya domainic sudah datang tanpa di undang ke ruang tamu.. memergoki putra semata wayangnya yang memadu kasih bersama sesosok wanita asing yang di bawa nya ke kediaman yang harusnya tak di ketahui manusia manapun.


Aiden bangkit dari tempat nya berjongkok.. monna menarik tangan nya semakin kuat.. seperti tak akan melepaskan pegangan tangan nya pada pria ini.. aiden tersenyum merasakan tangan nya yang terasa nyeri akibat kuku monna yang hampir menancap menebus daging nya.

__ADS_1


Ia melepaskan cengkraman tangan monna perlahan sesudah duduk di sofa sebelah nya.. monna melemparkan tatapan tajam pada pria di samping nya yang berusaha melepaskan pegangan tangan nya.


"Aduh.. " Aiden mengaduh kesakitan akibat cengkraman tangan monna yang semakin kuat.. kukunya menembus ke dalam daging nya selain meninggalkan jejak kukunya juga membuat luka gores di tangan nya sampai mengeluarkan darah.. monna sadar pada suatu hal.. kukunya menancap tangan kekasihnya.. monna segera menarik tangan nya yang berusaha mencengkram keras telapak tangan prianya.


Aiden tersenyum mendapati raut wajah panik kekasihnya.. monna selalu begini begitu mengalami kondisi kritis yang tak bisa di tangani nya.. kekhawatiran berlebih nya terkadang membuat monna sulit mengontrol dirinya sendiri.. menyakiti aiden.. ini pengalaman pertama nya di lukai oleh kekasihnya sendiri walaupun tanpa di sengaja.. aiden senang.. itu berarti monna amat membutuhkan nya.. sampai tak mau melepaskan nya.


"Maafkan aku.. " Monna menarik pergelangan tangan aiden.. agar dapat menghentikan pendarahan nya monna menutupi luka aiden dengan telapak tangan nya.


"Tuan.. " Pelayan nya datang mendekat.. menghampiri aiden di sofa ruang tamu.. aiden mengabaikan nya.. ia masih dalam suasana hati yang senang.. kekasihnya khawatir padanya.. perhatian kecilnya teramat membuatnya terpana.


"Tolong, bantu aku ambilkan kotak obat!" Monna meminta pelayan rumahnya membawa kotak obat untuknya.. beberapa detik berlalu.. bibi berly yang berlari terbirit-birit membawa kotak obat kepada monna.


Monna membuka kotak obatnya sembari terus menahan telapak tangan aiden yang terluka.. si korban hanya larut dalam kecemasan kekasihnya.. menjadi candu baginya.. bibirnya tak bisa berhenti tersenyum.


Monna mengeluarkan antiseptik.. menuangkan nya ke atas kapas.. menyeterilkan luka di tangan aiden.. kemudian dia meneteskan obat merah dan membalut luka di telapak tangan kekasihnya menggunakan kain kasa.


"Terimakasih bibi!" Monna menyerahkan kotak obatnya pada bibi berly.. monna sukses menanggulangi luka yang di sebabkan olehnya pada pria nya.. monna menangkap reaksi aneh aiden.. matanya terus terpaku pada sosok gadis di depan nya.. monna menengok ke belakang nya namun tak di dapati barang seorangpun disana.. lantas apa yang di pandang kekasihnya ini.


Monna menarik tangan pria nya yang terbalut kain kasa.. merapihkan nya dengan telaten.. mengabaikan pria yang masih membisu itu di tempat nya.. sebelah tangan nya mengambang di udara.. aiden menyingkap rambut monna ke belakang telinga nya.. monna berhenti melakukan aktivitas di telapak tangan pria nya yang mulai usil.. apa maksud nya?


"Kamu ini kenapa sih?" Monna mengerutkan dahinya.. menatap tingkah aneh kekasihnya.. sama sekali tak terdengar rintihan kesakitan seperti beberapa menit lalu.. apa yang di rasakan nya.

__ADS_1


"Gak apa!" Raut wajah kebingungan nya pun tetap terlihat cantik di mata aiden.. tuhan menciptakan monna dengan betuk sesempurna ini hanya untuknya.. aiden tak akan menyia-nyiakan monna.. kelembutan serta kehangatan nya.. aiden merasa bahwasanya tuhan sengaja mempertemukan mereka berdua.. dengan kemiripan watak yang sama persis.


__ADS_2