
"Aiden!"
"Apalagi kali ini?" Raut sumringah ayahnya di pagi hari menyambut kecurigaan putra sulung nya.
"Mari ikut aku ke sebuah perjamuan!"
"Aku gak yakin, kamu bilang perjamuan tapi pasti bukan sekedar perjamuan!" Mengetahui tampang licik ayah nya aiden menebak ini sesuatu yang menguntungkan baginya dan merugikan anak nya.
"Ini hanya sekedar menjamu kolega bisnisku biarpun kamu gak mau memegang perusahaan yolanda biarkan mereka tahu putra semata wayang ku!"
"Ini gak ada sangkut paut nya sama bisnis! Tolong, pak tua. Jangan ganggu aku lagi!"
"Ahh.. Sungguh menyakitkan rasanya ditolak mentah-mentah oleh putra sendiri!" Aiden mencebikan bibirnya ayah nya mulai mendramatisir perbuatan nya pada lingga buana.
"Kamu cocok jadi aktor pemeran FTV! Pergi sana!" Ayahnya menaikan sebelah alis menatap putranya yang sama sekali enggan menatap tempat nya berdiri.
"Kamu hanya perlu mengikuti keinginanku kali ini saja, lepas dari tugas ini. Aku akan benar-benar memberikan kebebasan padamu!"
"Apa aku seekor burung dalam sangkar?"
"Dapatkah kamu mengabulkan satu permintaanku ini!" Tuan besar berencana menyinggung nama mendiang istrinya lagi begitu aiden menolak permintaan nya kali ini. Itu akan jadi salah satu kunci kesuksesan muslihat yang telah dirancangnya.
"Mengalihkan perbincangan! Apa aku ini narapidana bagimu yang membutuhkan izin atas kebebasan ku sendiri?"
"Bukan begitu! Kamu selalu salah pemahaman tentang sudut pandang ku!"
"Aku yang salah?"
"Tidak! Aku yang salah!" Ayahnya menarik nafas panjang bila berdebat dengan putra nya sulit untuk menghindar sudah lagi.. tak ada jalan mundur tuan besar lingga hanya perlu lebih gigih dalam menghadapi tuan muda ini. Jangan sampai tersulut emosi!
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Kamu hanya perlu mengikuti pengaturan yang telah aku buat!"
"Kolega macam apa yang mencampuri urusan pribadi dengan bisnis!" Dalam hati ayahnya bersorak gembira sukses meluluhkan putra keras kepala nya.. ia hanya perlu mengurus persiapan berikutnya.
"Aku tak akan menganggu mu lagi!" Lingga buana pergi membiarkan putra sulungnya menikmati suasana santai ditaman belakang kediaman lingga.
RUANG KERJA KEDIAMAN TUAN BESAR
Tok tok
"Masuk!"
__ADS_1
"Ada yang bisa saya lakukan, tuan?" Sekretaris sekaligus orang kepercayaan lingga buana, darel.
"Cari beberapa referensi tempat makan mewah. Yang layak bagi keluarga Pietro!"
"Baik, tuan besar!" Darel segera melaksanakan tugas yang telah diperintahkan tuan besarnya.
Disisi lain ditaman belakang kediaman lingga, aiden berencana menyelidiki soal tipu daya yang telah diupayakan ayah kandungnya.
Dilayar ponselnya terpampang nama tangan kanan aiden, morgan.
...[Telepon Berdering]...
^^^"Hallo!"^^^
"Ya, bos!"
^^^"Cari tahu!Lingga buana bertemu siapa saja hari ini!"^^^
"Segera bos!"
...Lima menit kemudian.....
"Hari ini tuan besar bertemu salah satu orang terkuat di kota gurry, dia berasal dari keluarga Pietro bernama Tyson Pietro. Dia salah satu dari empat keluarga bangsawan dikota gurry ia memiliki satu putri tunggal bernama monna pietro!"
^^^"Ada apa diantara keduanya?"^^^
^^^"Hmm!"^^^
^^^Aiden tampak berpikir keras soal pertemuan antara ayahnya dan keluarga berpengaruh itu.^^^
"Mungkin. Dia berusaha menjodohkan anda dengan putrinya!"
^^^"Mau mati kamu ya?"^^^
"I-ini hanya dugaan saya saja bos!"
^^^"Tunggu, perintah dariku selanjutnya!"^^^
"Baik bos!"
...[Telepon Terputus]...
Aiden mengerenyit mendengar ucapan morgan. Dia tahu morgan asal bicara tetapi ini sukses membuat hatinya gusar, pikirannya runyam aiden merasa bimbang ulah apalagi yang akan dibuat ayahnya kali ini.
__ADS_1
SORE HARI
Aiden berpakaian rapih menggunakan setelan jas sesuai perintah ayahnya begitu juga tuan besar yang sudah tampak bersiap menyambut kehadiran putra sulungnya didalam mobil.
Brakk
"Berangkat!" Seru tuan besar memperintahkan sang supir membawa kedua ayah dan anak itu menuju sebuah restoran ternama di kota gurry ia mendapatkan referensi yang bagus dari darel itu cukup menakjubkan dimata lingga buana selera darel tak main-main rupanya, wajar setelah mengabdi cukup lama dikediaman lingga itu mengasah daya tariknya pada segala sesuatunya.
RESTORAN PASOLA PLACE
Aiden mengikuti langkah kaki pria paruh baya di depannya memandu aiden ke sebuah ruang makan VIP ini kali pertama aiden mendapati ayahnya memperlakukan seorang kolega dengan istimewah tetapi tak pernah memperlakukan putranya seperti ini. Aiden berdecak begitu mengingatnya.
"Aku pergi ke toilet!" Aiden melangkah meninggalkan ruangan VIP, ayahnya masih menanti kedatangan seorang kolega yang telah membuat rasa penasaran aiden menyeruak pula.
"Apa perduli ku? Aku bisa mendapatkan perlakuan istimewah ini biarpun bukan darinya!"
"Tapi apa aku terlihat sangat menyedihkan?" Aiden terus memaki diri sendiri sampai dia memasuki toilet..
"AKHHHH.. " Kupingnya berdengung mendengar jeritan suara seorang gadis dari dalam toilet. Aiden menutup kedua telinganya.
"STOPP!!!" Aiden mendengus sebal belum cukup dengan hari kacaunya karena laki-laki tua dari kediaman lingga sekarang ditambah lagi seorang gadis yang bisa membuat dirinya makin sekarat.
"MESUM! Ngapain ke toilet perempuan?" Si gadis melempari semua barang yang ada didalam tasnya ke arah aiden, begitu dia menyadari apa yang diucapkan gadis didepannya. Aiden mendelik menatap gambar TOILET PEREMPUAN.
Aiden segera berlari keluar sebelum lebih banyak orang yang mengetahui keberadaan nya didalam toilet perempuan itu akan melukai citra sejatinya. Aiden mengacak rambutnya frustasi.
"Sial!" Aiden masuk ke dalam toilet pria melihat raut wajahnya di depan kaca walau terlihat kacau, pesonanya sama sekali tak memudar. Aiden mencuci mukanya di wastafel.
Ia kembali ke ruang makan VIP disana sudah ada beberapa orang yang berkumpul mereka masih belum menghiraukan kehadiran aiden di tengah meja makan.
"Mari makan!" Aiden beserta seluruh orang yang berada disana mulai makan sembari sesekali berbincang tentang banyak hal termaksud perkenalan anak-anaknya.
"Ini putra sulung ku! Aiden!" Tuan lingga memperkenalkan aiden didepan koleganya itu masih tampak wajar bagi seorang aiden memperkenalkan putra sulungnya sebagai penerus keluarga lingga.
"Tampaknya perjalananku membuahkan hasil yang sempurna!" Sahut pria diseberang meja makan kedua laki-laki paruh baya itu saling melepas tawa bergantian.
"Baiklah! Ini putri tunggal keluarga pietro!" Monna berdiri menyapa keluarga lingga di depannya dengan hormat. Kedua bola mata aiden hampir menyembul keluar dari tempatnya mendapati gadis yang baru saja beberapa menit lalu berteriak padanya sebagai orang mesum.
"Uhukk uhukk!" Daging yang dimakan nya terasa akan keluar bulat-bulat melalui rongga hidungnya. Ayahnya menyodorkan segelas air putih padanya.
"Kerasukan apa kamu ini?" Ayahnya berbisik ditelinga aiden sembari menepuk-nepuk punggung putra sulungnya.
"M-m-maaf! Putrimu?" Aiden melontarkan pertanyaan yang membuat kedua belah pihak keluarga tercengang terhadap reaksi yang sangat tak diduga dari aiden.
__ADS_1
"Kamu, cowo mesum!" Sahut monna menunjuk aiden yang berada diseberang mejanya. Aiden kelimpungan sekaligus terperanjat mendengar apa yang dilanturkan putri tunggal pietro didepan keluarga lingga dan keluarganya sendiri.
"Ahh.. Maaf! Ini ada kesalahpahaman. Nona muda pietro, bisa aku mengundangmu bicara secara pribadi?" Aiden mengulurkan tangannya di hadapan monna, nona pietro menerimanya dengan senang hati. Mereka pergi meninggalkan keluarga dari kedua belah pihak diruang VIP.