
Monna tertidur lelap di dalam pelukan aiden.. aiden menatap wajah sayu monna.. matanya yang terpejam.. membuat aiden di selimuti rasa bersalah.. tetapi juga ini demi kebaikan hubungan nya.. aiden tahu monna juga masih mencintainya.. terkadang ada tuntutan yang memaksa keduanya memilih antara berkorban untuk orang yang di cintai nya atau justru memutuskan mundur berhenti mencintainya.. aiden tersadar.. rasa yang telah tumbuh untuk monna.. semakin pekat.
"Maaf monna.. " Aiden justru memaksa monna membuat keputusan melalui jalan pintas.. perkara moralitas sebagai putri bangsawan nya.. tuntutan ayah angkatnya.. biar aiden yang menangani situasi ini.
Aiden merangkak turun dari atas tempat tidurnya masih memastikan sekali lagi.. tuan putri cantiknya tengah terlelap di atas tempat tidur.. kakinya melangkah keluar dari ruang istirahatnya.
RUANG KERJA
Daylon bangkit dari atas sofa.. terperanjat mendapati bos besarnya terkurung di tempat istirahat nya cukup lama.. gak perlu di jelaskan daylon juga tahu bahwasanya aiden telah melahap gadis yang di bawanya ke dalam sarangnya.. siapa yang tahu.. daylon mendekati bos besar tacenda yang masih mengatur kemeja atasan nya yang berantakan.
"Siapa wanita itu? Kenapa begitu datang menerobos masuk ke ruang kerjamu?" Celoteh daylon.. menuntut jawaban dari sahabatnya.
"Monna.. " Daylon terbungkam mengetahui gadis yang tengah tertidur di tempat istirahat bos besar tacenda itu.. rupanya kekasihnya.. yang telah mempengaruhi suasana hatinya yang buruk beberapa hari belakangan ini.
"Pantas aku merasa aura yang di pancarkan nya gak lebih dari gadis di sebelahnya barusan.. " Aiden duduk di atas kursi kebesarannya.. memeriksa dokumen nya satu-persatu dengan telaten.. mengingat satu hal yang belum di selesaikan nya.
__ADS_1
"Bagaimana dengan megan?" Daylon mengerenyitkan dahinya.. megan katanya.. ohh pasti gadis yang berada di sebelah nya monna barusan.. daylon menangkap maksud rekan sejawatnya ini.
"Ahh.. morgan mengurungnya ke penjara bawah tanah." Aiden menopang dagunya.. memikirkan apa yang telah di dengarnya barusan.. monna mau pergi bersama megan? Apa yang telah membuat hati monna jadi terketuk.. masih berniat menolong megan keluar dari ulah yang telah di perbuatnya.
"Kerjakan ini sebentar!" Aiden bangkit dari atas kursi kekuasaan nya.. meninggalkan setumpuk lembaran kertas bersama sahabatnya.. daylon masih mengasihani nasibnya di sela kesibukan bos besar tacenda yang akan menuntaskan masalah lainnya.. semua datang secara bersamaan.
"Daylon, sungguh malang nasibmu.. " Daylon bergeleng-geleng kepala mendapati bos besarnya telah hilang dari ambang pintu keluar.. tersisa dirinya bersama kursi yang tengah berteriak menariknya untuk segera mendaratkan bokongnya diatas sana.
LORONG BAWAH TANAH
"Mana megan?" Morgan memandu jalan untuk bos besarnya.. membawa aiden ke salah satu penjara bawah tanah.. megan di jebloskan ke tempat khusus dengan teralis besi membentuk lingkaran layaknya sangkar burung.. lehernya mengenakan kalung rantai yang mengikatnya ke ujung atap penjara yang mengurungnya.
Aiden berjongkok di depan megan yang terlihat amat tersiksa di dalam sana.. bukannya aiden sudah peringatkan buat gak main-main dengan nya.. kenapa memaksa harus berhadapan dengan nya disini.. jatuh ke dalam neraka ciptaan nya.
"Aiden, biarkan aku.. " Tatapan matanya yang sendu.. aiden tertawa.. megan dapat merasakan aura iblis tacenda sesungguhnya sekarang.. padahal di depan ayahnya.. aiden bersikap sangat manis.. seolah-olah dapat meluluhkan hati siapa saja.. ini pertama kalinya megan menyadari.. pria yang tengah berhadapan dengan nya bukan manusia melainkan iblis.. megan lihat di ujung koridor masuk penjara.. banyak gadis yang hampir mati kering.. semuanya gak diperlakukan seperti manusia oleh nya.. aiden menyetarakan gadis-gadis pembangkang itu dengan hewan.. megan bertanya-tanya pada aiden yang agung.. apa nasibnya masih berlangsung perlahan seperti mereka yang terkurung bertahun-tahun lamanya disini.. di biarkan mati perlahan-lahan di dalam sel tahanan.
__ADS_1
Di dalam hati terus mengutarakan do'a.. semoga monna berhasil membantu megan keluar dari sini.. cukup bebas dari kurungan iblis besar ini saja.. megan berani bersujud di bawah kaki monna.. megan betul-betul diliputi rasa bersalah yang mendalam.. merasa dosa yang telah di perbuatnya gak setara dengan hukuman yang diberikan aiden.. ini gak setimpal.
"Aku dengar, kekasihku mau membantumu keluar dari sini.. " Aiden duduk di luar teralis besi yang membatasi pergerakan megan dari dalam.. aiden bicara pun enggan menatap matanya.. sedikit saja megan bergerak.. maka rantai yang mengikatnya di leher akan mencekiknya.. megan gak bisa berbuat apa-apa sekarang.
"Imbalan apa yang kamu berikan pada monna.. hingga kekasihku rela menjemputmu yang malang ini disini.. " Pancaran matanya menyorot tajam.. serasa dapat mematahkan tulang-tulang dari dalam tubuhnya.. megan gak bisa bertahan lebih lama lagi di satu ruangan bersama iblis penguasa tacenda ini.
"Aku masih tunggu.. monna akan memohon bagaimana padaku.. demi membebaskan mu keluar dari balik teralis besi yang kusiapkan khusus untukmu ini.. "
"Ohh.. atau kamu mau bergabung dengan mereka.. " Aiden membuka pintu yang mengurung megan dari dalam.. gak tahan pada wajah kurang ajar gadis konglomerat di dalam itu.. aiden mendekati megan yang terlihat tidak berdaya akibat ikatan kalung rantai yang mencekik nya disana.. aiden berjongkok di depan nya.. menangkap wajah cantik megan.. jemarinya mencengkram erat wajah megan.. megan meringis kesakitan.. rahang nya serasa dapat terlepas kapan saja.
"Gak usah memasang wajah memelas begitu.. gak ada yang mengasihani mu disini.. " Aiden menepis wajah megan dengan kasar.. morgan membantu bos besarnya.. memberikan sapu tangan bersih.. aiden mengelap tangan kotornya.. yang menyentuh wajah hina gadis di depan nya ini.. kemudian melemparkan sapu tangan kotornya ke hadapan wajah megan.
Ada rasa ingin menangis.. tetapi tertahan karena rasa sakit yang mencekik leher jenjang megan.. megan gak sanggup mengeluarkan sepatah suara pun.. rongga lehernya betul-betul tercekik.
Aiden membungkukan tubuh nya di depan tampang tersiksa megan.. membawa rasa puas tersendiri baginya.. "Aku kembali lagi nanti.. "
__ADS_1
Aiden keluar dari dalam penjara yang mengurung gadis konglomerat bertampang dungu itu di dalam.. aiden masih perlu tindakan monna yang akan menolong nya keluar dari sana.. belum lagi berurusan dengan keluarga besar megan.. masih menunggu moment haru pertemuan anggota keluarganya yang rela mengorbankan apa.. demi menyelamatkan putrinya yang terjebak di dalam cengkraman iblis penguasa tacenda ini.