European Sky King

European Sky King
MEGAN SI BIANG ONAR


__ADS_3

TACENDA MAXIMILIANO


Tok tok


"Masuk!" Aiden menaikan sebelah alisnya.. bertanya-tanya pada maksud dan tujuan kedatangan morgan ke ruang kerjanya.


"Bos, sistem keamanan kita di bobol oleh alamat IP gak di kenal!" Aiden terlonjak kaget.. dalam waktu bersamaan bangkit dari atas kursinya.. begitu juga daylon yang tengah menikmati secangkir teh hangat nya disana.


"Kok bisa?" Daylon menyahuti keadaan mendadak ini.. keamanan tacenda sebelumnya selalu aman terkendali.. siapa yang berani meretas sistem keamanan nya.


"Kita belum menemukan alasan utamanya, tapi ini cuma alamat IP rumahan.. sepertinya dia gak tahu kekuatan sistem keamanan di tacenda.. tim peretas masih melacak lokasi keberadaan alamat IP anonim ini!"


"Sudah berapa lama?" Ucap daylon memastikan nya sekali lagi.. kalau perkara ini belum berlanjut ke tahap yang lebih berat.. penjaga sistem keamanan akan di ganti dengan yang baru.. daylon akan berunding dengan bos besar tacenda disana.


"Baru kemarin!" Sahut morgan menjawab pertanyaan para atasan nya.


"Baru, katamu?" Aiden tak bisa mengontrol amarah nya lagi.. mendengar anak buahnya terlalu meremehkan tugasnya.


"Maaf bos!" Morgan menurunkan pandangan nya didepan bos besar tacenda yang terlihat dapat mengunyah habis dirinya bila suasana hatinya kurang baik.. aiden melangkahkan kakinya keluar ruang kerjanya.. melewati morgan begitu saja.. aura dinginnya serasa dapat membekukan semua orang yang berada di dekatnya.. daylon melangkah mendekati morgan.. sesudah memastikan bos besarnya menghilang dari ambang pintu keluar.


"Tsk.. terlalu banyak beban yang di pikulnya, menghadapi masalah genting juga harus dengan kepala dingin!" Sahut daylon merangkul bahu kekar morgan.. daylon menilai morgan patut di hargai atas kerja kerasnya.. hanya saja aiden terlalu terbawa suasana.. mengundang tempramen buruknya bergejolak.. daylon berniat menenangkan morgan.. mempercayainya bahwasanya aiden sedang mengalami masa yang sulit.


Morgan mengangkat kepalanya.. melirik pria di sebelahnya.. morgan tahu daylon memaksakan senyum nya.. demi membantunya merendam keadaan yang melanda relasi antar rekan kerja ini.


Daylon memutuskan menyusul bos besarnya yang sudah keluar mendahuluinya.. morgan tahu sikapnya akan tampak seperti anak kecil.. mustinya morgan bertindak profesional dalam menjalani tugasnya.. gak ada waktu buat tersinggung.. mengingat kembali.. kepuasan bos besar nya adalah prioritas utamanya.


Semua orang tahu kalau salah harus menerima konsekuensinya.. baik dalam bentuk di marahi atau di maki.. morgan menyusul daylon dari belakang.. gak bisa berlarut dalam kesunyian sendiri didalam ruang kerja bos besarnya.. apa yang telah di lakukan nya?


RUANG KEAMANAN


Klik


"Ada apa?" Para peretas yang mengendalikan sistem jaringan masih menyelesaikan penyelidikan nya di ruang kendali keamanan.. menyadari suara familier dari bos besarnya.. mereka bangkit dari atas kursi kerjanya menghadap ke bos besarnya.. sisanya masih menanggulangi sistem jaringan.

__ADS_1


"Bos, kami menemukan alamat IP yang membobol paksa sistem keamanan kita!"


"Siapa pelaku nya?"


"Namanya Mickey Milo!"


"Morgan, pergi selidiki!"


"Baik bos!"


Aiden bersedekap dada.. menatap layar monitor keamanan.. menyorot bocah yang tengah memantau gerak-gerik bos besar tacenda dari ruang kamar tidurnya.. bocah ini gak tahu apa-apa mengenai tingkat keamanan tacenda.. sama sekali gak waspada.. aiden masih menduga-duga.. dia bekerja untuk siapa?


KOTA GURRY


Dengan ke angkuhan nya.. sekarang megan tengah berduduk ria di ruang tamu fortune house.. monna melirik gadis angkuh yang sedang asik bersandar di atas sofanya.. menguasai tempat favoritnya.. semenjak menginjakan kakinya di fortune house..


"Sebenarnya apa yang telah aiden lakukan pada gadis dungu ini?" Monna mengaduk teh yang di sajikan nya.. untuk gadis angkuh yang masih enggan beranjak dari fortune house.. berniat memasukan garam melainkan gula ke dalam tehnya.. tetapi hati nuraninya masih bekerja.


Monna menyodorkan segelas teh ke atas mejanya.. megan menyeruputnya.. masih bisa menikmati acara minum teh di fortune house.


Monna masih menonton aksi yang di lancarkan gadis angkuh ini.. monna bersedekap dada mendengar omong kosong yang terus megan coba lontarkan padanya.. berharap monna akan bersedih mendengar apa yang tengah di ungkapkan nya.. sayang sekali, monna gak sebodoh itu.. dia pikir megan siapa? Monna gak akan mudah terperdaya oleh gadis angkuh yang mendadak menerobos ke dalam kediaman pribadi aiden.. masih bisa melaporkan nya ke pihak berwenang atas pembobolan paksa ke dalam kediaman orang lain.


Megan melirik monna.. yang tak bergeming sama sekali.. gak ada pengaruhnya terhadap gadis bangsawan ini.. megan gemas pada sikap arogan monna.. megan meletakan cangkir tehnya secara kasar ke atas meja.


"Ya ampun, cangkirnya bisa pecah nanti. Hati-hati dong!" Monna mendaratkan bokongnya di atas sofa tunggal di sebelah megan.. mengusap-usap cangkir teh nya yang beradu pada meja kaca hingga mengeluarkan dentingan.. megan kehabisan kata-kata mendapati monna yang betul-betul mengabaikan ucapan nya.


"Hah.. kamu, gak percaya yah sama apa yang sudah kamu dengar barusan?" Megan mendengus.. dalam hatinya menjerit.. rasanya ingin sekali menjambak rambut gadis bangsawan di depan nya lalu menyeret monna keluar dari fortune house.. supaya megan dapat menguasai villa cinta sebelah tangan nya.


"Nona, kamu harus sadar posisimu udah gak dibutuhkan oleh kekasihku. Mengerti?" Megan mengetuk-ketuk meja kaca di depan nya.. monna menyalakan televisi.. tayangan siaran yang di saksikan nya membuat megan frustasi.


"Kartun?" Megan tercengang mendapati tayangan televisi yang sedang terpampang jelas di depan matanya.. monna memakan kacang dari dalam toples yang berada di atas meja.. mengabaikan tamu yang sama sekali gak di anggap.. suara bising yang di keluarkan dari acara televisi yang di tonton tuan rumahnya ini amat mengganggu pendengaran megan.. megan hendak mengecilkan volume televisinya.. tetapi monna merebut remot tv nya terlebih dahulu.


"Hei, kamu.. " Megan betul-betul kehabisan kata-kata menyaksikan tingkah gadis bangsawan ini.. sama sekali gak terlihat seperti gadis bangsawan.. tidak ada yang mencolok dari monna.. menurut megan.. aiden lebih pantas bersanding dengan nya daripada gadis yang berantakan di depan nya ini.

__ADS_1


Piyama yang di kenakan monna.. penampilan kusut monna.. sandal kelinci yang di kenakan nya.. bahkan monna tampak belum mandi.. ada apa dengan gadis bangsawan ini? Megan gak bisa bertahan lebih lama disatu ruangan bersama gadis ini.. mengingat langkahnya jauh-jauh dari portugal.. untuk mengusir monna keluar dari fortune house.. megan berusaha tetap tegar menghadapi gadis arogan di depannya.


Megan merebut remot tv nya dari tangan monna.. mematikan siaran televisi di depan nya.. monna ternganga pada tindakan semena-mena gadis ini.. matanya menyorot gadis itu yang tengah mengenggam remot tv di tangan nya.. megan tergagap.. berusaha menetralisir kecanggungan nya.


"Nona, jangan buang tenaga ku buat mengusirmu dari fortune house secara kasar yah!" Monna merangkak turun dari atas sofa yang di dudukinya.. beranjak ke dapur mengambil sekotak susu besar dari dalam lemari es.. menuangkan ke dalam gelas.. matanya masih mencari-cari bahan masakan.. ada apa saja yang bisa di makan nya hari ini.


Megan gak habis pikir.. masih sempat mencemaskan makanan beserta segelas susu.. sebentar ini kediaman pribadi aiden.. mengapa ada sekotak susu besar.. megan menerobos masuk ke dalam dapurnya.. mendorong monna supaya menyingkir dari depan lemari es.. matanya melebar mendapati kulkasnya terdapat banyak susu kotak.. ini hasil dari kelakuan monna.. megan sungguh-sungguh takjub pada ulah gadis bangsawan di depan nya.. sekarang gantian.. monna yang mendorong megan yang menghalangi pintu lemari es.. megan yang belum bersiap jatuh tersungkur di lantai dapur.. monna hanya menatapnya datar.. mengabaikan rengekan nya.


"Kamu kasar sekali sih.. sshhh.. " Megan bangkit dari lantai.. menatap kakinya yang tergores.. membuatnya meringis.. matanya berkaca-kaca menahan sakit.. di dalam hati monna menyumpahi gadis angkuh ini.. kemana saja barusan? Dia juga mendorongnya beberapa detik yang lalu, kasar? Hah!


Telepon nya berdering.. megan dan monna memeriksa ponselnya masing-masing.. rupanya ponsel monna yang mengeluarkan dering.. monna melemparkan tatapan sengit pada gadis angkuh itu.. sedangkan megan berdecih meremehkan monna dengan penampilan berantakan nya.. masih mau makan dan masak di dapur cinta sebelah tangan nya.. penampilan kotornya gak pantas disebut manusia.


...[Panggilan Masuk]...


Monna menggulir layarnya.


^^^"Hallo!"^^^


"Hmm.. "


^^^"Kamu baik-baik saja?" ^^^


^^^Monna menebak aiden sudah mengetahui jejak gadis dungu ini di fortune house.^^^


"Bagaimana menurutmu?"


^^^"Itu.. apa ada lalat yang mengusikmu?"^^^


"Hmm.. "


Monna melanjutkan perbincangan nya di telepon sembari menahan ponselnya menggunakan bahu.. tangan nya menjamah potongan daging ayam di dalam kulkas.. membawanya ke atas mangkuk.. meletakan nya di bawah kucuran air yang mengalir di atas bak cuci.


^^^"Aku minta morgan menjemputnya yah?"^^^

__ADS_1


"Terserah!"


__ADS_2