European Sky King

European Sky King
RUMAH SAKIT


__ADS_3

TAKANAWA HOSPITAL CENTER


Aiden datang menghampiri morgan yang tengah berbincang dengan salah satu dokter jaga.


"Bagaimana?"


"Bos! Kondisi nya cukup parah mereka harus menjalani operasi.. beberapa dari mereka mengalami patah tulang yang serius.. "


"Apapun caranya lakukan yang terbaik!"


"Baik bos!" Aiden di nilai cukup memiliki toleransi yang tinggi terhadap para pegawai nya yang setia.


Jika seminggu kemudian kondisi mereka mulai kondusif.. aiden harus terpaksa membawa anak buah nya lekas berangkat meninggalkan asia bersama bos besarnya.


Untung nya aiden masih ada urusan yang harus di selesaikan seminggu kemudian di jepang.. jadi para pengawal nya tak terlalu terburu-buru harus di pindahkan ke rumah sakit eropa.


Kringgg


Aiden mengeluarkan ponsel nya yang bergetar dari dalam saku celana nya.. nama yang tertera membuatnya membeku 'monna'


"Ekhemm.. " Sebelum mengangkat telepon.


...[Panggilan Masuk]...


"Hallo!"


^^^"Hmm.."^^^


"Kamu baik-baik saja?"


^^^"Ya, kenapa?"^^^


"Tidak, aku kira ada apa.. kamu belum mengabari aku juga sampai sore hari!"


^^^"Basa-basi! Bilang saja kamu rindu padaku!"^^^


"Mana ada! Dasar gede rasa! Cihh.. seharusnya aku tak perlu mencemaskan kamu!"


^^^"Ohh.. kamu resah menantiku?"^^^


"TIDAK!! Hanya saja cangkir di rumah jatuh aku langsung kepikiran kamu.. "


^^^"Monna, masih percaya pada takhayul.. apa pemikiran kamu gak terlalu kolot?"^^^


"Tidak! Sudahlah! Lagipula kamu baik-baik saja."


^^^"Monna, kalau aku mati. Kamu mau bagaimana?"^^^


"Apa sih? Omongan mu sangat gak percaya diri seperti orang yang tengah menghadapi medan perang saja."


^^^Memang benar! Bodoh! Aiden mengumpati gadis bodoh ini dalam hati nya.^^^


^^^"Terimakasih, sudah mencemaskan aku!"^^^


^^^Nada suaranya yang lemah.. dalam hati menertawakan gadis bodoh di seberang telepon nya.^^^


"Aiden, kamu gak apa kan?"


^^^"Iya, tenang saja!" Aiden terkekeh.. kemana hilang nya monna yang ceplas-ceplos beberapa detik lalu.^^^


"Aiden, jangan melakukan sesuatu yang berbahaya!" Aiden mengingat kecelakaan yang menimpa anak buah nya.. beruntung bukan nyawa nya yang melayang tetapi tetap saja harus ada orang yang berkorban demi keselamatan bos besar nya ini.


^^^"Andai.. aku gak bisa pulang.. "^^^


"Aiden, kamu harus menepati janjimu!" Aiden mengulas senyum.. mengingat hutang janji yang belum sempat di tebus oleh nya.. monna pandai membuat nya merasa bersalah.


^^^"Aku tebus nanti, jika ada kesempatan.. " Morgan datang dengan lembaran data wali korban yang akan di operasi.. aiden mendongak.. mengetuk ketuk kursi panjang di samping nya memerintahkan morgan supaya meletakan kertas nya disana.^^^

__ADS_1


"Aiden, setidaknya biarkan kamu mati di tanganku, sekali dalam seumur hidup ini.. aku dapat mengabulkan nya untukmu!" Aiden terkesiap mendengar penuturan kejam yang di lontarkan monna padanya.. tangan nya mengambang di atas kertas yang hendak di tanda tangani nya.. rincian biaya rumah sakit keempat pengawal nya di tanggung oleh bos besar nya.


^^^"Sudahi bergurau nya! Aku akan kembali kerja.." Aiden menyerahkan kertasnya pada morgan yang masih setia menunggu bos besarnya menandatangani dokumen dari rumah sakit.^^^


"Emm.. baiklah! Jangan lupa makan.. "


^^^"Aku tahu!"^^^


...[Telepon Terputus]...


KOTA GURRY


Monna menatap layar ponsel nya melihat sisa-sisa nama yang masih berjejak di riwayat panggilan keluar nya.


"Aku sendiri, gak tahu apa yang dia kerjakan di eropa!" Monna berpikir keras.. kerjaan apa yang menyangkutkan nyawa jadi taruhan nya.


Mana bisa memotong batang leher manusia bagai menggorok leher seekor domba.. monna menghembuskan nafas kasar.. apa yang tengah di hadapi si pemilik rumah nya di luar sana.


"Pria yang di pegang omongan nya!" Pancaran matanya curiga perihal apa yang tengah di hadapi aiden disana.. mengungkit kematian di antara percakapan nya tadi.. nada suara nya tak terdengar seperti bercanda.. itu serius.


Senja datang menjemput matahari yang terik.. hari-hari berat yang di alami aiden.. haruskah monna menghentikan pria itu.. nyawa nya dapat terancam dalam bahaya, kapanpun.


Setelah mendengar suara pria yang amat tak berdaya dari seberang ponsel nya barusan.. monna berulang kali jadi berpikiran negatif.. apa yang tengah di hadapi nya.. medan perang macam apa yang sedang mengarungi nya.. apa sebaiknya monna meminta aiden supaya pulang lebih awal.. tapi alasan apa yang bisa di pakai nya.


"Sebetulnya.. aiden sedang melancarkan kejahatan apa? Siapa orang yang di singgung nya?"


Monna mengamati ponsel yang masih berada di dalam genggaman nya lekat-lekat.. apa harus di coba tanyakan pada orang nya langsung.. memastikan apa yang tengah di rahasiakan pria itu darinya.


...[Pesan Keluar]...


Kamu baik-baik saja kan?"


17.59


Dilema yang melanda.. monna bangkit dari tempat duduk nya di kursi.. kaki nya berjalan kesana-kemari.. kukunya habis di gerogoti.. menanti balasan dari si pemilik hunian ini yang tak kunjung menjawab pesan nya.


^^^Hmm.. aku^^^


^^^baik-baik saja!^^^


^^^19.01^^^


Kamu? Kenapa


balas nya lama sekali?


^^^Aku masih di^^^


^^^ruang meeting tadi!^^^


Huftt.. Sudahlah aku


yang berlebihan.


^^^Singkirkan^^^


^^^overthingking mu itu.^^^


Gimana mau buang


jauh-jauh overthingking


ku, kamu saja selalu


mengabaikan pesanku!


^^^Aku masih merespons^^^

__ADS_1


^^^pesanmu loh.^^^


Hemm.. satu jam


kemudian 🙄


^^^Hehe.. maaf..^^^


^^^aku sibuk..^^^


Aiden, boleh aku


bertanya sesuatu?


^^^Apa itu?^^^


Sebetulnya apa


yang tengah kamu


kerjakan disana?


^^^Membunuh orang.^^^


Serius?


^^^Bercanda, bodoh!^^^


Padahal aku


sudah serius-serius


mendengarkan!


^^^HAHA.. aku hanya^^^


^^^bisnisman biasa^^^


^^^seperti orang lain..^^^


^^^memangnya apa yang^^^


^^^terlintas di benak mu?^^^


Belum ada


bayangan.


^^^Sudahlah!^^^


^^^Disana hampir^^^


^^^malam bukan?^^^


Memang sudah


malam, bodoh!


^^^HAHA.. bersiaplah^^^


^^^untuk tidur.^^^


Hmm.


Monna merasa ucapan aiden perihal 'membunuh orang' tidak terdengar seperti sebuah kebohongan.. apa yang di ragukan nya.. aiden konglomerat biasa dari kota.. itu pasti hanya guyonan nya.


Apa monna gak percaya tutur kata yang keluar dari mulut aiden? Keputusan apa yang akan di ambil nya? Pergi atau tinggal?

__ADS_1


__ADS_2