
HIROSHIMA, JAPAN
Satu Pekan Kemudian..
Selepas menanda tangani kontrak yang telah di sepakati kedua pihak jepang maupun kubu aiden.. negosiasi berjalan lancar.. hirotaka berjanji memberikan kemananan ketat pada tiap cabang rumah bordil nya yang berdiri di seluruh kawasan jepang.
Walaupun kurang bisa di percaya aiden sudah mengerahkan anak buah nya dalam jumlah besar untuk mengawasi gerak-gerik para tentara militer jepang yang akan di perintahkan menjaga kemanan usaha nya di tanah asia.
"Pada akhirnya anda sukses lagi mendirikan cabang tacenda yang lain di wilayah asia.. "
"Kalau bukan karena kerja keras dan bantuan yang anda tawarkan.. ini akan sulit untuk bisa di kembangkan dengan cepat."
"HAHA.. Anda pandai bersilat lidah. Ini semua upaya kerja keras anda sendiri, tuan aiden!"
"Mari! Saya traktir anda makan siang.. "
"Oh.. Tentu, dengan senang hati!" Aiden membawa hirotaka ke dalam mobil pribadi nya di bawah pengawasan anak buah nya yang ketat.. beberapa tangan kanan hirotaka pun tak mudah mengabaikan pemantauan lepas majikan nya.
Mereka cukup ketat dalam pengamanan majikan nya, tak membiarkan orang asing sembarang membawa majikan nya di bawah kendali aiden.. dari kejauhan terlihat anak buah hirotaka beserta beberapa tentara militer mengikuti mobil pribadi aiden yang melaju.
Morgan hampir menarik pistol dari balik jas yang di kenakan nya.. tampak dari kaca mobil.. bos besar nya menggelengkan kepala memberi peringatan pada morgan supaya dapat mengendalikan situasi setenang yang di mampu.
"Aku dengar ada restoran sushi yang terkenal di dekat sini.. "
"Anda mengenal lokasi di Hiroshima cukup baik rupanya.. "
__ADS_1
"Tentu, akan menyulitkan diri sendiri kalau sampai tersasar.. "
"HAHA.. Anak buah anda cerdas menilai situasi, mana mungkin membiarkan majikan nya tersesat!"
"Anda juga tahu mengenai anak buah ku ternyata.. "
"Siapa yang tidak tahu seluk beluk tangan kanan, tuan aiden.. si raja langit eropa.. " Aiden mengulas senyum menatap morgan yang mulai terpancing omong kosong yang di sampaikan hirotaka.. berkali-kali aiden berusaha menahan keras morgan supaya dapat mengendalikan diri.. terlalu sensitif tentang nyawa bos besar nya yang dapat terancam bahaya kapan pun.. membuat morgan selalu merasa waspada.
OTARU MASA SUSHI
Para pelayan restoran memandu jalan nya tamu VIP mereka menuju ke ruang khusus elite kalangan kelas atas.. anak buah hirotaka menerobos masuk.. memaksa aiden supaya mengabaikan perihal apa yang mereka akan lakukan.. padahal yang musti siaga adalah aiden serta anak buah nya.
Setelah survei tanah yang akan jadi pembangunan cabang pertama di jepang untuk rumah bordil nya cabang kesekian.. aiden cukup merasa puas pada lahan yang di berikan hirotaka.. mengingat gencatan senjata sehabis menolak negosiasi yang di tawarkan aiden kemarin.. aiden masih selangkah di depan hirotaka.
"Lekas lancar!" Aiden membalas cangkir nya sampai mengeluarkan dentingan di antara kedua kepala cangkir yang beradu.
Mereka menghabiskan waktu makan siang bersama.. morgan berjaga di depan pintu tak habis melemparkan tatapan sinis pada para tangan kanan hirotaka yang mencurigakan.. dengan geram mereka membalas melotot pada tatapan mata morgan yang di tuju pada segenap anak buah hirotaka.. mereka merasa ini wilayah kekuasaan nya.. morgan hanya tamu pendatang disini.. tak seharusnya morgan bersikap arogan begitu.
Berperang dalam diam sangat membuang energi.. bila bukan mengingat bos besar nya yang dapat terancam bahaya kapan saja.. morgan sudah menyerang tangan kanan hirotaka yang hanya bisa mengandalkan tampang sangar ini.
Satu jam kemudian..
Aiden keluar dari ruang makan bersama hirotaka di belakang nya.. morgan menurunkan tatapan nya.. menghormati bos besar nya yang keluar dari dalam sana.
Mereka mengiring majikan nya masing-masing keluar dari restoran makan.. ini pertemuan yang amat menengangkan.. jepang memang lihai dalam persenjataan.. tapi anak buah aiden tak akan kalah pada tipu daya yang mereka mainkan.
__ADS_1
Di luar pintu masuk restoran.. kedua belah pihak berpencar ke mobil pribadi mereka sendiri.
"Sampai bertemu lagi di hari peresmian pembukaan rumah bordil pertama anda!"
"Terimakasih kerja keras anda, tuan hirotaka!"
"Sama-sama tuan aiden!"
Mobil hirotaka berlawan arah dengan mobil yang di tumpangi aiden bersama anak buah nya yang lain.. beberapa kilometer dari lokasi restoran terdengar dentuman yang amat keras datang dari belakang mobil yang tengah di tumpangi aiden.
Salah satu mobil yang di kendarai anak buah aiden meledak.. ini serangan kedua yang di kendalikan hirotaka.. aiden menyeringai mengingat anak buah nya juga sukses memasang bom waktu di mobil yang di tumpangi hirotaka barusan.
Aiden merogoh kantung kemeja nya mengeluarkan remote control.. aiden menekan tombol nya mengaktifkan bom waktu yang berada di bagasi mobil pribadi hirotaka.. saatnya pembalasan.. nyawa di bayar nyawa.
Mobil pribadi aiden berhenti.. ia keluar dari dalam mobil memperintahkan anak buah nya yang lain untuk membantu.. luka yang di alami keempat anak buah nya cukup parah.
"Morgan.. bawa mereka ke rumah sakit untuk di mendapat penanganan awal secepatnya!"
"Baik bos!" Morgan bergegas memberi aba-aba pada pengawal lainnya supaya membopong anak buah aiden yang cedera ke dalam mobil lain nya.. membawa keempat korban tepat waktu sampai di rumah sakit.
Aiden kembali ke dalam mobil pribadi yang di tumpangi nya.. hirotaka tak berani melukai aiden secara langsung tapi saksikan lah.. aiden dapat membunuh hirotaka bersama tangan kanan nya.. membabat habis mereka.. dengan begitu aiden tak perlu menyia-nyiakan saham 10% pada manusia hina seperti hirotaka.
Keuntungan tetap di dapatkan.. tanpa kerugian barang sepeserpun.. aiden berhasil merebut kerjasama dengan salah satu deputi negara jepang yang lebih berkuasa ketimbang hirotaka.
Semua rencana berjalan lancar.. sebagaimana musti nya.. aiden hanya perlu memantau perkembangan pembangunan rumah bordil di cabang Hiroshima setelah itu.. ia akan pulang ke kota gurry.. menjumpai gadis konyol yang tengah menanti kepulangan nya.
__ADS_1