European Sky King

European Sky King
ADEGAN RUANG BACA!!!


__ADS_3

Mereka bergandengan menuju ke ruang baca yang di maksud aiden.. tiba disana.. aiden membuka pintu nya perlahan.. menunjukan sekumpulan buku yang tertata rapi di dalam rak tinggi yang menjulang ke atas.. apa aiden membaca semua buku itu.. monna takjub dengan apa yang baru di lihatnya.. ia berlari ke dalam.. menelurusi deretan buku dongeng satu-persatu.


"Kamu suka dongeng?" Aiden berdiri tegak di sebelah kekasihnya yang masih asik memilah-milih buku yang sedang di carinya disana.


"Hmm.. dongeng itu sekumpulan kisah fantasi yang indah.. ceritanya berliku-liku tapi aku selalu berharap ada akhir cerita yang bahagia di dalam nya.. " Aiden membeku mendengar kalimat nya yang tersirat makna lain di dalam nya.. terlontar begitu saja dari dalam mulut wanitanya yang belum tersadar.. monna mendapat satu buku yang menarik perhatian nya.. mencabut nya keluar di antara barisan buku yang berentet di belakang nya.. guncangan yang di kerahkan tenaganya rupanya cukup kuat sampai buku di atasnya goyah akan menimpahi kepalanya.. aiden yang menyadari itu langsung membentengi kepala monna dengan tubuhnya.


"Ohh.. " Monna menatap buku yang tergelatak jatuh di bawah kaki nya.. ia mendongak mendapati lelakinya menghadang buku besar itu dengan tubuh nya.. lagi-lagi aiden berkorban demi dirinya.. monna memeluk tubuh kekar prianya.. yang selalu bersedia menjadikan tubuh nya sebagai tameng untuk melindungi kekasihnya.


"Aiden, kamu baik-baik saja?" Monna berbisik dengan wajah nya yang masih nyaman bersandar di dada bidang kekasihnya.. tentu bukan apa-apa bagi seorang aiden hanya ketimpahan buku setebal kamus itu.. otak liciknya mulai berambisi memainkan siasat kotornya.. demi mendapatkan perhatian lebih dari kekasihnya.. aiden rela menyiksa diri.


"Kamu harus mengecek punggungku, monna.. ini agak terasa nyeri.. " Monna mendongak menatap raut wajah prianya yang tampak menahan sakit.. monna tak tega membiarkan kekasihnya begitu saja.. ia menuntun aiden ke sofa di dekat sana.. monna memaksa aiden untuk membuka kaos nya.. aiden tercengang pada tindakan yang di putuskan monna.. apa yang di rencakan kekasihnya ini.


"JANGAN!!!" Aiden menahan pergerakan kedua tangan monna yang berusaha keras membuka kaos yang di kenakan kekasihnya.. ada apa dengan nya? Monna menepis kasar tangan berotot prianya ini.

__ADS_1


"Lepaskan!" Monna memberontak.. berusaha keras supaya aiden melepaskan tangan nya.. siapa sangka.. aiden justru menarik kekasihnya ke atas pangkuan nya.


"Kamu tahu? Apa yang sedang kamu lakukan?" Monna terperangkap di dalam pelukan kekasihnya.. aiden menahan tubuhnya terlalu kuat.. nafasnya tersengal.


"Aku tahu! Ada apa denganmu? Lepaskan aku.. aku mencoba mengobati tubuhmu!" Sebetapa kerasnya monna mencoba.. itu sama sekali tak merubah apapun.. aiden masih mengurungnya erat-erat di dalam dekapan nya.. monna merasakan hembusan nafas aiden di tengkuk lehernya.. sekujur tubuhnya sontak berhenti meronta.. monna membeku di atas pangkuan kekasihnya.. aiden menyingkap rambut panjang monna yang menutup leher jenjang nya.. dengan sengaja aiden menghembuskan nafasnya di atas tengkuk leher monna.. aroma parfumnya terendus di indra penciuman aiden yang peka.


Gadis ini berhasil membuat aiden tergila-gila padanya.. aiden memutar tubuh monna menghadap ke arah nya.. bibirnya menyerang bibir manis kekasihnya.. monna membulatkan matanya.. apa yang tengah di lakukan kekasihnya ini.. bibirnya habis di ***** aiden.. monna tak bisa mengatur nafasnya.. dengan buas aiden mengulum bibir manis kekasihnya.. itu membuat aiden lupa sekitarnya.. tangan nya bergerilya.. menjamahi paha mulus kekasihnya yang hanya mengenakan dress mini.. sejengkal demi sejengkal.. ia menemukan benda segitiga yang di kenakan monna sebagai dalaman.. monna menahan tangan kekar prianya yang mulai tak bisa mengendalikan diri.


Monna berhasil mencegah nya tetapi tangan aiden berpindah menyusuri pinggang monna.. tubuh seksi yang terbalut dress nya itu.. aiden betul-betul tak bisa mengontrol dirinya.. monna harus membantu kekasihnya ini mengembalikan kesadaran nya.. aiden terhanyut dalam suasana.. monna kehabisan nafas.. ia berusaha mengatur nafasnya yang mulai tak karuan.. tangan nya terus menepuk-nepuk bahu kekar kekasihnya itu.. aiden membuka kedua matanya yang terpejam.. ketika monna mengigit bibir kekasihnya.


"Teganya kamu mengigit bibirku.. " Seru aiden yang kesal sebab permainan nya belum tuntas.. terpaksa aiden menunda main-main nya bersama kekasihnya yang ganas ini.. bisa-bisanya terpikir buat mengigit kekasihnya sendiri demi melepaskan ciuman nya.


"Ahh.. bibirku bengkak.. kamu ini kegilaan apa sih?" Monna bangkit dari pangkuan kekasihnya itu.. membetulkan posisi pakaian nya yang berantakan akibat serangan brutal aiden.

__ADS_1


"Bibirmu jadi lebih sensual begitu.. abaikan saja! Obati punggungku sekarang!" Monna mendengus kasar.. jengkel pada kelakuan kekasihnya.. mau menolak membantu tapi tak bisa.. ini jadi salah satu kewajiban nya.. dalam sehari aiden bisa kehilangan anggota tubuh nya akibat ulah yang di buat monna pada kekasih nya itu.. sekali lagi dia masih melukai bibirnya.. masa bodoh perihal itu.. memang salahnya.. aiden pantas mendapatkan ganjaran nya.


Aiden membuka kaos yang di kenakan nya.. tubuhnya.. monna melihat banyak luka yang teramat parah di tubuh kekar prianya.. monna duduk di atas sofa.. yang menghadap langsung ke punggung besar prianya itu.. aiden masih menanti jemari monna yang belum juga terasa mendarat di atas kulitnya.. monna tercengang pada luka-luka yang membekas di sekujur tubuh prianya.. tangan nya mengambang ragu-ragu mendaratkan jemarinya di kulit aiden.. perlahan menyentuh goresan luka yang cukup parah.. ada luka tembak juga yang terpampang jelas di dekat tulang rusuk nya.. apa aiden mengalami kematian berkali-kali.. apa yang di lakukan nya selama perjalanan bisnis waktu itu.. ini pasti ada kaitan nya.


Ini nampak seperti luka lama.. berarti bukan cuma baru-baru saja aiden menghadapi kematian.. sejak kapan.. kenapa.. apa alasan nya.. air matanya menetes tanpa di sadari.. sebetapa bejad nya aiden.. hati monna tetap terkoyak akibat menatap luka-luka yang membekas di tubuh kekasihnya.. apa aiden selalu membentengi orang lain sama seperti apa yang di lakukan nya hari ini pada monna dengan tubuh nya.. luka lebam akibat tertimpah buku setebal kamus ini pasti tak seberapa nyerinya bagi aiden.. dadanya terasa sesak.. diliputi rasa bersalah nya telah menyakiti aiden.. ia mendengar monna yang sesenggukan dari belakang punggung nya.. aiden memutar balik tubuhnya.. mendapati kekasihnya yang tengah meneteskan air mata.


"Kenapa sayang?" Aiden menarik monna ke dalam tubuh telanjang dadanya.. monna menangis di dalam pelukan nya.. air matanya membasahi dada bidangnya.. gak perlu di tanya.. aiden juga sudah tahu apa alasan dia menangis.. monna ini hatinya selembut kapas.. yang bisa berhamburan berantakan.


"Aku gak apa-apa.. jadi, berhenti menangis yah? Matamu bisa bengkak nanti!" Aiden berusaha membuat monna tenang.. tapi sia-sia apa mustinya aiden gak perlu membuka kaosnya saja tadi.. cepat atau lambat monna juga akan mengetahuinya.. aiden akan membiarkan monna menangis di atas dadanya sebentar lagi.. ia menyandarkan punggung lebam nya di sandaran sofa.. monna masih menangis tersedu-sedu di atas dadanya.. amat sulit menghentikan monna menangis.. apalagi ini perkara dirinya.. yang sudah jadi bagian inti dalam kehidupan monna.


Aiden tahu sekarang.. betapa penting dirinya di dalam hidup monna.. harusnya dia gak melantur omong kosong perihal kematian kala itu pada monna.. ia menyesalinya tapi semua sudah terlanjur di sadari monna.. apalagi yang bisa di tutupi aiden dari wanitanya.. tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengungkap keselurahan soal bisnis ilegal nya.. masih menaruh harapan besar.. supaya kekasihnya dapat membangun usahanya bersama.. menerima semua kerja keras yang di bangun nya selama bertahun lamanya.. kelak monna harus menyanggupi keputusan yang telah di pilihnya.


Masih banyak cerita lainnya yang belum tentu bisa diterima monna.. aiden gak memaksa monna supaya dapat menerima bisnis ilegalnya ini.. biar begitu.. jika suatu hari nanti monna berharap aiden dapat meninggalkan bisnisnya dengan berat hati.. ia harus rela melepaskan tacenda.. pada orang yang dapat di percaya oleh nya.

__ADS_1


"Hiks.. sini biar aku oleskan salep dulu di luka lebam mu!" Monna menyeka air matanya yang mulai surut.. aiden membantu monna menghapus sisa-sisa air matanya yang berjejak di pipi mulus kekasihnya itu.. matanya terlihat sembab sebab menangis terlalu lama.. aiden duduk tegap menuruti permintaan tuan putrinya.. membiarkan monna mengobati lebam nya akibat tertimpah buku setebal kamus tadi.


__ADS_2