
FORTUNE HOUSE ~ KOLAM RENANG
"Sebenarnya.. aku masih bingung akan satu hal.. apa yang kamu mau dariku?" Monna mengayunkan kakinya di dalam kolam renang.
"Aku? Aku gak berharap apa-apa darimu!" Aiden masih bingung pada pertanyaan ambigu yang di tunjukan monna untuknya
"Kalau gitu aku pergi besok yah?" Monna memasang senyum mengingat masa masa bahagia yang di ukir bersama aiden di kota kelahirannya.
"Kemana?" Aiden membeku mendengar apa yang tengah di sampaikan monna padanya.. matanya menyorot air yang bergelombang akibat kedua kaki monna yang terus mengkoyak kolam renang.
"Kemanapun.. sejauh apapun.. supaya kamu dapat dengan tenang menjalani hari-hari tanpa mengkhawatirkan tentang keberadaan aku lagi disini!" Aiden sendiri masih gak paham bagaimana persis nya perasaan ia pada monna.. ada rasa tak rela mendengar penuturan yang di sampaikan monna padanya.. tapi apa maksud rasa gelisah yang tengah menerpa nya ini.. sekali lagi aiden mencoba menyadarkan dirinya sendiri.. biarkan monna pergi sebagaimana mustinya.. dari awal juga ialah orang pertama yang amat menginginkan perpisahan ini.. apalagi yang perlu di tunda.
__ADS_1
"Monna, kalau aku minta jangan pergi!"
Aiden kenapa si? Bukan nya mau sampaikan kalimat perpisahan! Semua yang tertahan di relung jiwa nya pada akhirnya terkuak dengan sendirinya.. hati.. pikiran.. lisan.. mereka punya pertahanan nya masing-masing.. itu semua di luar kendali aiden.
"Jadi, terpaksa kamu harus menuruti semua kemauan kedua orang tua kita.. apa kamu gak keberatan?" Monna menoleh memandang wajah pria sangar di sebelahnya.. raut wajah nya amat terbaca.. keraguan di dalam hati nya.. menuntun nya ke jalan buntu.. aiden harus menentukan pilihan yang tepat.. sebelum datang nya penyesalan suatu hari nanti.
Aiden sendiri yang gak pernah serius jalin hubungan sama wanita manapun.. mendadak di rundung dilema pada sosok gadis bangsawan yang telah mengungsi di villa pribadi nya selama hampir sebulan penuh.. apa ini hanya ilusi.
Apa sekarang aiden mulai membuka pintu hatinya yang berhasil terdobrak oleh gadis bangsawan lain.. yakinkah kalau sekarang monna gak akan mengecewakan nya lagi.. terlebih lagi keputusan yang akan di tetapkan nya kali ini.. dapat merubah segalanya.. dunianya.. dan memulai kehidupan baru nya.
"Monna, aku masih gak yakin sama rasa ini.. " Aiden menjeda bicara nya sebentar.. menarik nafas dalam-dalam sebelum memutuskan.
__ADS_1
"Bantu aku mengukir perasaan yang masih belum tergambar jelas ini.. aku membutuhkan jemari mu untuk melukisnya.. apakah kamu bersedia?" Aiden mengulurkan tangan nya di seberang tempat dimana monna duduk termangu berusaha mencerna kata-kata yang keluar dari mulut aiden.. apa ini serius atau sekedar menjahili nya.
Tangan monna mengambang di udara.. perlahan berusaha menggapai uluran tangan pria di sebelah nya.. haruskah dia menerima uluran tangan lelaki yang dahulu sempat menolak keras perjodohan di antara kedua nya.. atau membuka lembaran baru dengan pria yang belum sepenuh nya di kenal baik oleh monna ini.. semua nya sudah berubah begitu monna menerima uluran tangan pria ini.. aiden tersenyum senang menarik monna ke dalam peluk nya.. biarlah.. biarkan monna membantu nya memupuk benih baru di dalam relung hati nya.. membantu nya mengubur masa lalu ini rapat-rapat.
"Monna, seharipun terasa berat bila tanpamu disini.. jangan pernah lepaskan genggaman tanganku yah?" Bulir air mata menetes di bahu kekar pria yang masih nyaman di dalam peluk hangat monna.. air mata tak lagi dapat terbendung.. rasa haru bercampur bahagia amat tak tertahan.. ini akhir jawaban yang di nanti monna.. cinta nya terbalaskan.
"Gak akan!" Suara serak monna menyahuti pria nya.. tangisnya menyamarkan suara nya.. aiden senang.. monna dapat menerima perasaan tulus nya.. ia berjanji akan menjaga rasa ini.. hingga akhir.
Monna gak tahu masa lalu apa yang telah membelenggu aiden.. tapi ia menghargai perasaan pria nya yang dapat menerima kehadiran dirinya di sisinya.
Aiden masih berpikir.. bukan sekarang waktu yang tepat untuk mengumumkan hubungan nya pada kedua orang tua mereka.
__ADS_1
Pelan-pelan.. monna membantu aiden mengartikan kehadiran dirinya di dalam separuh kehidupan nya.