
Aiden, percayalah padaku yah?" Monna merengek sambil memeluk lengan nya..
"Aku tidak bisa terima ini, monna. Aku peringatkan sekali lagi.. kamu harus tetap tinggal disini!" Aiden terfokus pada acara televisi di depan nya mengabaikan permohonan monna.. bagaimana bisa aiden membiarkan monna meninggalkan kota kelahiran nya.. biarpun semua tindakan ini dilakukan nya demi kebaikan aiden.. mereka berdua.. aiden memilih mengajukan argumen penolakan pada ayah mertuanya.. atau menuntut ayah nya membatalkan pernikahan di antara ia dan monna..
Monna menatap pada selembar kertas perjanjian yang telah di bubuhkan tanda tangan nya diatas sana.. bibirnya yang cemberut membuat aiden mengulas senyuman.. kadang kala monna juga memiliki sisi menggemaskan.. aiden menyembunyikan ketertarikan nya pada sikap lucu monna..
"Aku akan berembuk dengan ayahku dahulu.. memastikan bila ia dapat mengesampingkan perihal perjodohan kita untuk beberapa waktu.. minimal bisa menunda nya lebih lama, sudah cukup bukan?" Monna memasang tampang wajah memelas bukan ini yang di harapkan dari aiden.. mengulur waktu berarti ia harus tetap menerima keputusan kedua orang tua nya.. aiden mana bisa menerima ini.. monna pasti baik-baik saja.. tapi tidak dengan aiden..
"Sudahlah.. kamu sendiri bilang jangan buang-buang tenaga!" Aiden menghembuskan nafas kasar.. gadis ini pandai merajuk.. lihai juga membujuk.. tapi kali ini aiden akan bersikeras pada keputusan yang sudah ia tetapkan.. penolakan keras atas apa yang monna ajukan.. tidak masuk akal hanya karena pernikahan mereka monna sampai harus mengasingkan diri ke negara orang..
Aiden mematikan siaran televisi.. monna terus berdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.. ia jadi sering datang ke villa aiden seenak jidatnya.. tapi aiden juga tidak keberatan sebab sampai saat ini belum ada anggota keluarga lingga yang mengendus keberadaan nya..
__ADS_1
"Kamu mau mogok bicara padaku? Hmm.. " Aiden memperbaiki posisi duduknya menghadap ke monna yang masih membisu di tempat nya bahkan menengok wajah aiden saja enggan.. monna masih saja belum menunjukan respon pada aiden..
"Sudahlah! Sudah larut.. tidur disini! Aku akan mengabari kediaman.. "
"Tak usah!" Sebelum aiden menyelesaikan kalimatnya monna memotong ucapan yang di sampaikan pada gadis bangsawan yang tengah melancarkan aksi demokratis nya.. monna bangkit dari atas sofa membuat aiden mendongak menatap tindakan gadis ini..
"Aku pulang!" Aiden mencekal pergelangan tangan monna sebelum benar-benar pergi.. monna menoleh dengan sungut wajah masam.. melemparkan tatapan mematikan pada pria yang tengah menahan lengan nya.. monna menepis nya tapi sama sekali tak membuat perubahan.. aiden memegang tangan nya erat-erat..
"AKHHHHH.. " Aiden menarik monna ke atas pangkuan nya..
"Hampir tengah malam.. kita tidur! Bicarakan lagi besok.. " Kedua mata monna berbinar itu artinya masih ada peluang.. betul, aiden memberi kesempatan atas gugatan yang di ajukan nya.. ia harus cepat mendapatkan persetujuan dari pihak aiden.. supaya bisa lepas dari cengkraman papi nya.. walaupun berat menarik diri supaya menjauh dari pria ini.. daya pikat nya sangat kuat.. katakan, bagaimana caranya monna bisa menolak nya?
__ADS_1
"Berarti kamu setuju kan?"
"Aku dapat menyimpulkan kalau kamu lah yang sangat ingin berpisah dariku?"
"Mana ada, aku hanya memenuhi kemauan mu!"
"Bagaimana dengan mu?" Aiden mendekatkan wajah nya hampir tak ada jarak di antara keduanya.. monna memundurkan kepala nya tapi beruntung bisa di cegah oleh tangan aiden.. hembusan nafas monna terasa di kulit aiden..
"Kamu tidak mau berpisah dariku?" Aiden menggoda monna yang masih anteng duduk diatas pangkuan nya.. ia mengedipkan sebelah matanya.. membuat gadis polos ini tersipu malu.. monna dengan sigap turun dari atas pangkuan aiden.. menyembunyikan wajah merah bersemu nya.. aiden menyemburkan tawa nya.. amat mudah membuat gadis ini kalang kabut..
"Aku naik ya!" Aiden bangkit dari atas sofa.. sukses menjahili si gadis bangsawan itu.. ada rasa puas tersendiri baginya.. sisa sisa tawa nya masih berlanjut.. aiden mengelus pucuk kepala monna yang terus membisu.. ia beralih bergegas menaiki tangga ke lantai atas.. pergi ke kamar tidur nya.. monna memastikan sosok pria menyebalkan itu telah hilang dari jangkauan nya..
__ADS_1
"Arghhh.. senang sekali mempermainkan ku!" Monna melemparkan kertas yang ada di atas meja ke sembarang arah.. ia mendengus kesal pada ulah aiden.. monna masuk ke dalam kamar tamu sambil menghentak hentakan kaki nya.. menutup pintu kamar nya dengan kasar..
Brakk