European Sky King

European Sky King
PENA HITAM


__ADS_3

Ini saat yang tepat bagi esther untuk melumpuhkan bos besar tacenda itu.. aiden terciduk anak buah nya sedang melakukan bisnis ilegal lain sejenis pemerasan.. esther diam-diam mengambil potret melalui pena hitam yang telah di seludupkan orang yang 'katanya' jadi manager nya kemarin.


Esther buru-buru pergi sebelum tertangkap basah oleh atasan nya yang tengah melakukan transaksi ilegal di ruang VIP seharusnya esther datang untuk melayani tamu spesial yang di undang bos pemilik tacenda disana. Tapi kondisi nya tak memadai sebab pena hitam yang di bawa bersama nya sekarang, ia tak boleh memberi celah orang orang di dalam rumah bordil ini perihal informasi pribadi nya.. esther tak akan membiarkan siapapun yang membeberkan penyamaran nya terbuka tetap hidup.


Brukk


"M-m-maaf.. " Esther mendongak mendapati sosok yang telah di tabrak nya.. itu adalah tangan kanan bos besar nya.


"Esther, apa yang kamu lakukan?" Morgan menatap tajam pada salah satu personel artis yang agak bertingkah belakangan ini.. esther gelagapan menghadapi morgan.. sosok yang sulit di kendalikan.


"A-aku lupa memakai bra.. " Esther menutupi payudara nya.. morgan menelisik sekujur tubuh esther.


"Ahh.. cabul!" Esther mendorong morgan supaya menjauh dari nya alih-alih mengamankan barang bukti yang bisa saja membahayakan nya.. morgan curiga pada gadis itu.


KELAS ELITE TACENDA


Tok tok

__ADS_1


Aiden mengangkat sebelah alis nya penuh tanya tentang morgan yang datang pada nya.. ia membiarkan morgan masuk lebih jauh ke dalam.


Morgan merunduk membisikan sesuatu pada bos besar nya.. mendengar apa yang di sampaikan tangan kanan nya.. aiden pamit undur diri dari ruang perjamuan.


"Kalian dapat menikmati pelayanan disini sepuasnya sebagai tanda terima kasih. Saya pamit sebentar!" Aiden melangkah kan kaki jenjang nya lebar lebar.. diikuti morgan dari belakang.


"Dimana dia?"


"Di ruang kamar nya bos!" Aiden menerima laporan dari anak buah nya.. ia yakin morgan tak pernah salah tangkap.


"Bawa pengawal!"


KORIDOR KAMAR ANGGOTA PERSONEL ARTIS


Kehadiran bos besar tacenda ke koridor kamar anggota nya jadi gunjingan para personel artis.. beberapa artis riuh akan raut kesal yang terpampang jelas di wajah tampan atasan nya.


Aiden mendobrak salah satu kamar artis mendapati seorang gadis yang tengah menyantap semangkuk mie.. esther terloncat dari atas sofa.

__ADS_1


"Ada apa ini?" Kedatangan yang tak di duga-duga.


"Geledah merata!" Para pengawal dengan seragam serba hitam mengobrak-abrik seisi ruang kamar esther mencari barang bukti yang di katakan salah satu anak buah nya.. jika tertangkap kali ini. Habislah esther!


Salah satu dari mereka menemukan pena hitam yang terdapat di dalam tas pribadi esther.. morgan memicing merebut nya dari tangan si pengawal.


"Apa ini?" Morgan mengacungkan pena hitam itu ke udara.. dengan nada menyelidik melemparkan pertanyaan pada gadis yang masih mematung di tempat.


"Itu pena milik ku! Memang nya apalagi?" Esther merebut pena tersebut dari tangan morgan.. aiden sekilas menangkap reaksi terkesiap dari esther. Dia bisa saja menutupi gelagat nya dari yang lain tapi tidak berlaku pada bos besar nya.


Aiden melangkah maju mendekati satu pegawai artis nya ini.. esther tertegun mendapati bos besar nya tepat di depan mata.


"Jangan mainkan siasat licik mu padaku! Tikus mana pun akan masuk dalam perangkap ku, tunggu kematian yang menjemputmu!" Bisikan iblis itu membuat esther bergidik ngeri.. aiden benar-benar pantas di juluki iblis neraka ketimbang raja penguasa eropa.


Aiden memberikan aba-aba pada anak buah nya supaya meninggalkan gadis yang masih termangu pada kekacauan yang di lakukan bos besar nya seenak jidat, di kamar tidur nya. Semua berantakan seperti kapal pecah, pergi main pergi. Ancaman apapun tak membuat esther gentar pada penyelidikan nya.


"Sialan!" Esther menendang meja yang ada di dekat kaki nya.. darah menetes dari telapak kaki nya.. ia sama sekali tak merasa kesakitan. Jika bukan karena orang berpengaruh, aiden sudah habis di tangan esther bisa saja sekarang dalam masa interogasi menjalani investigasi bersama para penyidik lain nya.. esther masih menaruh harapan tinggi kalau aiden tak mengendus identitas asli nya sejauh ini tetapi kali ini esther harus berlagak memainkan peran sebagai artis pelayan jasa di rumah bordil ini.

__ADS_1


"Aku harus berpikir! Ayo esther ayo,, apa yang harus kita lakukan!" Esther mengetahui setidaknya beberapa informasi perihal pemaksaan tenaga kerja para anggota artis disini.. setelah ancaman yang tunjukan pada nya di depan banyak para tim management kemarin.. esther dapat menyimpulkan bahwasanya ini bukan atas kehendak para artis serta management nya.. mereka sudah terikat dalam perangkap licik yang di mainkan iblis penguasa eropa ini.


Esther harus memastikan bila aiden bisa di tangkap nya kali ini.. bukan berharap naik jabatan atau pangkat.. ia betul-betul geram pada tingkah aiden yang belakangan ini meresahkan para kalangan artisment.. banyak pengaduan atas tudingan tingkah bejad yang di laksanakan aiden dalam bisnis rumah bordil ini. Tapi tak cukup bukti yang dapat menjebloskan nya ke penjara, para detektif serta intel sudah turun langsung ke lapangan sama seperti yang di lakukan esther.. ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan berharga ini selain memangku kerjaan hina disini esther hanya berlagak manis di depan para tamu yang di layani nya dengan separuh hati nya.


__ADS_2