European Sky King

European Sky King
GAGAL MELARIKAN DIRI


__ADS_3

Monna terbangun dari tidurnya.. kepalanya terasa berat.. seperti ada beban berat yang bertumpu di atas kepalanya.


"Arghh.. " Monna mengerang kesakitan.. merenggut rambutnya.. penat kepala nya terasa sangat menyiksa.. pandangan matanya yang masih mengabur.. melihat situasi sekitar.. aiden gak ada di tempat tidur.. monna bisa melancarkan pelarian dirinya dari sangkar yang menjerat nya disini.


Monna merangkak turun perlahan dari atas tempat tidur.. sebelum benar-benar membuka pintu tempat istirahat aiden disana.. monna mengingat.. masih harus menyelamatkan megan yang sudah terjebak di dalam sini.. monna mengurungkan niat untuk pelarian dirinya.. masih perlu memikirkan megan.. cara apa yang dapat meluluhkan hati aiden.. supaya dapat melepaskan megan dari cengkraman nya.


Monna berjalan gontai.. kembali ke atas tempat tidur.. kesedihan menerpa nya.. sahabat singkatnya itu.. masih dalam belenggu iblis penguasa tacenda.. monna belum tahu sekeji apa kekasihnya.. masih berani memperlakukan monna sekasar itu.. biarpun monna sungguh mencintainya bila tahu kebenaran yang terungkap belum seberapa jauh ini.. apa monna akan terus menguatkan hatinya berdiri di sisi prianya ini.


Monna baru tahu.. wajah aslinya aiden sekarang.. itupun belum semua terungkap.. sebentar lagi.. aiden pasti akan menunjukan cakar beserta taring nya yang dapat membunuh siapa saja.. monna akan menyaksikannya dengan mata kepalanya sendiri.. bahwasanya aiden itu adalah iblis.. yang patut di segani.. dia akan membuat monna mengerti.. gak ada jalan baginya untuk mundur.


Kreakkk


Aiden masuk ke dalam ruang istirahat nya mendapati monna yang tengah termenung di atas tempat tidur.. masih belum tersadar pada kehadiran kekasihnya disana.. monna masih terus berprasangka baik pada aiden.. cuma ini sajalah.. yang telah diperbuat aiden.. itu masih cukup di maklumi.. nyatanya monna gak tahu keseluruhan cerita di balik berdirinya tacenda.

__ADS_1


Monna cuma tahu.. bilamana aiden terus mengalami kematian berulang kali dalam menjalani bisnis ilegal nya ini.. gak tahu kalau aiden lebih kejam dari pada lawan nya.. aiden melangkah mendekati kekasihnya disana.. tangan nya yang hendak menangkap pipi mulus kekasihnya.. monna memalingkan wajah nya.. sebelum aiden berhasil mendaratkan tangan nya di pipi mulus kekasihnya.. monna menolaknya.. jadi, ini aksi demokratis kekasihnya.


Aiden menarik kembali tangan nya yang terulur.. memasukan kedua tangan nya ke dalam saku celana.


"Kamu marah?" Di dalam lubuk hatinya terdalam nya.. monna terus merutuki kekasihnya yang gak tahu diri sama sekali.. masih bisa bertanya menghadapi situasinya yang menyiksa monna begini.


"Monna, maaf.. " Monna enggan membuka mulutnya barang sedikitpun.. menatap wajah nya pun terasa menjengkelkan.. sepatah kata maaf pun gak cukup baginya.. untuk menebus semua kesalahan yang telah lama di sembunyikan aiden darinya.. terlebih lagi sesudah monna mengetahui seluk beluk penjara bawah tanah yang menahan banyak gadis yang telah di siksa nya.. apa monna akan tetap bersikukuh pada pilihan nya.. monna pasti akan goyah.. mendapati semua kebenaran yang terungkap dari tacenda suatu saat nanti.


"Ikut aku!" Aiden bangkit lagi dari duduknya.. mendapati monna yang belum terlihat mengambil tindakan sama sekali.. aiden yang gak sabaran memutuskan.. aiden lah yang akan mengambil langkah selanjutnya dalam mengatasi perkara megan yang masih berada dalam kendalinya.


Aiden mengulurkan tangannya.. monna masih belum menunjukan tanda-tanda akan menerima uluran tangan nya.. matanya masih terpaku ke arah lain.. aiden menarik nafas dalam-dalam.. harus sabar menghadapi keras kepala kekasihnya yang satu ini.


"Megan.. " Mendengar nama sahabatnya keluar dari mulut kekasihnya.. monna langsung melemparkan tatapan sengit pada aiden.. sungguh di luar dugaan.. hanya satu kata kunci.. menyebut nama megan.. telah mempengaruhi perubahan suasana hatinya monna.. tetapi monna masih enggan menerima uluran tangan nya.. monna menatap wajah aiden.. bergantian dengan telapak tangan prianya yang masih setia menunggunya.

__ADS_1


Aiden menggerakan kepalanya naik turun.. menatap telapak tangan nya yang masih menanti balasan dari kekasihnya disana.. tangan monna mengapung di udara perlahan menerima uluran tangan kekasihnya disana.. aiden melihat pergerakan tangan nya yang hampir sampai di telapak tangan nya.. dengan penuh keyakinan aiden tersenyum.. senyum yang terlihat tulus.. sekali lagi mengetuk pintu hati monna.. untuk mengembalikan kepercayaan nya pada kekasihnya ini.


Aiden menerima uluran tangan monna.. mengenggam nya dengan sepenuh hati.. sengatan hangat dari tangan monna.. dapat mencarikan hati dingin pria di depan nya ini.. aiden tersenyum senang.. membantu monna turun dari tempat tidur.. aiden menuntun monna perlahan keluar dari ruang istirahat nya.. di ruang kerja mata monna menangkap sesosok pria yang gak asing di indra penglihatan nya tengah menyibukkan diri di atas meja kerja aiden.. pekerjaan nya di alihkan pada daylon.


Daylon menyadari kehadiran bos besarnya yang ternyata gak keluar sendirian lagi dari dalam ruangan.. daylon berdehem.. mendapati monna yang masih terlihat baik-baik saja setelah keluar dari tempat tidur aiden disana.


"Aku pergi temui orang sebentar.. " Sahut aiden menyadarkan lamunan yang sedang menganggu sahabatnya itu.. aiden melepaskan jas yang di kenakan nya.. menutupi lekuk tubuh kekasihnya yang teramat jelas melalui dress yang di kenakan nya.. daylon merasa tersinggung pada sikap sahabatnya itu.. dia kira daylon pria cabul atau semacamnya hingga menutupi pemandangan indah dari bagian tubuh monna seprotektif itu darinya.


Daylon dapat menilai.. monna ini agak berbeda dari gadis yang lainnya.. aiden memperlakukan monna sebaik itu.. daylon tahu kalau lingga buana mencoba menjodohkan nya dengan putri bangsawan ini.. siapa sangka justru jadi cintanya yang berulang kali berlabuh pada gadis bangsawan.. untuk kesekian kalinya.


"Jaga matamu.. " Daylon memasang raut wajah tak senang pada perlakuan buruk aiden yang di tunjukan untuknya.. membawa monna ke dalam rengkuhan nya.. meninggalkan nya lagi seorang diri di dalam ruang kerja.. daylon terus berperang melawan setumpuk dokumen yang mestinya di kerjakan bos besar tacenda disana.


"Hah! Bisa-bisanya.. apa dia pikir aku ini tertarik pada barang bekas yang telah di gunakan nya." Daylon berkacak pinggang di depan meja kerja yang menyambutnya.. masih gak paham sama jalan pikiran bos besarnya itu.. sehina apa daylon di matanya.. sehingga membentengi monna menjauhi aset berharganya dari daylon.

__ADS_1


__ADS_2