European Sky King

European Sky King
HOTPOT


__ADS_3

"Ada apa dengan nya?" Monna bergidik merinding menerima perlakuan manis dari tuan muda lingga itu.. sangat gak cocok sama aura bengis yang biasa nya.


Tapi setelah di pikir ulang.. aiden menunda gugatan kesepakatan ini terlalu lama apalagi sampai dua pekan.. monna bisa menghabiskan waktu untuk berwisata ke luar negeri dulu.


"Apa yang harus aku lakukan selama dua pekan? Gak mungkin cuma berdiam di dalam villa." Monna menopang dagu nya di atas meja.


"Sudahlah! Makan dulu.. " Ia beranjak menuju dapur yang senantiasa selalu di jaga kebersihan nya selama tuan rumah nya pergi.. lemari es juga tak di biarkan kosong melompong khalayak hati nya.


Monna bergegas memasak beberapa hidangan walaupun tinggal sendiri isi perutnya harus di pastikan terisi.. ia membuat banyak makanan berlemak separuh hidup nya cukup tersiksa oleh makanan bergizi dan segala macam sayur mayur, hari ini.. monna akan merayakan kemerdekaan nya.. ia tak akan menahan lapar karena papi nya mengontrol jam makan serta bahan pangan apa saja yang di perbolehkan di hidangkan untuk nya.


Monna mengambil tofu dari dalam kulkas beberapa sayur kecambah dan yang lainnya.. ia berencana memasak hotpot yang amat mengugah selera makan nya.. akibat channel mukbang yang di saksikan dari salah satu youtuber.. membuat nafsu makan monna meningkat.. bila bukan karena pesan masuk dari aiden.. monna pasti masih berbaring sembari meneteskan liur sebab godaan acara mukbang yang tayang di layar ponsel nya.


"Hotpot pedas bersama sayur sayuran hijau.. enak sekali!" Monna bersenandung senang merayakan hari besar nya.. kepergian aiden sedikit meredakan kecemasan nya pada gugatan perjanjian yang belum di sepakati si tuan rumah.. biarpun agak kesepian tapi ini jauh lebih baik.. mengurangi siksaan yang terasa selama berada di luar kediaman pietro.


"La.. la.. la.. " Matanya menelisik mencari-cari sekotak susu yang bersembunyi di balik botol alkohol yang besar di dalam kulkas.. ia menemukan nya.. menuangkan nya ke dalam cangkir putih.. semua perabotan di villa aiden hampir di hafal secara keseluruhan oleh monna.. bahkan monna tahu dimana aiden menyembunyikan alkohol termahal nya.


Hotpot panas nya tersaji di atas meja makan.. monna menatap buas pada seafood yang menghiasi kuah merah nya.. ia menyendok kuah nya berniat menyicipi rasa masakan nya.. setelah di pastikan lezat dan cocok di indra pengecapan nya.. monna melahap hotpot itu sembari meneruskan tayangan mukbang di layar ponsel nya.. namun acara nonton nya lagi-lagi terjeda akibat panggilan masuk datang dari layar ponselnya nama yang tertera sungguh sungguh membuat nya geram 'aiden'


...[Panggilan Masuk]...


"Hallo!"


^^^"Nada bicaramu seperti akan menelanku hidup-hidup?"^^^


"Ada apa? Jangan bilang sekedar basa-basi atau nanya kabar, ku bunuh kamu yah?"


^^^"Eh.. emang aku berniat bertanya begitu, apa aku menggangu mu?" Suara nya memelas terdengar seolah seperti anak anjing yang memohon di kasihani.^^^

__ADS_1


"Haaa! Aku masih di villa, kamu sudah makan?" Monna menghembuskan nafas pelan.. berupaya bersabar menghadapi lelaki di seberang sana.


^^^"Belum!"^^^


"Kenapa?"


^^^"Aku sibuk seharian!"^^^


"Minimal makanlah untuk sekedar mengisi ulang perut.. kerja berlebihan juga gak bagus!"


^^^"Kamu khawatir padaku?"^^^


"Tidak!"


^^^"Jangan berbohong!"^^^


^^^"Iya-iya! Nikmati makan malam mu!"^^^


"Ohh.. kamu tahu? Dari mana?" Monna mengedarkan pandangan mata nya ke setiap sudut ruang makan tetapi ia tak menemukan benda semacam kamera pengintai (CCTV).. darimana gerangan si tuan rumah nya tahu perihal apa yang sedang di lakukan oleh nya.


^^^"Suara kuah yang mendidih, bodoh! Kamu pikir aku tipe orang yang suka menguntit?"^^^


"Indra pendengaran mu tajam juga rupanya?!"


^^^"Hmm.. aku tidak akan menggangumu lagi!"^^^


"Oke.. "

__ADS_1


...[Panggilan Terputus]...


"Aku gak bilang menganggu! Dasar pendendam! Cihh.. " Monna berdecih mendapati tuan rumah nya yang sensitif hanya karena nada bicara nya yang tak enak di dengar.. padahal ia sama sekali tak berniat menyinggung perasaan nya.. jika esok aiden tak menghubungi nya.. monna harus berinisiatif menghubungi nya terlebih dahulu.. demi menjaga silaturahmi kata nya.


Monna membereskan peralatan masak seusai rapih makan.. kegiatan sehari-hari nya membosankan.. rasa jenuh mulai melanda.. ingin pergi tapi tak ada tujuan.


Monna memutuskan untuk tidur sehari lagi.. ia akan pikirkan rencana nya esok secara matang-matang.


KAMAR TAMU


Rembulan terbit menyinari wajah cantik tuan putri yang tengah berdiri di balkon.


Ada perasaan hangat berada di kamar ini.. kamar yang di pinjamkan tuan rumah nya secara sukarela pada monna.. ia menyimpulkan senyuman mengingat betapa tidak tahu diri nya berada di kediaman pribadi aiden masih memohon pada aiden supaya membiarkan monna tinggal di villa fortune house ini sementara.. usai tenggat waktu yang di tetapkan.. monna memilih pergi melepas aiden bersama kota kelahiran nya.


Sanggupkah monna? Yang musti di hadapi tetap harus di hadapi.


Monna keluar dari dalam kamar tidurnya.. ia berniat melihat-lihat suasana kamar tidur aiden.. si pemilik rumah yang jadi persinggahan sementara nya ini.


KAMAR TIDUR UTAMA


Kreakkk


Monna melangkah maju perlahan dari ambang pintu masuk.. kamar nya terasa sepi biarpun sangat megah.. ia menemukan lukisan besar yang terpajang di kamar aiden.. seorang gadis muda.. wajah nya terasa familiar.. tetapi kenapa aiden memasang wajah gadis ini disini.. apa kebetulan itu kekasih nya.. jika benar.. mengapa ia tak menolak perjodohan orang tua nya.. menilai dari sikap aiden harusnya dia sudah memberontak bila sungguhan memiliki pasangan yang di minati jadi seorang istrinya.. caranya memperlakukan gadis ini terbilang istimewah.. sampai-sampai di pajang oleh aiden di kamar tidur nya..


"Ohh.. ada namanya?" Tulisan di sudut lukisan itu bisa disebut sengaja di samarkan atau tidak.. dari penulisan nya itu terlihat seperti bahasa asing.. monna tak bisa menangkap nya.. namun bila di lihat secara gamblang gadis ini cukup cantik.. monna mengerti kenapa aiden menolak dirinya sebagai calon istri masa depan nya.. mereka berada di tahta yang berbeda.


Monna berjalan membuka tirai yang menutupi balkon di kamar tidur nya.. angin menyibak rambut yang menutupi leher jenjang gadis ini.

__ADS_1


"Biarkan aku tidur disini.. semalam saja!" Monna menutup pintu kaca balkon lalu merangkak naik ke tempat tidur si pemilik rumah.. harum tubuh aiden berbekas di atas bantal nya.. bila aiden tahu.. akankah ia marah?


__ADS_2