
"Sebenarnya aku ini hanya orang luar.. apa hak ku buat mencampuri kehidupan aiden?"
Monna dilema pada rasa resah yang melanda nya.. kenapa ia merasa seperti orang gila waktu aiden hampir terluka.
"Apa aiden baik-baik saja di luar sana? Apa gak sebaiknya pulang lebih awal?" Monna kelimpungan pada pria itu yang mendadak menghilang.. sejak kemarin sore.. aiden belum memberikan informasi seputar kabar nya di eropa.. ada apa gerangan.
Setumpuk pertanyaan berkutat di otak nya.. kaki nya terus begerak tak beraturan.. apa yang harus ia lakukan sekarang.. apa mustinya monna terbang menyusul aiden di eropa.. tetapi monna bahkan tidak tahu aiden pergi ke negara eropa bagian mana.. menjengkelkan.
Tangan nya terus mengenggam erat ponselnya.. sampai..
Kringgg
...[Panggilan Masuk]...
"Hallo!"
^^^"Hallo! Nona monna.. "^^^
"Ini siapa?" Monna terlonjak dari atas kursi yang sedang di tempati nya.. ponsel aiden tapi mengapa yang menghubungi nya orang lain.
^^^"Saya morgan sekretaris bos aiden.. maaf, saya memeriksa ponsel bos.. anda berusaha menghubungi nya berulang kali tapi saat ini bos masih berada di proyek pembangunan cabang perusahaan jadi belum dapat menerima panggilan anda.. bila ada sesuatu yang penting anda bisa sampaikan pada saya.. saya dapat menjaga amanat pesan anda pada bos besar kami, khawatir ada masalah darurat saya dapat membantu anda, nona!"^^^
"Ohh.. a-anu mustinya tidak ada yang penting, apa aiden masih dalam keadaan utuh?"
Morgan tertegun mendengar kalimat yang keluar dari mulut gadis yang menghubungi bos besar nya.. apa maksud dari ucapan nya?
..."Maksud anda.. bos kami baik-baik saja disini, nona!"...
"Ahh.. syukurlah! Jangan katakan apapun pada aiden.. i-itu.. apa bisa meminta nomer ponsel anda pribadi.. sewaktu-waktu aku akan sering bertanya kabar tentang aiden melalui anda!"
^^^"Apa itu mungkin, nona? Aku tidak keberatan hanya saja bos.. "^^^
"Dia mengenalku dengan baik.. cukup laporkan padaku perihal keadaan nya disana sampai ia kembali ke kota gurry.. ini perintah langsung dari tuan besar lingga!" Alibi monna.. supaya morgan bisa memberikan nomer ponsel nya pada monna tanpa basa-basi lagi.
^^^"Baiklah!"^^^
__ADS_1
...[Panggilan Terputus]...
Morgan mengirimi nomer ponsel pribadinya melalui pesan teks.. monna langsung menyimpan kontak salah seorang tangan kanan aiden.. semoga kelak morgan dapat membantu kelancaran komunikasi antara aiden dan dirinya yang terhambat.
HIROSHIMA, JEPANG
Aiden masih sibuk mengelola proses prosedur pembangunan rumah bordil kelas elite disini bersama arsitektur handal asal kota jepang semua nya dapat berjalan lancar.. sepertinya ia juga dapat pulang tepat waktu tanpa ada kendala.
Tak terasa matahari mulai terbenam.. aiden menatap morgan yang masih setia di tempat nya semula.. aiden menghampiri nya.
"Ada yang menghubungi ku?" Morgan menyerahkan ponsel milik bos besar nya.
"Nona monna sudah menghubungi anda berulang kali.. jadi saya berinisiatif untuk menjawab panggilan nya bos.. maaf lancang bos.. "
"Apa yang di katakan nya?"
"Dia bertanya 'anda masih dalam keadaan utuh' itu pertanyaan dari nona bos"
"Kamu jawab apa?"
"Apa kamu gak pernah pacaran?" Morgan masih memegangi pintu mobil nya menunggu bos besar nya masuk ke dalam mobil.
Brakk
Morgan menutup pintu mobil setelah bos besar nya masuk, ia bergegas menyusul masuk ke dalam mobil.
"A-apa saya salah jawab bos?"
"Jika perempuan bertanya demikian.. kamu harus mendramatisir sedikit demi mendapatkan perhatian dari nya."
"B-bos apa itu bagus?"
"Sangat bagus! Cobalah jalin hubungan dengan seorang gadis! Balik hotel!"
"Baik bos!" Sang supir menjalankan mobil yang mereka tumpangi untuk pulang ke hotel.
__ADS_1
LOBBY HOTEL BLOSSOM
Di kawal anak buah nya aiden memasuki lobby hotel yang cukup megah bagi kalangan kelas atas.
Para pengawal menjaga ketat di luar pintu kamar nya sedangkan morgan mengikuti aiden masuk ke dalam kamar hotel.
"Bos, nona memaksa saya supaya memberikan nomer ponsel pribadi saya padanya.. "
"Untuk apa? Kenapa baru bilang?" Aiden melemparkan jas yang habis di kenakan nya ke atas kasur.
"I-itu katanya supaya mempermudah menanyakan kabar anda disini karena anda sulit di hubungi! Sa-saya mau bilang, karena menurut saya ini privasi anda jadi saya memutuskan menyampaikan ini saat bos sudah sampai di kamar."
"Yakin bukan perasaan pribadi?" Aiden menggoda anak buah nya ini.. jangan-jangan morgan juga tak memiliki perasaan khusus pada perempuan.
"Ma-mana ada bos!"
"Gak ada? Apa kamu suka sesama jenis?"
"Bu-bukan begitu bos. Anda salah mengartikan!" Kuping morgan memerah.. itu terjadi waktu morgan diliputi rasa malu.
"Aku salah?" Aiden duduk di atas kasur sembari memainkan ponselnya menampilkan panggilan keluar dari monna beberapa waktu yang lalu.. betul kata morgan.. bukan tak percaya pada bawahan nya sendiri hanya memastikan.
"Ti-tidak bos."
"Berarti benar kamu suka sesama jenis?"
"SAYA MASIH SUKA PEREMPUAN BOS!" Morgan mengatakan nya dengan lantang berharap bos nya mengerti.. morgan gelagapan karena perihal pribadi mustinya aiden tak mencampuri masalah ketertarikan romantik bawahan nya.. siapa sangka.. morgan mendapat perhatian istimewah dari bos besar nya.
Aiden menatap morgan yang gugup sebab kelepasan bicara menggunakan nada tinggi pada bos besar nya.. dapat di lihat peluh yang menetes di pelipisan nya.. morgan mulai menciut ketakutan.
"Sudahlah! Aku percaya, bawa saja seorang gadis biar aku makin yakin."
"Pasti saya bawa bos!" Morgan membungkukan badan nya menghormati keputusan yang di inginkan bos besar nya.. tenggang rasa yang tinggi.. toleransi terhadap bawahan nya.. terbilang cukup baik sebagai salah satu upaya menghargai para anak buah nya.. morgan mengerti maksud dan tujuan bos besar nya.. ia hanya sekedar perduli pada para bawahan nya.
"Bawakan aku satu set pakaian santai.. kita pergi makan malam bersama.. "
__ADS_1
"Baik bos!" Morgan bertahun-tahun mengabdi pada bos besar nya selain rasa takut yang mendalam.. ia berharap perlindungan atas kerja keras nya dapat memuaskan hati bos besar nya.