European Sky King

European Sky King
PERUSAK SUASANA


__ADS_3

Aiden membawa mobilnya tanpa arah.. kepalanya pusing.. menahan kantuk.. usai perdebatan panjang semalam bersama ayah angkatnya.. aiden berulang kali memikirkan ucapan ayah angkatnya yang sulit diterima akal sehatnya.


Dia juga menimang pendapat ayahnya tentang perasaannya pada monna.. aiden sendiri masih gak tahu kedudukan monna di hatinya gimana? Bahkan hingga sekarang aiden belum memberikan kabar pada kekasihnya itu.. sebetulnya apa arti monna baginya? Aiden merogoh saku celananya mengeluarkan ponselnya dari dalam sana.


Jemarinya menggulir layar ponselnya sampai menunjukan satu kontak nomer telepon.. ia ragu-ragu.. haruskah aiden menghubunginya? Bahkan dengan status sebagai kekasihnya sendiri masih harus bertanya-tanya.. aiden memutuskan untuk menghubungi monna.. telepon nya berdering cukup lama.. apakah monna gak akan mengangkat telepon nya? Apa yang sedang di lakukan nya.. hingga sesibuk ini.. tak biasanya.


Aiden mencoba menghubungi nya sekali lagi.. hal yang sama terulang.. monna gak menjawab panggilan telepon darinya.. atau monna marah karena aiden terlihat tak memperdulikan monna.. tapi sekali lagi aiden berpikir dengan logikanya.. itu gak mungkin.. buat apa monna marah.. lagipula mustinya monna tahu sesibuk apa aiden di eropa.


Baru sekarang meluangkan waktu untuk menghubunginya tetapi belum ada jawaban dari monna.. aiden menekan nomer telepon monna..


...[Telepon Berdering]...


"Hallo!" Aiden melamun mendengar suara kekasihnya dari seberang teleponnya hingga kesadaran nya kembali.. aiden menepuk-nepuk pipinya.


^^^"Kenapa lama sekali?"^^^


"Maaf, aku berada di dapur tadi!"


/Monna, sayurnya hangus!/


/Aku kesana./


Aiden mendengar suara pria dari seberang telepon nya.. monna gak sendiri? Siapa laki-laki itu?


"Aku matikan dulu teleponnya yah? Nanti ku hubungi lagi!"


^^^"Oke!"^^^


...[Panggilan Terputus]...


Aiden menatap lekat layar ponselnya.. suara laki-laki? Siapa lagi yang dapat menyicipi masakan kekasihnya selain dirinya.. ada perasaan tak terima di dalam hatinya.. sebelum dia melanjutkan pertanyaan yang mengejolak di dalam jiwanya.. monna sudah memutuskan panggilan nya.. timbul rasa kecewa.. padahal sudah hampir seminggu mereka tak berkomunikasi.. dari nada suaranya monna terdengar biasa saja menerima panggilan yang mustinya tak di duga-duga.. ekspektasinya terlalu tinggi.


Aiden belum menanyakan lebih perihal pria yang sedang bersama kekasihnya.. monna sudah memutuskan panggilan nya.. aiden menyetujuinya hanya karena sungkan menganggu waktu pribadi yang di miliki kekasihnya.. kepalanya hampir pecah menahan tekanan masalah yang bertubi-tubi ini.


Aiden memarkirkan mobilnya ke area parkir di restoran langganan nya karena masih terlalu pagi jadi belum seramai biasanya.. aiden melangkah ke dalam restoran.. memesan beberapa makanan beserta satu cangkir americano tentunya.. aiden memilih tempat duduk di dekat jendela.. pemandangan nya membuat pria ini betah berlama-lama di ruangan terbuka.


Kepalanya masih berisik bersahutan pada sosok pria yang menemani hari-hari monna tanpa dirinya di kota gurry.. ingin rasanya sekedar bertanya.. hanya saja takut membuat monna tidak nyaman pada sikap *posesif* yang dibuatnya.


"Aiden.. " Suara yang terdengar familiar membuyarkan lamunan nya.. dalam hati berkata 'gak mungkin'.. aiden menoleh mendapati seonggok gadis berdiri di sebelahnya.. kenapa harus sekarang? Aiden menepuk dahinya.. megan duduk di kursi sebelahnya.. mengabaikan izin dari penghuni meja makan disana.

__ADS_1


"Ngapain?" Aiden memalingkan pandangan nya ke luar jendela.. pemandangan dedaunan yang terbalut salju lebih enak di lihat ketimbang kehadiran tamu tak di undang ini.. tampang sumringah megan betul-betul menjengkelkan di matanya.. walaupun bertemu tanpa di sengaja.. setidaknya biarkan aiden sendiri.. kenapa musti terus menghantuinya? Gentayangan dimana-mana.


"Aku mau membeli camilan di tempat langgananku.. ternyata ada kamu juga disini.. kebetulan sekali, kita memang jodoh yah?" Aiden menggaruk alisnya penat kepalanya semakin terasa mendengar suara cempreng gadis di sebelahnya.. apapun alasan nya aiden sama sekali gak suka omong kosong yang keluar dari mulut megan.


"Pergilah sesudah makan!" Megan bersorak bahagia.. aiden mengizinkan nya untuk duduk bersamanya di satu meja makan.. tangan nya mulai bergerilya menyentuh lengan kekar pria di sebelahnya.. sebelum aiden dengan sigap melemparkan sorotan mata tajam padanya.. megan bergelayut manja di tangan aiden.. aiden berusaha melepaskan cengkraman tangan megan dari lengan nya.. megan menahan nya cukup kuat.. aiden mendengus kasar.. gagal melepaskan tautan tangan megan dari lengan berototnya.


"Megan, jaga sikapmu di tempat umum!" Aiden memperingati megan sekali lagi.. gadis konglomerat mana yang bisa merendahkan diri seperti dirinya.. aiden tak habis pikir.. sudah putus kah urat malunya?


Megan melepaskan pegangan tangan nya.. ia gak mau di usir lagi oleh cinta sebelah tangan nya ini.. berusaha mengontrol kegatalan nya.. bersikap baik di depan aiden, mana tahu pria di sebelahnya bakal luluh.. pelayan datang membawakan pesanan kedua insan yang tengah bermesraan di satu meja.. aiden menjamah cangkir kopinya.


"Ohh.. kamu suka americano?" Ada saja bahan pembicaraan yang di lontarkan gadis di sebelahnya bahkan nyamuk pun tak diberi kesempatan bersuara di depan nya.. aiden hanya mengangguki nya sebatas jawaban.. melanjutkan acara makan nya hingga satu notifikasi pesan singkat terpampang di layar ponselnya.


Tingg


Dengan lancang megan berusaha mengintip layar ponsel aiden.. walaupun aiden berusaha menyembunyikan itu darinya.. semua sia-sia selama gadis konyol ini berupaya keras.


...[Pesan Masuk]...


Aku diluar.


Monna menjawab semua pertanyaan yang berkutat di pikiran nya sedari tadi.. itu sungguh menganggu pikiran nya.


Itu, temanku!


^^^Jangan pulang terlalu larut!^^^


Hmm.. baiklah.


^^^Aku disini cukup lama kali ini.^^^


Iya!


^^^Sudah?^^^


Apa?


^^^Jawaban mu?^^^


Jawaban apa yang

__ADS_1


kamu harapkan?


^^^Apa kamu gak^^^


^^^keberatan kalau aku^^^


^^^menghabiskan waktu^^^


^^^cukup lama disini?^^^


Itukan tergantung


pekerjaan mu!


^^^Monna, kamu^^^


^^^gak rindu kah?^^^


Serindu apapun tak


terobati sebelum


bertemu lagi!


Aiden memasang senyum bahagia mendengar kalimat itu terungkap dari mulut monna.. itu artinya monna berharap untuk segera berjumpa dengan nya lagi.


^^^Tunggu aku.^^^


Ya.


Megan jengkel mendapati cinta sebelah tangan nya tersenyum sumringah berbalas pesan dengan seorang gadis di ponselnya.. ia akan mencari tahu siapa gadis tersebut.. apapun caranya.. akan di kerahkan.. demi menyingkirkan gadis manapun dari sisi aiden.. hanya megan seoranglah yang bisa jadi pendamping pria di sebelahnya ini.. megan bergelayut di lengan aiden.


"Aiden, aku pulang dulu yah!" Aiden merasa jijik pada sikap manja megan yang di buat-buat.. ia bukan gadis yang di harapkan aiden.. semakin jauh megan pergi maka semakin bagus juga.. peluang untuk menyingkirkan nya semakin besar.


"Pergilah!" Aiden memukul tangan megan yang terus bertengger di lengan kekarnya.. membuatnya risih.. megan melepaskan tangan nya dari sana.. mengedipkan sebelah matanya genit pada pria dingin di seberangnya.. aiden bernafas lega setelah memastikan megan benar-benar menghilang dari restoran ini.


Ia memutuskan untuk kembali ke tacenda.. menghibur diri bersama rekan-rekannya disana sekaligus menyelesaikan kerjasama bisnis yang sempat tertunda.. belum lagi kerjaan lain yang belum tuntas sepenuhnya.. membutuhkan sosok pemimpin ini berdiri disana.


...~~~...

__ADS_1


__ADS_2