
"Bos!" Aiden memutar kursi nya.. lima hari sudah berhasil membangun tim kerja sama yang kuat di jepang bersama salah seorang deputi negara nya.
"Ada kabar buruk!" Aiden mengerutkan dahi nya.. apa yang di lupakan oleh nya.
"Kenapa?"
"Deputi satoshi mengabari dari kedutaan amerika-jepang.. anda belum membereskan perkara kematian hirotaka.. tuan satoshi membantu kita menyeludupkan mayatnya di pantai Mikasahama!"
"Morgan, kamu juga melupakan itu?"
"Maaf bos, saya telah ceroboh kali ini!"
"Berangkat malam ini.. aku beri waktu satu jam buat membereskan masalah ini kelar urusan disana langsung balik amerika lagi.. gak perlu menunda kepulangan.. "
"Saya siapkan helikopter bos!"
"Hmm.. "
Tampang serius bos besar nya tak bisa di permainkan lagi kali ini.. morgan hampir mati berdiri menghadapi bos besar nya yang menahan kobaran api kemarahan.
Morgan menghambur keluar ruang kerja bos besar nya menghubungi tim moda transportasi udara supaya segera datang ke gedung pusat tacenda di AS.. sekaligus mengumpulkan beberapa bawahan aiden yang lain nya untuk bergegas ke lapangan landas helikopter di rooftop gedung pusat tacenda.
11 Menit Kemudian..
__ADS_1
Semua di kerjakan serinci mungkin oleh morgan.. aiden keluar menuju lapangan landasan helikopter disambut bawahan nya yang berjajar menanti kedatangan nya di atap gedung pusat tacenda.. morgan mempersilakan bos besar masuk terlebih dahulu kemudian ia menyusul nya di belakang.
Helikopter lain mengawal penerbangan helikopter utama yang di tumpangi bos besarnya di depan.. mereka terbang terburu-buru malam ini.. aiden menaruh harapan besar pada pilot yang mengemudikan helikopter memperpendek jangka waktu sesingkat-singkatnya.
Untungnya kekuatan koneksi dapat membantu tugas nya yang sempat menumpuk kemarin.. deputi satoshi bergegas menghubungi nya segera selepas sejam setelah lepas landas di AS.
Aiden mengabaikan waktu istirahat nya.. selama belum terlambat ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas untuk melihat jenazah hirotaka untuk terakhir kali nya.
Morgan bergidik ngeri mendapati tampang ganas bos besarnya.. niat jahat apalagi yang ingin di lakukan bos besar nya ini.. dengan raut wajah beringas nya.. akankah aiden mencincang halus tubuh hirotaka di pantai mikasahama? Morgan memalingkan wajah nya ke arah lain terlalu beresiko bila tertangkap basah memperlihatkan kelemahan nya di depan bos besarnya.. karena itulah yang aiden tak suka dari morgan.. segi kepayahan nya.
9 Jam 30 Menit Kemudian..
Pilot helikopter berusaha mempersingkat perjalanan udara nya semampu mereka berhasil mengerahkan segenap tenaga nya supaya dapat cepat landas di jepang.. mereka hanya membutuhkan waktu 9 jam sampai di daratan jepang.
Beberapa anak buah nya membentengi bos besar nya dari depan sisanya berada di belakang.. aiden mengikuti arahan salah satu bawahan deputi satoshi yang memandu jalan nya ke suatu tempat dimana mayat hirotaka di sembunyikan.
Terdapat rumah tua yang sudah rapuh di depan mata aiden.. ia mengendus bau bangkai yang kuat mulai tercium di hidung nya.. morgan menyodorkan kain lap guna menutupi indra penciuman bos besar nya.. aiden mendekati satu kantong mayat.. bawahan deputi satoshi membantu membuka kantong mayat disana.. memperlihatkan hirotaka dengan kepingan tubuh nya yang hancur lebur akibat ledakan bom dari mobil nya.. aiden menyeringai mendapati sosok laki-laki paruh baya yang licik itu hanya jadi kepingan bangkai tak berguna.
"Wajah garang mu itu semakin ngeri bila orang lain menyaksikan adegan ini, pasti tak ada yang sanggup menahan nya!" Suara bariton datang dari belakang tempat aiden berdiri.. deputi satoshi mendekati aiden yang masih tak bergeming menatapi kepingan tubuh hirotaka di dalam kantung mayat.
"Mau di apakan?" Deputi satoshi menunjuk mayat hirotaka mengenakan dagu nya.. aiden masih terpaku pada bangkai hangus mayat laki-laki di depan nya.. mencari musuh yang salah akhirnya jatuh ke lubang yang di buat sendiri.
"Buang saja ke laut jadikan santapan bagi ikan ikan disana!"
__ADS_1
"Bahkan ikan bisa saja tak ingin mengigit bangkai laki-laki hina seperti hirotaka!"
"Benar!" Aiden tersenyum miring sembari bersedekap dada.. matanya masih tak bisa berkedip menyaksikan lawan rendahan nya dengan tubuh yang telah hancur itu jadi beberapa potong daging.. isi perut nya berserakan di dalam kantung mayat.
"Tapi.. kenapa kamu bisa-bisa melupakan bangkai mayat hirotaka?"
"Hah! Aku sibuk selama beberapa hari disini.. mengelola proses pembangunan rumah bordil di Hiroshima kemarin.. anak buah ku saja sampai melupakan nya.. teledor sekali!"
"Lagipula ini serangan terorisme yang tidak dapat di ketahui seharusnya mudah bagiku menghilangkan jejak setelah meledakan mobil yang di tumpangi hirotaka.. anak buah ku melakukan nya dengan teliti.. mereka gak akan biarkan barang setitik sidik jari menempel di mobil hirotaka.. " Aiden mendidik keras para bawahan nya supaya menghindari kecerobohan yang fatal walaupun lupa menghilangkan bangkai mayat hirotaka para penyidik tak mudah menguak kematian di balik bom yang tersembunyi di dalam bagasi mobil nya.
"Heh! Dasar anak muda, jangan sampai kamu mati tak wajar seperti pria paruh baya ini!" Deputi satoshi menepuk-nepuk bahu aiden dengan wajah lelah nya itu.. tetapi semangat nya berapi-api patut di kagumi demi menggapai impian nya.. semua orang pasti berkeras hati pada sesuatu yang ingin di gapai nya .. begitu pula aiden.
"Tenang saja! Aku lebih lihai dalam memainkan siasat dari pada laki-laki tua nan bodoh ini!"
"Berhenti memaki jenazah! Lemparkan dia ke laut!" Deputi satoshi memperintahkan anak buah nya supaya melemparkan mayat hirotaka ke laut.
"Baik tuan!" Morgan menerima aba-aba dari bos besarnya untuk mengawasi proses pembuangan bangkai mayat laki-laki hina itu 'hirotaka'
"Kamu berencana mengabadikan moment-moment itu?" Deputi satoshi terkekeh memperhatikan bawahan aiden yang mengikuti anak buah satoshi ke luar dari rumah tua ini.
"Biar mengasah keberanian nya.. aku gak suka punya anak buah pengecut!"
"Bahkan caramu mendidik terbilang kasar juga yah?" Aiden tersenyum mendengar ungkapan sang deputi yang di tujukan pada nya.. aiden melangkah keluar di sebelah deputi satoshi keluar dari gubuk terbengkalai ini.
__ADS_1
"Gak seberapa keras!" Mengingat ayah angkat nya yang mendidik aiden dengan cara lebih keras ketimbang didikan yang di beri pada morgan beserta bawahan nya yang lain.