
Esther sukses menjebak bos besar ini ke sebuah ruang bawah tanah.. aiden menelisik tiap sudut ruangan yang sesak ini.. lubang udara pun tak terlihat disini.. siapa yang berencana membunuh nya?
Aiden berusaha menetralisir nafasnya yang mulai tak teratur.. morgan pintar.. ia pasti dapat segera menemukan keberadaan bos besar nya yang terkunci di ruangan ini.
Gemerisik suara tapak kaki terdengar dari balik tembok besar yang menghalangi nya disini tapi itu tak menghalangi indra pendengaran nya yang sensitif.
Ngung ngung
Terasa getaran datang dari arah luar, benda lancip keluar menembus dari balik tembok di dekat nya.. seketika pondasi tebal yang menutupi keberadaan nya runtuh.. aiden dengan sigap menghindari tumpukan reruntuhan yang akan menimpa nya.
"Bos, anda baik-baik saja?" Morgan muncul dari balik tembok yang hancur itu.. pengawal nya yang lain membawa bor yang menghancurkan pondasi bangunan dari gedung yang menjebak nya.
"Gak ada waktu sekarang, lepaskan borgolku dulu!" Morgan merebut tang dari tangan pengawal lain memutus kaitan borgol yang melukai pergelangan tangan bos besar nya.. untung saja morgan datang tepat waktu.
Crackk
"Saya sudah menyiapkan helikopter bos!"
"Bagus!" Aiden keluar melompati kepingan tembok yang hancur di bantu anak buah nya.. morgan mengikuti langkah kaki besar bos nya dari belakang.
"Morgan, aku bakal menghilangkan jejak sementara waktu! Urusan disini aku serahkan sementara sama kamu, minta daylon bantu beresi masalah yang tersisa!"
"Baik bos! Anda hati-hati!" Aiden merangkak masuk ke dalam helikopter di ujung gedung bangunan yang di bobol anak buah nya.. tempat mengurung aiden sementara sukses di hancurkan tangan kanan nya.. mustahil morgan tak bisa melacak keberadaan bos besar nya.. aiden yang paling tahu batas kemampuan orang nya.
Morgan menggunakan helikopter lain bersama pasukan pengawal nya yang tersisa.. separuh nya mengikuti aiden mengawal nya agar tetap aman sampai ke tempat persembunyian nya sementara.
RUANG KENDALI, MARKAS BESAR POLISI MILITER
__ADS_1
Klik
Pintu masuk terbuka kekacauan terjadi di depan mata nya.. esther frustasi nyata nya tak semudah mengurung anak kucing.. aiden berhasil melarikan diri.. gedung tinggi dengan pondasi bangunan yang kuat sukses di hancurkan anak buah nya aiden.. lagi lagi misi nya gagal menangkap penjahat kelas kakap di eropa itu.
Beberapa anak buah nya masuk menyusul eshter kepulan debu berterangan meluap di dalam bangunan tertutup ini.
"Ada apa ini? Kemana si iblis itu?"
"Dia berhasil lolos!" Cetus esther.. ia mengepalkan tangan nya.. dalam hati nya berteriak memanggil nama nya geram.. ia bersumpah akan menangkap penjahat kelas kakap itu.
SATU TAHUN KEMUDIAN..
Tuk tuk
Daylon mengetuk meja kerja morgan yang masih termenung menanti kabar berita dari bos besar nya.. sangat setia.
Setelah tragedi satu tahun lalu.. aiden belum juga menampakan batang hidung nya.. jangankan batang hidung sekilas kabar pun belum di dapat.. anak buah nya yang setia masih menanti kepulangan bos besar nya kembali ke eropa.. semua sukses di kendalikan daylon dan morgan disini.. esther berniat memasukan aiden dalam daftar buron rupanya dia salah langkah lagi, kekuatan jaringan koneksi nya lebih gahar dari yang di bayangkan esther.. berulang kali morgan sukses mengagalkan upaya penangkapan esther terhadap bos besar nya.. detektif yang tergila-gila untuk menguak kebenaran di balik panti pijat yang didirikan aiden akhirnya kasus itu tertahan akibat hilang nya figur utama rumah bordil itu dari eropa.
"Kamu harusnya yang lebih tahu kan?" Sahut morgan menjawab pertanyaan daylon.. daylon terpukau.. kelamaan ikut bos nya yang sangar kelakuan morgan lama-lama sama persis seperti aiden.. dasar anak muda.
Kringgg
Ponsel morgan berdering nama yang tercantum di layar ponselnya terpampang jelas 'bos' morgan melemparkan tatapan tidak percaya pada daylon yang masih berdiri menegang di depan meja nya.. sama hal nya seperti morgan.
Glupp
Morgan menelan liur nya jemari nya menekan tombol hijau di layar ponsel yang berarti 'angkat' menyalakan pengeras suara supaya daylon dapat mendengar nya.
__ADS_1
...[Dalam Panggilan]...
^^^"Hallo!" Itu benar suara bos besar nya.. mereka berdua masih sulit menerima kenyataan nya.. sekian lama.. bos nya memutuskan menghubungi keluarga besar tacenda di eropa pada satu tahun selepas kepergian nya.^^^
"Ya, bos! Anda dimana? Apa anda baik-baik saja?"
^^^"Ya, aku di kota gurry sekarang! Apa disana berjalan lancar?"^^^
"Semuanya aman terkendali bos!"
"Hei! Aiden si bodoh bertampang sangar, kami terus menunggu kamu disini! Apa yang telah kamu lewati?" Daylon tak tahan lagi menyambar percakapan hangat kedua orang di depan nya.
"Teganya kamu memilih menghubungi morgan duluan di bandingkan aku.. "
^^^"Daylon, berhenti merengek seperti bayi! Aku menyerahkan pekerjaan ku sementara padamu.. urus itu dengan benar! Awas kamu sampai ada kesalahan lagi.. jangan berharap bisa hidup damai!" Daylon memegangi leher nya terasa aura mencekam walaupun mereka hanya berbincang melalui panggilan telepon.^^^
"I-iya, aku tahu! Cihh.. "
^^^"Aku matikan!"^^^
...[Panggilan Terputus]...
"Dia selalu sensitif kalau berkomunikasi denganku, heran!" Daylon kesal pada reaksi atasan nya yang menyebalkan di mata nya itu.. memperlakukan orang lama dengan buruk.
"Aku juga akan melakukan hal yang serupa jika berinteraksi dengan mu dalam jangka waktu yang lama!" Daylon tercengang pada jawaban yang di lontarkan morgan pada nya.. dengan tenang morgan kembali bekerja.. rasa aman menyelimuti hati nya setelah mendapat kabar baik dari bos besar nya.
Daylon mengerti maksud dari kalimat yang di ungkapkan morgan padanya.. ia keluar dari ruang kerja morgan tanpa mengucapkan sepatah katapun.. tak perlu di usir lagi.
__ADS_1