European Sky King

European Sky King
KECEMBURUAN AIDEN


__ADS_3

Semenjak mendapatkan nomer ponsel pribadi bawahan aiden.. monna tambah sering menghindari komunikasi jarak jauh dengan aiden.. morgan selalu menyampaikan amanat nya dengan baik biar begitu tetap saja aiden merasa tersisihkan.


"Bos.. nona monna.. "


"STOPP!!!" Aiden kesal tak bisa lagi menahan kejengkelan nya pada sikap gadis itu.. morgan bergidik ngeri mendapati raut wajah masam bos besar nya.


"Abaikan semua panggilan beserta pesan dari monna.. biar dia menghubungiku! Mengerti?"


"B-b-baik bos!" Morgan terbata-bata menjawab kalimat yang di sampaikan bos besar nya.. segera ia pamit undur diri dari hadapan bos besar nya yang tampak gusar akibat semua kabar soal wanita nya melalui mulut bawahan nya.


Bertepatan setelah keluar dari kamar hotel bos besar nya yang masih sibuk menata bisnis baru di asia.. morgan menerima satu panggilan masuk dari wanita yang amat di cintai bos besar nya.


...[Panggilan Masuk]...


"Hallo! Morgan.. "


^^^"Nona, j-jangan tanyakan apapun lagi mengenai bos besar melalui aku.. a-aku gak sanggup lagi.. "^^^


"Tapi.. mor.. "


...[Panggilan Terputus]...


Monna bertanya-tanya.. mengapa morgan tiba-tiba bertingkah aneh.


"Ada apa dengan nya?" Monna menekan nomer telepon pelaku dugaan pertama nya 'aiden'


Di lain tempat si penghuni kamar hotel masih menopang dagu nya penuh amarah.. ponselnya bergetar.. aiden mengangkat ponselnya yang terbaring di atas kasur bersama pemilik nya.


Aiden memasang raut wajah sumringah mendapati panggilan masuk dari wanita yang telah di nantinya selama ini.


...[Panggilan Masuk]...


"Apa yang kamu lakukan pada morgan?"


Serangan pertanyaan pertama adalah morgan. Kenapa lagi-lagi monna malah mencemaskan bawahan nya ketimbang aiden.

__ADS_1


^^^"Kenapa kamu memperdulikan morgan di banding aku?"^^^


"Jawab saja pertanyaan ku!"


^^^"Aku tak melakukan apapun padanya!" Dengusan nafas nya terdengar dari seberang telepon monna.^^^


"Jangan berani menghalangi apa yang kumau!"


^^^"Siapa suruh kamu terus menghubungi nya!"^^^


"Karena kamu sulit di hubungi, bodoh!"


^^^"Tetapi aku tak selamanya sibuk kadangkala kamu mustinya berinisiatif untuk menghubungi ku bukan terus-terusan berkomunikasi dengan bawahan ku!"^^^


"Jangan bertindak seperti anak kecil, aiden!"


^^^"Biarkan saja!"^^^


"Aku lakukan ini juga demi kamu!"


^^^"Kamu.. demi aku?"^^^


"Iya, bodoh!" Aiden memasang senyum bahagia mendengar monna tidak menyanggah kebenaran yang keluar dari mulut nya.


^^^"Kalau begitu.. jika aku meminta kamu buat menghubungi aku saja kecuali di saat mendesak kamu bisa menghubungi morgan.. tak apa kan?"^^^


"Baiklah-baiklah!"


Dalam hatinya bersorak sorai mendengar monna menyetujui permintaan nya setulus hati.


^^^"Apa yang sedang kamu lakukan sekarang?"^^^


"Hmm.. aku.. duduk di tepi kolam.. disini sepi tanpamu!"


^^^"Tunggu saja.. aku pulang sebentar lagi.. "^^^

__ADS_1


"Benarkah?"


^^^"He'em"^^^


"Kapan?"


^^^"Tersisa beberapa hari lagi.. aku usahakan pulang secepat nya.. "^^^


"Bawakan aku oleh-oleh!"


^^^"Oh.. kamu mau apa?"^^^


"Hmm.. apapun yang terasa manis.. "


^^^"Kalau gitu.. aku bawa badan saja!"^^^


"Kenapa?"


^^^"Aku kan sudah manis!"^^^


"Cihh.. dasar memuja diri sendiri!"


^^^"Seorang aiden.. memang harus di banggakan.. walaupun kamu gak berkata benar.. seluruh dunia pasti mengatakan pendapat serupa dengan ku!"^^^


"Melampaui batas!"


^^^"Sudah sewajarnya!"^^^


"Istirahatlah! Aku matikan telepon nya!"


...[Panggilan Terputus]...


Monna.. selalu bisa membuat aiden tersenyum senyum sendiri.. kebahagiaan datang di waktu yang tepat.


Tak ingin rasanya pergi jauh dari kota gurry.. entah apa yang di rasakan aiden.. ia merasa monna membutuhkan kehadiran nya disana.

__ADS_1


Hubungan yang tak tentu arah nya kemana.. mereka jelas-jelas menolak rencana perjodohan kedua orang tua nya.. tetapi hati kedua pasangan ini terlanjut terjerat asmara yang terlambat di sadari.


__ADS_2