
Megan mendapatkan alamat lengkap villa fortune house aiden.. berniat melabrak gadis yang di sembunyikan aiden disana.. gak perlu pikir panjang lagi.. megan mengutus mickey orang kepercayaan nya untuk membantunya memesan tiket pesawat terpagi esok hari.
Kegilaan nya sudah menutupi kesadaran nya.. megan berterus terang tentang perasaan nya tetapi selalu di tolak cinta sebelah tangan nya itu.. jadi, ini alasan nya.. megan akan menyingkirkan gadis manapun yang menghalangi kemajuan hubungan nya dengan aiden.
"Kamu yakin mau kesana, megan?" Sahut mickey yang masih menatap intens layar monitor di depan nya.. game yang tengah di mainkan nya membuat mickey harus konsentrasi namun gangguan dari putri konglomerat ini.. membuyarkan fokusnya pada permainan.
"Tentu!"
"Gadis yang berada di villa tuan muda aiden itu, bukan gadis biasa." Sahut mickey meyakinkan putri konglomerat yang tengah duduk menikmati camilan ringan di atas sofa.. di dalam kamar tidurnya.
"Aku gak perduli dia siapa, mana fotonya?"
Mickey mencetak satu foto gadis yang tak lain adalah kekasih dari cinta sebelah tangan nya.. mickey memutar kursinya.. menyodorkan selembar foto yang tercetak melalui printernya.
"Dia gadis bangsawan loh!" Mickey bersedekap dada.. menatap gadis kaya di depan nya.. megan masih gemas mengingat senyum sumringah aiden yang berbalas pesan dengan gadis ini.
"Kamu kan jago komputer, bisa meretas sistem keamanan tacenda?" Megan meletakan lembaran foto gadis bangsawan yang akan di temuinya itu.
"Bisa, tapi buat apa?"
"Mengawasi pergerakan aiden, sebelum dia sadar aku berangkat ke kota gurry buat menemui cewe ini.. kamu harus bantu aku laporkan gerak-gerik aiden padaku!" Serunya megan merencanakan semuanya matang-matang.. gak berpikir resiko apa yang akan diterimanya di masa mendatang.. sesudah aiden mengetahui perbuatan megan pada kekasihnya.. aiden pasti gak akan tinggal diam.
"Emm.. cuma aku harus tahu tingkat keamanan disana gimana?"
__ADS_1
"Gak terlalu ketat kok!" Ujar megan remeh.. memudahkan semuanya.. meyakinkan mickey supaya dapat membantunya.. mickey masih ragu-ragu.. megan berharap dapat mengendalikan mickey di bawah kekuasaan nya.. megan mengeluarkan satu amplop coklat berisi uang tunai.. menyodorkan nya pada mickey.. matanya berbinar mendapati uang yang di serahkan megan padanya sebelum betul-betul jatuh ke tangan mickey.. megan masih perlu memastikan.. bila mickey sanggup melaksanakan perintahnya.
"Kamu harus membantuku!" Megan melambai-lambaikan amplop coklat itu di depan mata mickey.. pancaran mata mickey gak bisa bohong lagi kalau perihal uang.. semua akan di pastikan nya berjalan lancar.
"Ini baru separuh nya loh, kalau sukses sampai aku kembali kesini lagi.. aku masih ada 50% nya lagi buat imbalan kerja kerasmu!"
"Baiklah!" Megan tersenyum senang mendengar persetujuan dari mickey.. tangan nya dengan cepat menyambar uang yang berada di tangan megan.. mickey menghitungnya.. cukup untuk tutup mulut dan kerja kerasnya.
"Kalau begitu, aku pulang!" Megan bangkit dari atas sofa.. membawa tas branded nya yang tergeletak di atas meja.
"Say goodbye, megan!"
"Bye!" Megan melenggang keluar dari dalam kamar tidur mickey.
Megan membawa satu kopernya berisi pakaian yang tak perlu.. segala riasan nya masuk ke dalam koper.. seperti akan pergi untuk tour keliling dunia.
"Kemana kamu akan pergi?" Papanya menyadari putrinya bersiap untuk pergi.. entah kemana.. membawa buntalan koper yang cukup besar.
"Aku akan berkunjung ke villa pribadi, aiden!" Senyum sumringah di wajah megan membuat papanya senang.. mendengar kemajuan hubungan nya yang baik bersama aiden.. anak muda yang patut di banggakan.. papanya masih berharap megan bisa jadi pendamping masa depan nya aiden kelak.. siapa sangka.. itu hanya ekpektasi papanya megan saja.
"Ohh.. papa bila memungkinkan jangan beritahu aiden perihal keberangkatan ku ke kota gurry yah! Ini kejutan!" Drama megan meyakinkan orang tuanya supaya mengikuti kemauan putrinya ini.. dengan senang hati.. tentu saja.. papanya menyetujui keinginan putrinya tanpa syarat.
"Hati-hati dalam perjalanan!" Megan mencium pipi papanya sebelum berangkat ke bandara.. pelayan rumah nya membantu megan mengangkat barang bawaannya ke dalam bagasi mobil.
__ADS_1
"Aku pergi papa!" Megan berteriak-teriak sembari melenggang pergi keluar kediaman nya menuju mobil di pekarangan rumahnya.. yang sudah menunggu kedatangan putri konglomerat ini.
BANDARA PORTUGAL
Megan menuntun kopernya ke dalam bandara.. sebelum mematikan ponselnya.. megan berniat menghubungi mickey yang sudah bersiap di tempatnya.
...[Telepon Berdering]...
"Hallo megan!"
^^^"Mickey, bagaimana persiapan nya?"^^^
"Semua dalam pengawasan ku, aman terkendali!"
^^^"Kalau begitu aku bisa tenang sekarang. Sampai aku mendarat di kota gurry, aku akan menghubungi mu secepatnya. Laporkan kabar terbarunya sesudah beberapa jam nanti!"^^^
"Aku tunggu kabar selanjutnya, megan!"
...[Telepon Terputus]...
Megan memasukan ponselnya ke dalam saku mantel yang di kenakan nya.. kakinya melangkah lebih jauh ke dalam bandara.
"Aku pergi sebentar, aiden. Untuk mengusir lalat-lalat yang hinggap di antara kita!" Gumam nya sebelum benar-benar menghilang dari lobby masuk bandara kota lisbon.. tampang sumringah nya sangat tidak sabaran untuk mengusir monna dari villa pribadi aiden.. yang hingga saat ini masih menolak keras pernyataan cintanya.
__ADS_1