European Sky King

European Sky King
MENGUPAS LUKA LAMA


__ADS_3

KORIDOR TACENDA


"Kamu dapat kartu nama itu dari siapa?" Daylon berjalan beriringan bersama tangan kirinya aiden.


"Dari sekretaris datuk darul!"


"Kamu gak dengar ada apa-apa di antara datuk darul dan bos besar kita?" Morgan bingung pada pertanyaan yang di lemparkan daylon padanya.. sebetulnya apa yang telah terjadi pada bos besarnya.


"Engga ada!"


"Aiden bertingkah aneh sesudah menerima kartu nama datuk darul darimu, seperti aku melihatnya membuka luka lama yang masih membekas di ingatannya dahulu!" Morgan gak tahu apa yang menimpah bos besarnya.. dan juga sekretaris datuk darul gak menceritakan detailnya perihal hubungan apa yang sudah terjalin antara dewan direksinya dengan bos besarnya.


"Aku gak tahu apa-apa, bagaimana keadaan bos?" Morgan merasa bersalah tentang apa yang menimpah bos besarnya.. apa datuk darul sengaja merencanakan ini.. kalau morgan tahu yang sebetulnya.. dia gak akan sudi menyodorkan kartu namanya pada bos besarnya.


"Dia kurang fit juga hari ini, panggil dokter pribadi bos besar kesini!" Daylon memperintahkan morgan supaya membantunya membawa dokter pribadi aiden berkunjung ke tacenda.


"Baik!" Daylon kembali ke ruang kerja aiden sedangkan morgan menghubungi dokter pribadinya bos besarnya untuk segera datang ke tacenda.


...[Panggilan masuk]...


^^^"Hallo!"^^^


"Hallo, morgan! Sudah lama ada apa?"


^^^"Bisa bantu bos besar?"^^^


"Ada apa dengan nya?"


^^^"Belum tahu jelasnya!"^^^


"Aku sampai disana 15 menit lagi!"


^^^"Baik!"^^^


...[Panggilan Terputus]...


Morgan berjalan ke arah pintu utama menanti dokter pribadi bos besarnya disana.


Beberapa saat kemudian..

__ADS_1


"Genting?" Dokternya melangkah tergesa-gesa menghampiri tangan kirinya aiden yang menjemputnya di depan pintu utama rumah bordilnya.


"Masih belum bangun!"


"Dia pingsan?" Tanyanya memastikan sekali lagi.


"Cuma tertidur, kondisinya lagi kurang fit saja!" Dokter patrick bernafas lega mendengar kabar nya yang gak begitu parah dari tangan kiri aiden.


Morgan menuntun nya ke ruang kerja pribadi bos besarnya.


Tok tok


Morgan masuk ke dalam ruangan bersama patrick.. daylon bangkit dari atas sofa menanti kedatangan kedua orang ini.. daylon memandu dokter patrick ke tempat istirahat aiden.


Terlihat aiden dengan wajah pucat nya terkapar di atas kasur seperti kondisi orang pingsan tepatnya.. bukan tidur.


Dokter patrick mengeluarkan stetoskop nya memeriksa detak jantung aiden yang masih setengah tersadar.. jantungnya melemah.. ada tekanan yang cukup mengguncang nya.. kurangnya istirahat juga jadi salah satu pemicunya.


Dokter patrick meresepkan obat.. morgan berlari keluar dari tempat istirahat bos besarnya.. mempersiapkan obatnya dengan kecepatan tinggi.. ia merasa bersalah pada bosnya.. bagaimana morgan dapat menebus kesalahan nya.


Aiden terbangun dari tidurnya.. morgan membawakan obat di atas nampan beserta satu gelas air putih.. daylon membantunya meminum obatnya.. aiden bersandar di punggung kasur.


"Kamu terlalu menahan banyak tekanan.. jangan dibawa pusing.. serahkan saja masalah kerjaan sementara pada bawahanmu dulu!" Aiden benar-benar terlihat tak berdaya di atas kasur.. ia berusaha keras melawan sakit.. teramat benci pada sakit.. kenapa dirinya harus tumbang sekarang? Morgan diam-diam keluar dari tempat istirahat bos besarnya.. ponselnya berdering mendapati pesan masuk dari kekasih bos besarnya.


Morgan, apa kalian


sibuk hari ini?


^^^Bos, jatuh sakit nona.^^^


Ada apa dengan nya?


^^^Dokter bilang terlalu^^^


^^^banyak tekanan!^^^


Pekerjaan?


^^^Itu salah satunya..^^^

__ADS_1


^^^aku gak tahu^^^


^^^lebihnya ada apa..^^^


^^^hari ini dia bertingkah^^^


^^^aneh menurut daylon.^^^


Baiklah! Bantu aku


rawat dia disana yah?!


^^^Baik nona!^^^


Morgan memasukan ponselnya ke dalam saku.. begitu membalikan tubuhnya.. morgan tersontak mendapat daylon tengah berdiri di belakangnya.


"Apa yang kamu sembunyikan?" Morgan menarik daylon menjauh dari pintu tempat istirahat bos besarnya.


"Nona monna selalu bertukar kabar tentang bos besar dengan ku, dia memintaku untuk merahasiakan ini sementara. Sepertinya mereka sedang bertengkar juga!"


"Begitukah?" Daylon tiba-tiba terpikir rupanya banyak masalah nya hari ini.. sebetulnya daylon sudah tahu soal suasana hatinya yang berantakan sewaktu aiden masuk ke ruangan kerjanya tadi.. kelopak matanya yang menghitam juga.. daylon menyimpulkan aiden kurang istirahat.. ada masalah jugakah di kediaman weston? Pukulan berat yang menimpah sahabatnya itu cukup banyak ditambah pukulan traumatis terhadap masa lalu yang kelam nya.. daylon akan mencari tahu keterkaitan bos besarnya dengan datuk darul itu.


"Morgan, kamu bisa membantuku?" Morgan masih setia mendengarkan atasannya ini memberi perintah padanya.


...~~~...


Daylon mendampingi dokter patrick keluar dari tempat istirahat bos besar tacenda.. aiden sudah tertidur kembali di tempat tidurnya.. datang alih-alih kerja malah terkapar di tempat tidur.. daylon akan membantu aiden menyelesaikan pekerjaan nya yang masih menumpuk disini.. bila aiden berkenan membiarkan daylon menghadapi datuk darul.. daylon rela turun ke lapangan bersama morgan membantunya menyelesaikan proses pemberkasan izin pembangunan cabang di malaysia.


"Beri dia sedikit makanan yang mudah di cerna!" Dokter patrick terus mengkhawatirkan pasien nya yang tak pernah memperdulikan kesehatan nya itu.. daylon mengangguki nya memahami rasa cemas pada pasien nya yang telah lama di rawat olehnya.


"Terimakasih sudah datang!"


"Bukan orang baru juga! Gak usah sungkan." Daylon tersenyum mendengar ungkapan tulus dari mulut dokter pribadi bos besarnya.. setelah memastikan dokter patrick benar-benar pergi dari rumah bordil.. daylon berniat membeli bubur di luar.. memberikan sedikit asupan nutrisi.


15 Menit Setelahnya..


Daylon membawa sekantung bubur untuk bos besarnya yang masih terbaring diatas tempat tidurnya.. dia benar-benar akan merawat nya dengan ketulusan hatinya.. siapa lagi yang bisa memperhatikan nya begini.. daylon mengangumi dirinya sendiri yang amat berjasa dalam hidup sahabatnya.


Daylon masuk ke ruang kerja bos besarnya.. betapa terkejutnya.. pemandangan pertama yang di dapatkan nya adalah aiden yang masih saja mengutamakan pekerjaan nya yang menumpuk di meja kerja.. mau matikah anak ini? Daylon menutup laptop nya.. menyodorkan semangkuk bubur di atas mejanya.

__ADS_1


"Ini bukan waktunya memikirkan pekerjaan.. menyingkir dari kursimu! Biar aku yang melanjutkan." Aiden bersandar lemah di punggung kursinya.. apalagi yang bisa di lakukan nya untuk melawan orang yang jauh sehat darinya.. tangan nya yang masih gemetar.. gak berani menunjukan nya pada daylon.


"Makan!" Aiden enggan mengeluarkan kedua tangan nya yang masih gemetar hebat.. daylon mendengus kesal.. membuka bungkusan bubur yang dibawanya.. lalu menyodorkan sendoknya di depan bos besarnya yang kelewat manja ini kalau sakit.


__ADS_2