
Ada satu moment yang diam-diam monna gak suka dari kekasihnya ini.. tanpa kabar apapun hanya meninggalkan secarik kertas berisi catatan bahwasanya aiden telah pergi dari kota gurry menuju eropa.. kebiasaan yang mustinya di hindari.. monna gak bisa ngomong apa-apa.. hanya bernafas pasrah.. meletakan kembali note yang berisi pesan singkat itu di atas meja makan.
Monna memilih menghabiskan waktu di luar rumah ketimbang hanya berdiam diri di dalam kamar.. ia mengambil kunci mobil nya yang tergeletak di atas nakas kamar tidurnya.. menatap keheningan singkat yang terjadi di villa pribadi kekasihnya.. percuma rasanya menetapkan hati untuk jadi wanitanya aiden tetapi pria itu sama sekali tak menghargai kehadiran nya.. ada bagus nya petisi gugatan itu.. yang membiarkan aiden terus berdiam diri di kota gurry bersama nya.. menghabiskan waktu berdua di villa pribadinya.. di bandingkan jadi wanita pilihan nya tetapi terus menyia-nyiakan segala peluang yang tersisa.
Kakinya membawa monna ke garasi mobil.. matanya terpaku pada tempat kosong yang biasanya terisi mobil pribadi yang suka di kendarai pria itu.. ini pilihan monna sendiri.. ia harus menetapkan hatinya pada satu pria yang penuh misterius ini.. apa harus monna menyesal? Tidak, sekali lagi ia meyakinkan dirinya sendiri. Ini bukan penyesalan, anggaplah sebuah pengorbanan.. monna berusaha menyingkirkan pemikiran bila aiden tak membutuhkan nya.
Brakk
Monna membawa mobilnya keluar dari dalam garasi.. berlama-lama di dalam villa bisa membuatnya terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak soal kepergian prianya ke eropa.. monna berusaha menyikapi perilaku buruk aiden dengan pemikiran yang transparan.
Mengingat kalau monna masih punya kontak tangan kanan aiden tapi sia-sia juga.. aiden berupaya mencegah monna agar tak dapat mengetahui keadaan nya dari bawahan nya lagi.. prianya cuma mau monna memprioritaskan kekasihnya dahulu daripada mendengarnya dari mulut orang lain.. tapi sekarang monna sadar.. belum bisa menghubungi nya duluan.. biarlah.. ia akan menanti aiden menghubungi nya terlebih dahulu.
Gak tau juga aiden pergi berapa lama kali ini.. note yang di tinggalkan hanya berisi pesan kalau dirinya pergi ke eropa dan ucapan maaf akibat tidak berpamitan dengan baik padanya.
__ADS_1
Bim bim
Mobil di belakang monna membunyikan klakson.. menyadarkan monna dari lamunan nya.. lampu rambu lalu lintas sudah berubah warna.. ia betul-betul kehilangan konsentrasi menyetir.. monna memilih membawa mobilnya menepi.. pikiran nya amat kacau.. monna memijat keningnya yang terasa pusing.. aiden sukses membuat monna gelisah.
Brakk
Monna turun dari mobilnya.. berjalan di sepanjang trotoar.. banyak pasang mata yang memperhatikan kemolekan penampilan gadis bangsawan di tempat umum.. monna cukup menarik perhatian publik.. namun ia sama sekali tak menghiraukan sorot mata orang-orang di sekitarnya.. pandangan mata yang kosong.. kakinya terus berjalan entah akan membawanya kemana.. tanpa tujuan.. dan arah.
Raut wajah nya tak dapat di tutupi lagi.. rasa sedih menekan nya berlarut ke dalam kemeranaan.
"Monna.. " Suara pria yang terdengar akrab di indra pendengaran nya.. monna mendongak mendapati lucas yang berdiri membeku di depan nya.
Ia benar-benar tak tertarik untuk berbasa-basi dengan orang lain saat ini.. yang dia butuhkan hanya kabar dari sosok pria yang amat mempengaruhi suasana hatinya sekarang juga.
__ADS_1
Tanpa izin dari gadis yang tengah termangu di tempatnya.. lucas duduk di sebelah monna.. raut wajahnya yang murung amat terpancar jelas.. apalagi lucas bisa dibilang jadi salah satu orang yang teramat jelas mengenal sosok gadis bangsawan ini.
"Bahuku bisa jadi sandaranmu!" Lucas juga gak memahami situasi apa yang tengah di hadapi monna kecuali menawarkan diri sebagai tempat pelarian sesaatnya.. gak ada lagi yang bisa dibantu olehnya.. karena monna sama sekali tak berselera untuk membuka mulut.. matanya sangat jelas.. seolah akan menumpahkan air mata.. tapi monna masih sanggup menahannya.
Hembusan nafas monna terdengar sendu.. ia sama sekali tak ingin menyahuti lucas pria yang teramat perhatian padanya.. monna gak pernah merasa sebimbang ini sampai tega mengabaikan lucas yang setia menemaninya disini.. baru kali ini monna merasa sangat tak berdaya.. hingga menolak membuka mulut.
Apa yang membuat monna tergila-gila pada pria itu.. ia sendiri sadar kalau monna serasa terhipnotis oleh prianya.. sampai tak mampu berpaling dari aiden.. baru terhitung beberapa hari.. tetapi monna amat menghargai keputusan kekasihnya namun nyatanya sikap aiden berbanding terbalik dengan dirinya.. apa monna gak semustinya memaksa aiden dalam situasi mendesak yang begini.. hingga detik ini pun monna masih gak mendengar dering notifikasi pesan masuk apalagi panggilan masuk.
Lucas menyentuh tangan monna yang bertumpu di atas pahanya.. monna tetap tak menghiraukan perbuatan yang di lakukan lucas padanya.. pandangan matanya terpaku ke arah jalanan yang di padati kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas di depan matanya.
"Hei! Monna.. " Lucas melambai-lambaikan tangan nya di depan mata monna.. monna sama sekali tak bergeming dari lamunan nya.
Lucas akan terus menemaninya disini sampai monna puas menatap pemandangan jalan di depan matanya.. lucas tahu persis karakter monna yang sudah sampai di puncaknya.. otaknya terus akan berputar memikirkan masalah yang menganggu pikiran nya.. sejak kuliah, lucas jadi salah seorang sahabat yang setia menemani monna dalam suka maupun duka.. ia enggan meninggalkan monna barang sedetik pun.. kebetulan bertemu dengan nya di jalanan yang sering mereka berdua lewati.. tetapi monna dalam kondisi tak karuan begini.. ada rasa sedih yang menyelimuti lucas bila mengetahui monna yang hancur begini.. andai dahulu monna menerimanya.. lucas gak akan pernah membuat monna semurung ini.. lucas mengubur perasaan nya semenjak mendengar desas-desus bila monna di jodohkan oleh orang tuanya.. ia akan terus berdiri di belakang monna menjadi orang nomer satu yang dapat memberikan dukungan lebih dari siapapun pada gadis bangsawan ini.. apapun situasinya.. lucas berharap monna bisa mengandalkan nya.. dalam menghadapi masalah yang memaksanya.
__ADS_1