Falling In Love Dengan Pemabuk

Falling In Love Dengan Pemabuk
Episode 15


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, Alfred dan Lily pulang ke rumah Lily. Saat sampai di rumah, rumah terlihat sepi.


“Dimana Ayah dan Ibumu?” tanya Alfred


“Aku juga tidak tahu, kau jangan pulang dulu ya tunggu mereka datang.”


“Baiklah kalau begitu. Jika kau merasa lelah tidur saja.”


“Tidak, aku tidak lelah. Aku akan menemanimu di sini.”


“Bisakah kau mengambilkan segelas air putih untukku?”


“Baiklah, akan kuambilkan.”


Lily kemudian berjalan ke dapur dan mengambilkan segelas air putih untuk Alfred.


“Ini air putih untukmu.”


Alfred langsung menghabiskan segelas air putih itu. Mereka duduk di ruang tamu sambil menonton acara di televisi


1 jam berlalu begitu cepat. Terdengar suara mobil datang.


“Mungkin mereka sudah datang. Biar aku tengok ke luar.”


Lily berjalan keluar … Ternyata benar itu Ayah dan Ibunya yang datang.


“Ayah … Ibu … Darimana saja? Aku datang tidak ada orang di rumah.”


“Kami tadi pergi ke rumah sakit untuk mengecek kondisi Ayahmu sebelum operasi.” jawab Gwen.


Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam rumah.


“Hallo Om dan Tante.” sapa Alfred.


“Hai Alfred, kalian baru saja pulang?” tanya Andy.


“Kami sampai sekitar 1 jam yang lalu.”


Andy dan Gwen kemudian menuju ke kamar mereka untuk berganti baju.


“Lily, sebaiknya kau jangan memberi tahu Ayah dan Ibumu dulu sampai Ayahmu selesai operasi nanti.”


“Memangnya kenapa?”


“Hmmm … Sudah ikuti saja jangan membantah.”


“Kau ini mulai tidak jelas. Baiklah, aku tidak akan memberi tahu mereka sampai Ayah selesai operasi.”


Tak lama suara mobil terdengar lagi dari luar. Lily melihat ke arah luar melalui jendela. Beberapa mobil terparkir di halaman rumah Lily. Ternyata itu teman-teman Ayahnya yang pernah datang ke rumah beberapa hari lalu.


Lily memanggil Ayahnya yang sedang berada di kamar. Sementara Alfred membukakan pintu untuk mereka dan menyambutnya.


Begitu Alfred membuka pintu, Erick salah seorang teman Andy seperti tidak asing dengan wajah Alfred.


“Kau Alfred kan anak Jennifer dan Daniel?” tanya Erick.

__ADS_1


“Bagaimana anda tahu nama Ayah dan Ibu saya?”


“Tentu saja aku mengenal mereka dengan baik, pasti kau lupa kita pernah bertemu di acara amal yang diadakan mereka.”


“Benarkah? Memang benar saya menghadiri acara amal itu tapi maaf saya tidak ingat dengan siapa saja saya bertemu di sana.”


“Ya … Kau berada di sana bersama mereka dan juga adikmu. Mungkin kau lupa karena itu sudah 1 tahun yang lalu.”


“Mari silahkan masuk dulu.”


Tak lama Andy dan Gwen keluar dan dari kamar menemui teman-teman Andy.


“Bagaimana kondisimu sekarang?” tanya salah seorang teman Andy.


“Aku baru saja pulang dari rumah sakit untuk mengecek kondisiku. Hasilnya semuanya bagus dan operasi bisa segera dilakukan.” jelas Andy.


“Syukurlah kalau begitu, kita tidak sabar menunggu kau bisa melihat lagi.” ucap Erick.


Mereka kemudian melanjutkan pembicaraan. Selama mereka berbincang Alfred dan Lily hanya bisa mendengarkan. Tak lama Alfred berpamitan untuk pulang.


“Maaf semuanya izinkan saya pamit pulang.”


“Kau buru-buru sekali, kami belum sempat berbicara banyak denganmu.” ucap Erick.


“Mungkin lain kesempatan kita bisa bertemu lagi.”


“Baiklah. Hati-hati di jalan, sampaikan salamku untuk orang tuamu.”


“Baik nanti akan saya sampaikan. Saya pamit.”


Alfred segera keluar dari rumah diantar oleh Lily.


“Baiklah, kau istirahat saja pasti kau sangat lelah.”


“Tidak, aku tidak lelah sama sekali. Hati-hati di jalan ya. Jangan lupa kabari aku jika kau sudah sampai.”


Alfred masuk ke dalam mobil dan langsung pergi.


Lily kembali masuk ke dalam rumah menuju ke kamarnya. Lily berbaring di tempat tidurnya dan memutar lagu “Shallow” milik Lady Gaga. Lily kemudian terpikir akan menyanyikan lagu itu untuk rekaman demo.


Sementara di ruang tamu …


“Andy, sejak kapan Lily mengenal Alfred?” tanya Erick.


“Sepertinya belum lama, ada apa?” tanya Andy.


“Aku mengenal keluarganya, Ayah dan Ibunya sering mengadakan acara amal. Terakhir aku datang ke acara amal yang diadakan mereka 1 tahun yang lalu. Di sana lah aku mendapatkan informasi jika ada pendonor mata untuk yang sedang membutuhkan.”


“Benarkah? Siapakah orang yang baik hati itu?”


“Aku tidak diinformasikan siapa pendonor itu. Tapi yang jelas melalui acara amal itulah aku mendapatkan informasi tentang seseorang yang bersedia mendonorkan matanya.”


Tak lama mereka berbincang, Gwen mendapat telepon dari pihak rumah sakit.


“Hallo dengan siapa ini?” tanya Gwen.

__ADS_1


“Hallo perkenalkan saya Merlin dari rumah sakit militer angkatan udara. Ini betul dengan Nyonya Gwen Anderson?” tanya Merlin pegawai rumah sakit.


“Iya betul, ada yang bisa kubantu?”


“Saya ingin menginformasikan jika Tuan Andy Anderson bisa datang ke rumah sakit besok pukul 4 sore. Operasi akan dilakukan kemudian harinya pukul 8 pagi. Apakah informasi yang saya berikan sudah cukup jelas?”


“Ya sudah cukup jelas. Terima kasih banyak. Besok kami akan datang tepat waktu.”


Pegawai rumah sakit itu kemudian menutup teleponnya.


“Siapa yang menelepon?” tanya Andy.


“Dari rumah sakit, besok kau diminta untuk datang ke rumah sakit pukul 4 sore dan operasinya besok lusa pukul 8 pagi.” jelas Gwen.


“Semoga lancar operasinya Andy.” ucap Erick dan teman-temannya.


Mereka semua kemudian berpamitan untuk pulang.


“Gwen … Jangan lupa kau kabari aku jika sudah berada di rumah sakit.” pinta Erick.


“Baiklah, kalian hati-hati di jalan. Sampai jumpa besok.” ucap Gwen dan Andy.


Sementara itu di apartemen Alfred …


Alfred yang lelah segera memasuki kamar dan berbaring. Tak lupa dia menghubungi Lily untuk mengabarinya jika dia sudah sampai.


“Hallo Lily, aku sudah sampai di apartemen. Kau sedang apa?”


“Aku sedang mendengarkan lagu, untuk rekaman demo nanti aku akan menyanyikan lagu “Shallow” milik Lady Gaga. Bagaimana menurutmu?”


“Ya itu lagu yang bagus. Aku juga menyukai lagu itu. Aku akan segera merencanakan rekaman demo untukmu.”


“Baiklah, kau kabari aku saja. Aku akan terus berlatih menyanyi.”


“Yasudah aku mau tidur dulu, badanku sakit dan juga kepalaku agak sedikit pusing. Aku akan menghubungimu lagi jika aku sudah bangun.”


“Kau jangan lupa minum obat dulu sebelum tidur. Selalu jaga kesehatanmu. Aku menyayangimu.”


“Iya … terima kasih untuk hari ini. Aku juga menyayangimu.”


Alfred menutup teleponnya dan langsung memejamkan matanya.


Sementara Lily sedang asyik mendengarkan lagu.


“Aku jadi tidak sabar untuk rekaman demo nanti. Semoga aku bisa menyanyikan lagu ini dengan baik.” batin Lily.


Terdengar suara pintu kamar Lily diketuk.


“Lily … Lily … Bolehkan Ibu masuk?”


“Iya Ibu masuk saja.”


“Kau sedang apa?”


“Aku hanya sedang mendengarkan musik saja, ada apa Ibu mencariku?”

__ADS_1


“Tidak apa-apa Lily, Ibu hanya ingin melihatmu saja. Yasudah kalau begitu Ibu akan kembali ke kamar.”


Gwen kemudian meninggalkan kamar Lily.


__ADS_2