Falling In Love Dengan Pemabuk

Falling In Love Dengan Pemabuk
Episode 33


__ADS_3

Setelah menunggu 15 menit, Natasha dan Alfred masuk ke ruangan. Dokter kemudian melakukan prosedur pemeriksaan kehamilan dan hasilnya memang Natasha positif hamil.


"Selamat ya, anda betul sedang hamil. Perkiraan usia kehamilan anda sekitar 4 minggu. Saya akan meresepkan beberapa vitamin untuk anda konsumsi." kata Dokter.


Alfred agak terkejut mendengar usia kandungan Natasha yang sudah berusia 4 minggu sementara dia bertemu dengan Natasha belum ada 2 minggu.


"Baik terima kasih dokter, kami pamit dulu." ucap Natasha.


Alfred dan Natasha pergi ke bagian farmasi untuk mengambil beberapa vitamin yang sudah diresepkan oleh dokter tadi. Alfred menaruh rasa curiga terhadap kehamilan Natasha ini.


"Setelah ini kau mau kemana?" tanya Natasha.


"Aku antar kau pulang, lalu aku kembali ke rumah." jawab Alfred.


"Kenapa kita tidak tinggal berdua saja di apartemenmu?"


"Aku sudah bilang padamu, aku akan pindah dari sana.Jika aku sudah mendapatkan apartemen yang baru, kau boleh tinggal bersamaku."


"Baiklah kalau begitu, aku akan membantumu mencari apartemen yang baru untuk kita tinggal bersama."


"Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu saat ini jika kau hamil?"


"Tentu saja aku akan keluar dari pekerjaanku, kau yang harus bekerja untuk menghidupi aku dan calon anakmu ini."


"Sudahlah cepat kau masuk ke mobil, aku antar kau pulang."


Kemudian Alfred mengantar Natasha pulang sementara dirinya pergi ke Lion Kafe.


Alfred mulai memesan beberapa botol bir untuknya.


"Di mana Lucas?" tanya Alfred pada bartender.


"Hari ini dia libur."


Alfred berjalan ke arah dekat panggung, dia membayangkan Lily sedang bernyanyi di sana.


"Walaupun singkat, aku akan tetap mengenang kisah kita. Sampai kapanpun tidak akan ada wanita lain yang bisa menggantikan tempatmu di hatiku. Andai saja waktu bisa kuputar kembali, aku ingin memperbaiki kesalahan yang aku lakukan padamu." batin Alfred.


Alfred teringat pesan Lily yang memintanya untuk berhenti minum bir, dia kemudian hanya memandangi botol itu dan segera pergi meninggalkan Lion Kafe.


Alfred kembali ke rumah orang tuanya dan langsung masuk ke kamar. Dia duduk di teras kamarnya sambil menghisap sebatang rokok.

__ADS_1


Sementara di rumah Lily ...


Andy dan Gwen baru saja sampai rumah dan langsung masuk ke dalam kamar untuk mengganti baju mereka. Lily yang mendengar Ayah dan Ibunya sudah pulang kemudian keluar dari kamarnya.


Lily duduk di teras depan rumahnya dan disusul oleh Ayahnya.


"Sedang apa kau sendirian di sini?" tanya Andy.


"Aku hanya menikmati pemandangan saja, Ayah kenapa pergi ke markas militer? Apakah ada sesuatu?" tanya Lliy dengan penasaran.


"Sebaiknya kita masuk saja ke dalam, Ayah dan Ibu akan menjelaskan padamu."


Mereka kemudian masuk ke dalam dan berkumpul di ruang tamu. Tak lama Gwen datang menghampiri mereka dan duduk di samping Lily.


"Ada apa ini sepertinya serius sekali?" tanya Lily.


"Jadi begini, Ayahmu secara khusus mendapatkan tawaran kembali untuk aktif di militer tapi tidak untuk bekerja di lapangan." jelas Gwen.


"Itu tawaran yang bagus, lalu bagaimana? Apakah Ayah tertarik?" tanya Lily.


"Masalahnya adalah Ayahmu ditugaskan di London, Inggris."


"Kenapa jauh sekali? Memangnya di sini tidak ada posisi yang cocok untuk Ayah?"


"Tapi aku tidak bisa pergi dari sini, Ayah. Seperti yang Ayah dan Ibu tahu, aku baru saja melakukan demo rekaman. Bahkan karirku ini belum dimulai, aku tidak mungkin jika harus pergi dari sini."


"Lalu bagaimana? Ayah tidak bisa mengambil tawaran ini?"


"Kalau menurutku jika Ayah mampu melakukan pekerjaan itu maka Ayah terima saja tawarannya. Aku akan tetap berada di sini. Aku tidak bisa ikut bersama kalian ke London."


"Apa kau yakin bisa tinggal sendiri, Lily?" tanya Gwen.


"Aku yakin Ibu, aku tidak mau menjadi penghalang untuk Ayah dan Ibu. Aku ini kan sudah besar, jadi tidak masalah bagiku jika harus tinggal sendiri di sini."


"Baiklah kalau begitu, Ayah akan menerima tawaran pekerjaan ini. Tapi Ayah meminta kepadamu, tolong kau jaga dirimu baik-baik. Ayah tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padamu."


"Ayah dan Ibu tenang saja, aku bisa menjaga diriku sendiri. Ayah beri tahu saja komandan Ayah itu jika Ayah menerima tawaran darinya."


"Apakah kau yakin, Lily?"


"Iya Ayah, aku sangat yakin. Ini kesempatan emas yang tidak boleh Ayah lewatkan."

__ADS_1


"Baiklah, Ayah akan berbicara dengan komandan untuk menerima tawaran ini."


Andy segera menghubungi John White untuk menginformasikan jika dia setuju menerima tawaran itu. Segera setelah Andy menyetujui tawarannya, John White melalui anak buahnya mengirimkan beberapa seragam baru untuk Andy. John White meminta Andy bersiap untuk terbang ke London dalam 2 hari ke depan.


Di lubuk hatinya yang paling dalam, Lily sangat merasa sangat sedih karena harus berpisah dengan kedua orang tuanya. Lily sangat tahu jika Ayahnya senang bergabung di militer angkatan udara bahkan beberapa barang-barang kemiliterannya masih tersimpan baik, maka dari itu dia tidak ingin menghalangi Ayahnya untuk mendapatkan kesempatan emas ini.


Kembali ke rumah orang tua Alfred ...


"Alfred ... Alfred ... Apa kau di dalam?" ucap Jennifer sambil mengetuk pintu kamar Alfred.


"Iya Ibu, ada apa?" jawab Alfred.


"Bukalah pintunya, Ibu ingin berbicara padamu."


Alfred berjalan membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan Ibunya masuk. Jennifer duduk di tempat tidur dan meminta Alfred untuk duduk juga di sampingnya.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Jennifer.


"Aku baik-baik saja, apa yang Ibu pikirkan?"


"Aku mendengar dari Liz jika kau sudah tidak berhubungan lagi dengan Lily?"


"Iya Ibu, itu benar. Tapi aku baik-baik saja. Ibu tidak perlu mengkhawatirkan aku."


"Bagaimana Ibu tidak khawatir, melihat keadaanmu sekarang ini saja kau sudah tampak kacau."


"Ada beberapa hal yang sedang aku pikirkan, Ibu. Tapi bukan masalah yang serius."


"Jika kau butuh bantuan, bicaralah pada Ibu."


Jennifer kemudian meninggalkan Alfred di kamar sendirian sementara Alfred kembali duduk di teras kamarnya.


"Kenapa hidupku jadi serumit ini!" gerutu Alfred."


Alfred mulai memikirkan Natasha yang sedang hamil, dia tak menyangka karena ada bayi yang sedang dikandung oleh Natasha walaupun sebenarnya dia masih meragukannya. Alfred kemudian meraih ponselnya dan menghubungi Natasha.


"Hallo Natasha, kau ada di mana?" tanya Alfred.


"Aku ada di rumah, ada apa?"


"Segera kau kemasi barangmu, jika sudah selesai hubungi aku. Aku akan menjemputmu. Sementara kita tinggal saja di apartemenku yang lama."

__ADS_1


"Benarkah? Baiklah aku akan mengemasi barang-barangku. Nanti akan kuhubungi kembali jika aku sudah selesai mengemasi barang-barangku."


Alfred menutup teleponnya.


__ADS_2