Falling In Love Dengan Pemabuk

Falling In Love Dengan Pemabuk
Episode 34


__ADS_3

Sekitar pukul 6 petang, Natasha sudah selesai mengemasi barang-barangnya untuk dibawa ke apartemen Alfred. Dia tak menyangka jika Alfred berubah pikiran begitu cepat. Kesempatan emas tak akan disia-siakan begitu saja oleh Natasha.


"Aku sudah selesai mengemasi barangku, kau bisa menjemputku sekarang." tulis Natasha.


Alfred yang sedang berkumpul dengan keluarganya itu tidak tahu jika Natasha mengirimkan pesan padanya. Karena sudah menunggu 20 menit namun tak ada balasan dari Alfred, Natasha menghubungi Alfred.


Elizabeth yang mendengar jika ponsel Alfred berdering, segera dia memberikan ponselnya pada Alfred.


"Ini ponsel Kakak, ada yang menghubungi." kata Elizabeth.


"Terima kasih, Liz." ucap Alfred.


Alfred berjalan menjauh dari adik dan juga orang tuanya yang sedang berkumpul di ruang keluarga. Dia tidak ingin keluarganya mengetahui hubungannya dengan Natasha.


"Hallo, ada apa?" tanya Alfred.


"Aku sudah siap sekitar 20 menit yang lalu. Apa kau jadi menjemputku?"


"Baiklah, aku akan menjemputmu sekarang. Tunggu aku."


"Yasudah, jangan terlalu lama. Aku tidak suka menunggu lama seperti ini."


Alfred kemudian menutup teleponnya dan berjalan menuju ke kamarnya. Ketika akan berganti baju, Alfred melihat baju yang dipilihkan Lily sewaktu dia pergi ke Mall untuk membeli cincin dulu. Dia meraih baju itu dan memakainya, kemudian berdiri di depan cermin dan membayangkan wajah Lily yang tidak bisa dia lupakan.


Setelah selesai bersiap, Alfred keluar dari kamarnya dan berpamitan kepada Ayah, Ibu dan juga Adiknya. Jennifer melihat Alfred sedang tidak dalam kondisi yang baik. Baru pertama kali ini dia melihat anak lelakinya itu terlihat sangat kacau."


"Ibu rindu ingin makan malam bersama denganmu, sebaiknya kau pergi besok saja." ucap Jennifer.


"Maaf Ibu, ada panggilan penting dari klienku. Aku harus segera menemuinya." kata Alfred.


"Terakhir kali Ibu makan malam bersama itu ketika kau membawa Lily kemari kan?"


Alfred hanya terdiam begitu Ibunya menyebut nama Lily. Dia sudah berusaha susah payah untuk melupakan Lily namun keadaan seperti tidak mengizinkannya.


"Baiklah, aku pergi dulu. Tidak usah menungguku, aku tidak akan pulang malam ini." ucap Alfred sambil berjalan meninggalkan rumah orang tuanya itu.


Ponsel Lily berdering ...


"Hallo Lily, apakah kau bisa datang untuk bekerja malam ini? tanya Meghan.


"Malam ini? Baiklah aku akan segera bersiap-siap." jawab Lily.


"Maaf jika memberi tahu mendadak, karena malam ini Dragon Kafe sangat ramai pengunjung."

__ADS_1


"Iya tidak apa-apa, aku akan segera ke sana."


"Baiklah, terima kasih Lily. Kau sangat membantu sekali dan bisa diandalkan."


Meghan kemudian menutup teleponnya. Setelah itu Lily bersiap untuk pergi bekerja di Dragon Kafe. Tak lupa dia berpamitan kepada Ayah dan Ibunya.


"Ayah ... Ibu ... Manager Dragon Kafe tadi menghubungiku dan memintaku untuk pergi bekerja malam ini. Jadi sekarang aku pamit dulu ya. Meghan bilang malam ini pengunjung ramai sekali jadi aku harus segera sampai ke sana." ucap Lily.


"Baiklah Lily, kau hati-hati di jalan. Jangan tergesa-gesa seperti itu." ucap Gwen.


Segera Lily pergi ke Dragon Kafe menggunakan bus umum karena lebih cepat sampai. Hanya perjalanan 10 menit saja, Lily sudah sampai di Dragon Kafe. Segera dia masuk dan menemui Meghan.


"Kau sudah datang, cepat sekali. Baiklah ini kunci lokermu dan didalamnya sudah ada baju ganti jika kau ingin menggunakannya." ucap Meghan.


"Aku memakai baju ini saja tidak perlu ganti. Lalu setelah ini aku harus bagaimana?" tanya Lily.


"Ayo kuantar, tugasmu hanya mengantarkan pesanan pengunjung saja. Kau bersiap saja di depan pintu dapur dekat bar. Jika makanan atau minuman sudah siap mereka akan membunyikan lonceng dan kau antar ke meja pengunjung." jelas Meghan sambil berjalan mengantar Lily


"Baiklah, aku mengerti. Terima kasih Meghan."


"Yasudah, aku akan kembali ke ruanganku. Jika kau sudah selesai bekerja, kau bisa langsung pulang saja."


Sesampainya di rumah Natasha.


"Kau ini sudah gila? Aku kesusahan memindahkan barang, kau malah duduk diam di sini tidak membantuku. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan kandunganku?" bentak Natasha.


Alfred tak menanggapi amarah Natasha itu dan segera pergi menuju ke apartemennya. Natasha yang merasa kesal dengan sikap Alfred tak henti-hentinya menggerutu.


"Sudah sampai, kau naik dulu saja. Ini kuncinya." pinta Alfred.


"Lalu barang bawaanku bagaimana?!" tanya Natasha dengan sedikit membentak.


"Tentu saja aku yang akan membawanya, kau naik saja. Jangan membuatku kesal! bentak Alfred.


"Kau yang sudah membuatku kesal tadi, sekarang kau sendiri yang marah."


"Kau mau naik atau tidak? Jika tidak pergi saja sana! Kau ini terlalu banyak bicara membuatku pusing saja."


Natasha kemudian naik ke atas sendirian, sementara Alfred mencari troli untuk membawa barang bawaaan Natasha yang sampai 5 koper besar.


Natasha langsung masuk ke dalam kamar dan merebahkan diri karena punggunya serasa hampir patah karena mengangkat beban yang terlalu berat saat dirinya sedang hamil. Tak lama Alfred datang.


"Aku akan pergi minum ke bar, kau di sini saja. Nanti akan kubawakan makanan untukmu." ucap Alfred.

__ADS_1


"Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu pergi ke bar seorang diri. Wanita-wanita gatal di luar sana akan mendekatimu jika kau pergi tanpa aku." ucap Natasha.


"Terserah apa katamu."


"Yasudah aku akan ikut denganmu ke bar."


Alfred diikuti dengan Natasha pergi ke Dragon Kafe. Ini pertama kalinya dia datang ke Dragon Kafe karena dia tidak ingin mengingat kenangannya bersama Lily jika dia pergi ke Lion Kafe milik Shemma dan Ricard.


Sesampainya di Dragon Kafe, Alfred dan Natasha segera turun dari mobil karena turun hujan. Segera Alfred memesan beberapa botol bir untuk dirinya. Sementara Natasha memesan jus jeruk dan burger.


"Kau ini terus aja minum-minum tidak jelas seperti ini, kau harus memikirkan kesehatanmu." ucap Natasha.


"Kau diam saja, jangan banyak bicara. Terserah aku ingin minum bir berapa banyak itu bukan urusanmu. Dan kau jangan mengaturku, kita urus diri kita masing-masing." kata Alfred.


"Mudah sekali kau berbicara seperti itu, kau tidak memikirkan bayi yang sedang aku kandung? Ini anakmu, kau harus tanggung jawab terhadapku dan anak ini."


"Diamlah, kau berisik sekali."


Natasha kemudian diam dan malas menanggapi sikap dingin Alfred itu, tak penting baginya diperlakukan seperti apa oleh Alfred. Dia hanya mementingkan dia bisa hidup bersama dengan Alfred.


"Lily, kau antar pesanan ini ke meja nomor 10." pinta salah satu pegawai bagian dapur.


"Baiklah, akan kuantarkan pesanan ini." ucap Lily.


Lily berjalan mengantarkan pesanan untuk meja nomor 10. Lily tampak melayani pengunjung Dragon Kafe dengan ramah.


Pada saat yang bersamaan, Alfred melihat Lily yang sedang mengantar pesanan itu. Dia tak percaya jika akan bertemu dengan Lily di sini. Hatinya merasa senang karena bisa melihat wajah cantik Lily tapi di sisi lain dia juga harus melupakan Lily.


Lily kembali ke dekat bar untuk mengambil pesanan pengunjung lainnya. Dia mencari-cari meja nomor 20, betapa terkejutnya dia melihat Alfred bersama dengan wanita lain berada di meja nomor 20 itu. Dengan berat hati dia tetap mengantarkan pesanan itu.


"Silahkan ini pesanan anda, jika ada tambahan pesanan bisa memanggil kami." ucap Lily


"Sepertinya aku tidak asing denganmu. Kau wanita yang ditampar oleh Alfred di kedai kopi itu kan? Jadi rupanya kau bekerja di sini. Sejujurnya pekerjaan ini memang terlihat cocok untukmu." kata Natasha.


Alfred yang tidak terima dengan ucapan Natasha lalu berdiri dan menampar pipi Natasha.


"Sebaiknya kau jaga ucapanmu itu. Kau sendiri tak lebih baik darinya." kata Alfred.


"Oh jadi kau memang masih menyukai pelayan ini? Biar aku perjelas kepada wanita ini. Saat ini aku sedang mengandung anak dari Alfred. Kau sebaiknya jangan mendekatinya lagi." kata Natasha


"Maaf, anda tidak perlu berkata seperti itu kepadaku. Aku juga tidak ada niat untuk mendekatinya. Silahkan menikmati makanan anda." ucap Lily.


Lily kemudian berjalan kembali ke dekat bar dan mengambil pesanan lain untuk dia antarkan. Sementara Alfred langsung menarik tangan Natasha dengan kasar dan mengajak pergi dari Dragon Kafe.

__ADS_1


__ADS_2