Falling In Love Dengan Pemabuk

Falling In Love Dengan Pemabuk
Episode 35


__ADS_3

Sesampainya di apartemen, Alfred memasukkan Natasha ke dalam kamar dan mengunci pintunya dari luar. Natasha berteriak-teriak memohon kepada Alfred agar membuka pintunya. Alfred begitu marah kepada Natasha karena telah menghina Lily.


"Alfred! Cepatlah kau buka pintunya! Dasar berengsek!" teriak Natasha dari dalam kamar.


Alfred yang tidak tahan mendengar teriakan Natasha kemudian membuka pintunya. Terlihat Natasha terduduk di lantai dan sangat berantakan.


"Kenapa kau menamparku di hadapan wanita murahan itu? Apa kau ini buta? Kau tidak bisa membedakan wanita berkelas dan wanita murahan. Sangat disayangkan sekali pria sepertimu harus tunduk kepada wanita murahan seperti dia." ucap Natasha.


"Jaga ucapanmu itu! Siapa yang kau maksud wanita berkelas? Kau? Kau bahkan lebih murahan daripada Lily. Kau pikir aku sebodoh yang kau bayangkan? Jika terbukti anak yang kau kandung itu bukanlah darah dagingku, akan kupastikan kau tak akan pernah bertemu denganku lagi." kata Alfred seraya pergi meninggalkan apartemennya.


Natasha kemudian menangis dan berteriak di dalam kamar karena perlakuan Alfred kepadanya. Dia merasa tidak terima Alfred telah merendahkannya dan membandingkan dirinya dengan Lily. Sementara Alfred kembali ke Dragon Kafe untuk menemui Lily. Sekuat apapun Alfred mencoba melupakan Lily namun dia tetap saja tidak bisa melupakannya.


Sampai di Dragon Kafe, Alfred segera masuk dan mencari Lily.


"Lily, aku ingin berbicara denganmu sebentar saja. Aku mohon padamu." kata Alfred.


"Apa kau tidak lihat? Aku sedang bekerja sekarang. Aku tidak ingin kehilangan pekerjaan lagi karena kau. Sebaiknya kau pergi dari sini. Jangan menggangguku bekerja." ucap Lily.


"Aku akan menunggumu sampai kau selesai bekerja. Aku mohon luangkan waktumu untukku."


"Terserah kau saja."


Alfred keluar dari Dragon Kafe kemudian menunggu Lily di dalam mobilnya. Tak selang berapa lama, Lily menghampiri mobil Alfred yang sedang terparkir. Kemudia Lily mengetuk kaca jendelanya. Dengan cepat Alfred membuka pintu mobilnya itu.


"Lily, apa kau sudah selesai bekerja?" tanya Alfred.


"Belum selesai. Aku kemari untuk memintamu jangan menggangguku lagi. Malam ini adalah hari pertamaku bekerja di sini. Tolong kau jangan mengacaukan hidupku lagi. Apa kau masih belum puas membuatku diberhentikan dari Lion Kafe?"


"Aku mohon padamu berikan aku kesempatan sekali lagi untuk berbicara denganmu. Setelah itu apapun keputusanmu, aku akan menurutinya. Aku berjanji padamu."


"Kenapa kau keras kepala sekali?"


"Tolonglah Lily. Aku mohon padamu. Bagaimana kalau besok aku datang ke rumahmu?"


"Besok aku akan mengantar Ayah dan Ibuku ke bandara"


"Mereka mau kemana?"


"Mereka akan tinggal di London."

__ADS_1


"Lalu bagaimana denganmu? Kau akan tetap di sini kan?"


"Aku baru saja dapat pekerjaan, aku tidak mungkin meninggalkan pekerjaanku sekarang. Kau pulanglah. Mungkin lain waktu kita bisa bertemu kembali."


"Baiklah kalau begitu, aku pulang dulu. Jaga dirimu baik-baik. Aku menyayangimu."


Lily kemudian kembali masuk untuk melanjutkan pekerjaan. Hatinya sedikit luluh ketika Alfred berkata jika dia masih menyayanginya. Di dalam hati kecilnya, Lily masih menyayangi Alfred dengan sepenuh hatinya.


"Kenapa dia tidak bisa menghilang dari pikiranku! Menyebalkan sekali." gumam Lily.


Lily kemudian kembali melayani pengunjung Dragon Kafe yang memang malam ini sangat ramai pengunjungnya. Meski terasa lelah, Lily tetap bekerja dengan sepenuh hati karena dia harus bisa mencukupi dirinya sendiri selama orang tuanya berada di London, Inggris.


Sementara Alfred kembali ke rumah orang tuanya tanpa memperdulikan Natasha yang sedang berada di apartemennya. Alfred memilih untuk langsung tidur karena dia berencana akan pergi ke rumah Lily besok pagi. Agar tidak terganggu dengan bunyi ponselnya, Alfred memilih mematikan ponselnya.


Di apartemen Alfred ...


"Aku harus berbuat apa sekarang? Aku tidak mau jika Alfred sampai kembali ke wanita murahan itu. Tapi apa yang harus aku lakukan sekarang ini?" gumam Natasha.


Ponsel Natasha berdering ...


"Hallo Natasha kau di mana sekarang?" tanya Ryan Jones.


"Cepat kau datang ke Hotel Manhattan sekarang. Aku tunggu kau di lantai 15 kamar nomor 157."


"Baiklah, aku akan segera ke sana."


Natasha kemudian menutup teleponnya dan bersiap untuk pergi menemui Ryan Jones.


"Ada apa dia menghubungiku malam begini? Tidak biasanya dia seperti ini. Dasar tua bangka menyusahkanku saja."


Natasha segera pergi ke Hotel Manhattan untuk menemui Ryan Jones. Dia mempunyai ide untuk memberi tahu Ryan Jones jika dirinya sedang hamil, harapannya tentu saja agar dia bisa mendapatkan uang dari Ryan Jones.


"Jika harus kehilangan bayi ini demi uang yang sangat banyak maka aku relakan, tapi jika aku harus menghilangkan bayi ini maka aku juga akan kehilangan kesempatan untuk bersama dengan Alfred." batin Natasha.


Sekitar 45 menit perjalanan, Natasha sudah sampai di hotel dan langsung menuju ke kamar Ryan Jones. Di dalam kamar ternyata Ryan Jones bersama dengan 3 orang temannya. Mereka sedang berpesta dan minum minuman beralkohol.


Ryan Jones yang sudah mabuk, menarik paksa tangan Natasha dan memintanya untuk meminum vodka yang memang sudah disiapkan Ryan Jones untuk Natasha. Natasha menolak karena dia tahu dia sedang hamil. Melihat Natasha menolak meminumnya, Ryan Jones marah dan mendorong Natasha hingga kepalanya terbentur mengenai ujung meja.


Ryan Jones tidak peduli dengan Natasha yang tergeletak di lantai, dia asyik minum dengan beberapa temannya itu. Namun salah seorang temannya melihat darah di kaki dan paha Natasha. Sontak dia terkejut dan berbicara dengan Ryan Jones.

__ADS_1


"Lihatlah wanita itu, dia berdarah. Kau sudah kelewat batas. Bagaimana ini?" kata Andrew salah seorang teman Ryan Jones."


"Sudah biarkan saja, jangan pedulikan dia." jawab Ryan Jones.


"Kau harus segera membawanya ke rumah sakit, kalau kau biarkan dia bisa mati. Aku tidak mau ikut campur jika nantinya ada apa-apa dengan wanita ini."


"Baiklah, aku akan menghubungi rumah sakit."


Tak lama kemudian pihak rumah sakit datang dan segera membawa Natasha ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.


Sementara di Dragon Kafe ...


Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Lily bersiap untuk pulang karena jam kerjanya sudah selesai. Ketika akan keluar dari Dragon Kafe, Lily dipanggil oleh Meghan.


"Apa kau bisa bicara denganku sebentar, Lily?" pinta Meghan.


"Apa ada masalah?" tanya Lily.


"Tidak ada, aku hanya ingin bertanya sesuatu hal padamu. Ayo kita ke ruanganku saja."


"Baiklah."


Mereka berdua kemudian masuk ke ruangan kerja Meghan.


"Jadi kau ingin menanyakan tentang apa?" tanya Lily.


"Tadi aku menerima laporan jika kau terlibat pertengkaran dengan salah seorang pengunjung?"


"Itu tidak benar. Aku tidak bertengkar dengan pengunjung."


"Lalu apa yang sesungguhnya terjadi?"


"Pengunjung tadi adalah mantan kekasihku, dia datang bersama dengan pasangannya. Dia berkata tidak sopan padaku lalu mantan kekasih itu menampar pasangannya. Jadi itu bukan kesalahanku kan? Aku mohon jangan berhentikan aku dari pekerjaan ini."


"Aku tidak ada rencana untuk memberhentikanmu. Aku hanya ingin tahu saja kejadiannya seperti apa. Baiklah, kau pulang saja sekarang, jangan lupa besok datang lagi."


"Baik terima kasih, Meghan. Aku pulang dulu."


Lily kemudian keluar dari Dragon Kafe dan berjalan menuju tempat pemberhentian bus untuk pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2