Falling In Love Dengan Pemabuk

Falling In Love Dengan Pemabuk
Episode 45


__ADS_3

Malam ini Alfred dan Lily pergi ke butik pilihan Jennifer untuk mencoba gaun dah juga jas untuk mereka gunakan di acara pertunangan.


Jennifer, Andy dan Elizabeth sudah berada di butik terlebih dahulu. Selang 10 menit kemudian Alfred dan Lily tiba di butik itu.


“Hai semuanya, maaf membuat kalian menunggu.” kata Alfred.


“Alfred … Kau dan Ayahmu silahkan mencoba jas yang ada di sebelah sana.” ucap Jennifer.


“Nanti saja, aku ingin melihat Lily mencoba gaunnya. Tidak apa-apa kan?”


Lily kemudian memulai mencoba gaun yang dipilihkan oleh Jennifer. Ada sekitar 2 gaun yang akan Lily coba dan itu semua Jennifer yang memilihkan untuknya. Tampak Jennifer begitu sayang dengan Lily.


“Kau coba dulu yang warna putih ini, modelnya sederhana tapi jika kau memakainya dan memadukannya dengan aksesoris yang cocok pasti akan terlihat mewah.” ucap Jennifer.


Lily segera masuk ruang ganti untuk mencoba baju yang pertama. Dia dibantu dengan pegawai butik itu untuk mencoba gaunnya.Begitu Lily keluar dari ruang ganti, Jennifer langsung menyukai gaun warna putih itu.


“Lihatlah, kau menjadi semakin cantik dan anggun memakai gaun putih ini. Bagaimana menurut kalian?” tanya Jennifer kepada yang lainnya.


“Ibu benar, tapi biarkan Lily mencoba gaun yang lainnya terlebih dulu. Kita akan coba bandingkan.” kata Elizabeth.


“Kau benar, Liz. Biarkan Lily mencoba gaun yang lainnya dulu.” ucap Daniel.


Alfred tak memberikan komentar apa pun karena menurutnya Lily cocok memakai baju apa saja. Dia hanya tersenyum melihat kecantikan Lily.


Gaun yang selanjutnya dicoba oleh Lily mempunyai perpaduan warna putih dan merah muda, membuat Lily tampak lebih cantik dari sebelumnya.


“Kurasa yang ini lebih bagus.” kata Alfred.


“Aku setuju dengan Kakak. Gaun ini membuat Lily tampak lebih cantik.” ucap Elizabeth.


“Bagaimana menurutmu, Lily? Kau lebih suka gaun yang ini atau yang pertama kau coba tadi?” tanya Jennifer.


“Aku lebih suka ini, lagi pula Alfred juga lebih menyukai gaun yang ini jadi mungkin aku memilih gaun ini saja.” jawab Lily.

__ADS_1


“Baiklah gaun untuk Lily sudah dipilih, sekarang giliranmu, Alfred. Kau harus coba beberapa setelan jas di sini.” kata Daniel.


Tak butuh waktu lama bagi Alfred untuk menentukan jas mana yang bagus untuk acara pertunangan mereka. Alfred memilih setelan jas klasik warna hitam berikut dengan dasi kupu-kupu.


Setelah selesai memilih gaun dan jas untuk Lily dan Alfred, Jennifer mengajak Lily untuk pergi ke toko perhiasan yang tak jauh dari butik itu.


Jennifer memilihkan beberapa perhiasan untuk dipakai oleh Lily pada hari pertunangannya nanti. Tak lupa juga dia membeli untuk dirinya dan juga Elizabeth.


Setelah kurang lebih 30 menit, mereka sudah selesai memilih perhiasan yang mereka suka. Kemudian mereka semua pulang menuju ke rumah orang tua Alfred.


"Aku merasa terlalu merepotkan Ibumu jika begini." kata Lily


"Sudahlah kau jangan merasa seperti itu. Ibuku sudah menganggapmu seperti anak sendiri. Kau jangan sungkan seperti itu." ucap Alfred.


"Iya baiklah kalau begitu. Besok aku kembali berlatih ke studio Jonathan, kau akan mengantarku kan?"


"Tenang saja, aku akan mengantarmu. Tapi aku tidak akan menunggumu di sana. Setelah selesai baru aku akan menjemputmu."


"Sudahlah jangan kau masukkan ke dalam hati. Jangan dendam begitu padanya, walau bagaimana pun dia kan sudah membantuku."


"Tidak masalah, ini kan memang bisnis. Jika aku sudah menjadi penyanyi yang sukses, aku ingin kau bersamaku kemana pun aku bekerja. Kau mau kan?"


"Selama aku tidak sibuk mungkin aku mau. Jika aku bekerja tentu saja aku tidak bisa ikut denganmu."


Tak lama kemudian, mereka sampai di rumah orang tua Alfred. Jennifer dan Daniel langsung menuju ke kamarnya, sementara Alfred, Lily dan Elizabeth duduk di tepi kolam renang. Seperti biasanya, Lily langung bermain dengan Molly.


"Jika kau mau, kau bisa membawa Molly pulang ke rumahmu." kata Elizabeth.


"Ah tidak perlu, lagi pula di rumah tidak ada orang. Aku takut jika Molly tidak terurus di sana. Lebih baik di sini saja." ucap Lily.


"Iya, Liz. Tidak perlu membawa Molly ke sana. Kita akan segera menikah dan tentunya jika kita punya anak nanti, Lily pasti akan sibuk dengan anak kita. Benar kan, Lily?" tanya Alfred.


"Kau ini belum apa-apa sudah membicarakan tentang anak." ucap Lily.

__ADS_1


"Baiklah, aku pergi ke kamarku dulu. Rasanya badanku sangat lelah." kata Elizabeth."


"Selamat istirahat, Liz." ucap Lily.


Tinggallah Alfred dan Lily di sana. Lily terlalu asyik bermain dengan Molly sampai lupa waktu. Hari sudah menjelang sore sementara mereka berdua belum makan siang.


"Lily, apa kau tidak lapar? Kita belum makan siang, sekarang aku merasa kelaparan. Bagaimana kalau kita pergi keluar untuk makan? Lalu kita pulang dan istirahat." kata Alfred.


"Pukul berapa sekarang memangnya? Aku terlalu asyik bermain dengan Molly sampai lupa waktu." kata Lily.


"Ayo kita pergi sekarang saja. Orang tuaku dan Liz mungkin masih tidur, aku berpamitan melalui pesan singkat saja. Alu sudah kelaparan sekarang ini."


"Baiklah ayo kita pergi. Kau mau makan apa?"


"Mungkin kita bisa ke restoran sushi favoritmu itu, aku sudah lama tidak pergi ke sana rasanya."


"Baiklah kalau begitu, aku juga sudah lama tidak makan sushi."


Alfred dan Lily kemudian pergi ke restoran sushi favorit Lily. Perjalanan dari rumah orang tua Alfred menuju ke restoran sushi itu tidak terlalu jauh, 20 menit perjalanan mereka sudah sampai. Lily mulai memesan makanan favoritnya di sana, sementara Alfred hanya mengikuti saja.


Begitu makanan datang, Alfred langsung memakan makanannya itu karena sudah sangat lapar.


"Kau ini seperti orang kerasukan saja, makanlah pelan-pelan nanti kau bisa tersedak." kata Lily.


"Iya, aku sungguh kelaparan sekali. Ayo cepat kita habiskan makanannya, setelah ini kita pulang dan bisa istirahat. Badanku juga sakit sekali rasanya, apa kau bisa memijitku nanti?"


"Aku tidak pandai memijit. Jangan manja seperti itu, jika kau lelah tidur saja."


"Kau ini kenapa tidak mau melayani calon suamimu ini dengan baik?"


"Tapi aku tidak bisa memijit, nanti badanmu bisa bertambah sakit jika kau memaksaku untuk memijitmu."


"Yasudah, ayo cepat habiskan makanannya."

__ADS_1


Setelah 1 jam berada di restoran sushi itu, Alfred dan Lily bersiap untuk kembali ke rumah Lily. Alfred menyetir dengan kecepatan tinggi karena dia sudah merasa lelah dan ingin segera sampai di rumah untuk beristirahat. Perjalanan mereka ditemput hanya sekitar 15 menit untuk sampai di rumah Lily.


Begitu sampai, Alfred segera masuk ke dalam kamar dan langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Sementara Lily memilih duduk di teras belakang rumahnya sambil menikmati secangkir kopi.


__ADS_2