Falling In Love Dengan Pemabuk

Falling In Love Dengan Pemabuk
Episode 17


__ADS_3

Sementara di apartemen Alfred …


Alfred terbangun dan melihat mejanya sudah dipenuhi botol-botol bir yang sudah kosong. Alfred mencoba mengingat kembali. Yang dia ingat hanya Julie datang ke apartemennya dan mereka berdua meminum bir.


Segera Alfred mencari ponselnya dan mencoba menghubungi Lily. Karena panggilannya tidak terjawab, Alfred segera mandi untuk menemui Lily di Lion Kafe.


Sekitar 30 menit kemudian, Alfred bersiap menuju ke Lion Kafe sambil terus mencoba menghubungi Lily.


Di Lion Kafe …


Lily sudah selesai bekerja. Lily melihat ponselnya dan ternyata banyak sekali panggilan tak terjawab dari Alfred. Karena Lily tidak ingin bertemu dengan Alfred, Lily berencana untuk menginap di rumah David.


“David … Apakah Shera ada di rumah?”


“Ya dia ada di rumah, kenapa Lily?”


“Hmmm apakah boleh jika malam ini aku menginap di rumahmu?”


“Memangnya ada apa? Benarkan kataku, kau sedang ada masalah.”


“Akan aku ceritakan nanti di rumahmu, ayo kita pulang sekarang sebelum Alfred datang.”


Lily dan David tergesa-gesa untuk segera pulang.


Tak lama setelah David dan Lily pergi, Alfred tiba di Lion Kafe. Karena tidak menemukan Lily, Alfred menuju ke bar untuk bertanya pada Lucas.


“Lucas, apa kau melihat Lily?”


“Baru saja aku melihat dia pulang, apa kau tidak bertemu dengannya di depan?”


“Tidak, aku tidak bertemu dengannya di depan. Yasudah kalau begitu. Sampai jumpa.”


Alfred segera meninggalkan Lion Kafe dan dengan cepat menuju rumah Lily.


Setelah perjalan 20 menit, Alfred sampai di rumah Lily dan langsung mengetuk pintu rumahnya. Tak lama Gwen membuka pintu.


“Alfred … Ada apa malam-malam begini kemari?” tanya Gwen.


“Apa Lily sudah pulang Tante?”


“Belum, dia belum pulang. Memangnya ada apa? Kau terlihat panik seperti itu. Ada apa sebenarnya?”


“Lily tidak menjawab teleponku dan juga tidak membalas pesanku, apakah Tante bisa menghubungi Lily untuk menanyakan dimana dia saat ini?”


“Baiklah akan kucoba menghubungiLily, kau masuklah dulu.”


Alfred dan Gwen duduk di ruang tamu sembari mencoba menghubungi Lily.


“Tidak tersambung, sepertinya ponselnya mati.” kata Gwen.


“Yasudah kalau begitu aku pamit pulang dulu, jika Lily sudah pulang tolong Tante kabari aku. Ini kartu namaku, di situ ada nomor ponselku.”


“Baiklah, akan Tante hubungi jika Lily sudah pulang. Kau hati-hati di jalan.”


Sesampainya di rumah David …


“Hai Shera, bagaimana kabarmu?” tanya Lily.


“Lily … Ayo masuklah.” ucap Shera.


Mereka kemudian masuk ke dalam rumah.


“Malam ini Lily akan menginap di rumah kita. Kau tidur saja bersama Lily, aku akan tidur di kamar lain.”kata David.

__ADS_1


Shera meminjamkan baju ganti untuk Lily, kemudian Lily segera mandi.


Setelah selesai mandi Lily menemui David dan Shera yang sedang menonton televisi.


“Kalian belum tidur?” tanya Lily.


“Kau berhutang penjelasan padaku. Cepatlah ceritakan sebenarnya apa yang terjadi?” tanya David


Lily dengan panjang lebar menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka berdua. Lily menunjukkan pesan yang dikirim Julie serta menunjukkan foto Alfred yang sedang mabuk itu kepada Shera dan David.


Dengan bijak Shera memberi nasehat kepada Lily.


“Kau tidak boleh seperti itu, kau dengarkan dulu penjelasan darinya. Jangan bertindak dengan emosi.” kata Shera.


“Iya benar apa yang dikatakan Shera. Temuilah dia, dan dengarkan baik-baik penjelasannya.” ucap David.


“Entah kenapa aku merasa sangat lelah menjalani hubungan dengan Alfred.” ucap Lily.


Lily kemudian mencari ponselnya di tas. Terlihat ponselnya tidak menyala.


“Sepertinya ponselku mati kehabisan baterai, bisakah kau bantu mengisikan daya untuk ponselku?” pinta Lily pada David.


Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Lily dan Shera menuju ke kamar untuk beristirahat. Sementara David masih menonton pertandingan sepak bola di televisi.


Keesokan paginya di apartemen Alfred …


Alfred terbangun dari tidurnya dan langsung meraih ponselnya. Tidak ada panggilan maupun pesan dari Lily. Alfred benar-benar khawatir karena tidak ada kabar dari Lily.


“Sebenarnya ada apa denganmu, dimana kau sekarang Lily.” gumam Alfred.


Alfred mencoba untuk menghubungi Lily kembali.


“Hallo Lily, kau ada dimana sekarang? Kenapa kau tidak membalas pesanku?” tanya Alfred.


“Hallo … Maaf aku lancang mengangkat teleponmu. Aku David teman Lily. Lily masih tertidur sekarang, semalam dia menginap di rumahku.”


“Baiklah, kau catat saja nomorku. Aku akan mengirimkan lokasi rumahku.”


“Baik, terima kasih David.”


Setelah Alfred menutup teleponnya, dia langsung mengirim pesan pada David untuk meminta lokasi rumahnya.


Tak lama David membalas dengan mengirimkan lokasi rumahnya.


Setelah mendapatkan lokasi rumah David, Alfred segera pergi ke sana untuk menjemput Lily.


Butuh sekitar 40 menit perjalanan dari apartemen Alfred menuju ke rumah David.


Setelah sampai, Alfred langsung mengetuk pintu rumah David. David yang mendengar suara ketukan pintu segera membuka pintunya.


“Kau sudah datang? Lily masih tertidur. Apa kau mau aku membangunkannya?


“Baiklah, tolong bangunkan dia. Aku sungguh mengkhawatirkannya semalaman.”


“Kau duduklah dulu di situ, akan kubangunkan Lily.”


David kemudian berjalan ke kamarnya. Beberapa kali David mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dan David kembali menemui Alfred yang sedang duduk menunggu di ruang tamu.


“Aku sudah berusaha membangunkan tapi tidak ada jawaban. Akan kucoba menghubungi ponsel istriku.”


“Baiklah, aku akan menunggu.”


David menghubungi Shera yang juga masih tertidur bersama Lily.

__ADS_1


“Hallo Shera … Bisakah kau bangunkan Lily segera. Alfred datang untuk menjemputnya.”


“Benarkah? Baiklah aku akan membangunkan Lily.”


Shera kemudian membangunkan Lily yang masih tertidur pulas. Tak lama Lily membuka sedikit matanya.


“Shera … Kenapa kau membangunkan aku. Aku masih mengantuk.”


“Lily cepatlah bangun, Alfred datang menjemputmu.”


“Apa … Bagaimana dia bisa tahu aku berada di sini? Gawat ini, pasti dia akan marah besar. Aku tidak mau menemuinya, suruh saja dia pulang.”


“Aku kan sudah bilang padamu, jika kau sedang ada masalah segera diselesaikan. Bukan malah menghindar seperti ini. Ayo cepat bangun dan temui dia.”


“Dia pasti akan memarahiku, aku benar-benar takut bertemu dengannya.”


“Jika dia memarahimu, akan kumarahi balik dia.”


Shera kemudian mengajak Lily untuk keluar kamar. Begitu Alfred melihat Lily keluar dari kamar, Alfred langsung berdiri dengan wajahnya yang panik. Lily berjalan di belakang Shera seperti anak kecil yang sedang ketakutan.


“Lily kenapa kau tidak mengangkat teleponku? Kau juga tidak membalas pesanku, sebenarnya ada apa?”


“Kau datang untuk menjemputku kan? Aku siap-siap dulu ya setelah itu kita bicarakan di luar.”


Lily kemudian kembali masuk ke dalam kamar untuk mencuci mukanya dan mengganti bajunya.


Setelah itu Lily berpamitan pada Shera dan juga David.


“Shera … David … Maaf ya sudah merepotkan kalian berdua. Aku dan Alfred pamit pulang dulu.”


“Hati-hati di jalan ya kalian, jangan bertengkar ya hehehe.” canda Shera.


Alfred dan Lily kemudian masuk ke dalam mobil dan menuju ke rumah Lily.


“Maaf aku tidak memberi kabar. Tapi aku punya alasan, tolong kau jangan marah padaku.”


“Aku tidak akan marah padamu jika alasanmu jelas. Apa kau lupa pagi ini Ayahmu harus ke rumah sakit?”


“Iya benar hampir saja aku lupa. Jam berapa sekarang?”


“Sekarang masih jam 6 pagi.”


“Benarkah? Syukurlah masih ada waktu.”


Sampai di rumah Lily, terlihat Ayah dan Ibunya sedang duduk di teras depan rumah.


“Selamat pagi Ayah … Ibu… Maaf ya semalam aku menginap di rumah David dan Shera tanpa memberi tahu.”


“Lain kali kau jangan seperti ini Lily, Alfred tengah malam datang mencarimu.” kata Gwen


“Iya Ibu maafkan aku.”


“Apakah barang yang akan dibawa ke rumah sakit sudah disiapkan? Jika sudah, aku bantu bawa ke mobilku. Aku antar Om dan Tante ke rumah sakit.”


“Ya, sudah kusiapkan tadi. Lily bawalah kemari koper yang ada di dekat televisi.” kata Gwen.


Setelah menaikkan kopernya ke dalam mobil, Alfred kemudian duduk bersama dengan Gwen dan Andy.


“Kudoakan semoga operasinya berjalan lancar.” kata Alfred.


“Terima kasih banyak, kau sudah sangat membantu keluarga kami.” jawab Andy.


Setelah semuanya siap, mereka berempat langsung menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


“Jika Ayah sudah bisa melihat lagi nantinya, aku ingin membawa Ayah pergi ke tempat kerjaku untuk melihatku menyanyi.” kata Lily.


“Baiklah, kau harus menyanyi dengan baik ya. Awas saja jika suaramu jelek, Ayah tidak akan lagi mendengarkanmu bernyanyi hahaha.” canda Andy.


__ADS_2