Falling In Love Dengan Pemabuk

Falling In Love Dengan Pemabuk
Episode 21


__ADS_3

Di rumah Lily …


“Kau mau langsung pulang atau di sini bersamaku?” tanya Lily.


“Di sini bersamamu kedengarannya menyenangkan hehehe.” canda Alfred.


“Kau ini bisa saja. Ayo kita masuk.”


“Tapi memang benar kan Lily?”


“Ah sudah sudah, kau ini bicara apa.”


Alfred dan Lily kemudian masuk ke dalam rumah. Lily langsung menuju ke kamarnya sementara Alfred duduk di ruang tamu.


Lily mengganti bajunya dan kemudian keluar dari kamar untuk menemui Alfred. Lily duduk di samping Alfred dan memeluknya dengan erat.Ketika sedang asyik menonton acara televisi, ponsel Alfred berdering.


“Hallo Alfred, apa kau sedang sibuk saat ini?” ucap Natasha


“Hallo Natasha, aku tidak sibuk. Ada kabar apa dari Tuan Jones?” tanya Alfred.


“Apakah sore ini kita bisa bertemu? Aku ingin menyampaikan beberapa hal.”


“Baiklah bisa, dimana kita akan bertemu?”


“Bagaimana kalau kita bertemu di kedai kopi yang tadi pagi saja?”


“Boleh, aku akan menunggumu di sana.”


“Baiklah sampai jumpa nanti.”


Natasha menutup teleponnya.


“Siapa yang meneleponmu?” tanya Lily penasaran


“Itu Natasha asisten pribadi Tuan Jones. Klien yang aku temui pagi tadi. Dia memintaku untuk bertemu nanti sore karena ingin membicarakan beberapa hal.”


“Oh jadi begitu, kau sibuk sekali sepertinya.” ucap Lily dengan kesal.


“Aku ini kan bekerja bukannya sibuk hal yang lain. Apa kau mau ikut denganku?”


“Tidak perlu, kau kan sedang bekerja. Aku tidak ingin mengganggumu.”


“Yasudah kalau begitu. Kau jangan cemberut seperti itu. Setelah selesai bertemu dengannya aku akan menemui lagi.”


“Membosankan sekali jika aku tidak bersamamu hehehe.”


Alfred yang mendengar Lily berkata seperti itu seketika langsung tertawa terbahak-bahak. Melihat Alfred tertawa seperti itu, Lily pun ikut tertawa juga.


“Lily kau sungguh membuatku sakit perut hahaha.”


“Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa berbicara seperti itu hahaha.”


Mereka berdua tertawa dengan lepas seperti tidak ada beban.


“Sepertinya aku harus pulang dulu. Aku perlu mengganti bajuku untuk bertemu dengan Natasha nanti sore. Kau mau ikut denganku atau kau mau di rumah saja?” tanya Alfred.


“Mungkin aku di rumah saja, aku ingin tidur.”


“Kau mau makan tidak? Biar aku pesankan sesuatu untukmu.”


“Aku tidak lapar sekarang. Sebaiknya kau pulang sekarang saja supaya kau juga bisa istirahat.”


“Baiklah kalau begitu. Aku pulang dulu ya. Setelah selesai bertemu dengan Natasha, aku akan menemui lagi.”


Alfred berpamitan untuk pulang ke apartemennya sementara Lily langsung pergi ke kamar untuk istirahat.


Sesampainya di apartemen Alfred …

__ADS_1


“Badanku rasanya sakit sekali.” gumam Alfred.


Alfred membuka lemari pendingin dan mengambil beberapa botol bir. Alfred duduk di sofa dan meletakkan kakinya di atas meja kemudian menyalakan televisi. Sambil menikmati bir, Alfred menonton acara musik.


Ponsel Alfred berdering …


“Hallo, Alfred apa aku sedang di apartemenmu?” tanya Natasha.


“Hallo Natasha, ya sekarang ini aku sedang berada di apartemen. Ada apa?” tanya Alfred.


“Syukurlah Alfred, aku sedang berada di tempat parkir Golden Mall. Ban mobilku kempes, apa kau bisa membantuku?”


“Baiklah tunggu sebentar, aku akan segera ke sana.”


“Terima kasih ya, maaf jadi merepotkanmu.”


Alfred menutup teleponnya dan langsung menuju ke Golden Mall yang letaknya bersebelahan dengan apartemennya.


Alfred menghampiri Natasha yang sedang duduk di depan Golden Mall.


"Hai, di mana mobilmu?" tanya Alfred.


"Hai Alfred, kau cepat sekali datang. Mobilku ada bawah masih terparkir." jawab Natasha.


"Baiklah, ayo kita ke sana."


Alfred mengikuti Natasha menuju tempat dia memarkir mobilnya.


"Apa kau punya ban cadangan?" tanya Alfred.


"Ya, ada di belakang." jawab Natasha.


Kemudian Natasha membuka bagasi mobilnya lalu Alfred menurunkan ban cadangannya dan kemudian segera mengganti bannya.


Natasha terus memperhatikan Alfred yang sedang berusaha mengganti ban mobilnya itu.


Sekitar 20 menit, Alfred sudah selesai mengganti ban mobil Natasha. Terlihat Alfred berkeringat karena di tempat parkir itu sangat panas. Dengan sigap Natasha memberikan sapu tangan miliknya.


"Ini kau pakai saja." kata Natasha sembari menyodorkan sapu tangan miliknya.


"Terima kasih, sudah selesai sekarang kau bisa melanjutkan perjalananmu." kata Alfred.


"Seharusnya aku yang berterima kasih padamu. Maaf sekali jika merepotkan."


"Tidak masalah, apakah nanti kita jadi akan bertemu di kedai kopi?"


"Ya, tentu saja. Aku dan Tuan Jones akan sampai di kedai kopi pukul 5 sore."


"Baiklah, aku akan datang sebelumnya. Kau hati-hati di jalan. Sampai jumpa nanti."


Alfred berjalan kembali menuju ke apartemennya. Ketika berada di lobi apartemennya, Alfred melihat Elizabeth yang datang. Segera Alfred berjalan menghampirinya.


"Liz, ada apa kemari?" tanya Alfred.


"Kakak dari mana saja? Aku sudah naik ke atas tadi, untunglah bisa bertemu di sini." kata Elizabeth.


"Tadi aku pergi ke Golden Mall untuk membantu mengganti ban mobil temanku yang kempes, ada apa memangnya?" tanya Alfred penasaran.


"Malam ini aku akan menyusul Ayah dan Ibu ke Singapura, aku hanya ingin mampir sebentar tadi. Tapi sepertinya kau tidak ada lalu aku turun." ucap Elizabeth.


"Pukul berapa penerbanganmu?"


"Nanti sore pukul 5, Kakak bisa mengantarku atau tidak?"


"Maaf Liz, nanti sore aku harus bertemu dengan klien jadi aku tidak bisa mengantarmu. Tidak apa-apa kan?"


"Yasudah kalau begitu, tidak apa-apa."

__ADS_1


"Sampaikan salamku untuk Ayah dan Ibu ya, aku tunggu kalian pulang. Ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian."


"Baiklah, aku pamit ya. Jaga kesehatan Kakak. Sampai jumpa lagi."


Elizabeth kemudian meninggalkan apartemen Alfred.


Ponsel Alfred berdering ...


"Hallo Alfred, kau dimana sekarang?" tanya Lliy


"Hallo Lily,tentu saja aku di apartemen. Ada apa?"


"Tidak, aku hanya memastikan saja kau ada dimana. Entah kenapa aku merindukanmu."


"Merindukanku? Kita baru saja bertemu dan kau sudah merindukanku? Kalau begitu kau tinggal saja bersamaku. Bagaimana?"


"Tentu saja tidak bisa, kau ini!"


"Kau bilang merindukanku, yasudah kita tinggal bersama saja. Kau bisa melihatku setiap hari."


"Ah sudah jangan kau teruskan."


"Kau aneh sekali, lalu bagaimana kalau kita sudah menikah nanti? Kau juga tidak mau tinggal bersamaku?"


"Itu lain cerita, jika sudah menikah tentu saja aku akan tinggal bersama suamiku."


"Baiklah, sebentar lagi aku akan siap-siap pergi bertemu dengan Tuan Jones. Jika aku selesai terlalu malam, aku akan datang langsung ke Lion Kafe."


"Kau jaga diri ya, semoga sukses."


"Terima kasih Lily, kau memang paling perhatian padaku."


Lily kemudian menutup teleponnya.


Alfred bersiap untuk menuju ke kedai kopi. Dia memacu mobilnya dengan cepat agar dia bisa sampai sebelum Tuan Jones dan Natasha tiba.


Sesampainya di kedai kopi, Alfred langsung memesan kopi espreso panas. Sambil menunggu Tuan Jones dan Natasha tiba, Alfred mengirim pesan pada Lily.


"Lily aku sudah sampai, seperti biasa aku akan mematikan ponselku. Aku akan segera menemuimu setelah selesai dari sini. Aku menyayangimu," tulis Alfred kemudian langsung mematikan ponselnya.


Tak lama tampak Tuan Jones dan Natasha datang menghampiri Alfred. Alfred kemudian berjabat tangan dengan mereka dan mempersilahkan duduk.


"Baiklah Tuan Hernandez, hotel ini rencana akan dibangun di Berlin, Jerman. Jika suatu saat saya membutuhkan anda untuk datang ke Jerman, apakah anda bersedia? Seluruh biayanya akan saya tanggung dan diluar dari nilai kontrak yang sudah kita sepakati. Saya akan memberikan kepada anda sebesar 50% dari total nilai kontrak untuk saat ini. Sedangkan kekurangannya akan saya berikan setelah semuanya selesai." jelas Ryan Jones.


"Baiklah Tuan Jones, saya mengerti. Senang sekali bekerja sama dengan anda." ucap Alfred."


Natasha segera meminta nomor rekening bank Alfred untuk mengirimkan pembayaran yang sudah disepakati tadi.


"Anda sudah bisa memeriksa rekening anda, Tuan Hernandez." kata Natasha.


"Baik, saya akan memeriksanya nanti." ucap Alfred.


"Baiklah Tuan Hernandez, kami pamit." kata Ryan Jones.


Mereka meninggalkan kedai kopi itu dan kemudian Alfred juga langsung pergi ke rumah Lily.


Tak lama Alfred sudah sampai di depan rumah Lily, terlihat Lily sudah bersiap untuk berangkat ke Lion Kafe. Alfred kemudian turun dari mobilnya dan berjalan mendekat ke arah Lily.


"Kau menyetir sendiri?" tanya Alfred.


"Astaga kau ini mengagetkanku saja, kau sudah selesai?"


"Iya sudah selesai, aku antar saja ke Lion Kafe. Nanti jika aku tidak bisa menjemputmu, kau bisa pulang bersama David. Yang penting kau jangan menyetir sendiri." kata Alfred.


"Baiklah. ayo kita pergi sekarang." ajak Lily.


Setelah mengantar Lily ke Lion Kafe, Alfred kembali ke apartemennya untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2