Falling In Love Dengan Pemabuk

Falling In Love Dengan Pemabuk
Episode 25


__ADS_3

Di tengah perjalanan Alfred kembali ke apartemen, dia mendapatkan pesan dari Natasha jika Ryan Jones meminta Alfred untuk datang ke Jerman malam ini. Ponsel Alfred berdering panggilan dari Natasha.


"Hallo Alfred, apakah kau sudah membaca pesanku?"


"Aku sedang menyetir, belum sempat membaca pesanmu. Ada apa?"


"Malam ini kita diminta oleh Tuan Jones berangkat ke Jerman untuk 3 hari ke depan. Sesuai dengan kesepakatan kontrak yang sudah kau tanda tangani, bahwa kau menyanggupi untuk datang ke Jerman selama kontrak ini berlangsung. Tolong segera kau kirimkan data pribadimu agar aku bisa memesan tiket penerbangan dan juga memesan kamar hotel. Kesempatan bagus untuk kita bukan?"


"Ya, jika sudah sampai di apartemen akan segera aku kirimkan. Sampai jumpa."


Alfred menutup teleponnya dan segea mempercepat laju mobilnya.


Tak lama kemudian Alfred sampai di apartemennya dan segera mengirimkan data diri pribadinya kepada Natasha. 30 menit kemudian, Natasha sudah mengirimkan bukti tiket penerbangan dan kamar hotel untuk Alfred. Setelah itu Alfred mengemasi barang-barang yang perlu untuk dibawa.


"Mungkin dengan aku pergi ke Jerman, aku jadi lebih tenang. Semoga saja masalah ini cepat berlalu." gumam Alfred.


Di sela-sela Alfred mengemasi barang, dia mendengar ponselnya berbunyi. Segera Alfred mengambil ponselnya yang dia letakkan di ruang tamu. Setelah melihat ponselnya ternyata Lily yang menghubungi. Alfred sengaja tidak menjawabnya karena kesal dengan perlakuan Lily saat di rumah sakit.


"Sudah cukup kau mempermainkan aku, Lily." gerutu Alfred.


Alfred kemudian melanjutkan mengemasi barang-barangnya sambil menyalakan musik. Alfred memainkan lagu "Let Her Go" milik Passenger. Sama seperti dirinya yang akan membiarkan Lily pergi darinya.


Bel pintu berbunyi ...


Alfred segera membuka pintunya, Natasha sudah berdiri di depan pintu dengan membawa beberapa barang yang akan dibawanya ke Jerman.


"Bolehkan aku masuk ke dalam?" tanya Natasha.


"Kau membawa barang sebanyak itu untuk apa? Ayo masuklah." ucap Alfred.


Natasha langsung memeluk Alfred yang baru saja menutup pintu. Natasha melingkarkan tangannya ke bahu Alfred dan memandangi wajahnya. Alfred memeluk pinggang Natasha dan mereka berciuman.


"Jika kau mau, kau boleh tinggal di sini bersamaku." kata Alfred.


"Benarkah? Kau tidak bercanda kan?"


"Tentu saja aku tidak bercanda. Setelah pulang dari Jerman, bawalah beberapa barang pribadimu. Kau tinggal di sini bersamaku."


"Baiklah kalau begitu. Hmm apa kau sudah mengemasi barang bawaanmu?"

__ADS_1


"Sudah, aku cukup membawa 1 koper saja. Kau sudah makan belum?"


"Belum, bagaimana kalau kita makan sushi saja?"


Alfred kemudian teringat pada Lily.


"Tidak! Aku tidak suka sushi. Kita cari makanan lain saja."


"Baiklah aku akan memesan burger saja melalui layanan pesan antar. Kau mau pesan burger apa?"


"Sama kan saja dengan pesananmu."


Sekitar 45 menit menunggu, pesanan makanan mereka datang. Mereka segera memakannya dan langsung pergi menuju ke bandara menggunakan taksi. Selama perjalanan dari apartemen menuju ke bandara, Natasha terus saja menggenggam tangan Alfred. Apalagi dia sudah memikirkan akan tinggal bersama dengan Alfred setelah dari Jerman.


"Kenapa rasanya sangat asing sekali? Aku tidak pernah pergi jauh selama aku bersama Lily. Kenapa seakan-akan aku tidak akan pernah bertemu lagi dengannya" batin Alfred.


Alfred terbang ke Jerman dengan perasaan yang tidak karuan.


Sementara di rumah Lily ...


"Ayah tidak sabar ingin melihatmu dan Alfred." kata Andy.


"Ayah tidak merasakan apa-apa, hanya merasa sangat antusias karena akan bisa melihat kalian lagi."


"Baiklah kalau begitu Ayah istirahat dulu saja. Aku juga akan berangkat kerja sebentar lagi,"


"Yasudah kau hati-hati di jalan."


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 8 jam, Alfred dan Natasha sampai di Jerman. Mereka tiba di Berlin pagi hari.


"Pertemuan dengan Tuan Jones besok pukul 10 pagi, jadi hari ini kita bisa beristirahat. Aku hanya memesan 1 kamar saja, kau tidak keberatan kan?" tanya Natasha.


"Tentu saja aku tidak keberatan." jawab Alfred sambil merangkul Natasha.


Mereka menginap di Hotel Adlon Kempinski Berlin. Saat sampai di hotel, Alfred segera membaringkan tubuhnya di tempat tidur karena merasa sangat lelah. Sementara Natasha membereskan barang bawaannya dan juga Alfred.


"Aku ingin mandi, rasanya badanku lengket sekali." kata Natasha.


"Baiklah, mungkin aku akan tidur sebentar. Badanku sakit sekali rasanya. Apakah kau bisa mencarikan bir untukku setelah kau selesai mandi?" pinta Alfred.

__ADS_1


"Tentu saja bisa, akan kuberikan kau bir terbaik di Jerman. Pintu tidak akan aku kunci, jika kau ingin masuk." goda Natasha.


Alfred bangun dari tempat tidur dan mencium lembut bibir Natasha. Natasha merespon cepat ciuman dari Alfred itu. Natasha menggiring Alfred melangkah ke kamar mandi. Mereka melanjutkan berciuman di sana.


"Sebaiknya kau mandi dulu saja, badanku terasa sakit sekali. Aku tidak bisa melakukannya sekarang. Maafkan aku" kata Alfred.


"Baiklah kalau begitu, tidak masalah. Kapanpun kau siap, aku akan melayanimu. Setelah ini akan kucarikan bir untukmu. Pasti rasa lelahmu akan hilang jika sudah minum bir. Benarkan?"


"Mungkin saja, jika aku tertidur tolong bangunkan aku ketika kau sudah membawakan bir untukku."


"Siap laksanakan Tuan Hernandez. Aku juga akan memijitmu nanti."


Kemudian Alfred keluar dari kamar mandi dan membaringkan tubuhnya kembali di tempat tidur. Alfred memejamkan matanya dan hanya Lily yang ada dipikirannya saat ini. Alfred teringat jika dia sudah menghancurkan jam tangan pemberian Lily. Dia merasa menyesal karena sudah menghancurkan jam tangan itu.


"Sepertinya aku belum membuangnya, tapi aku lupa meletakkannya di mana. Ahhh ... nanti saja kucari setalah pulang dari sini. Mungkin lebih baik aku perbaiki saja jam tangan itu, hanya jam tangan itu yang tersisa darimu." gumam Alfred.


Alfred kemudian memejamkan matanya dan tertidur dengan lelap karena merasa lelah setelah perjalanan panjangnya.


Natasha selesai mandi dan melihat Alfred sudah tertidur. Dia segera memakai baju dan meninggalkan Alfred sendirian di kamar untuk membeli beberapa makanan ringan dan juga bir pesanan Alfred.


Setelah sekitar 1 jam Natasha meninggalkan kamar, Alfred terbangun dari tidurnya. Dia melihat ke sekeliling namun tidak melihat Natasha.


"Mungkin dia sedang keluar." batin Alfred.


Alfred bangun dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ketika Alfred sedang mandi, Natasha kembali. Melihat Alfred tidak ada di tempat tidur, Natasha sedikit panik dan langsung menuju ke kamar mandi.


"Syukurlah. Aku kira kau menghilang." gumam Natasha.


"Alfred ... Alfred ..." panggil Natasha dengan suara lantang.


"Ada apa? Kenapa kau berteriak?"


"Aku mencarimu, kupikir kau pergi. Aku sudah membawa beberapa makanan ringan dan juga bir untukmu. Cepatlah selesaikan mandimu."


"Baiklah, tunggu sebentar."


Sekitar 10 menit kemudian, Alfred keluar dari kamar mandi dan hanya melilitkan handuk di pinggangnya. Natasha yang melihatnya seketika tergoda dengan badan atletis Alfred. Ditambah rambutnya yang basah semakin membuat Alfred tampak seksi dan menggoda. Segera Natasha membuka botol bir untuk Alfred dan dirinya. Natasha sengaja ingin membuat Alfred mabuk agar bisa mengendalikannya.


Alfred yang sangat gemar minum pun semakin merasa didukung untuk minum lebih banyak lagi. Hingga akhirnya membuat Alfred mabuk berat. Natasha mulai menggoda Alfred yang sedang mabuk itu untuk melakukan hubungan badan lagi. Dan tentu saja Alfred meresponnya.

__ADS_1


__ADS_2