Falling In Love Dengan Pemabuk

Falling In Love Dengan Pemabuk
Episode 31


__ADS_3

Keesokan harinya di rumah Shera dan David ...


Lily terbangun dan melihat Shera masih tertidur di sampingnya. Dia lalu keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk membuat secangkir kopi panas. David yang sedang tertidur di sofa ruang tamu terbangun karena mencium harumnya aroma kopi yang diseduh oleh Lily.


"Lily ... Aroma kopimu membuatku terbangun. Jika kau sahabat yang baik, tolong kau buatkan secangkir kopi untukku." ucap David.


"Tentu saja aku ini sahabat terbaikmu, ini kau minumlah saja dulu. Aku akan membuat lagi untuk aku dan Shera. Tolong kau bangunkan Shera." kata Lily.


"Baiklah, akan kubangunkan dia."


Sementara David membangunkan Shera yang masih tertidur di kamar, Lily menyeduh kopi untuknya dan Shera dan lalu dibawanya ke ruang tamu.


"Di mana Shera? Sudah kau bangunkan atau belum?" tanya Lily.


"Dia sedang mencuci muka, sabarlah." ucap David.


Lily kemudian menyalakan televisi untuk menonton acara musik. Tak lama Shera datang dan duduk di samping Lily sambil menikmati kopi buatan Lily.


Sementara di rumah orang tua Alfred ...


Alfred sedang berenang ditemani dengan anjing kesayangan Elizabeth bernama Molly. Awalnya anjing itu dibeli Alfred untuk Julie. Karena hubungannya dengan Julie sudah berakhir, Alfred mengambil kembali Molly untuk diberikannya kepada Elizabeth.


Melihat Alfred berenang, Jack mendekatinya untuk meminta kunci apartemennya.


"Tuan Alfred maaf menggangu anda, saya perlu kunci apartemen anda untuk memindahkan barang pribadi anda kemari." ucap Jack.


"Baiklah, tunggu 10 menit lagi. Tolong bawakan jus jeruk untukku kemari."


"Baik Tuan Alfred."


Setelah Jack kembali dengan membawa jus jeruk pesanannya, Alfred segera naik dari kolam renang. Alfred mengeringkan badannya dan berjalan menuju ke kamarnya untuk mengambil kunci apartemennya untuk diberikan kepada Jack.


"Apa kau bisa kembali sebelum jam 12 siang?"  tanya Alfred.


"Baik Tuan Alfred, saya pamit pergi dulu." jawab Jack


Alfred duduk di pinggir kolam renang sambil menikmati jus jeruk dan sesekali bermain dengan Molly.


"Apa lebih baik aku kembali tinggal di sini saja ya." gumam Alfred.


Ponsel Alfred berdering ...


"Hallo Kakak, kau ada di mana sekarang?" tanya Elizabeth.


"Aku di rumah, ada apa?" tanya Alfred.


"Di rumah? Tidak biasanya. Sekarang aku bersama Ayah dan Ibu ada di bandara. Bisakah Kakak menjemput kami?"


"Baiklah, aku akan berangkat sekarang menjemput kalian."


Alfred segera mengganti baju dan pergi menuju ke bandara untuk menjemput keluarganya yang baru saja kembali dari Singapura.

__ADS_1


Kembali ke rumah Shera dan David ...


Lily berpamitan untuk pulang kepada Shera dan David setelah menerima pesan dari Ibunya yang menyuruhnya untuk segera pulang ke rumah.


"Kau hati-hati di jalan ya, semoga kau cepat mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik dari yang sebelumnya." ucap Shera.


"Nanti kau datanglah ke Dragon Kafe. Aku mendapatkan informasi jika Dragon Kafe membutuhkan pelayan di sana. Jika kau mau kau bisa datang ke sana bertemu dengan Megan, dia manager di Dragon Kafe. Dan semoga rekamanmu membuahkan hasil yang baik." tambah David.


"Terima kasih kalian sudah begitu baik padaku, nanti aku akan coba datang ke sana. Aku sangat bersyukur sekali bisa mempunyai sahabat seperti kalian." ucap Lily.


"Kami juga senang dan bangga mempunyai sahabat seperti kau. Pulanglah sekarang jangan biarkan Ayah dan Ibumu menunggu terlalu lama." kata Shera


"Baiklah, aku pamit."


"Hati-hati di jalan."


Sementara itu di bandara ...


"Hai Kakak, terima kasih sudah menjemput kami heheh." canda Elizabeth.


"Kata adikmu, kau sedang berada di rumah? Tidak biasanya kau di rumah." ucap Daniel.


"Aku hanya rindu tinggal bersama kalian semua hehehe. Yasudah ayo kita pulang, kita lanjutkan saja di rumah." kata Alfred.


Sepanjang perjalanan, Elizabeth banyak bercerita tentang pengalamannya pertama kali datang ke Singapura. Walaupun perjalanan yang ditempuh cukup memakan waktu tapi Elizabeth sangat menikmatinya dan malah berencana akan berkunjung ke sana lagi suatu saat nanti.


""


"Hallo Alfred, kau ada di mana sekarang. Jangan lupa kita ada janji untuk bertemu nanti siang." ucap Natasha.


"Aku sedang menyetir sekarang, akan kuhubungi lagi nanti." ucap Alfred.


"Kau jawab dulu apakah kita jadi bertemu siang ini?"


"Iya jadi sesuai yang kukatakan padamu kemarin. Baiklah aku tutup dulu teleponnya, sampai jumpa nanti."


Alfred kemudian mematikan ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas.


"Siapa yang menghubungimu? Apakah Lily?" tanya Jennifer."


"Bukan Ibu, itu asisten pribadi klienku. Kami akan melakukan pertemuan siang nanti." jawab Alfred.


"Bagaimana kabar Lily sekarang?"


"Hmmm ... Apakah kalian ingin membeli kopi? Di depan sana ada kedai kopi yang enak. Jika kalian mau, aku akan berhenti."


"Boleh, kau pesankan saja kapucino panas untuk Ibu dan Ayah."


"Liz, kau mau apa?"


"Aku cokelat saja."

__ADS_1


"Baiklah, kalian nanti tunggu saja di dalam mobil. Biar aku yang keluar untuk memesan."


Sementara itu di rumah Lily ...


Begitu sampai di rumah, Lily segera masuk ke kamarnya untuk mandi. Rencananya Lily akan pergi untuk melamar pekerjaan di Dragon Kafe sesuai dengan arahan dari David.


"Sembari menunggu hasil dari rekamanku kemarin, tidak ada salahnya aku bekerja sementara di Dragon Kafe. Walaupun menjadi pelayan tak masalah bagiku." gumam Lily.


Setelah selesai mandi, Lily bersiap untuk pergi ke Dragon Kafe.


"Kau mau kemana, Lily?" tanya Gwen.


"Aku akan pergi melamar pekerjaan, sambil menunggu hasil rekaman kemarin aku akan mencari pekerjaan. Yang penting ada pemasukan untuk keluarga kita."


"Maafkan Ibu dan Ayah, kau jadi harus bekerja seperti ini."


"Ibu tenang saja, selama aku masih bisa bekerja aku akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita."


"Ibu doakan agar kau bisa menjadi wanita yang sukses."


"Terima kasih doanya, Ibu. Baiklah, aku pergi dulu ya."


"Hati-hati di jalan, Lily. Jika sudah selesai cepatlah pulang, jangan pergi kemana-mana lagi."


"Baik Ibu."


Lily segera mengendarai mobil Ayahnya pergi menuju ke Dragon Kafe. Raganya merasa lelah namun Lily tetap tidak patah semangat.


Sesampainya di Dragon Kafe ...


"Permisi, aku ingin bertemu dengan Meghan. Apa dia ada?" tanya Lily pada petugas keamanan di Dragon Kafe.


"Apa kau sudah membuat janji temu sebelumnya?" tanya petugas keamanan itu.


"Belum, tapi aku datang atas rekomendasi dari David temanku. Mungkin kau bisa menanyakan terlebih dahulu kepada Meghan."


"Baiklah akan kucoba hubungi, kau tunggu di sini dulu."


Meghan mengizinkan Lily untuk masuk dan bertemu dengannya. Tanpa basa-basi Lily menjelaskan panjang lebar maksud dan tujuannya datang ke Dragon Kafe. Karena Meghan memang mengenal baik David, Lily diterima untuk bekerja di sana.


"Jadi kapan kau bisa mulai bekerja?" tanya Meghan.


"Secepatnya, sekarang pun aku bisa." jawab Lily.


"Baiklah, kau datang saja besok malam pukul 7."


"Jadi aku diterima bekerja di Dragon Kafe?"


"Iya, kau bisa mulai bekerja besok."


"Terima kasih banyak."

__ADS_1


Lily kegirangan karena dia sudah mendapatkan pekerjaan baru. Lily kemudian berpamitan untuk pulang ke rumah dan memberi tahu Ibu dan Ayahnya jika dia sudah diterima bekerja di Dragon Kafe.


__ADS_2