Falling In Love Dengan Pemabuk

Falling In Love Dengan Pemabuk
Episode 29


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 5 pagi. Alfred terbangun karena merasa haus. Dia pergi keluar kamar untuk mengambil segelas air. Alfred baru menyadari jika Natasha tidak ada di apartemennya. Tiba-tiba dia teringat kepada Lily.


Alfred mengambil kunci mobilnya dan segera pergi ke rumah Lily. Di perjalanan, dia mengingat setiap kenangan bersama Lily. Alfred benar-benar merindukan kebersamaanya dengan Lily dulu.


Sampai di depan rumah Lily, Alfred tidak berani untuk turun. Dia hanya menunggu di mobil sampai sekitar 1 jam. Kemudian Alfred mengambil gambar rumah Lily dan mengirimkan pesan gambar kepada Lily.


Terlihat seseorang keluar dari rumah. Andy berencana untuk berjalan di sekitar komplek tempat tinggalnya. Melihat mobil terparkir tanpa mematikan mesin di depan gerbang rumahnya, Andy berjalan mendekati mobil itu. Alfred yang melihat langsung turun dari mobilnya.


“Anda sedang mencari siapa?” tanya Andy.


“Apakah Lily ada di dalam?”


Andy tidak asing dengan suara itu.


“Kau Alfred kan?”


“Iya betul Om. Apa Lily ada di rumah?”


“Dia ada di rumah, tapi sepertinya masih tertidur. Kabarnya Lily mengakhiri hubungannya denganmu. Apa itu benar?”


“Iya itu benar. Ada beberapa kesalah pahaman antara aku dan Lily.”


“Jika kau ingin bertemu dengannya akan kubangunkan dia.”


“Tidak, tidak perlu Om. Aku tidak ingin mengganggunya. Tolong sampaikan saja jika aku tadi datang. Aku pamit dulu.”


Alfred pergi meninggalkan rumah Lily dan kembali ke apartemennya.


Kemudian Andy masuk ke dalam rumah dan berniat untuk membangunkan Lily yang masih tertidur.


”Lily … Lily … Kau belum bangun juga?” kata Andy sambil mengetuk pintu kamar Lily.


Lily segera bangun dan membuka pintu kamarnya.


“Ada apa Ayah?” tanya Lily.


“Kau baru bangun? Tadi Alfred datang kemari.” ucap Andy.


“Benarkah? Lalu di mana?”


“Dia sudah pulang, kau sebaiknya menghubunginya. Siapa tahu ada hal penting yang ingin dia bicarakan denganmu.”


“Baiklah akan kucoba menghubunginya, terima kasih Ayah.”


“Yasudah kalau begitu, Ayah keluar sebentar untuk jalan pagi.”

__ADS_1


“Iya hati-hati Ayah, jangan terlalu lama pulangnya.”


Lily kembali masuk ke dalam kamar sementara Andy pergi untuk jalan pagi.


“Ada apa ya dia datang ke rumah? Terakhir kali aku menghubunginya, dia tidak menjawab. Sebenarnya aku rindu padanya tapi … Ah sudahlah tidak penting.” batin Lily.


Lily meraih ponselnya yang berada di tempat tidur, dia melihat ada pesan gambar dari Alfred.


“Apa maksudnya dia mengirim seperti itu, apa aku hubungi saja dia? Atau aku kirim pesan saja? Aku bingung.” batin Lily.


Lily kemudian mengurungkan niatnya untuk menghubungi Alfred. Dia bersiap-siap mandi untuk bertemu dengan Jonathan di studio musiknya.


Sementara di apartemen Alfred …


Dia baru saja sampai dan membaringkan tubuhnya di sofa ruang tamu. Alfred memeriksa ponselnya apakah ada balasan dari Lily atau tidak.


Karena tidak ada balasan dari Lily, Alfred segera menghubunginya. Beberapa saat menunggu tapi Lily tidak juga menjawab teleponnya.


Alfred memejamkan matanya sambil terus memikirkan Lily. Dia rindu kebersamaannya bersama Lily. Dia rindu canda tawa Lily.


Setelah selesai mandi, Lily mengecek ponselnya dan ada panggilan tak terjawab dari Alfred. Lily mencoba untuk menghubungi Alfred namun di saat yang bersamaan Alfred juga menghubungi Lily.


“Panggilan sedang sibuk? Berarti memang tadi dia sengaja tidak mau menjawab teleponku.” batin Alfred.


“Pasti sedang sibuk berbicara dengan kekasih barunya itu.” batin Lily.


Lily melangkah masuk ke studio dan bertemu dengan seorang wanita yang sedang berbicara dengan teman di sampingnya.


“Permisi, apakah Jonathan ada? Saya ingin bertemu dengannya.” tanya Lily.


“Apakah anda sudah membuat janji?”


“Iya, saya sudah membuat janji dengannya pukul 10 pagi ini.”


“Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan menghubunginya.”


Sekitar 10 menit menunggu, Jonathan keluar dari salah satu pintu.


“Hai Lily, maaf menunggu lama. Tadi aku sedang berbincang dengan rekan kerjaku. Ayo kita masuk ke studio.”


Mereka berdua kemudian berjalan memasuki studio rekaman. Jonathan sudah menyiapkan semuanya. Lily memulai bernyanyi untuk rekaman demo.


“Baiklah sudah cukup aku rasa, kau bernyanyi dengan sangat bagus Lily. Kau tinggal tunggu saja hasilnya. Dan bersiaplah kau akan menjadi penyanyi yang sukses.” kata Jonathan.


“Hehehe kau bisa saja. Setelah ini apa yang harus aku lakukan?” tanya Lily.

__ADS_1


“Kau hanya tinggal menunggu saja. Kita buktikan kepada orang-orang yang berusaha menghancurkanmu itu.”


“Apa aku bisa pulang sekarang? Kita sudah selesai kan?”


“Baiklah Lily, kau bisa pulang.”


“Terima kasih banyak Jonathan, kau sudah membantuku. Aku sangat berhutang budi padamu. Aku pamit dulu, sampai jumpa lagi.”


Lily meninggalkan studio Jonathan untuk segera pulang ke rumah. Di tengah perjalanan, Lily terpikir untuk datang ke apartemen Alfred. Lily ingin meminta penjelasan dari Alfred mengenai beberapa hal.


Saat sampai di apartemen Alfred, Lily merasa ragu-ragu untuk menekan bel pintu. Tapi tekadnya bertambah karena dia ingin mendengar penjelasan dari Alfred terutama terkait dengan diberhentikannya dia dari Lion Kafe.


Lily menekan bel pintu dan tak lama Alfred membuka pintunya. Alfred sangat terkejut melihat kedatangan Lily ke apartemennya.


“Lily … Ayo masuklah.” kata Alfred.


Lily dan Alfred kemudian duduk di sofa. Lily merasa sudah lama dia tidak datang ke apartemen Alfred ini. Dia teringat kenangan ketika bersama dengan Alfred.


“Aku tadi datang ke rumahmu, tapi kau masih tertidur. Aku mengirim pesan padamu tapi tidak ada balasan darimu, aku juga menghubungimu tapi kau tidak menjawab. Apa kau masih marah padaku?”


“Aku tidak marah marah padamu. Aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu, tapi aku mohon jawablah dengan jujur.”


“Kau ingin menanyakan tentang apa?”


“Manager Lion Kafe menghubungiku, dia berkata pemilik Lion Kafe memintanya untuk memberhentikan aku. Apa ini karena kau meminta kepada Ricard dan Shemma?”


“Hmmm … Jujur saja iya. Aku menghubungi Shema waktu itu. Aku sangat kesal karena melihatmu sedang bersama pria lain di kedai kopi.”


“Lalu kau sendiri bersama dengan seorang wanita kan? Lagi pula aku tidak mempunyai hubungan apa-apa dengannya.”


“Benarkah? Aku juga tidak ada hubungan apa-apa dengan wanita yang bersamaku di kedai kopi. Wanita itu adalah asisten pribadi Ryan Jones, klien baruku. Apa kau mengingatnya?”


“Aku kemari tidak ingin membicarakan hal yang lain, aku hanya ingin mengetahui saja penyebab aku diberhentikan dari Lion Kafe. Itu ternyata karena kau.”


“Aku minta maaf Lily, tolong maafkan aku. Aku bisa menghubungi Shemma untuk mempekerjakan kau lagi.”


“Tidak perlu Alfred. Aku punya harga diri. Aku tidak akan bekerja di sana lagi setelah diberhentikan secara sepihak seperti itu.”


“Tolong maafkan aku. Lily, aku sangat merindukanmu. Katakan padaku apa yang harus kulakukan agar kita bisa bersama kembali.”


“Jujur saja aku juga merindukanmu. Aku tidak bisa melupakanmu begitu saja. Tapi jika mengingat perbuatanmu kepadaku, aku tidak mungkin bisa kembali kepadamu lagi.”


“Aku sungguh meminta maaf padamu Lily. Aku bisa gila tanpamu. Aku benar-benar menyayangimu setulus hatiku. Hanya kau seorang yang ada dihatiku. Kembalilah padaku, aku mohon.”


“Maafkan aku Alfred. Untuk saat ini aku tidak bisa kembali padamu. Walau sulit bagiku jauh darimu, tapi aku tidak bisa kembali lagi padamu.”

__ADS_1


Lily kemudian segera meninggalkan apartemen Alfred. Dia merasa sedikit lega bisa mengungkapkan isi hatinya.


__ADS_2