
Setelah menghabiskan minuman mereka, Alfred dan Lily segera meninggalkan kedai kopi itu. Mereka kemudian memutuskan untuk kembali ke rumah Lily.
Di perjalanan, Alfred mendapat panggilan dari Elizabeth.
“Hallo Liz, ada apa?” tanya Alfred.
“Hallo, Kakak dimana sekarang? Apakah bisa pulang ke rumah sekarang?” pinta Elizabeth.
“Ada masalah apa, Liz?”
“Tidak ada masalah apa-apa, Ibu ingin bertemu dengan Kakak.”
“Baiklah, aku akan segera ke sana bersama Lily.”
“Bersama Lily? Kakak sedang bersama dengan Lily sekarang?"
"Iya, aku sedang bersama dengan Lily. Memangnya ada apa Ibu mencariku?"
"Aku juga tidak tahu, sebaiknya Kakak segera pulang saja."
"Baiklah, sampaikan pada Ibu jika aku dan Lily akan segera datang."
"Baiklah, kami tunggu. Sampai jumpa nanti.”
Alfred kemudian menutup teleponnya …
”Ada apa, Alfred? Sepertinya penting sekali.” tanya Lily.
“Liz memberi tahu jika Ibuku ingin bertemu denganku. Kita menemui Ibuku dulu ya? Tidak apa-apa kan?”
“Iya, tidak apa-apa. Aku malah senang bisa bertemu dengan mereka. Kau juga bisa mengambil beberapa baju untuk dibawa ke rumahku.”
“Iya, kau benar. Lily ... Tolong kau jangan membahas permasalahan Natasha di hadapan keluargaku. Aku tidak ingin mereka berprasangka buruk padaku.”
"Baiklah, aku tidak akan membicarakannya. Kau tenang saja."
"Kau memang wanita paling pengertian hehehe."
Alfred kemudian mengubah tujuannya ke rumah orang tuanya.
Sekitar 1 jam perjalanan, Alfred dan Lily sudah sampai. Setelah memarkirkan mobilnya di garasi, Alfred dan Lily masuk ke dalam rumah untuk bertemu dengan keluarga Alfred.
"Hai, Liz. Dimana Ibu?" tanya Alfred.
"Ibu berada di taman belakang, biar aku panggilkan saja." ucap Elizabeth.
"Tidak perlu, biar aku dan Lily saja yang ke sana. Sebetulnya ada masalah apa, Liz?"
"Aku benar-benar tidak tahu, Kak. Ibu tiba-tiba saja memintaku untuk menghubungimu dan memintamu datang kemari."
"Lalu di mana Ayah?"
"Sepertinya berada di ruang kerjanya."
__ADS_1
"Yasudah kalau begitu, aku dan Lily menemui Ibu dulu."
Alfred dan Lily berjalan menuju taman belakang, terlihat Jennifer sedang menyiram bunga-bunga yang dia tanam. Jennifer memang gemar sekali berkebun, namun terkadang dia tidak mempunyai waktu untuk itu.
"Hai, Ibu." sapa Alfred.
"Hai, Alfred ... Lily ... Kalian baru datang?" tanya Jennifer.
"Iya, Ibu. Kami baru saja sampai. Liz menghubungiku tadi, dia bilang Ibu memintaku untuk datang?"
"Iya benar, Ibu meminta tolong kepada Liz untuk menghubungimu. Ibu ingin membuat pesta perayaan untuk kalian berdua. Ibu akan mengundang beberapa teman dan kolega, Ibu ingin menanyakan jadwal kosong kalian berdua supaya Ibu bisa segera mempersiapkannya."
"Maaf, Bibi ... Apakah ini tidak berlebihan?" tanya Lily.
"Tentu saja tidak, Lily. Ini saat yang tepat untuk memperkenalkanmu kepada beberapa teman dan kolega kami." jawab Jennifer.
"Tapi orang tua Lily sedang tidak ada di sini, apa tidak sebaiknya menunggu mereka pulang?" tanya Alfred.
"Kalian tidak perlu khawatir seperti itu, Ibu dan Ayahmu sudah menghubungi orang tua Lily untuk merencanakan pesta perayaan ini. Mereka sangat setuju dan menyerahkan sepenuhnya acara itu kepada Ibu."
"Benarkah begitu? Kenapa mereka tidak memberi tahu aku?" tanya Lily.
"Sudahlah, Lily. Lagi pula orang tuamu sudah setuju. Kita ikuti saja." kata Alfred.
"Baiklah kalau begitu." ucap Lily.
"Yasudah, Ibu masuk dulu ya. Kalian makan malam di sini saja."
"Aku merasa tidak enak jadinya." kata Lily.
"Tidak enak kenapa?" tanya Alfred.
"Kita jadi merepotkan mereka, lagi pula kita sudah mengadakan perayaan kecil-kecilan tadi."
"Sudahlah tidak perlu dibahas lagi. Kita turuti saja."
"Iya ... Iya ... Nanti kau akan mengantar dan menjemputku kan?"
"Tentu saja, tak akan kubiarkan pria lain mengantar atau menjemputmu hehehe."
"Mulai kau ini. Sudahlah ayo kita masuk ke dalam saja, aku ingin bermain dengan Molly."
Kemudian Alfred dan Lily pergi masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju ke tepi kolam renang untuk bermain dengan Molly. Terlihat Elizabeth sudah berada di sana dan sedang bermain kejar-kejar dengan Molly. Dengan cepat Lily segera menghampiri Molly dan Elizabeth.
Sementara di studio musik Jonathan ...
"Kau sudah mempersiapkan lagu untuk Lily?" tanya Jonathan pada Sean salah satu rekannya.
"Ya, sudah kusiapkan. Kita bisa latihan dengan Lily secepatnya. Aku yakin sekali jika setelah konser, beberapa tawaran akan masuk untuk Lily." ucap Sean.
"Aku juga mempunyai keyakinan seperti itu. Lily memang sangat berbakat. Akan kubantu dia untuk mencari manager agar kegiatannya bisa tersusun dengan baik. Lalu kapan sebaiknya kita bisa memulainya?"
"Kau bicarakan dulu dengan Lily, kalau aku siap kapanpun jika dibutuhkan. Aku sudah menulis lagu dan membuat aransemennya, kurasa lagu ini akan cocok jika dinyanyikan oleh Lily.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu. Aku akan segera mengirim pesan kepada Lily."
Jonathan meraih ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Lily.
"Lily, aku bersama rekan kerjaku akan memulai memandumu untuk berlatih menyanyi. Sean sudah menciptakan lagu untukmu, kau bisa mulai berlatih. Apakah kau bisa datang ke studioku besok pukul 10 pagi?" tulis Jonathan.
Alfred yang melihat ponsel Lily berdering, segera mengambilnya dan memberikan pada Lily.
"Lily, sepertinya ada yang mengirim pesan padamu. Ini kau baca dulu saja, siapa tahu penting." kata Alfred.
"Baiklah."
Lily membuka ponselnya dan terkejut melihat isi pesan yang dikirimkan oleh Jonathan itu. Lily segera memberi tahu Alfred jika Jonathan memberi kabar baik.
"Alfred ... Jonathan menulis pesan ini. Aku tidak menyangka jika mereka sudah menyiapkan lagu untukku. Apakah besok kau bisa mengantarku ke studio Jonathan?" pinta Lily.
"Besok ya? Hmmm ... Baiklah, aku akan mengantarmu. Tapi mungkin aku tidak bisa menunggumu karena aku harus pergi menemui temanku. Tapi jika sudah selesai, aku akan menjemputmu. Kau beritahu saja jika latihan menyanyimu sudah selesai."
Lily meraih tangan Alfred dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.
"Apa kau marah padaku?" tanya Lily.
"Marah? Aku tidak marah padamu. Kenapa kau bertanya seperti itu? Kau jangan terlalu berpikiran buruk padaku." ucap Alfred.
"Kenapa kau tidak mau menungguku?"
"Lily ... Aku tidak ingin menggangumu berlatih menyanyi."
"Aku justru akan lebih bersemangat jika melihatmu. Aku akan meminta kepada Jonathan agar kau bisa ikut bersamaku."
"Tidak perlu, Lily. Jika sudah selesai aku akan menjemputmu."
"Baiklah kalau kau tidak mau menemaniku. Ayo kita pulang sekarang saja."
"Kenapa kau jadi marah seperti ini? Baiklah aku akan menemanimu."
"Kau janji?"
"Iya aku berjanji padamu."
"Baiklah aku akan meminta izin kepada Jonathan agar kau bisa menemaniku."
Lily kemudian membalas pesan Jonathan.
"Baiklah, besok aku akan datang sebelum pukul 10 pagi. Tapi aku mempunyai permintaan khusus padamu. Aku ingin Alfred bisa menemaniku ketika aku berlatih menyanyi." balas Lily.
"Apa kau yakin dia tidak akan menggangu konsentrasimu?" tanya Jonathan.
"Aku yakin, justru aku akan lebih bersemangat jika dia berada di sampingku. Aku mohon padamu." jawab Lily.
"Baiklah, kau boleh datang bersamanya besok." tulis Jonathan.
Lily segera memberi tahu Alfred jika Jonathan mengizinkan Alfred untuk menemaninya. Tak lama kemudian mereka semua diminta berkumpul untuk menikmati makan malam bersama.
__ADS_1