GADIS KECIL KESAYANGAN CEO 2

GADIS KECIL KESAYANGAN CEO 2
CHAPTER 10


__ADS_3

"Ayah!" Panggil Fira sambil melepaskan pelukannya.


"Kenapa?" Tanya Bagas.


"Apa malam ini aku boleh keluar?" Ucap Fira.


"Memangnya kamu mau kemana, hm?" Tanya Bagas sembari mengusap rambut Fira.


"Aku mau pergi makan malam bersama Dimas!" Jawab Fira.


"Hm? Apa kamu pacaran dengannya?" Tanya Bagas.


"Ayah... mana mungkin! Humph!" Fira membantah tuduhan Ayahnya dengan menggelembungkan pipinya. Bagas tertawa kecil melihat tingkah imut putrinya


"Ayah bercanda, kamu boleh pergi tapi ingat jangan pulang terlalu malam!" Ucap Bagas mengizinkan.


"Wah! Terima kasih ayah, aku akan bersiap dulu!" Sahut Fira senang.


"Baiklah, ayah kembali ke ruang kerja ya!" Bagas pergi keluar dari kamar Fira menuju ruang kerjanya.


Sementara Fira ia masuk kedalam kamar mandi, bersiap untuk 'makan malam' bersama Dimas. Yah, hanya makan malam tidak lebih dari itu.


Tok... Tok... Tok...


"Oh? Dimas, masuklah. Fira masih bersiap!" Ucap Bagas ketika ia membuka pintu.


Dimas mengangguk, ia lantas masuk kedalam rumah. Dimas melihat-lihat rumah Fira, ia tak menemukan adanya Ana dan Starla dirumah.


"Duduklah!" Bagas mempersilahkan Dimas untuk duduk. Ia memanggil pembantunya untuk membuatkan minuman.


"Ngomong-ngomong Om, dimana bibi Ana dengan Starla?" Tanya Dimas sedikit berbasa-basi daripada harus hening.


"Starla baru saja pergi jalan-jalan bersama temannya, sedangkan ibu Starla pergi mengunjungi orang tuanya!" Jawab Bagas.


"Begitu ya,"


"Dimas, maaf lama!" Ucap Fira sambil menuruni anak tangga.


"Ya, tidak masalah." Jawab Dimas.


"Ayah, aku pergi dulu ya. Maaf harus meninggalkan ayah sendiri!" Ucap Fira sambil memeluk Bagas.


"Yah, putri ayah sudah besar jadi harus menemani pacarnya!" Jawab Bagas bergurau.


"Ayah...," Fira mengerucutkan bibirnya, ia kesal ayahnya terus berkata bahwa Dimas adalah kekasihnya.


Dimas tertawa kecil melihat ekspresi Fira.


"Ya sudah, aku berangkat!" Ucap Fira.


Dimas berdiri, ia berjalan mendekat ke arah Fira.


"Baiklah, berhati-hatilah. Dimas, tolong kamu jaga Fira dengan baik!" Sahut Bagas.


"Tentu, saya akan menjaganya!" Jawab Dimas.

__ADS_1


"Sampai jumpa, ayah!" Keduanya berjalan keluar dari rumah.


Bagas menyaksikan putrinya berjalan bersama seorang pria, ia tersenyum tipis. Bagas menatap langit malam yang dipenuhi bintang.


"Kau tumbuh dengan baik!" Gumamnya.


Sesampainya direstoran, Fira turun dari mobil Dimas. Mereka kembali berjalan berdua, acara makan malam pun dimulai. Setelah selesai makan, Fira pamit pergi ke toilet.


"Ya bu, aku baik-baik saja. Ibu tidak usah khawatir!" Ucap seseorang dengan bahasa asing (Anggap saja bahasa asing)


Dimas menoleh dan mendapati Angga tengah berdiri disamping mejanya. Angga pun menyadari keberadaan Dimas. Angga menutup sambungan telponnya. Angga duduk dikursi menatap Dimas dengan seksama sambil melipat tangan didepan dada.


"Bersama Fira?" Tanya Angga dengan singkat.


Dimas tampak bingung, ia mengerutkan dahinya.


"Benar," jawab Dimas.


"Ekhem... tuan kemari bersama siapa?" Tanya Dimas sedikit tidak suka dengan keberadaan Angga.


"Seseorang!" Jawab Angga asal.


"Apakah dia seorang wanita?" Dimas tampak tertarik untuk memancing emosi Angga.


"Ya!" Lagi-lagi Angga menjawab asal.


"Dengarkan baik-baik, jangan kau sakiti Fira. Jika aku melihat dia menangis karenamu, habis riwayatmu!" Tegas Angga sambil bangkit berdiri.


"Dimas maaf kamu menunggu lama ya!" Ucap Fira yang tak menyadari keberadaan Angga.


Fira sedikit bingung, lantas ia mengikuti lirikan mata Dimas. Fira sangat terkejut melihat Angga yang tengah berdiri disampingnya.


"Lagi-lagi aku tidak menyadari keberadaannya, sungguh memalukan!" Batin Fira.


"Selamat malam, tuan!" Sapa Fira mencoba ramah.


"Malam juga, apa kau makan bersamanya?" Jawab Angga sekaligus pertanyaan sambil melirik kearah Dimas.


"Benar tuan, saya makan malam bersamanya!" Jawab Fira, Dimas berdiri lalu menatap Angga.


Angga mengangguk pelan.


"Tuan sendiri, dengan siapa anda disini?" Tanya Fira.


Angga terlihat ragu untuk menjawab, ia lantas menatap sekitarnya. Secara kebetulan Yunda melihatnya, ia juga melihat kedatangan Yunda.


"Bersama dia!" Jawab Angga menatap Yunda.


"Tuan!" Sapa Yunda.


"Kak Yunda, selamat malam!" Fira tampak senang melihat Yunda.


Angga menyelipkan jari-jemarinya ke jari Yunda, ia menggenggam erat tangan Yunda dan membuat Yunda terkejut. Yunda menatap tangannya yang bersentuhan dengan Angga, detak jantungnya tak dapat ia kontrol dengan baik.


"Baiklah, kalian berdua selamat bersenang-senang!" Ucap Angga mengakhiri percakapan.

__ADS_1


Angga menarik tangan Yunda untuk berjalan bersamanya. Fira menatap heran kearah Angga, sementara Dimas tampak tak peduli dengan hal itu.


"T-tuan?" Panggil Yunda ketika keduanya berada dihalaman parkir.


"Kau pergi sendiri?" Tanya Angga tanpa peduli dengan panggilan Yunda.


Yunda mengangguk, ia terlalu malu untuk berbicara.


"Pulang bersamaku, hari sudah larut tidak baik bagi wanita untuk berjalan sendiri!" Ucap Angga.


"T-terima kasih tuan, maaf merepotkan anda!" Jawab Yunda.


Angga membuka pintu mobil untuk Yunda, lantas ia ikut masuk kedalam mobil. Mobil melaju meninggalkan halaman restoran.


"Dimana rumahmu?" Tanya Angga dengan pandangan berfokus kejalanan.


"Saya tinggal diperumahan Pertiwi," jawab Yunda dengan menatap kilas Angga.


Angga terdiam, Yunda sangat membenci situasi saat ini. Dimana hanya ada keheningan tanpa ada suara sedikit pun. Hanya suara deburan kendaraan yang berlalu lalang, itu pun hanya beberapa mengingat hari sudah malam.


"Emm... tuan?" Panggil Yunda.


"Kenapa?" Jawabnya.


"Tuan kenapa menawari saya tumpangan?" Tanya Yunda.


Sebenarnya pertanyaannya itu hanya untuk mencairkan suasana, ia tidak terlalu penasaran dengan alasan Angga menawarinya tumpangan. Yunda menunggu jawaban dari Angga, namun Angga tak kunjung menjawabnya. Ia malah memberhentikan mobilnya lalu menatap Yunda dengan seksama.


"Hari sudah larut, tidak baik bagi wanita untuk pulang sendiri. Menunggu taksi juga tidak ada gunanya, di malam hari jarang taksi yang lewat. Itu alasanku," ucap Angga menjelaskan alasannya.


Yunda mengangguk paham.


"Saya mengerti, terima kasih sudah mengantar saya!" Jawab Yunda, ia mengucapkan terima kasih dengan senyum tulusnya.


Yunda melihat kearah samping tepat disampingnya terdapat pagar besi, rupanya ia telah tiba dirumahnya. Yunda membuka pintu kemudian turun dari mobil. Angga menatap kepergian Yunda dengan ekspresi datar.


"Selamat beristirahat, tuan!" Ucap Yunda dengan sedikit membungkuk.


"Ya, kau juga!" Jawab Angga.


Angga kembali melajukan mobilnya.


Disisi lain, Fira juga tiba dirumahnya.


"Terima kasih untuk malam ini!" Ucap Fira.


"Tentu, kita bisa melakukannya lagi?" Sahut Dimas.


"Bisa, jika aku dan kamu punya waktu." Jawab Fira sambil tersenyum.


Dimas membalas senyuman Fira, kemudian ia mengendarai mobilnya menuju rumahnya.


"Hmm... kira-kira tuan Angga dengan Kak Yunda punya hubungan apa ya?" Gumam Fira ingin tahu.


Fira mengangkat bahunya lantas masuk kedalam rumah. Ia sangat penasaran dengan hubungan antara Angga dan Yunda yang baginya cukup mengherankan.

__ADS_1


__ADS_2