
🌷*"Kenapa kau membunuh putriku?"*
"Tidak aku tidak membunuhnya!"
🌷*"Kenapa? Kenapa kau melakukannya? Kenapa kau membunuhnya? Kenapaa?!"*
"Aku tidak membunuhnya, tolong lepaskan aku! Jangan sakiti aku!"
Sosok tersebut tetap mencengkram lengannya dengan kuat, hingga ia tak mampu melepaskannya.
🌷*"Pembohong! Kau bohong! Katakan dimana dia?!"*
🍁*"Kenapa kau membunuhku? Apa salahku?"*
🍁 *"Aku ini temanmu, kenapa kau tega menusukku?"*
💐*"Kau juga membuatku mati, kenapa kau melakukannya? Berhentilah!"*
Sekumpulan sosok itu mengelilinginya, bayangan hitam nan gelap itu membuatnya depresi. Ia tak tahu harus berbuat apa, ketiga sosok itu terus menyalahkannya membuatnya kehilangan akal.
"Tidak! Menjauhlah dariku! Aku tidak bersalah!"
💐*"Jangan bunuh aku"*
🍁*"Jangan bunuh aku"*
🌷*"Kembalikan anakku, kembalikan dia"*
"Tidak! Hentikan!" Teriaknya sekuat tenaga sambil menutup kedua telinganya.
"Aku mohon hentikan, semua itu bukan salahku!"
🌷*"Kembalikan anakku! Kembalikan dia!"*
🍁*"Kau membunuhku! Kenapa kau lakukan itu?!"*
💐*Kau membuatku mati! Kenapa kau lakukan?"*
"Tidak! Hentikan! HENTIKAANN!!"
"HENTIKAN!" Shany bangun dari tidurnya dengan wajah kusam dan keringat mengalir dari kening kepipi.
"Tidak! Aku tidak melakukannya! Aku tidak pernah membunuhnya!" Oceh Shany sambil mengacak-acak rambutnya.
"Hentikan! Jangan salahkan aku! Jangan!" Ucapnya lagi kini sembari memeluk kakinya.
"Hey kau!" Panggil penjaga kamar Shany.
Shany terus mengoceh tak jelas membuat si penjaga keheranan dan mengira penyakit Shany kambuh. Ingatkah akan hal itu? Saya juga tidak:v
"Kau boleh keluar dari sini," ucapnya lagi.
Shany menoleh kearahnya dengan tatapan bingung dan meminta penjelasan.
"Aku? Bebas? Tanya Shany lagi senang.
Penjaga tersebut hanya mengangguk.
"Benar! Ini semua bukan salahku, melainkan salah wanita itu! Dia dalang dari semuanya, dia penyebab terbunuhnya orang-orang!" Pikir Shany.
"Dan ya! Aku tidak bersalah, aku tidak bersalah!" Shany tersenyum sendiri seperti waniga gila.
Penjaga kamar yang melihatnya menggedikkan bahunya merasa geli, ia berjalan keluar meninggalkan Shany.
Shany dengan senang melangkahkan kakinya keluar dari Villa Falaivan, sudah beberapa bulan ia dikurung dikamar yang begitu kecil tanpa adanya udara segar yang masuk. Ketika Shany berada diluar, senangnya bukan main. Shany berteriak-teriak dengan senangnya.
"AKU BEBASSS! Aku bebas!" Teriaknya.
Shany mengambil nafas setelah berteriak cukup kencang, "Akhirnya, aku keluar dan menghirup udara segar!"
__ADS_1
KET:
🌷\= Gaby
💐\= Ibu Shany
🍁\= Qilla
....
Angga memeluk Yunda, tanpa mereka sadari Fira melihat keduanya. Hati Fira seketika hancur melihat Angga memeluk Yunda dengan mesranya. Fira berlari dari sana menuju kamarnya sambil berderai air mata.
Sesampainya dikamar, Fira menjatuhkan tubuhnya keatas kasur. Fira terisak, hatinya begitu sakit ketika melihat pria yang dicintainya mencintai wanita lain.
Fira menatap kalungnya, memandanganya dengan lekat. Fira berusaha mengingat masa kecilnya dulu, namun usahanya sia-sia. Ia tak bisa mengingat apapun.
Fira bangun dari tidurnya untuk mengamas barang-barangnya karena sebentar lagi ia akan pulang.
Keesokan paginya, seperti biasa Angga bekerja diperusahaannya namun karyawannya yang lain masih berlibur. Jarvis tak menemaninya, ia harus membawa Lia kerumah sakit.
"Kamu tunggu diluar, jangan kemana-mana!" Ucap Lia dengan nada manja.
Jarvis mengangguk seraya mengelus rambut Lia, "Tenang saja, lagipula kemana aku akan pergi?"
Lia tersipu mendengar perkataan Jarvis, Lia melangkah masuk kedalam ruang pemeriksaan. Jarvis duduk dikursi tunggu, pandangannya mengedar kesekeliling koridor. Jarvis melihat Yunda yang baru saja masuk kedalam ruang kandungan.
"Ruang kandungan?" Jarvis mengerutkan dahinya.
Jarvis melangkahkan kakinya berjalan menuju ruang kandungan yang dimasuki Yunda. Jarvis mengintip Yunda dari luar yang tengah melakukan pemeriksaan.
"Nona, silahkan berbaring dulu. Saya akan menyiapkan alat untuk USG!" Ucap sang Dokter.
Yunda mengangguk, ia berjalan kearah ranjang lantas berbaring diatasnya. Yunda menatap sang Dokter yang tengah menyiapkan peralatan USG.
"Nona, saya izin membuka baju anda ya?" Ujar sang dokter diangguki Yunda.
Dokter memeriksa kandungan Yunda, dan memperlihatkan janin yang ada dilayar USG.
"Nah, nona lihatlah bayi kecil anda. Sangat lucu bukan?" Ucap sang dokter.
Yunda tersenyum senang sambil mengangguk, "Iya, dia sangat lucu."
"Kira-kira berapa usianya?" Tanya Yunda.
"Sekitar 2 minggu, nona." Dokter menjawab.
"Baiklah, kondisi janin tidak ada masalah. Tetapi, anda harus menjaga pola makan dan jangan bekerja berat!" Lanjutnya.
Dokter merapikan kembali pakaian Yunda, lantas berjalan menuju mejanya.
"Apa?! Jadi, Yunda hamil?" Pikir Jarvis.
"Jarvis!" Panggil Lia.
Jarvias terkejut kemudian menoleh.
"Kenapa kamu ada disini?" Tanya Lia heran sambil melihat papan nama ruangan.
"Emm... itu... aku hanya penasaran saja dengan ruangan ini," jawab Jarvis asal.
"Kamu ini, kenapa penasaran dengan ruang kandungan?" Tanya Lia.
"Ah sudahlah, bagaimana keadaanmu?" Ucap Jarvis mengalihkan pembicaraan.
"Aku baik-baik saja, hanya masuk angin. Mungkin karena mabuk kemarin," jawab Lia dengan senyumnya yang menampilkan barisan gigi putih.
Jarvis mengangguk lega, "Baiklah, ayo kita pulang!" Jarvis membawa Lia pulang sambil sesekali menengok kebelakang melihat ruang kandungan.
"Nona, ini resep vitamin dan susu ibu hamil. Dan ini juga foto 3D janin anda!" Ujar Dokter, menyerahkan resep dan foto janin Yunda.
__ADS_1
"Terima kasih!" Yunda sangat senang karena dapat melihat bayi kecilnya.
....
"Fira, kamu sudah pulang sayang?" Ucap Bagas yang saat ini tengah menemui Fira diapartemennya.
"Iya ayah, aku sudah pulang!" Jawab Fira memeluk Bagas.
"Ayah, aku sangat merindukanmu!"
"Begitu pula dengan ayah, nak!" Sahut Bagas membalas pelukan Fira.
"Sayang, ayah ingin berbicara hal penting denganmu."
"Apa itu, ayah?" Tanya Fira melepas pelukannya.
"Kemarilah!" Bagas menarik lengan Fira duduk disofa.
"Kamu pasti merindukan keluargamu bukan?" Tanya Bagas.
"Iya ayah, aku sangat merindukan mereka. Tetapi, mana mungkin aku bertemu dengan mereka." Jawab Fira.
"Aku bahkan tidak mengingat mereka," lanjutnya, menunduk sedih.
Bagas membelai rambut Fira, "Kamu masih memakai kalung liontin itu bukan?"
Fira mengangguk, lantas menunjukan kalungnya.
"Apa kamu sudah menemukan pasangannya?" Tanya Bagas lagi.
"Emm... aku pernah melihat kalung yang sama dengan ini, hanya saja warnanya berbeda." Fira menjawab.
Bagas tersenyum, ia kemudian mengeluarkan selembar foto dari dalam saku jasnya. Bagas menatap foto itu dengan tatapan sendu, lantas Bagas memberikannya kepada Fira.
"Apa ini, ayah?" Tanya Fira.
"Mereka ini keluargamu, dan lihat gadis kecil ini adalah dirimu." Jawab Bagas sambil menunjuk foto seorang gadis kecil imut dengan kuncir dua.
"Ini... apakah benar mereka keluargaku?" Tanya Fira lagi dengan suara bergetar.
"Benar, ini ibumu dia bernama Gaby. Dan ini ayahmu, namanya Ardiaz..."
Fira menatap semua orang yang ada didalam foto tersebut, terlintas kenangan ketika ia masih kecil dibenaknya.
*"Ini kakek Jaya, ini kakek Geli, ini bibi Vio, ini ibu, ini ayah, ini aku, dan ini kakak Angga!"* ucap Senna dengan senang menujuk satu-satu keluarganya yang ada difoto.
Foto keluarga yang bahagia ini ia potret sendiri kerika usianya masih kecil yaitu sekitar 3 tahun. Dari kecil Senna sangat pandai memotret.
*"Benar sekali, anak ibu sangat pintar!"* Ucap Gaby sembari memeluk putrinya.
*"Selalu ingat keluargamu ya sayang!"*
"Selalu ingat keluargaku?" Gumam Fira.
Bagas menatap Fira dengan sebelah alis terangkat.
"Apa kamu mengingat sesuatu?" Tanya Bagas.
"Kakak...," gumam Fira lagi dengan pandangan kosong yang berurai air mata.
"Kakak..., kak..., Angga....?" Ucapnya lirih, Fira menangis sejadi-jadinya.
Ia baru sadar bahwa semua perhatian yang diberikan Angga untuknya bukan karena Angga mencintainya, melainkan karena ia menyayanginya sebagai adiknya.
Fira berlari keluar sambil membawa foto keluarganya, Bagas mengejarnya namun ia berhenti.
"Ayah senang, kamu mengingat mereka. Maaf, karena ayah tidak memberitahumu." Ucap Bagas menatap punggung Fira yang menjauh darinya.
BAIKLAH CUKUP DISINI DLU, AUTHOR MASIH MIKIRIN CHAP SELANJUTNYA^^
__ADS_1