GADIS KECIL KESAYANGAN CEO 2

GADIS KECIL KESAYANGAN CEO 2
CHAPTER 36


__ADS_3

"Masuklah!"


Shany berdiri melihat keponakannya berada satu ruangan dengannya.


"Hey kau! Lepaskan aku! Aku tidak mau berada disini!" Teriak Starla sambil menggedor-gedor pintu.


"Starla?" Panggil Shany.


Starla membalikan badannya, "Bibi Tia!"


Dengan perasaan senang Starla memeluk Shany, Starla sudah lama tidak bertemu dengan Shany. Terakhir kali bertemu saat acara ulang tahunnya tahun lalu, saat itu Shany memberikan kalung cantik untuk Starla. Setelahnya Shany kembali pergi dan tak pernah kembali.


"Kenapa kamu bisa ada disini?" Tanya Shany melepas pelukannya.


"Mereka membawaku, aku sangat takut. Aku tidak ingin berada disini... hu... hu... hu...," jawab Starla sambil menangis.


"Aku mengerti perasaanmu, aku juga ingin keluar dari sini." Sahut Shany sambil menepuk pundak Starla mencoba menenangkannya.


....


"Bibi, kenapa kamu bisa ada disini?" Tanya Starla setelah ia merasa tenang.


Shany menghela nafas panjang, "Sebenarnya...," ucapnya menggantung.


"Kenapa? Apa yang terjadi?" Tanya Starla tak sabar.


"Sebenarnya 14 tahun yang lalu aku melakukan upaya pembunuhan," jawab Shany memulai cerita.


"Apa?! Bagaimana bisa?" Ucap Starla terkejut.


"Ceritanya sangat panjang, sebaiknya kau tidak perlu tahu!" Shany menjawab.


"Mengapa? Aku sangat ingin tahu, aku ingin tahu mengapa keluargaku mengalami hal buruk?" Ujar Starla berusaha mendesak Shany agar menceritakan kisah 14 tahun yang lalu.


"Baiklah, dulu aku membenci sesorang namanya Gaby. Dia selalu mendapat pujian orang-orang disekolah, dia selalu diperhatikan semua orang. Kecantikannya bahkan kepintarannya mengalahkanku, aku sangat membenci hal itu. Seharusnya hanya aku yang diperhatikan, hanya aku yang dipuji semua orang. Aku sangat membencinya,"


"Suatu ketika dia menghilang, dia tak pernah kembali sekolah. Aku merasa senang karena perhatian orang-orang kembali padaku, aku mendapat pujian mereka kembali. Namun, tiba-tiba dia kembali datang dan menghancurkan segalanya. Merebut perhatian semua orang!"


"Aku berusaha menyingkirkannya, hingga aku kehilangan Qilla sahabatku. Aku juga kehilangan Ibu dan Ayah, semua itu salahnya. Gaby menghancurkan segalanya, bahkan dia juga membuatku masuk kerumah sakit jiwa!"


Shany mengambil nafas panjang sebelum melanjutkan, Starla duduk diam mendengarkan kisah kelam keluarganya.


"Setelah aku keluar dari rumah sakit itu, aku kembali mengusik kehidupan Gaby. Aku menabrak putrinya hingga masuk ICU, aku dengar dia selamat. Aku sangat kesal, jadi aku pergi kerumah sakit dan membakar kamar tempat putri Gaby dirawat."


"Kakak tahu apa yang aku rencanakan, dia membawa anak itu dan menyelamatkannya. Dan, Ya. Dia adalah Fira, kakak merawatnya sampai sekarang. Aku sangat kesal, aku sangat marah. Kakak tidak pernah bisa melupakan Gaby, dia selalu memikirkannya! Dia tak pernah mendukungku!" Lanjut Shany.

__ADS_1


"Jadi, itu sebabnya ayah membawa Fira dan mengubah kehidupanku dan Ibu?" Starla bertanya.


"Benar, Starla percayalah bahwa keluarga Sunjaya adalah pembawa bencana bagi kita. Kita harus menghancurkannya!" Sahut Shany.


Starla terdiam, ia masih mencerna semua cerita yang dikatakan oleh Shany.


"Jadi, semua ini bukan salah Fira ataupun keluarga Sunjaya. Semua itu kesalahan bibiku sendiri, keegoisan dan nafsu nya untuk menghancurkan keluarga itulah yang membuat kehidupanku berantakan. Bagaimana bisa... bagaimana bisa kamu melakukan itu?" Pikir Starla sambil menatap sendu Shany.


"Bibi, tidak bisakah kamu berubah?" Tanya Starla dengan suara bergetar.


"Apa yang kau katakan?" Tanya balik Shany.


"Setelah semua ini terjadi, apakah bibi tidak ingin berhenti mengganggu keluarga itu?" Jelas Starla.


"Jangan bercanda! Bagaimana bisa aku berhenti menghancurkannya sementara aku telah kehilangan segalanya!" Tegas Shany marah.


"Kenapa kau tampak peduli pada keluarga itu? Apa kau sama seperti ayahmu yang tak pernah mendukungku?"


"Bukan seperti itu, aku hanya ingin melihat bibi bahagia tanpa memikirkan balas dendam," Jawab Starla


"Bahagia? Kebahagianku hanya setelah keluarga Sunjaya hancur!" Sahut Shany.


"Bi, semua ini bukan kesalahan mereka. Semua ini terjadi karena keegoisan dan keserakahan bibi sendiri, karena itu bibi jadi kehilangan segalanya." Ujar Starla.


Shany tersenyum sinis.


Shany mencengkram erat bahu Starla dan mengguncangnya.


"Kenapa kau seperti ini? Kenapa kau tidak mendukung aku?!"


"Bibi, lepaskan aku... aku kesakitan..." rintih Starla.


Shany menjambak rambut Starla, "Sakit? Kau kesakitan? Terima semua itu, aku tidak peduli!"


Starla mengambil suntikan dari dalam saku celananya kemudian menyuntikannya kelengan Shany yang tegah lengah.


"Kau..." Shany terkejut dengan perlakuan Starla kepadanya.


"Maafkan aku bi, aku hanya ingin hidup bahagia tanpa ada balas dendam." Ucap Starla.


Shany perlahan menutup matanya kemudian tertidur, Starla membaringkan tubuh Shany perlahan.


"Aku sangat menyesal karena telah berbuat jahat pada Fira," gumam Starla menatap bolpoin dilengannya yang ia keluarkan dari sakunya lagi.


Sebelumnya, Angga menawarkan Starla kembali sekolah di Paris. Seperti impiannya sejak dulu, Angga memberinya syarat yaitu Starla harus membuat Shany mengakui perbuatannya dan merekamnya tanpa diketahui oleh Shany sendiri.

__ADS_1


Angga memberi bolpoin khusus yang selalu digunakan para agent penting untuk merekam pengakuan Shany, Angga juga memberikan suntikan bius untuk berjaga-jaga jika Starla dalam keadaan bahaya atau jika Shany mengetahui rencananya.


Starla tentu menerima syarat itu demi sekolah di Academy Beauty of Paris, akademi terbaik yang ada dikota paris bagi para calon model papan atas. Itulah impian Starla, dan sekarang Angga mampu mewujudkannya. Starla juga tak menyesal mengikuti rencana Angga, karena kini ia tahu siapa pelaku sebenarnya yang membuat kehidupannya berantakan.


Starla mengetuk pintu, seorang penjaga membukanya. Ia telah diberi perintah jika saja ada yang mengetuk pintu kamar, penjaga tersebut harus membukanya. Begitu pun Starla, jika tugasnya telah selesai maka ia harus mengetuk pintu sebanyak 5 kali.


"Kau sudah selesai?" Tanya penjaga tersebut.


Starla mengangguk lemah, penjag tersebut menelpon Angga untuk memberi laporan bahwa Starla telah melakukan tugasnya.


"Baiklah, ikuti aku!" Penjaga tersebut menuntun Starla naik kelantai atas. Starla dikurung diruangan bawah tanah bersama dengan Shany.


"Kau istirahatlah disini, besok tuan Angga akan kemari untuk menemuimu!" Ucap penjaga tersebut menunjuk kamar Starla.


"Apa kamu punya makanan? Aku sangat lapar," tanya Starla.


Penjaga tersebut mengangguk, ia bergegas turun kedapur untuk mengambil makanan. Setelahnya ia kembali dan memberikan makanan kepada Starla.


"Terima kasih," Starla masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat.


*"Bagaimanapun kau masih keponakanku"*


Starla mengingat kembali ucapan yang dikatakan Angga sebelumnya.


"Apa dia sungguh tidak akan melukaiku?" Gumamnya sambil menatap langit-langit kamarnya.


Pagi harinya, Angga menemui Starla di Villa Falaivan.


"Kau sudah melakukan tugasmu?" Tanya Angga setelah ia meneguk tehnya.


"Sudah," jawab Starla dengan suara rendah.


Angga memanggil Jarvis untuk mendekatinya, Jarvis membukakan kopor kecil berisi tiket pesawat, apartemen, surat tanda diterimanya Starla, juga beberapa uang untuknya.


"Ini imbalanmu, aku akan memberitahu orang tuamu mengenai keberangkatanmu." Ucap Angga menjelaskan.


"Be-benarkah ini untukku?" Tanya Starla tak percaya.


"Tentu saja, kau bagian dari keluargaku juga." Angga menjawab.


"Pesawatmu terbang malam ini pukul 15.00 sore, jadi kau masih memiliki waktu untuk menemui keluargamu!"


"Terima kasih banyak, maaf karena aku selalu mengganggu Fira!" Ucap Starla dengan tulus.


Author:

__ADS_1


Halo semua, semangat ya buat km yg sedang puasa. Semoga full 1 bulan, sehat selalu ya buat semuanya. Terima kasih sdh mau menunggu GKKC S2 Update, kalian yang terbaik. Love you sedanau😄


__ADS_2