GADIS KECIL KESAYANGAN CEO 2

GADIS KECIL KESAYANGAN CEO 2
CHAPTER 35


__ADS_3

Angga membalikan badannya menatap tajam kearah Starla.


"Seharusnya kau bersyukur karena aku melepaskanmu! Tetapi kau malah membuat kekacauan lain!" Ucap Angga dengan sangat marah.


"A-aku... aku...," Starla terduduk dengan lemas melihat Angga yang sangat marah terhadapnya.


"Tuan Angga, biar saya obati luka anda ya?" Ujar Yunda mencoba menenangkan Angga.


"Jarvis!" Panggil Angga murka.


"Ya tuan!" Jawab Jarvis bergegas mendekat kearah Angga.


"Urus wanita itu!" Ucap Angga memberi perintah.


"Baik!"


"Haiss... kenapa tadi kau lepaskan jika sekarang kau memintaku menangkapnya lagi?" Pikir Jarvis.


Yunda memapah Angga menuju mobil van, Yunda membuka setelan jas Angga kemudian memulai mengobati luka Angga. Yunda melihat sedikit luka bakar dipunggung Angga.


"Seharusnya anda jangan melakukan itu, lihat sekarang anda terluka." Ujar Yunda sambil mengoles salep kepunggung Angga.


"Lalu, aku membiarkan wanitaku yang terluka?" Tanya Angga dengan senyum pahit diwajahnya.


"Setidaknya Fira baik-baik saja..." ucap Yunda lirih.


"Anda sangat menyayanginya bukan?"


Yunda membalut luka Angga dengan perban, Angga memegang tangan Yunda ketika lengannya berada didepan dadanya.


"Aku mencintaimu, jangan berpikir bahwa aku hanya main-main denganmu!" Sahut Angga.


Yunda terdiam.


Angga membalikan badannya menatap Yunda, Angga membelai wajah Yunda dengan lembut.


"Kau tidak percaya padaku?" Tanya Angga.


Yunda menggeleng kecil. Angga tersenyum kemudian memeluk Yunda.


"Tidak apa, mungkin sekarang kau belum sepenuhnya percaya padaku."


Diluar mobil, Fira menyaksikan keduanya dengan hati yang terluka. Fira berlari menjauh dari mobil van menuju pantai. Fira duduk diatas batu karang, Fira menatap laut dengan berurai air mata. Seseorang melihatnya berlari, kemudian menyusulnya dan berdiri dibelakang Fira.


"Cengeng!" Ucapnya dengan nada meledek.


Fira mengernyitkan dahinya kemudian menoleh kebelakang, Fira terkejut melihat kehadiran Dimas berdiri dibelakangnya. Fira semakin cemberut dan menangis, Fira berdiri lalu berlari memeluk Dimas.


"Huaaa... kamu pergi kemana?" Tanya Fira sambil menangis.


Dimas tertawa kecil kemudian membalas pelukan Fira, Dimas membelai rambut Fira dengan lembut.


"Apa kamu merindukanku?" Balik tanya Dimas.


"Tentu saja... hiks... kamu pergi tanpa memberitahuku..." jawab Fira.


Dimas melepaskan pelukannya, Dimas menghapus air mata Fira dengan perlahan. Dimas mencubit gemas hidung Fira, Fira menggelembungkan pipinya kesal.


"Gadis bodoh! Jangan menangis lagi, aku disini untuk menghiburmu. Jadi, jangan menangis ya!"

__ADS_1


"Aku menangis karenamu tahu!" Ucap Fira kesal.


"Karena aku atau karena Angga?" Tanya Dimas dengan tatapan serius.


Fira menatap kedua bola mata Dimas, Fira paling takut ketika Dimas menatapnya dengan wajah serius.


"Kenapa kamu tahu?" Fira menundukan kepalanya.


"Aku melihatnya," Dimas menjawab.


Dimas menepuk puncak kepala Fira, "Kamu mencintainya?" Tanyanya.


Fira menggeleng, "Aku tidak tahu,"


"Kamu menyukainya?" Tanya Dimas lagi.


Fira mengangkat wajahnya menatap Dimas, "Tidak, aku tidak tahu."


Dimas tersenyum kecil, "Baiklah, karena sekarang aku disini bagaimana jika kita makan bersama?" Tawar Dimas.


Fira mengangguk dengan semangat, "Kebetulan aku sangat lapar, kita makan kepiting dan udang ya!" Sahut Fira senang.


"Baiklah-baiklah, lagipula aku ingin menjelaskan alasanku pergi." Jawab Dimas.


"Benar juga, kamu harus menjelaskannya padaku!"


Dimas tersenyum, "Butuh tumpangan?" Tanya Dimas sambil menunjuk punggungnya.


"Tidak! Aku bisa berjalan sendiri!" Tolak Fira sambil berjalan mendahului Dimas.


...


Angga tiba dibelakang hotel menemui Starla dan Jarvis.


"Lepaskan aku!" Teriak Starla.


"Diamlah!" Ujar Angga tegas.


Angga mengambil batang rokok dari dalam bungkusnya kemudian menyalakannya.


"Huufff...," Angga membuang asap rokok.


"Starla Putri Bagaskara, apakah kau tidak lelah menganggu adikku?" Tanya Angga dengan ekspresi menakutkan.


"A-aku...," Starla tak mampu membuka suara merasakan aura menyeramkan yang keluar dari tubuh Angga.


"Alfira Sheria Bagaskara, apa kau tau siapa dia?" Tanya Angga lagi.


Starla menggeleng.


"Dia adikku, adik tercintaku bernama Klasenna Glorya Sunjaya!"


"Dia menghilang ketika kecil, dan aku mencarinya selama ini. Apa kau tahu kisah itu?"


Starla kembali menggeleng.


"Maka kau harus mencari tahu kebenarannya!" Ucap Angga dengan seringai diwajahnya.


Starla menelan salivanya kala melihat seringai Angga.

__ADS_1


Angga menghisap rokoknya lagi kemudian kembali berbicara.


"Aku dengar impianmu ingin sekolah di Paris bukan?"


"Be-benar," Starla menjawab.


"Aku bisa mengirimmu kesana dengan satu syarat!" Ucap Angga.


"A-apa itu?" Tanya Starla.


Angga menyeringai.


....


Malam harinya, Angga tengah berjalan hendak masuk kedalam hotel. Namun, seseorang menarik lengannya membawanya menuju kehalaman parkir. Sosok tersebut membawa Angga untuk bersembunyi dibalik mobil.


"Kau! Apa kau tidak bisa membawaku secara baik-baik? Apa kau pikir aku seorang wanita?" Protes Angga sambil membereskan kerah kemejanya.


"Cih! Tidak tahu malu!" Ucap Dimas.


Dimas mencari Angga setelah mengantar Fira kembali kekamarnya. Dimas bertemu Angga dilobi hotel, maka dengan cepat Dimas membawa Angga bersembunyi.


"Berani sekali kau!" Ujar Angga marah.


"Sudahlah, tidak perlu berdebat soal ini!" Sahut Dimas.


Angga menatap datar Dimas.


"Apa yang kau inginkan?" Tanya Angga.


"Jauhi Fira!" Jawab Dimas.


Angga menarik sudut bibirnya membentuk senyuman sinis.


"Menjauhi Fira? Apa hubunganmu dengannya sampai kau berani menyuruhku untuk menjauhinya?" Tanya Angga dengan nada merendahkan.


"Aku disini hanya ingin melindungi Fira dari pria hidung belang sepertimu!" Jawab Dimas kesal.


"Kau tidak memiliki hak untuk menjauhiku dari Fira!"


"Kenapa tidak? Aku disini sebagai teman lamanya, tentu saja aku berhak akan hal itu!" Bantah Dimas.


Angga tersenyum tipis.


"Kau tidak berhak memisahkan kakak dari adiknya sendiri!" Jawab Angga.


"Apa kau bilang?" Dimas terkejut mendengar perkataan Angga.


"Seorang Sunjaya tidak pernah mengulang perkataannya!" Setelahnya Angga kembali berjalan meninggalkan Dimas yang dipenuhi tanda tanya dikepalanya.


Dimas masih tidak mengerti mengenai hubungan Angga dengan Fira, apalagi ia tahu bahwa Angga juga menyukai Yunda. Dimas tidak mau jika Fira tersakiti akibat ulah Angga.


"Tugasmu hanya menjaganya saja, jangan ikut campur terlalu jauh!" Ucap Angga menyadarkan Dimas dari lamunannya.


"Jika Fira adiknya, mengapa Fira tidak mengetahuinya?" Gumam Dimas.


"Dan... kenapa pria itu tidak mengatakan yang sebenarnya pada Fira bahwa dia itu kakaknya?" Gumam Dimas lagi.


Dimas menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Pria itu benar, aku hanya perlu menjaga Fira. Dan, tidak perlu ikut campur kedalam urusannya."


__ADS_2